Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 71. Malam pertama terindah


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Tangan Regan mulai bergerilya meremass gundukan kenyal sang istri dibalik dress maroon itu. Sepertinya Regan sudah tak sabar untuk meraih surga dunia dengan istrinya.


Ketika tangan pria itu tengah asik meraba kesana kemari, tiba-tiba saja Ara menghentikannya dan menahan tangan Regan. "Mas..."


"Kenapa sayang?" Regan mendongakkan kepalanya, ditatapnya sang istri penuh cinta.


"Aku belum bersih-bersih mas, badanku juga keringetan mas." lirih Ara dengan suara lembut yang malah membuat libido suaminya memuncak.


Regan menciumi setiap inci dari wajah istri tercintanya itu tanpa terlewat. Kening, kedua kelopak mata, hidung, pipi lalu Regan kembali meraup bibir Ara dengan rakus.


Pria itu terlihat sangat menikmati ciuman ini, sebab ia selalu ingin melakukannya dengan Ara. Hari ini barulah keinginan itu dapat direalisasikan.


"Eum...mas...aku harus bersih-bersih dulu, setidaknya aku---" ucap Ara disela-sela ciuman yang di lakukan suaminya pada bibirnya.


"Nggak usah sayang, biar sekalian nanti aja mandinya." ucap Regan dengan nafas memburu, ia tidak bisa menahan hasrat yang membuncah ini.


"Bentar aja mas, aku sudah menyiapkan untuk malam ini. Sabar dulu sebentar ya mas? Tolong." pinta Ara dengan lembut dan akhirnya Regan tidak mampu menolaknya.


Regan lalu beranjak dari tubuh istrinya dengan terpaksa meski gairahnya sudah berada di ujung. Ia berusaha menjadi suami yang pengertian. Ara bilang kalau dia sudah menyiapkan semua ini dan siapa tau bahwa akan ada kejutan spesial untuknya.


"Makasih mas...mas juga ganti baju dan cuci muka dulu mas. Biar kita fresh." ucap Ara malu-malu.


"Bareng yuk?" ajak Regan yang sontak saja membuat Ara menatap intens padanya.


"Kita udah suami istri, jadi fine fine aja dong kalau mau ke kamar mandi bareng." ucap Regan lagi.


"Eunghh--aku...aku..." Ara tampak gugup terutama dengan sikap Regan yang lebih berani setelah mereka resmi menjadi pasangan suami-istri. Apalagi tadi saat pria itu menggendongnya di sepanjang perjalanan menuju ke kamar hotel.


"Kamu masih gugup ya? Tak apa...tapi cobalah untuk santai my little angel."


Bibir Regan mengecup kening Ara penuh kasih sayang. Kemudian ia tersenyum pada wanita yang kini berstatus sebagai istrinya itu. "Aku ke kamar mandi dulu ya. Silahkan kalau kamu mau siap-siap untuk malam ini." bisik Regan yang membuat Ara semakin tersipu saja.


Regan pun melangkah menuju ke kamar mandi. Tapi Ara kembali memanggilnya.


"Mas..."


"Ya?"


"Ini handuk, baju sama peralatan mandinya mas," ucap wanita itu sambil membuka tas koper berukuran sedang yang dibawa oleh Ara ke kamar itu. Setelah mengambil handuk, piyama dan peralatan mandi milik suaminya. Ara menyerahkannya pada Regan. Ia tau bahwa suaminya itu tidak suka memakai barang yang berada ditempat umum, handuk ataupun peralatan mandi. Maka dari itu Ara sudah mempersiapkan semuanya.


"Makasih little angel."


'Pria yang menyia-nyiakan kamu sangat bodoh, istri yang cantik dan Sholehah seperti ini kamu sia-siakan? Dulu dia menyia-nyiakanmu dan aku akan membahagiakanmu, Ra'

__ADS_1


"Iya mas, ayo cepat ke kamar mandi! Gosok gigi sama cuci muka aja mas." kata Ara sambil tersenyum.


"Iya aku gak akan lama-lama, aku gak sabar mau makan kamu." goda pria itu dengan satu tangan yang menyentuh lembut pipi Ara.


****


Setelah selesai dengan ritual di kamar mandinya, Regan keluar dengan memakai bathrobenya dan menampakkan otot-otot dadanya. Ara yang melihat itu langsung terpana dengan penampilan suaminya.


'Masya Allah...mas Regan tampan sekali. Begitu beruntungnya aku mendapatkan suami seperti mas Regan. Udah baik, ganteng pula'


"Sayang," panggil Regan dengan fasih seraya menghampiri istrinya yang tengah duduk di atas ranjang sambil menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya. Entah apa. "Di belakang kamu itu apa?" tanya Regan penasaran.


"Nggak apa-apa mas! Aku ke kamar mandi dulu ya mas," Ara berjalan dengan mundur ke arah kamar mandi. Entah apa yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya itu.


Wanita itu pun berhasil masuk ke dalam kamar mandi, sementara Regan terlihat bingung melihat istrinya seperti itu. "Ara kenapa sih?"


Sementara di dalam kamar mandi, Ara terlihat gugup. Ia berkaca, membersihkan make up dan mencuci wajahnya lalu ia melihat pakaian yang telah disiapkan oleh mamanya. Pakaian yang katanya wajib dipakai saat malam pertama, lalu ada parfum juga disana.


Dulu saat ia malam pertama bersama Bram, tidak sampai seperti ini apalagi gugup. Tapi sekarang ia gugup, benar-benar gugup seperti pertama kalinya. Jantungnya seakan berlomba, seperti genderang yang mau perang saja.


"A-apa aku harus memakai ini?" Ara melebarkan lingeriee yang disebut sebagai jubah perang itu. Pakaian tipis itu berwarna hitam.


"I-ini...ini sangat tipis." Ara tergagap sendiri sambil menatap ke cermin. Haruskah ia memakai jubah perangnya? Pakaian yang tidak biasanya ia pakai.


Tiba-tiba saja Ara memikirkan ucapan mamanya, mama Anna setelah pernikahannya tadi.


Wajah Ara memerah ketika dia memikirkan tentang ucapan mamanya. Kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ya, aku harus bisa memuaskan mas Regan! Aku harus menjadikan malam ini malam terbaik!" cetus wanita itu menyemangati dirinya.


CEKLET!


Setelah lama menunggu Ara di atas ranjang, pintu kamar mandi itu pun akhirnya terbuka. Mata Regan seketika terpana melihat wanita yang berada di ambang pintu kamar mandi tersebut. Ara terlihat sangat cantik dengan lingeriee hitam yang dikenakannya, rambutnya pun tergerai panjang dan wajahnya cantik natural bercahaya.


Glek!


Regan menelan salivanya kuat-kuat, saat ia melihat tampilan seksi istrinya saat ini. Wajah istrinya yang malu-malu menambah kecantikannya. Membuat libido Regan bertambah menjadi full tank.


"Masya Allah my little angel." sumpah, mata Regan saat ini tidak berkedip saat melihat keindahan istrinya.


"Mas...ja-jangan menatapku begitu, aku malu mas." ucap Ara gagap, sambil menyingsingkan rambut panjangnya ke belakang telinga. Kepalanya menunduk, ia sungguh tidak percaya diri dengan dirinya saat ini. Baju tipis itu juga membuatnya kedinginan m


"Mas...kenapa kamu diem? A-aku gak cantik ya?" tanya Ara karena Regan diam saja dari tadi. Saat ia mendongak, Regan sudah ada didepannya. Pria itu merengkuh tubuhnya, menatapnya dengan nanar penuh kabut gairah.


"Hanya orang bodoh yang berani bilang kalau kamu gak cantik. Kamu cantik Ara, sungguh... sangat cantik." puji Regan tulus, lalu tangannya membelai belai lembut rambut panjang Ara.


"Mas..."

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, Regan kembali meraup bibir merah itu dengan intens. Kini bukan hanya sekedar menempel bibir dan bibir, tapi mereka juga bertukar saliva masing-masing.


Suara erangaan, dessahan mulai menggema di seluruh ruangan ber-AC itu. Entah bagaimana dan kapan, kini pengantin baru sudah berada di atas ranjang dengan posisi sang istri dibawah dan suami diatas. Puas bermain dengan bibir cantik istrinya, kini bibir Regan mulai menelusuri ceruk leher Ara. Meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Mas... uhhh..." lenguhan kenikmatan terdengar seperti alunan musik yang merdu di telinga Regan.


Pria itu menjadi semakin menggebu ingin menyatu dengan istrinya. Setelah melakukan fore play di area lubang surgawi istrinya, Regan pun membuka bathrobe miliknya dan menunjukkan miliknya yang sudah menegang sedari tadi.


"MAS!"


"Kenapa sayang?" tanya Regan dengan wajah menggodanya.


"Dari tadi kamu gak pakai baju?!" pekik Ara terkejut, ternyata suaminya hanya memakai bathrobe dan tidak memakai apapun lagi. Ia baru tau.


"Iya,memang kenapa? Lagian di buka lagi kan." kata Regan dengan bangga memamerkan otot-otot tubuhnya dan ia berhasil membuat sang istri menelan ludah.


"Mas...kamu ini..." ucapan Ara menggantung disana, sebab ia telah terpesona dengan mahakarya Tuhan yang terindah didepan matanya itu.


"Kamu juga, buka bajunya ya. Aku sudah tidak sabar." Regan melucuti pakaian tipis istrinya. Hingga kini mereka berdua polos tanpa sehelai benang.


Lembut, bergairah dan menggebu. Akhirnya mereka melakukan penyatuan malam itu. Suara kecipak khas penyatuan itu terdengar nyaring di dalam ruangan. Beruntung mereka berada di dalam kamar hotel yang tentunya kedap suara.


Sebab, berkali-kali Ara berteriak kenikmatan sampai suaranya parau. Sungguh, Regan sangat menyukainya. Mereka melakukan malam pertama indah dengan 3 ronde, tentunya setelah 2 kali beristirahat.


Aktivitas mereka berakhir pada waktu subuh di atas sofa. "Mas...huhh.."


"Makasih sayang, makasih buat malam ini. Malam yang tidak akan pernah aku lupakan. My little angel, i love you." Regan mengakhiri percintaan yang penuh keringat itu dengan kecupan manis di kening Ara.


"Aku juga mas... terimakasih untuk malam ini dan terima kasih kamu sudah mau menerimaku sebagai istrimu. I love you kakak tampanku." Ara memeluk suaminya yang penuh peluh keringat, namun ia tak peduli. Tidak pernah ia merasakan percintaan semanis ini, Regan benar-benar memperlakukannya dengan lembut. Tidak seperti Bram, dia dulu sangat kasar padanya.


Cinta dan nafsu memang berbeda, kini Ara bisa merasakan perbedaannya. Tapi ia tak pernah membandingkan antara Bram dan Regan.


Ara ketiduran di sofa dan akhirnya Regan memindahkan sang istri ke atas ranjang. Keduanya pun tertidur pulas di ranjang empuk itu.


****


Di sebuah tempat hiburan malam, terlihat seorang pria tengah berkelahi dengan beberapa pria disana dan membuat keributan.


"Berani Lo sama cewek, HAH?!" hardik Bram pada pria itu


"Brengsek!" tukas pria itu sambil meludahkan darah dari mulutnya. "Berani Lo ganggu kesenangan GUE!" sentak pria berbadan besar itu.


Sementara itu disana ada Tania yang melihat perkelahian Bram dengan panik. "TOLONG! Tolong hentikan!"


...****...

__ADS_1


Wah wah... bagaimana Bram bisa ketemu sama Tania ya? Dan ada apa ini?


__ADS_2