Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 61. Calon mertua ikan terbang


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Riana, ibu dari Regan begitu marah saat mendengar dari pelayan di rumahnya bahwa Dimas dan Regan pergi melamar seorang wanita tanpa memberitahunya.


Dan Riana kaget saat mengetahui wanita yang akan menikah dengan putranya itu. Statusnya seorang janda, pernah hamil dan keguguran, juga dia adalah seorang anak supir. Riana taunya begitu, sebab belum banyak orang yang tau tentang Ara dari keluarga Gallan. Jelaslah Riana jadi tidak setuju.


"Aku harus bicara pada papa dan Regan sekarang juga!" geram Riana lalu ia pun memutuskan untuk pergi ke cafe milik Gina bersama supirnya.


Riana terlihat sangat marah, padahal ia sudah menjodohkan Regan dengan seseorang yang menurutnya layak untuk putranya itu. Bukannya dengan wanita yang sudah pernah bercerai dan keguguran.


*****


Di halaman belakang cafe Chocolate Lovers G, Ara dan keluarganya, juga Regan dan orang terdekat mereka masih berada disana. Mengobrol santai, bercanda gurau, terutama Arga dan Mia yang sekarang sudah semakin dekat saja tapi mereka masih HTS alias hubungan tanpa status.


"Kak, kok kamu nggak jawab sih? Kapan aku bisa ketemu sama mama kak Regan? Kenapa mama kakak gak datang kesini?" tanya Ara sekali lagi, sebab pria itu terus bungkam mengenai mamanya.


Dari tadi Ara membujuk Regan untuk cerita soal mamanya tapi Regan terus saja mengalihkan pembicaraan pada yang lain. Ara jadi semakin penasaran kenapa Regan begitu.


"Kita bahas dia nanti ya." sahut Regan malas.

__ADS_1


"Kok nanti sih? Kenapa kak?" tanya Ara penasaran kenapa Regan menolak cerita tentang mamanya.


"Hem...nanti saja aku ceritakan. Mamaku lagi ada di luar negeri jadi dia gak bisa datang kesini."


"Oh...tapi mama kakak tau kan kalau hari ini kakak melamarku?" tanya Ara yang membuat Regan tersedak bingung.


Lama terdiam, akhirnya Regan buka suara. "Mamaku sebenarnya--"


"Oh, jadi ini wanita kampung yang bermimpi menjadi keluarga Dirgantara!"


Suara lantang seorang wanita itu sontak membuat Ara dan Regan yang tengah duduk didekat kolam jadi terperanjat. Lalu dimana yang lainnya saat ini? Dimana semua orang?


"Mama?" Regan tampak tak senang dengan kehadiran Riana.


Riana menatap sinis pada Ara, memperhatikan penampilan wanita itu dari atas sampai ke bawah. Barang yang dikenakan oleh Ara terlihat branded, walau sederhana namun berkelas.


"Assalamualaikum Tante," sapa Ara sambil menundukkan kepalanya lalu tangannya terulur untuk mencium tangan Riana.


Riana langsung menepis tangan Ara. "Jangan menyentuhku! Dasar anak supir!" seru Riana ketus. Ara bingung, kenapa pertemuan mereka malah begini?

__ADS_1


"MA! Pulang!" Regan membentak Riana, ia sudah merasa bahwa kehadiran wanita itu disana hanya akan membuat rusuh.


"Diam kamu Regan! Mama mau bicara sama wanita kampungan ini!" Riana menatap Ara, tidak hanya itu. Riana juga menunjukkan jarinya pada wajah Ara.


"Mama stop!" sergah Regan seraya mengambil tempat ditengah-tengah Ara dan mamanya. Regan tak akan membiarkan Riana melakukan hal buruk pada Ara.


"Kak, kamu tidak boleh membentak mama kamu!" tegur Ara pada tunangannya itu. Walau ia sendiri bingung kenapa sikap Riana tidak bersahabat padanya.


"Diam kamu wanita kampung! Saya tidak akan biarkan putra saya yang berharga terjerat dengan wanita seperti kamu! Kamu dekati anak saya karena mau uang kan? Berapa yang kamu minta?" tanya Riana menganggap Ara sebagai wanita yang remeh. Riana mengambil beberapa lembar uang di tasnya yang bermerek itu.


Ara terlihat menahan kesal, Regan juga sama.


"Saya cuma punya uang cash sepuluh juta, tapi sisanya kamu minta pada saya. Via rekening, sebutkan saja nomor rekening kamu, sekarang juga saya transfer! Asal kamu jauh jauh dari anak saya!"


"MAMA!" bentak Regan, meminta mamanya berhenti menghina Ara.


"Lancang sekali ibu bicara pada anak saya!!" teriak Anna marah. Sepertinya ia mendengar Ara dihina oleh Riana.


...****...

__ADS_1


__ADS_2