Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 34. Bram tidak mau cerai


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Mendengar ucapan Ratih, sungguh membuat hatinya menohok dan kembali teringat dengan talak tiga yang ia ucapkan pada Ara di rumah sakit.


Benar juga, aku sudah mengucapkan talak tiga pada Ara. Tapi talak itu pasti bisa dibatalkan bukan? Aku tak mau bercerai darinya, hanya Ara yang mencintaiku dengan tulus.


Bram tidak mampu membalas ucapan Ratih, seolah dia skak mat. Ratih, Mia dan Regan puas melihat raut wajah Bram saat ini.


"Mau apa lagi kamu disini? Cepat pergi!" usir Ratih tegas.


Pria itu menahan marah dengan sikap Ratih dan Mia padanya. Demi Ara ia akan mencoba bersikap baik dan berubah, bahkan pada kedua orang yang tidak ia sukai ini.


"Iya bu, saya akan pergi. Kalau ibu ada kabar dari Ara, tolong kasih tau ya. Bagaimana pun juga saya masih suaminya," ucap Bram yang hendak menyentuh tangan Ratih, tapi lagi-lagi wanita itu menampiknya.


"Assalamualaikum Bu," Bram menghela nafas lalu melenggang pergi dari sana.


Pikirnya, percuma saja bertanya pada Ratih dan Mia sebab mereka pasti kita akan memberitahu di mana kampung orang tua Ara. Maka ia pun akan bertanya pada Aryan saja, pastinya dia tau di mana tempat tinggal Ara.


Setelah Bram pergi, Regan masih disana bersama Mia dan Ratih. Terlihat jelas perbedaan sikap Ratih dan Mia pada Regan dan Bram. Bagi mereka berdua, Bram dan Regan bagaikan langit dan bumi.


"Pak Regan, maaf...tapi Ara benar-benar sudah pergi," Ratih menghembuskan nafas, ia tau bahwa Regan kemari pasti ingin menanyakan Ara.


"Hem...Ara pergi kemana Bu?" tanya Regan.


"Ara pergi ke kampungnya di Bandung, tapi bapak tenang saja karena Ara akan kembali saat sidang perceraiannya yang kedua dan katanya nanti dia akan menyerahkan skripsinya juga." jelas Ratih seraya tersenyum hangat pada Regan.


"Boleh saya tau di daerah mana kampungnya, Bu?" tanya Regan penasaran. Sebenarnya ia tak tega membiarkan Ara sendirian, tapi ia juga tak bisa melewati batasan. Ara belum tau perasaannya dan belum saatnya Ara tau.


Ia hanya ingin tau dimana wanita itu, supaya hatinya tenang.


Ratih pun memberikan alamat lengkap dimana kampung orang tua Ara pada Regan. Ia tak sungkan pada pria itu, malah Ratih senang karena ada Regan disisi Ara. Ratih dan Mia sebelumnya sudah menangkap sinyal, bahwa Regan memang ada rasa pada Ara. Tapi Ara belum kepikiran kesana, sebab urusannya dengan Bram belum selesai dan belum ketuk palu. Ratih dan Mia merasa bahwa Ara masih memiliki rasa pada Bram, tapi mereka juga yakin bahwa Ara tetap mantap dengan perpisahan. Ya, talak 3 sudah dijatuhkan dan secara agama mereka telah berpisah.


"Makasih ya Bu, kalau begitu saya pamit." Regan dengan sopan mengecup punggung tangan Ratih, menganggap Ratih seperti orang tuanya sendiri. "Assalamualaikum Bu, Mia."


"Waalaikumsalam pak Regan," balas Mia dan Ratih ramah.


Regan pergi mengendarai mobilnya, dia pun dari rumah Ratih. Ratih dan Mia melihat kepergiannya.


"Bu, Mia berharap pak Regan memang jodohnya Ara." celetuk Mia yang mendapatkan jawaban anggukan kepala dari ibunya.

__ADS_1


"Aamiin, ibu harap juga begitu. Tapi kita tidak boleh memaksakan perasaan Ara, Ara saat ini masih terluka."


"Iya Bu, Mia paham...tapi Mia yakin mereka jodoh." ucap Mia yakin.


"Iya nak, ibu juga yakin. Ibu ingin Ara bahagia, itu yang paling penting!" seru Ratih seraya tersenyum tulus, ia berharap agar Ara hidup bahagia.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah, namun Mia tiba-tiba menghentikan langkahnya saat ia mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.


Semua anggota keluarga Gallan, tiba-tiba saja datang ke rumah Ratih. Mereka juga membawa makanan, buah-buahan, bahkan bungkusan yang entah apa isinya.


"Mereka lagi? Sebenarnya kenapa sih mereka jadi peduli pada Ara? Apa mereka merasa bersalah karena sudah membuat Ara keguguran?" gumam Mia kesal melihat Sean, Bryce dan Anna yang selalu datang hampir setiap hari ke rumah Ratih untuk menemui Ara bahkan mengirimkan makanan untuk gadis itu.


Mia dan Ratih tak tahu maksudnya, apa karena rasa bersalah atau hal lain? Yang jelas sikap mereka berubah drastis sejak Ara keguguran.


****


🍀Mansion Wiratama🍀


Rania yang baru akan keluar dari rumah, melihat Bram masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa bahkan tanpa melihat ke arahnya.


"Bram! Bram tunggu!" Rania mengejar Bram yang baru sampai di dekat ambang pintu. Ia menahan adiknya itu.


"Kamu mau kemana? Kenapa kamu buru-buru banget? Gak bareng Giselle?" tanya Rania yang sontak membuat Bram kesal. Mendengar nama Giselle disebut, ia jadi teringat betapa bodohnya dia meninggalkan Ara untuk wanita penipu seperti Giselle.


"Jangan pernah kakak menyebut nama wanita JALANGG itu lagi! Aku tak mau dengar!" serka Bram dengan penuh kebencian.


Rania heran dan bingung, mengapa Bram yang biasanya selalu menyanjung Giselle kini malah terlihat membencinya.


"Bram, kamu kenapa?"


Bram berjalan masuk tanpa mempedulikan pertanyaan dari kakaknya. Tak lama kemudian, Bram sampai di ruang tamu dan ia melihat Aryan baru saja meminum obatnya ditemani oleh Deni orang kepercayaannya.


Aryan menatap sinis pada cucu laki-laki satu-satunya itu, semenjak Ara keguguran dan Bram yang selalu bersama Giselle. Aryan sudah kehilangan respek pada cucunya itu. Kalau bukan karena Ara yang memohon pada Aryan untuk tetap memberikan hak waris Bram, Aryan tak sudi dan malu dengan kelakuan Bram.


"Mau apa kamu kesini?"


Brugh!!


Tiba-tiba saja pria itu bersimpuh didepan sang kakek dan membuat Deni juga Aryan terkejut melihatnya.

__ADS_1


"Opa...opa maafin Bram, opa!"


"Ada apa ini? Apa kamu meminta maaf karena hak warismu? Tidak usah! Opa sudah berjanji pada Ara untuk tetap memberikannya padaku,"


"Bukan itu opa...aku meminta maaf bukan karena itu. Ini karena aku ingin minta bantuan opa, aku mohon opa...aku salah. Aku salah susah menyia-nyiakan istri yang sangat baik seperti Ara, istri yang opa pilihkan untukku! Jadi tolong bantu aku opa,"


"Jadi kamu sudah menyesal?" tanya Aryan tak percaya begitu saja.


"Opa...tolong bantu Bram, bantu Bram bujukin Ara supaya dia balik lagi sama Bram! Cuma opa yang bisa, please opa. Bram gak mau kehilangan istri yang baik seperti Ara." Bram bersimpuh didepan Aryan, hanya pria tua itulah satu-satunya yang bisa membantunya kembali bersama Ara.


Bram menyesal, ia tak mau kehilangan Ara dan ingin mencoba memperbaiki semua kesalahannya.


"Balikan? Apa kamu gila Bram? Kamu sudah mentalak tiga istrimu!" suara Aryan meninggi, ia bingung apa yang membuat Bram berubah begini. Pasalnya, dia sebelumnya yang ngotot bercerai. Kenapa dia ingin kembali?


"Itu karena--saat itu aku sedang emosi Opa! Aku tidak benar-benar ingin bercerai darinya, aku tidak bisa..."


"Kamu sudah terlambat Bram, Ara tidak mau bertemu denganmu lagi dan sebentar lagi kalian resmi bercerai secara hukum negara. Lagipula opa tidak mau kalau Ara bersama dengan pria yang tidak pernah menghargainya." jelas Aryan tegas. Sebenarnya dalam hati Aryan, ia tetap ingin Ara jadi cucu menantunya. Tapi apa mau dikata? Talak 3 sudah jatuh, sebentar lagi resmi bercerai. Aryan hanya bisa menjadikan Ara sebagai cucunya.


Bram tersentak mendengar perkataan kakeknya, ia tidak mau bercerai dari Ara.


"Pokoknya aku tidak akan bercerai darinya! Aku akan mempertahankannya, opa! Sekalipun aku harus membuatnya hamil anakku lagi," geram Bram yang sudah tak waras.


"BRAM! Jaga bicaramu!" Aryan terkejut dengan perkataan Bram yang terkesan gila dan kasar itu.


"Kalau opa tidak mau bantu, ya sudah...aku akan berusaha sendiri!" seru Bram kesal, lalu dia pergi meninggalkan Aryan yang marah. Ia akan menyusul Ara ke kampungnya dan mencari tau dulu kampungnya dimana karena Aryan tak mau memberitahu.


"Aku akan membawamu kembali sayang, aku tidak mau cerai!" gumam Bram sambil menyetir mobilnya dengan gelisah.


Sementara itu Ara tengah berada di pemakaman almarhum ayah dan ibunya di sebuah pemakaman umum di Bandung.


...****...


Hai Readers, maaf kemarin author gak up...hari ini insya Allah author double up ☺️ jangan lupa komen dan gift ya ya...kalau mau minta up lagi.


Sambil nunggu up novelku, yuk mampir karya temen author...tentang anak genius ☺️☺️



...****...

__ADS_1


__ADS_2