
Fatma masih tidak mengerti dengan semua perlakuan Reymond padanya, dia takut jika Reymond hanya memanfaatkannya lagi.
"Tuan, apa hari ini keluarga besar tuan akan kembali berkunjung?"
"Tidak, kenapa?"
"Oh, saya fikir mereka akan kembali ke sini"
"Apa alasanmu bertanya seperti itu"
"Tidak ada, bukankah terakhir kali anda memperlakukan saya dengan baik itu karena akan ada keluarga besar yang berkunjung?"
Reymond sedikit merasa kesal karena Fatma masih tidak mengerti dengan semua kebaikan yang ia lakukan untuknya.
"Jika memang kamu tidak mau tinggal di kamar ini katakan saja, tidak perlu menyinggung ku seperti itu"
Lagi-lagi Fatma tidak mengerti dengan alasan kebaikan Reymond.
"Kenapa dia mendadak berubah seperti ini? membuatku tidak nyaman saja" gumam hati Fatma.
Fatma mengalah dan tidak memperpanjang lagi urusannya, dia bersyukur setidaknya kali ini Reymond memperlakukannya dengan baik.
"Terimakasih atas kemurahan hati anda tuan, dengan senang hati saya akan tidur di kamar ini" ucap Fatma.
Dalam hati Reymond tersenyum senang, karena menurutnya Fatma sudah lebih mau membuka hati untuknya.
"Baiklah, aku akan kembali ke ruang kerjaku. Kau bisa istirahat sebelum makan siang nanti" ucap Reymond seraya membuka pintu kamar itu berlalu pergi meninggalkan Fatma di sana.
Setelah kepergian Reymond, Fatma pun berjalan ke arah ranjang yang berukuran king size itu, dia langsung merebahkan tubuhnya di sana.
"Akh, rasanya sangat berbeda sekali dengan kasur yang biasa aku tiduri" ucap Fatma dengan senang.
Fatma bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju walk-in closet yang berada di samping kamar mandi, dia melihat baju-baju mewah yang berjejer rapi serta pernak-pernik juga tas dan sepatu mewah yang tersedia di balik lemari kaca itu.
__ADS_1
"Wah, ini sangat bagus sekali, tapi sayang semua ini bukan milik ku" gumam Fatma. Ia pun kembali keluar dari ruangan itu dan merebahkan tubuhnya di kasur yang tadi.
"Kira-kira apa alasan tuan Reymond memperlakukan ku seperti ini? Jika dia memang merasa bersalah karena tidak bisa menepati ucapannya yang akan menjamin keselamatan keluargaku, harusnya dia meminta maaf dan berusaha untuk mencari tahu siapa dalang dari insiden yang menimpa Tantri. Bukan hanya menyogok ku dengan fasilitas seperti ini" gumam Fatma dengan kesal, ia masih memikirkan siapa pelaku yang sudah mencelakai Tantri, hingga akhirnya ia pun tertidur karena tidak bisa menebak siapapun.
***
Sementara itu...
Leandro sedang kesal karena ia kalah cepat dengan Reymond, dia tidak mau melepaskan Fatma sebelum wanita yang ia cintai itu benar-benar hidup dengan bahagia.
"Hu..h, ku fikir Rey tidak akan terprovokasi oleh ucapan ku kemarin. Apa dia sudah mulai menyadari perasaannya? Bagaimana jika orang itu kembali terbuai oleh wanita ular itu? Aku semakin penasaran, kira-kira apa yang akan dilakukannya jika dia mengetahui tentang kebenaran itu" gumam hati Leandro.
Ya, Leandro adalah orang pertama mengetahui tentang semua hal yang bersangkutan dengan Nadira. Bahkan dia juga mengetahui nama anak dan nama mantan suami Nadira itu.
Saat ini Leandro tidak akan membuka kebenaran itu semua pada Reymond, dia ingin Reymond sendirilah yang mengetahui kebenaran itu dengan caranya sendiri.
Leandro sangat mengetahui bagaimana sifat dari Reymond, sepupunya itu tidak akan pernah percaya dengan apa yang disampaikan oleh orang lain, meskipun itu dari saudaranya sendiri. Reymond lebih memilih untuk mencari tahu semua kebenaran itu tanpa uluran tangan dari orang lain.
Hal itulah yang akan dilakukan oleh Leandro, dia akan bungkam, tutup mata, mulut dan juga pendengaran.
Yui adalah asisten kepercayaan Leandro, Yui juga bisa diandalkan untuk menjaga Fatma.
"Sepertinya iya, kau tidak keberatan kan jika aku menugaskan mu untuk melindungi Ayunda? Meskipun kau harus menyamar sebagai pelayan di mansion Reymond?" tanya Leandro.
"Baik, tuan. Saya akan melakukan apapun untuk menjaga dan melindungi nona Ayunda, apalagi saya yakin jika nyonya Nadira tidak akan tinggal diam saat mengetahui nona Ayunda berada di sana" jawab Yui.
Leandro tersenyum puas dengan jawaban yang diberikan, dia merasa beruntung karena Yui sangatlah setiap adanya.
"Terimakasih banyak Yui, anak mu pasti bangga karena mempunyai ibu yang tangguh seperti mu" puji Leandro yang membuat Yui tersenyum simpul mendengar pujian darinya.
"Saya hanya berusaha melakukan tugas dengan baik" jawab Yui seperti biasa.
Setelah membicarakan rencana yang mereka susun, Yui pun pamit undur diri untuk bersiap menuju mansion milik Reymond. Dia bebas keluar masuk ke sana karena kepala pelayan di rumah Reymond adalah ayah kandungnya.
__ADS_1
Ya, Yui adalah anak dari pak Kus, kepala pelayan di mansion milik Reymond. Tapi Reymond tidak mengetahui jika Yui adalah mata-mata yang dikirim Leandro untuk mengawasi Fatma.
"Apa ada yang kamu butuhkan Yui?" tanya pak Kus pada putrinya itu.
"Tidak ada yah, aku kemari karena sedang membutuhkan pekerjaan" jawab Yui santai.
"Kenapa kamu cari kerjaan di sini? Bagaimana dengan Naina?" tanya pak Kus yang mengkhawatirkan cucunya.
"Naina akan tetap terpantau, Ayah. Lagipula aku membutuhkan biaya untuk pengobatan suamiku, jadi aku harap ayah mengijinkan aku untuk bekerja di sini" mohon Yui.
"Hmmm, baiklah. Bagaimana kalau kamu bekerja khusus untuk melayani nyonya Ayunda? Apa kamu setuju dengan usulan ku" tanya pak Kus pada Yui.
Yui senang mendengarnya karena itulah yang ia harapkan agar bisa lebih dekat dengan Fatma.
"Benarkah, Ayah? Apa tuan Reymond tahu tentang hal ini?" tanya Yui untuk memastikan.
Pak Kus pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tentu saja tuan mengetahui hal ini, beliaulah yang meminta Ayah untuk mencarikannya" jawab pak Kus.
"Baiklah, aku bersedia melakukannya, Ayah" ucap Yui dengan semangat.
Setelah itu pak Kus pun mengantar Yui ke kamar yang ditempati oleh Fatma.
"Permisi nyonya, saya mengantarkan asisten untuk anda. Anda tidak perlu khawatir, Yui adalah putri kandung saya" ucap pak Kus pada Fatma.
Fatma sedikit terkejut karena tiba-tiba Reymond mengirimkan orang untuk menjadi asistennya segala.
"Apa-apaan orang itu? Dia fikir aku akan merasa tersanjung dan berterima kasih atas hal ini? Aku semakin merasa tidak nyaman dengan kehidupanku yang sekarang" gumam hati Fatma.
"Mohon maaf pak, apakah saya boleh menolak? Saya benar-benar tidak membutuhkan seorang asisten" tolak Fatma.
Bukannya dia tidak mensyukuri apa yang sudah terjadi padanya, hanya saja sikap Reymond yang belum bisa ia pastikan dan juga alasan kenapa dia melakukan semua itu. Dia sungguh tidak ingin terbawa perasaan saat permainan rumah-rumahan itu masih berlangsung.
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗