Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 66. Regan kiss Ara?


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Di dalam mobil, Ara masih asyik menyuapi Regan. Meski mulut pria itu sudah penuh oleh roti bahkan bibirnya belepotan oleh selai coklat. Tapi Ara tetap menyuapinya dan Regan tidak boleh berangkat kerja sebelum rotinya habis.


Mereka pun jadi berhenti didepan kantor Gallan grup karena roti yang belum habis itu. "Ra, udah dong. Aku udah kenyang...gak lihat ini rotinya sampe penuh di mulutku." kata Regan sambil bersusah payah menelan roti di mulutnya.


Diluar Regan marah-marah tapi jangan salah, di hati dia sangat bahagia dengan hati Ara yang terbuka dan hangat padanya. Regan bahagia karena Ara juga mencintainya.


"Kakak gak boleh pergi sebelum habisin semuanya! Masih ada 2 potong lagi kak, ayo semangat." kata Ara sambil membuka mulutnya untuk menirukan gaya makan dan roti ditangannya siap untuk mendarat ke mulut Regan. "Aaaa....ayo kak!"


Senyum jahil terpatri di bibir Ara, kemudian dia memaksa Regan untuk membuka mulutnya dan memasukkan roti itu. Kening Regan berkerut saat 2 potong roti berukiran besar itu memenuhi mulutnya.


"Alhamdulillah...habis deh, jadi gak mubazir kan? Haha.." Ara terkekeh melihat raut wajah Regan saat ini. Entah kenapa wajah marah Regan membuatnya jadi gemas.


Tiba-tiba saja, Regan mendekatkan wajahnya tanpa Ara aba-aba. Satu tangan Regan menarik tengkuk Ara dan mulutnya yang penuh dengan roti itu menempel dengan bibir indah Ara.

__ADS_1


"Heup!" Ara terkesiap dengan gerakan yang tiba-tiba itu. Regan menarik tengkuk Ara semakin dalam, mereka pun memakan roti bersama-sama hingga roti itu habis.


Mau tak mau Ara jadi ikut mengunyahnya juga. Dan terakhir, bibir mereka menempel sekilas saat rotinya habis.


Kedua netra mereka pun saling bertatapan satu sama lain, bingung dengan apa yang baru saja terjadi barusan. Mereka berciuman? Oh tidak!


Astagfirullah Regan! Apa yang kamu lakukan? Gimana bisa kamu kelepasan kayak gitu? Ya ampun ini nafsu.


Sontak saja Regan kembali duduk di tempatnya setelah sempat mencondongkan tubuhnya ke arah Ara. Setelah apa yang baru saja ia lakukan. Niatnya berbagi roti, malah jadi kiss tak sengaja.


Aku....aku barusan sama kak Regan...ngapain?


"Ma-maaf Ara...aku aku..."


Huk, huk, huk!

__ADS_1


Tiba-tiba saja gadis itu cegukan, ia menepuk-nepuk dadanya yang mulai terasa tak nyaman. Regan segera mengambil botol air minum yang masih disegel dan membukanya.


"I-ini minum dulu Ra!" Regan menyodorkan botol berisi air minum itu pada Ara.


Ara mengambil botol air minum itu dan langsung meneguknya dalam sekali tegukan. "Huaahh... haahhh..." gadis itu menghela nafas lega setelah meminum airnya.


Regan menepuk-nepuk punggung Ara dengan pelan. Ia merasa bersalah karena sudah menciumnya tanpa izin dan membuatnya cegukan juga. "U-udah mendingan?" tanya Regan pada Ara cemas.


Gadis itu tidak bicara, hatinya berdebar-debar saat melihat bibir Regan. Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. "A-aku pergi dulu kak, assalamualaikum."


Ara pergi buru-buru keluar dari mobil Regan dan membuat pria itu bingung dan bertanya-tanya. "A-apa Ara marah padaku? Ya Allah...apa yang kamu lakukan Regan? Apa?!" sentak Regan pada dirinya sendiri. Regan mengira Ara marah padanya karena lancang mencium bibirnya barusan. "Woah...gila! Aku malu banget, aku juga takut banget. Ara pasti marah nih..." gumamnya lagi gelisah.


Dalam hati gelisah dan jantung berdebar, Ara masuk ke dalam kantor Gallan dan ini adalah hari pertamanya bekerja disana.


"Kamu? Pegawai baru kan?" tanya seseorang yang ada di belakang Ara dan sontak membuat gadis itu menoleh ke arahnya.

__ADS_1


...****...


__ADS_2