Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 51. Regan cembukor


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Wiryo menatap Anna dengan tatapan penuh tanda tanya. Wiryo selalu memberanikan diri untuk bertanya kepada Anna, mengapa wanita itu tidak merestui hubungan Regan dan Ara.


"Bukannya saya tidak merestui pak, hanya saja...kalau Ara menikah cepat. Saya jadi tidak memiliki waktu banyak untuk bersamanya. Jadi saya belum mau Ara menikah, saya ingin menghabiskan waktu bersamanya lebih lama lagi. Selama ini saya telah kehilangan 20 tahun bersama anak kandung saya, maka dari itu saya tidak akan mengijinkan Ara untuk menikah cepat-cepat." jelas Anna yang ternyata alasan kenapa dia tidak mengizinkan Ara untuk menikah cepat.


Wiryo hanya manggut-manggut saja dan memahami apa yang dikatakan oleh majikannya itu. Memang benar Anna dan Bryce telah melewatkan kehilangan banyak waktu karena belum sempat memberikan Ara kasih sayang.


"Dan juga...pak Wiryo tau kan? Kalau Ara pernah gagal dalam rumah tangganya, saya tidak mau dia cepat-cepat untuk memutuskan sesuatu. Jodohnya harus benar-benar orang yang sangat mencintainya. Jadi untuk saat ini lebih baik Ara menata karirnya terlebih dahulu...dia masih muda dan saya ingin banyak menghabiskan waktu dengannya sebagai seorang ibu." tutur Anna lagi sambil menyeka air matanya. Lalu ia mengajak pak Wiryo untuk segera pulang dan membawa barang belanjaan Ara juga.


****


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 15 menit, Regan pun memarkirkan mobilnya di salah satu tempat parkir kampus tersebut. Ya, malam itu terlihat ramai dengan para mahasiswa junior maupun senior yang akan ikut merayakan pesta kelulusan mereka atau sekedar menemani pasangan mereka ke acara tersebut.


Ara dan Mia turun dari mobil terlebih dahulu, Mia disambut oleh Arga yang membukakan pintu untuknya. "Makasih dokter sableng!"


"Sama-sama cewek jadi-jadian!" Arga balas meledek Mia.


"Huh!" Mia memalingkan wajahnya dari Arga, ia terlihat kesal dikatain wanita jadi-jadian.


Sementara disisi lain Ara tertawa melihat itu. "PFut..."


Arga dan Mia pamit untuk masuk terlebih dahulu ke dalam aula kampus yang dijadikan sebagai tempat pesta perayaan kelulusan pada malam itu. Sementara Ara berada di luar sana dan memutuskan untuk menunggu Regan yang masih memarkirkan mobilnya.


Gadis itu tampak berdiri tak jauh dari aula kampus. Dan tak lama kemudian Arkan datang menghampiri Ara. Ya, selama mendekati Ara, Arkan berpura-pura menjadi mahasiswa di kampus itu sebagai senior. Kepura-puraan Arkan dan identitasnya telah di manipulasi oleh Bram.


Pertemuan pertama Ara dan Arkan juga di rekayasa. Bram menyewa orang untuk merampok Ara saat dia pulang bekerja dan Arkan datang sebagai penyelamatnya.


"Ra, kamu sendirian?" tanya Arkan pada Ara.


"Eh...kak Arkan. Aku sama pak Regan, aku lagi nunggu beliau disini. Kak Arkan ngapain disini?" Ara balik bertanya, seraya melihat penampilan Arkan dari atas sampai ke bawah. Pakaiannya begitu rapi dan menunjukkan bahwa dia akan mengikuti pesta tersebut.


"Aku jadi MC di acara hari ini Ra," jawab Arkan seraya tersenyum ramah pada Ara.


"Oh gitu ya kak." jawab Ara seadanya sambil tersenyum.


"Ra, apa boleh aku minta nomor telepon kamu?" tanya Arkan pada Ara dan menunjukkan gelagat malu-malunya yang palsu.

__ADS_1


"Maaf, tapi saya tidak bisa kak." Ara menolak tegas dan membuat hati Arkan mencelos.


Kenapa sulit sekali mendekatinya? Bukankah pak Bram bilang kalau Haura orangnya lemah lembut dan mudah luluh. Tapi dia cuek selalu padaku. Bagaimana ini? Aku harus dapat uang 500 juta itu.


"Aku tidak bermaksud macam-macam kok, aku cuma mau lebih dekat sama kamu." balas Arkan dengan wajah memelas.


"Ra...ayo!"


Tiba-tiba saja Regan datang dan menarik tangan Ara, membawa gadis itu pergi menjauh dari Arkan. Ara kebingungan karena Regan tiba-tiba menariknya seperti itu dan terlihat marah.


Sementara Arkan juga tidak menyerah demi 500 juta, ia akan merencanakan sesuatu ketika berada di pesta nanti.


"Pak...tolong...jangan cepat-cepat! Kaki saya sakit pak, tolong!" pinta Ara pada Regan yang terus menarik tangannya.


Regan akhirnya tersadar dan segera melepaskan genggaman tangannya dari Ara. Regan melihat gadis itu tampak kesakitan dan wajahnya cemberut.


"Maaf, saya tidak bermaksud untuk menyakiti kamu. Bagian mana yang sakit? Tangan kamu? Kaki kamu?" tatapan Regan begitu hangat dan menelisik pada Ara. Regan sungguh takut melukai gadis itu.


Pria itu lalu memegang tangan Ara, melihat apakah ada luka disana.


"Saya tidak ada apa pak, saya tadi cuma sakit karena bapak jalannya cepet dan tarik tangan saya." jelas Ara sambil tersenyum. "Tapi kenapa bapak marah?" tanya Ara seraya menatap lekat wajah tampan Regan yang masih kesal itu.


"Lalu kenapa?"


"Kamu serius gak paham kenapa saya begini?" Regan malah bertanya balik pada Ara.


"Saya tidak tahu." jawab Ara polos.


Regan menghela nafasnya dengan kasar."Hahhhh...ya sudah baiklah. Ayo kita pergi ke dalam, pestanya sudah mau dimulai."


Padahal aku sudah mengatakan cinta, tapi dia tetap gak peka. Apa aku harus ulangi lagi?


Ara terlihat bingung, ia sadar bahwa Regan marah tapi tak tau kenapa.


Lalu mereka pun masuk ke dalam aula pesta, terlihat beberapa orang disana dengan menikmati makanan yang tersedia. Ada pulau yang mengobrol-ngobrol dan berkumpul bersama teman-teman. Lalu ada juga yang mau ngobrol bersama pasangan mereka masing-masing.


Sebagai perwakilan dari mahasiswa terbaik, Ara dinobatkan sebagai Queen di acara tersebut dan rajanya adalah seorang mahasiswa bernama Dirly.

__ADS_1


Mau tak mau Ara berdansa dengan Dirly sebagai kegiatan pembuka pesta dansa. Regan terlihat cemburu saat melihatnya. Dia juga ingin berdansa dengan Ara setelah ini.


Tadi Arkan, sekarang Dirly. Kenapa sih banyak banget gangguan?


Regan meneguk jus jeruk yang ada disana dengan sekali tegukan langsung habis. Seolah tenggorokannya sangat kering. Atensinya tak pernah lepas dari sepasang insan muda yang tengah berdansa itu.


Panas, sungguh panas hatinya.


"Wah...wah...ada bau gosong disini," celetuk Arga seraya menyenggol tangan Regan. "Lo nyium bau gosong juga gak?"


"Kayaknya ada yang kebakar kak." jawab Mia yang ikut memanasi.


"Kalian memang pasangan serasi, cocok banget! Jadian ajalah sana!" kata Regan kesal dengan Mia dan Arga yang selalu memanasinya.


Saat Regan kembali melihat ke depan, ia tak menemukan Ara disana. "Loh? Kemana dia?"


Regan pun mendekati Dirly dan bertanya padanya dimana Ara berada. Dirly menjawab bahwa Ara pamit pergi ke kamar mandi. Regan pun segera menyusul Ara ke kamar mandi, entah kenapa firasatnya tidak enak.


"Ara..."


Ketika Regan tengah bergumam dan berdiri di depan kamar mandi wanita. Regan mendapatkan telpon dari Sean yang menanyakan keberadaan dan keadaan Ara.


Hati Regan semakin tidak tenang setelah mendapatkan telepon dari Sean. Regan segera masuk ke toilet wanita untuk mencari Ara, meski ia dimaki-maki oleh beberapa orang disana.


"Tidak ada! Ara tidak ada disini!" seru Regan panik.


****


Di sisi lain, seorang pria membopong Ara dengan paksa dan membawanya masuk ke dalam mobil. "Lepas! Lepaskan aku! Kalian siapa??!" Ara berteriak saat melihat dua orang pria lainnya didalam mobil itu. Mereka semua mengenakan topeng badut.


BUGH!


Salah seorang pria memukul kepala gadis itu hingga pingsan.


"Ayo cepat jalan! Bos sudah menunggu kita!" kata seorang pria itu sambil mengikat tangan Ara dengan tali.


"Baik bos!"

__ADS_1


...*****...


__ADS_2