
"Saya ingin kamu mendekati mantan istri saya lalu menikahinya dalam waktu 2 Minggu, kemudian ceraikan dia!" jelas Bram tegas.
Sontak saja laki-laki bernama Arkan itu tersentak kaget saat mendengarnya. Arkan, ia adalah seorang gigolo dan memiliki wajah tampan. Bram berpikir untuk menjadikan Arkan sebagai suami sementara Ara dan setelah itu bercerai, lalu Ara kembali padanya.
Bukankah seperti itu talak 3?
Seorang pria bisa kembali jika istrinya menikah lagi lalu bercerai dan bisa kembali pada mantan suaminya. Entah dari mana ide gila Bram ini, sampai dia berpikir untuk menyewa jasa gigolo. Gila memang!
Namun Arkan juga membutuhkan banyak uang untuk pengobatan ibu dan adiknya yang kecelakaan. Dia bekerja sebagai gigolo karena uangnya lumayan. Lalu haruskah ia menerima tawaran ide gila Bram?
"Pak, maaf...kalau boleh saya tau kenapa bapak meminta saya melakukan semua ini? Kenapa bapak meminta saya untuk menikahi mantan istri bapak?" tanya Arkan dengan sopan. Ya, meskipun ia adalah seorang gigolo namun dia pria yang sopan dan berasal dari keluarga baik-baik. Ibu dan adiknya tak tahu tentang profesi Arkan sebenarnya.
"Saya telah salah...saya mengucapkan talak 3 kepada istri saya dan membuat saya tidak bisa kembali lagi padanya sebelum dia menikah dan bercerai dengan orang lain. Barulah saya bisa menikahinya lagi." jelas Bram penuh sesal. "Ah...tapi semua itu telah berlalu dan saya akan kembali mendapatkannya. Asalkan kamu mau membantu saya. Kamu butuh uang banyak kan untuk pengobatan ibu dan adik kamu yang kecelakaan? Saya akan bantu kamu, 500 juga dibayar di muka dan sisanya setelah kamu berhasil menyelesaikan pekerjaan kamu!"
Tawaran Bram sungguh menggiurkan untuk Arkan yang memang sangat membutuhkan uang. Ibunya menunggu untuk di operasi, adiknya juga harus segera mendapatkan cangkok jantung sebab kecelakaan itu membuat jantungnya mengalami komplikasi.
"Ayolah Arkan! Saya tau kamu sangat membutuhkan uang. Ibu dan adikmu tak bisa menunggu lebih lama lagi."
"Sa-saya..." pria itu terlihat bingung.
"Baiklah kalau kamu masih ragu. Saya akan memberikan kamu waktu satu kali 24 jam. Kalau kamu sudah mengambil keputusan segera hubungi saya." Bram menyerahkan kartu namanya pada Arkan.
"Kamu baik lepas dari pekerjaanmu sebagai gigolo dan sebagai bonus karena kamu telah mengerjakan pekerjaan dengan baik...kelak saya berjanji akan memberikan posisi di perusahaan ini." pria itu kembali mengiming-imingi Arkan dengan tawaran yang menarik.
Arkan tidak menjawab dan tampak berpikir.
*****
1 Minggu berlalu...
Di kediaman Gallan, tanpa adanya Giselle disana. Pagi itu Ara tengah sarapan bersama dengan Anna, Bryce dan Sean keluarga kandungnya. Selama Ara tinggal disana, mereka semua memperlakukan arak seperti seorang putri raja. Perhatian, kasih sayang, semua gerakan oleh kedua orang tua dan kakaknya kepada Ara seorang. Sesuai dengan janji mereka, tidak ada Giselle di rumah itu dan hanya ada dia sebagai satu-satunya putri disana.
"Nak, hari ini kamu ada acara wisuda ya?" tanya Anna sambil menyiapkan makanan untuk Ara.
"I-iya Ma." jawab Ara yang gugup dan masih mencoba membiasakan diri memanggil Anna dengan panggil mama.
"Selamat ya adiknya kakak, kata temen kakak. Kamu adalah mahasiswi dengan nilai terbaik! Kakak bangga sama kamu, dek." kata Sean sambil tersenyum bangga pada adiknya. Sementara Ara bingung karena dia belum tau tentang ini.
"Woah...hebat dong anaknya papa, benarkah itu Sean?" tanya Bryce seraya tersenyum pada Ara. Anna juga terlihat senang mendengar ucapan Sean tentang Ara.
__ADS_1
"Iya pah, ma, hebat kan? Kalau Ara sekolah di luar negeri, pasti dia akan lebih bersinar." kata Sean heboh. Bahkan dalam hati dia mulai membandingkan antara Giselle dan Ara. Semua anggota keluarga Gallan memiliki kecerdasan akademik yang bagus, tapi Giselle tidak memilikinya dan bahkan memilih sekolah modeling. Kini jelas kan bahwa Ara memang keturunan asli keluarga itu.
Bodohnya Sean tidak menyadari semua itu tentang Giselle dan menganggap bahwa wanita itu memang adik kandungnya.
"Teman kakak? Siapa kak?"
"Dia dosen di kampus kamu, namanya Regan." jawab Sean yang membuat arah terkejut dan menatap ke arahnya.
"Hah? Pak Regan? Sejak kapan kakak jadi berteman sama dia?" tanya Ara terkejut. Bukankah yang dia tau sebelumnya Regan dan Sean sempat berselisih paham. Lalu kenapa sekarang malah menjadi teman? Sejak kapan? Ara bahkan tidak tahu hal itu
"Iya, ternyata kakeknya pak Regan adalah salah investor di perusahaan papa." jawab Bryce.
"Papa juga mengenalnya?" tanya Ara pada Bryce.
"Iya, dia adalah cucu laki-laki satu-satunya dari Dimas Dirgantara rekan bisnis papa. Apa kamu gak tau nak?" Bryce bertanya pada Ara.
Wajah Ara langsung memucat, Ara kenal dengan nama famous itu. Perusahaan Dirgantara adalah perusahaan makanan terbesar nomor 3 di Asia.
Pak Regan berasal dari keluarga Dirgantara? Kenapa aku tidak tau? Bukankah pak Regan hanya Dosen di kampusku?
*****
Ara yang tampil modis dengan sedikit make up di wajahnya membuat para junior kampus dan mahasiswa senior jadi tertarik padanya, mendekati Ara dan memberikan ucapan selamat padanya.
"Selamat ya Ra, Lo jadi mahasiswi terbaik!" kata seorang senior sambil menyerahkan buket bunga pada Ara.
"Lo cantik banget sih Ra, gue gak nyangka Lo bersinar banget! Coba aja dari dulu Lo dandan kayak gini," kata seorang pria memuji Ara.
"Makasih kak,"
"Ra, maaf... denger denger Lo udah cerai ya? Gimana kalau gue daftar," kata seorang pria lainnya menggoda Ara
Mereka semua sudah mendekati Ara apalagi saat mereka tau bahwa Ara adalah putri keluarga pengusaha batu bara terkenal dan sukses menjadi nomor 1 di negera itu. Ara bagaikan bunga yang di dekati banyak lebah setelah perceraiannya.
Dari kejauhan tampak Bram dan Arkan melihat itu semua. Melihat Ara didekati para pria membuat hati Bram cemburu berat. Buket bunga mawar yang dipegangnya bahkan di remass erat olehnya.
"Pak, mantan istri bapak banyak yang suka ya pak? Bahkan saya kesulitan mendekatinya...apalagi selalu ada orang yang bernama Regan itu. Dan kenapa bapak meninggalkan wanita secantik dan sebaik itu pak? Saya dengar kalau mantan istri bapak juga adalah lulusan terbaik." Arkan heran kenapa Bram rela bercerai dengan Ara demi wanita seperti Giselle. Arkan menilai bahwa Ara lebih dari segalanya.
Selama 1 minggu ini, Arkan juga sudah melancarkan aksinya untuk mendekati Ara. Tapi ia kesulitan sebab ada Regan yang selalu menjadi penghalang.
__ADS_1
"Ya, saya bodoh karena sudah meninggalkannya dulu. Sekarang dia jadi lebih cantik," ucap Bram sambil mendesah pelan.
Kenapa aku merasa kalau kamu bahagia setelah berpisah dariku Ra? Kenapa aku melihat cintamu yang dulu seakan musnah begitu saja?
"Kamu disini saja Arkan, kali ini saya akan kesana lebih dulu. Saya akan memberikan selamat pada Ara."
"Baik pak, saya akan mengikuti instruksi bapak." ucap Arkan patuh. Ya, selama ini dia menuruti perintah dari Bram bila akan melakukan sesuatu.
Bram berjalan mendekat pada Ara sambil membawa buket bunga itu, tak lupa ia memperbaiki dulu bunganya.
"Ra, selamat ya!" Bram tersenyum sambil menyerahkan buket bunga pada Ara yang saat itu bersama dengan Mia.
"Iya mas, makasih." Ara sedikit terkejut dengan kehadiran Bram disana.
"Idih ngapain sih kesini? Nyesel ya udah sia-siain mantan istri yang semakin cantik dan bening?" sindir Mia nyinyir.
"Mia! Hush!" Ara meminta sahabatnya untuk diam.
"Buang saja penyesalanmu itu pak Bram, Ara sudah berpaling dari kamu!" kata Mia yang membuat Bram tertegun.
"Makasih ya mas udah datang kesini, kalau gitu kami permisi dulu." pamit Ara pada Bram. "Mi, ayo kita foto sama mama dan papaku dulu! Katanya mereka di aula." ajak Ara pada Mia.
"Ra tunggu, aku mau bicara sama kamu. Bisa gak malam ini--"
"Malam ini aku nggak ada waktu Mas, aku mau pergi ke pesta wisuda, sama pak Regan." kata Ara tegas dengan intonasi yang dingin.
Hati Bram mencelos mendengar itu. Ternyata benar dugaannya, Regan mulai menguasai Ara. Bram tidak akan membiarkan ini.
Bram melihat Ara pergi bersama Mia begitu saja. Bahkan buket bunga dari Bram dibiarkan begitu saja jatuh di tanah. "Ayo Bram semangat!"
...****...
Siapa yang dukung Bram disini? Cung 😂😂
author up lagi nanti sore ya ☺️☺️ jangan lupa like komen vote atau gift nya ya readers....
Spoiler bab berikutnya...
"Aku akan menikah sama kamu, tapi kamu harus bunuh dia dulu! Ah...tidak membunuhnya juga tidak apa-apa, buat dia CACAT! Aku tak mau dia BAHAGIA!"
__ADS_1