
Reymond kembali ke dalam ruangan Fatma, ia tidak sekalipun beranjak jauh dari istri sah-nya itu. Ia juga sudah mengakui Fatma sebagai istri pertamanya dihadapan kedua orang tua Nadira tadi. Tanpa diduga, ternyata mereka sangat mendukung pernikahan Reymond dan Fatma.
Flashback on
"Kemari, ikut dengan kami untuk pergi ke ruangan Nadira bersama" ucap bapaknya Nadira.
Reymond tidak segera mengikuti langkah kedua orang paruh baya itu, sehingga membuat kedua orang tua itu menoleh dengan tatapan bertanya pada Reymond.
"Ada apa, nak?" tanya ibu Nadira.
"Maaf, Pak, Bu, bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin saya sampaikan pada kalian" pinta Raymond pada kedua orang tua Nadira.
Kedua orang tua itu saling menatap satu sama lain, mungkin mereka merasa heran dengan menantunya karena meminta mereka untuk membicarakan sesuatu. setelah bapak Nadira mengangguk, maka Ibu Nadira pun menyetujui untuk ikut bersama Reymond.
Sebelum Reymond membawa mereka ke kantin rumah sakit, ia menyempatkan diri untuk menemui Fatma yang masih di dalam ruang UGD terlebih dahulu. setelah mendapatkan persetujuan dari Fatma, maka Reymond pun mulai menghampiri sepasang paruh baya itu.
"Ada apa, nak Rey?" tanya bapaknya Nadira dengan sedikit khawatir. Ia khawatir jika Reymond sudah mengetahui tentang hubungan anaknya dengan mantan menantunya.
"Sebelumnya, saya mohon maaf terlebih dahulu karena tidak berkata jujur pada kalian. Sebenarnya saya mempunyai istri lain selain Nadira"
Kedua orang tua Nadira sempat menunjukkan wajah terkejutnya, tapi hal itu tidak berlangsung lama, mereka berdua malah tersenyum senang mendengar pengakuan dari menantunya itu.
"Benarkah? Siapa wanita beruntung yang sudah mendapatkan nak Rey itu?" tanya ibu Nadira
Raymond cukup dibuat terkejut dengan reaksi dari kedua orang tua Nadira, lantaran bukan wajah kesal ataupun marah yang mereka tunjukkan. Tapi wajah gembira dan lega-lah yang mereka tunjukkan padanya
"Apa kalian tidak marah ataupun kesal karena saya sudah menduakan putri kalian?" tanya Reymond merasa heran.
"Untuk apa kami marah? Jika nak Rey bisa berbuat adil pada putri kami maupun istri mu yang lain, itu tidak masalah untuk kami" jawab Bapaknya Nadira.
Jawaban yang sangat mengejutkan untuk Reymond.
__ADS_1
"Hanya saja kami ingin meminta maaf, jika di kemudian hari ada sesuatu yang sangat merugikan bagimu, mohon jangan hukum kami dengan berat" Sambungnya lagi.
Ucapan bapak Nadira itu tidak dimengerti oleh Reymond.
"Maksud Bapak apa?" tanya Reymond.
"Jika suatu hari nanti kamu mengetahui semua kebenaran tentang apa yang sudah terjadi padamu, mohon jangan sampai nak Rey menghukum kami terlalu berat" mohon Bapak Nadira.
"Apa kalian mengetahui sesuatu?" tanyanya lagi.
Bapak Nadira terlihat bingung saat akan menjawab pertanyaan Raymond, ia menatap lama pada istrinya. Tadinya bapak Nadira terlihat akan mengatakan sesuatu, tapi saat melihat istrinya mulai mengusap sudut matanya ia pun tidak jadi mengatakan hal itu.
"Maaf, Bapak tidak bisa mengatakan hal ini sekarang" jawab Bapak Nadira merasa bersalah.
Reymond yang mengerti situasi kedua orang tua Nadira tidak bisa menekan mereka untuk membicarakan hal tersebut, akhirnya ia pun mengalah dan tidak menanyakan apa-apa lagi.
"Baiklah jika Bapak dan Ibu tidak bisa mengatakan hal itu saat ini, tidak apa-apa saya akan mengerti. Tapi saya harap bapak dan ibu bisa mencegah hal buruk itu terjadi, apalagi kalian sampai dari kata jika hal itu bisa merugikan saya" ucap Reymond.
"Iya, nak Rey. Kami akan usahakan untuk mencegah hal itu terjadi" jawab Ibu Nadira.
"Nadira baik-baik saja, kandungannya pun cukup kuat dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada janinnya" jawab Ibu Nadira.
"Syukurlah kalau begitu, saya cukup puas mendengar kabarnya. Maaf karena saya belum sempat menemuinya. Entah kenapa, setiap kali berdekatan dengannya, saya selalu merasa mual dan pusing. Maaf jika hal itu menyinggung kalian, saya tidak bermaksud apa-apa" terang Reymond.
"Mungkinkah istri nak Rey yang lain sedang mengandung?" tanya Ibu Nadira yang langsung mendapat anggukan kepala dari Reymond.
"Benar, Bu. Istri pertama saya sedang mengandung, dan usia kehamilannya baru menginjak delapan minggu" jawabnya.
"Syukur alhamdulillah, kami ikut senang mendengarnya. Mudah-mudahan istri dan anak kalian selalu diberi kesehatan sampai saat lahir tiba" ucap Ibu Nadira.
"Amin, Bu. Terimakasih atas doanya" jawab Reymond.
__ADS_1
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya kedua orang tua Nadira pun pamit undur diri pada Reymond. begitu juga Reymond yang akan kembali ke ruang di mana Fatma berada.
Flashback off
"Tuan, apa terjadi sesuatu pada Nyonya Nadira dan kedua orang tuanya?" tanya Fatma begitu melihat Reymond masuk kembali ke dalam ruang rawatnya.
"Kamu tidak perlu khawatir, Nadira baik-baik saja, kandungannya pun cukup kuat. Aku juga sudah mengatakan hal yang sebenarnya pada mereka tentang hubungan kita, dan kau tahu apa yang terjadi?" tanya Reymond menggantungkan ucapannya.
Sebenarnya Fatma sedikit takut, jika kedua orang tua Nadira tidak merestui pernikahan dirinya dan Reymond.
"A–apa yang mereka katakan?" tanya Fatma sedikit takut.
Reymond melangkah untuk mendekati Fatma yang masih terbaring di atas ranjang kesakitan itu, dengan tangan yang dipasangi oleh infusan. Reymond juga mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Fatma.
"Kau tenang saja, mereka menerima pernikahan kita. bahkan mereka juga mendoakan mu dan calon anak kita agar kalian sehat selalu" jawab Reymond.
Fatma menghembuskan nafasnya lega, setelah mendengar jawaban dari suaminya itu tentang kedua orang tua Nadira.
"Syukurlah, tadinya saya sempat khawatir jika mereka tidak menerima pernikahan kita" ucap Fatma.
Reymond menyunggingkan senyumnya, setelah mendengar ucapan Fatma.
"Apakah secara tidak langsung dia mulai menerima pernikahan ini?" tanya Reymond dalam hatinya.
"Ya. Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu lagi. Sekarang fokuslah pada kesehatan, jangan sampai sakit mu mempengaruhi kesehatan untuk calon anak kita" ucap Reymond.
Fatma terdiam setelah mendengar perkataan suaminya,
"Calon anak kita? Bukankah dia kemarin meragukan anak ini? Kenapa sekarang dia mengakuinya? Ada apa dengannya?" batin Fatma bertanya-tanya, dia masih meragukan semua perubahan sikap Reymond padanya.
"Kenapa kau diam saja?" tanya Reymond ketika melihat Fatma terdiam dengan pikirannya.
__ADS_1
"Tidak ada, saya baik-baik saja" jawab Fatma.
Setelah Fatma menjawab pertanyaan Reymond, mereka pun saling terdiam kembali dengan pikirannya masing-masing.