Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 80


__ADS_3

Fatma, gadis yang dulu hanya pekerja serabutan dengan penghasilan kurang yang harus menghidupi dua orang adik serta membiayai sekolahnya. Tak cukup sampai disitu, ia juga terpaksa menikah dengan seseorang yang tak dikenalnya hanya untuk membayar hutang kepada paman dan bibinya, setelah menjalani pernikahan itu pun ia tidak mendapatkan kebahagiaan, karena nyatanya ia hanya dijadikan istri pertama yang tidak dianggap. Ia juga hampir mengalami dua kali kematian dan harus kehilangan kedua janinnya karena rasa sakit hati akan tuduhan sama suami yang menganggapnya seperti wanita penggoda. Akan tetapi kini semua sudah berubah, ia sudah mendapatkan kehidupan yang layak, tidak perlu bekerja lagi, bibi dan pamannya pun sudah kembali bersikap baik, bahkan suaminya kini sangat mencintainya, di tambah saat ini dirinya tengah hamil muda.


Pesta pernikahan mereka akan digelar dengan sangat mewah, Reymond dan kedua orang tuanya sudah menyiapkan semua yang terbaik untuk mereka.


"Sayang apa kamu baik-baik saja? Aku khawatir jika terjadi sesuatu pada kandunganmu nanti," ucap Reymond. Saat ini mereka baru saja keluar dari ruangan dokter spesialis kandungan.


"Aku pasti akan kuat, Mas. Lagipula dokter tadi hanya menyarankan agar aku tidak terlalu lelah dan jangan memakai high heels tinggi," jawab Fatma. Sebenarnya ia juga sangat menantikan acara yang akan di gelar malam esok.


"Baiklah. Tapi ingat, jika kamu sudah merasa lelah, segera beritahukan padaku." Reymond mengalah dan mengingatkan istrinya.


"Tentu saja, Mas. Aku juga akan menjaga kehamilanku yang sekarang, aku tidak ingin kejadian saat itu terulang kembali," jawab Fatma sambil mengusap pelan perutnya yang masih rata.


"Iya, sayang. Semoga kalian selalu sehat, ya ..." ucap Reymond ikut mengusap perut sang istri. Dia cukup menyesal karena waktu Fatma hamil pertama, ia tidak sempat menyentuh perutnya, tapi saat ini ia bisa puas menyentuhnya kapanpun ia mau.


Sepanjang perjalanan keluar dari ruangan dokter itu hingga parkiran mobil, Reymond terus memeluk pinggang istrinya, sampai-sampai mereka menjadi pusat perhatian para pasien serta staf rumah sakit itu.


Sekarang Reymond tidak ragu-ragu lagi untuk menunjukkan kemesraan di depan umum, ia juga tidak membiarkan istrinya untuk berada jauh darinya.


"Mas, apa kamu tidak malu jadi pusat perhatian orang?" tanya Fatma saat melihat Reymond yang tidak melepaskan tangan dari pinggangnya.


"Kenapa harus malu? Aku senang jadi pusat perhatian orang-orang dan juga supaya mereka mengetahui jika kamu adalah istriku," jawab Reymond dengan acuh.


Fatma memutar bola matanya dengan malas, entah kenapa menurutnya Reymond menjadi lebih posesif dari sebelumnya, apalagi setelah ia mengetahui jika diri sedang hamil.


"Terserah kamu saja, Mas." Fatma balas menjawabnya dengan acuh.


"Sayang, apa kamu tidak menyukai perlakuanku ini?"


"Aku suka, hanya saja jika terus seperti ini, aku malu karena menjadi perhatian orang-orang," jawab Fatma mencoba untuk mengutarakan isi hatinya.


"Baiklah, kalau begitu aku hanya akan menggandeng tanganmu saja, tidak masalah, kan?" Reymond bertanya sambil menautkan tangan mereka berdua.


Fatma tersenyum dan mengangguk, ia lebih setuju bergandengan tangan, daripada seperti tadi Reymond yang memeluk pinggang.


Setelah sampai di parkiran, Reymond segera membukakan pintu mobil untuknya.


"Terima kasih, Mas."


"Anything for you, dear."


Setelah Reymond memastikan Fatma duduk dengan nyaman, barulah ia masuk kedalam mobil itu dan mengemudikannya.


Reymond menyunggingkan senyum sambil sesekali mengecup tangan istrinya yang ia genggam, ia merasa sangat bahagia saat ini.


***

__ADS_1


Sesampai di rumah mereka disambut oleh Nyonya Celine dan juga Tuan Antony yang sudah menunggu kedatangannya. Mereka sudah tidak sabar menunggu hasil dari pemeriksaan dokter tentang menantunya.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya, Ayunda?" tanya Nyonya Celine saat anak serta menantunya sudah berada di hadapan mereka.


"Mom, tidak bisakah kau sabar sedikit? Kami bahkan belum masuk ke dalam rumah, tapi kalian sudah menunggu kedatangan kami di sini?" Tanya Reymond tidak suka.


"Ayolah, Rey. Mommy hanya ingin mengetahui hasilnya saja. Setelah kami mengetahui hasilnya kalian boleh istirahat," tanya Nyonya Celine tanpa membiarkan anak serta menantunya itu masuk terlebih dahulu.


Tuan Antony menggeleng pelan melihat tingkah istrinya. "Mom, jangan seperti itu, biarkan mereka masuk ke dalam dan duduk terlebih dahulu. Baru Mommy nanti menanyakan mereka."


"Tidak apa-apa, Dad. Aku senang jika kalian memperlakukanku seperti ini, aku juga mempunyai kabar bahagia ke untuk kalian. Selamat sebentar lagi kalian akan menjadi Kakek dan Nenek," ucap Fatma untuk melerai suami beserta mertuanya.


Nyonya Celine terlihat sangat senang dan bahagia, ia langsung memeluk menantunya itu dan mengecupi pipi serta keningnya.


"Terima kasih, sayang. Mommy sangat bahagia mendengarnya. Mommy doakan mudah-mudahan kalian selalu sehat hingga waktunya lahiran tiba," ucap Mommy Celine tulus sambil mengecup pucuk kepala Fatma dengan sayang dan langsung diamini oleh suami serta anaknya.


"Ya sudah, ayo kita masuk dulu. Rey, biarkan istrimu beristirahat. Dia harus selalu menjaga kesehatan dan fikirannya agar tidak stres serta terlalu kelelahan," ucap Tuan Antony sambil menggiring semua keluarganya itu untuk masuk ke mansion-nya.


"Yes, Dad." Reymond langsung membawa istrinya masuk ke kamar mereka dan menyuruhnya untuk beristirahat.


"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Reymond dengan penuh perhatian, saat Fatma sudah duduk di atas ranjang tidur mereka.


"Tidak, Mas. Aku sedang tidak menginginkan apa-apa," jawab Fatma sambil tersenyum manis.


***


Tak terasa waktu kian berlalu, acara resepsi pernikahan Reymond dan Fatma pun tiba.


Fatma menatap dirinya yang baru saja selesai di dandani, ia tampak begitu berbeda sampai-sampai dirinya sendiri di buat terpukau dengan riasan serta gaun yang dikenakannya.


Gaun pengantin berwarna putih yang mengembang bagian bawah itu terlihat sangat mewah di tubuh Fatma yang ramping. Gaun itu mempunyai bahan brokat dan renda di setiap sisinya. Tak lupa dengan bagian dada terbuka hingga ke lengan, menampilkan keindahan setiap lekuk tubuh pemakainya.


Begitu juga dengan tiara yang terdapat di pucuk kepalanya, semakin membuatnya elegan bak ratu dari kerajaan.


Kesempurnaan wajah cantik Fatma menarik semua pasang mata untuk terfokus melihatnya, ditambah lagi polesan make up flawless yang menempel di wajah itu.


Reymond tersenyum bahagia saat ia melihat istrinya yang begitu cantik, kecantikan itu semakin bertambah saat Fatma tersenyum hangat padanya.


"Kamu benar-benar cantik, sayang," ucap Raymond sebelum mereka keluar menemui tamu-tamu yang sudah berada di ballroom hotel.


"Terima kasih, Mas. Kamu juga terlihat sangat tampan dengan balutan tuxedo ini," jawab Fatma sambil membenarkan dasi kupu-kupu yang berada di leher suaminya.


Reymond tersenyum mendengar ucapan istrinya, baru kali ini Fatma memujinya seperti itu.


"Terima kasih, my queen." Reymond berucap sambil mengecup singkat kening sang istri.

__ADS_1


Saat Reymond hendak mengecup bibir sang istri, tiba-tiba pintu kamar mereka dibuka oleh seseorang. Sehingga membuat Reymond dan Fatma terkejut dan langsung menjaga jarak diantara mereka.


"Ya Tuhan, kalian ini. Tidak bisakah nanti saja bermesraannya? Para tamu sudah menunggu kehadiran kalian berdua di bawah," gerutu Mommy Celine yang melihat perlakuan anak serta menantunya itu.


"Ma–maaf, Mom." Reymond berucap sambil menggaruk pelipisnya yang sedikit gatal, sedangkan Fatma sendiri sudah membuang mukanya dan menatap kearah lain, ia sangat merasa malu karena kepergok oleh mertuanya.


"Sudahlah, ayo kita temui mereka." Nyonya Celine berucap sambil berlalu dari kamar milik anak serta menantunya, ia menggeleng pelan dan tersenyum meninggalkan mereka berdua.


Fatma dan Reymond pun segera menyusul sang Mommy yang sudah berjalan terlebih dahulu. Mereka berjalan dengan mesra sambil bergandengan tangan, menuju aula ballroom yang akan menjadi tempat pesta digelar.


Para tamu menyambut kedatangan mereka dengan bertepuk tangan, malam ini Reymond dan Fatma tampak seperti raja dan ratu di negeri dongeng. Banyak tamu yang mengucapkan selamat dan juga mendoakan mereka berdua dan saat Reymond memberi kabar tentang kehamilan sang istri, para tamu pun saling mengucap kata syukur.


Setelah cukup menyapa para tamu, Reymond dan Fatma segera undur diri dari hadapan mereka serta membiarkan para tamu itu untuk menikmati pestanya.


"Mas, kamu mau membawaku kemana?" tanya Fatma saat ia di tarik pelan oleh suaminya.


"Aku ingin melihat bulan purnama bersamamu," jawab Reymond sambil terus berjalan pelan menuju ruangan terbuka ballroom itu.


Fatma di buat terpukau saat ia melihat lilin-lilin yang sudah tertata rapi di sana, di sudut kiri juga sudah ada pemain piano yang sedang melantunkan musik romantis. Reymond mengajak istrinya untuk berdansa di bawah sinar rembulan yang menerangi mereka.


"Maaf, karena aku sudah membuatmu menanti selama ini dan terima kasih sudah bertahan untuk itu," ucap Reymond sambil menempelkan kening mereka.


"Aku bahagia, Mas. Ternyata penantianku tidak sia-sia," jawab Fatma sambil tersenyum hangat.


"I love you, my wife."


"I love you too, my husband."


𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓


𝐇𝐚𝐥𝐥𝐨 𝐤𝐚𝐤𝐚𝐤-𝐤𝐚𝐤𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 ...! 𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐧𝐞𝐰𝐛𝐢𝐞 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢. 𝐌𝐚𝐚𝐟, 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐞𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 🙏 . 𝐍𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐝𝐢 𝐭𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚. 𝐉𝐚𝐝𝐢, 𝐚𝐤𝐮 𝐠𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬𝐢𝐧 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐄𝐧𝐝𝐢𝐧𝐠.


𝐒𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐤𝐚. 🤗🤗


𝐒𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑 𝐍𝐄𝐖𝐁𝐈𝐄 𝐒𝐔𝐍_𝐅𝐋𝐎𝐖𝐄𝐑95


𝐒𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮, 𝐚𝐦𝐢𝐧 🤲🤲


Mampir juga ke karya ku yang lainnya 🤗🤗




Mohon dukungannya 🙏🤣

__ADS_1


__ADS_2