Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 81. Ara pingsan


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Entah apa yang merasuki Arga, tiba-tiba saja dia datang memukul Robby dan mengakui Mia sebagai ceweknya? Mia mengerutkan keningnya, ia heran, sungguh. Kenapa pria yang selalu membuat hatinya bagai rollercoaster itu mengatakan dia sebagai ceweknya? Bukankah itu akan membuat salah paham.


BUGH!


BUGH!


Arga memukuli Robby, tak memberinya ampun. Hingga Robby pun kesal dan membalas pukulan Arga. Keadaan cafe itu pun jadi ramai oleh aksi Arga dan Robby yang mengundang perhatian semua orang.


"Brengsek Lo! Beraninya Lo nyium cewek gue!" seru Arga marah.


"Heh! Siapa cewek Lo? Mia itu jomblo!" sanggah Robby seraya menarik kerah kemeja Arga dengan marah.


"Gak! Mia milik gue, dia cewek gue.Paham?!" ujar Arga tegas dan membuat semua orang yang mendengarnya tercengang. Termasuk Mia, gadis itu terkejut sangat terkejut dengan ucapan Arga.


'Dia ngomong apa sih?' batin Mia kesal karena Arga berhasil membuatnya berdebar dan terluka disaat bersamaan.


"Stop! Udah, hentikan semua ini. Lebih baik kalian keluar dari sini! Yud, Lan, tolong dong bawa mereka pergi dari sini!" ujar Mia seraya memberikan titah kepada dua pegawai di cafenya itu untuk menyeret dua pembuat onar disana.


Yudha dan Alan, dua orang pria berseragam warna pink ala cafe tersebut itu pun segera memisahkan Robby dan Arga. Robby di seret lebih dulu, tapi dia berteriak-teriak pada Mia.


"Gue bakal datang lagi Mi, sampai Lo terima cinta gue!!" teriak Robby tanpa peduli dengan semua orang yang mendengarnya. Tak peduli dipanggil orang gila dan lain sebagainya.


"Jerk!" hanya itulah yang Mia katakan untuk menanggapinya.


Namun disisi lain, Arga geram dengan kata-kata Robby yang secara terang-terangan mengatakan cinta pada Mia. Arga kesal dan ia tak ragu menunjukkan kekesalannya kali ini.


'Apa aku harus mengatakan cintaku sekarang?'


"Ayo pak Arga, kita keluar." kata Alan yang masih menarik tangan Arga. Tapi pria itu tak peduli, ia malah menepis tangan Alan.


"Mia, aku mau bicara sama kamu!" teriak Arga yang tidak digubris oleh Mia. Gadis itu malah mendesah kasar dan membalikkan badannya. Lebih baik dia pergi mengerjakan pekerjaannya saja, daripada mengurusi pria tukang PHP.


"MIA I LOVE YOU!"


Deg!


Atensi semua orang yang ada disana tertuju pada Arga, setelah pria itu mengatakan cinta. Mia yang tadinya sedang berjalan, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Namun gadis itu masih belum berani untuk berbalik.


"STOP untuk bicara yang bisa bikin orang lain salah paham." ujar Mia tegas seraya membalikkan badannya.


'Cukup Kak Arga, mau berapa lagi kamu mempermainkan hatiku? Kamu bersikap seolah aku dekat sama kamu, but kamu selalu dekat dengan perempuan lain' batin Mia yang terluka karena selama ini Arga selalu menggodanya, berasa dekat dan membuat baper dirinya. Namun Arga dekat juga dengan wanita lain. Mia suka pada Arga, tapi Mia tidak merasa Arga suka padanya. Itu anggapan Mia selama ini.

__ADS_1


Arga perlahan berjalan mendekati Mia. Ia menatap gadis itu dengan lekat. Sontak saja Mia memalingkan wajahnya. "Mia, kamu dengar apa kataku barusan kan?"


"Apaan?"


"Yang aku cinta sama kamu," jawab Arga dengan suara yang serius. Berbeda dengan dirinya yang suka biasanya suka bicara tidak serius.


"Terus?" kata Mia berusaha cuek dan tak mau baper lagi.


"Kamu juga suka sama aku kan?"


"No, ngapain aku suka sama orang yang punya banyak cewek." ketus Mia.


"Punya banyak cewek? Maksud kamu?" Arga mengerutkan dahinya, ia tak paham dengan apa yang dibicarakan oleh gadis itu.


"Udah ya kak, stop! Please jangan buat aku baper, jangan lagi." kata Mia sambil melangkah pergi dengan malas. Malas menjelaskan semuanya.


Arga tiba-tiba saja menarik tangan Mia, ia menggenggam tangan wanita itu dan menatapnya dalam. Mia bergetar dengan tatapannya. Tentu saja karena sorot harga sangatlah berbeda kali ini.


"Kak Arga... lepas."


"Sorry, aku datang tanpa persiapan apapun. Karena aku gak berniat buat ngomong hari ini tentang perasaanku sama kamu. Tapi keadaan memaksaku buat bicara sekarang. Mia aku sayang kamu, aku serius. Lalu masalah banyak cewek, silakan kamu perjelas dan kamu tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan sama aku."


Mia terkejut, sangat. Arga yang biasanya pecicilan, saat ini terlihat serius mengatakan cintanya. Tapi Mia tak percaya semudah itu, ia pun menanyakan apa yang ada didalam hatinya pada Arga. Terutama soal wanita-wanita yang dekat dengan Arga. Setelah mengetahui masalahnya, Arga pun paham bahwa gadis itu juga suka padanya.


"Maaf tapi aku gak percaya. Cowok yang punya banyak teman cewek itu.. khawatirnya playboy. Maaf ya kak, aku gak bisa terima cinta kakak." kata Mia tegas seraya melepaskan tangan Arga, rupanya Mia tak semudah itu percaya pada Arga.


Semua orang mendengar penolakan Mia, mereka langsung berbisik-bisik membicarakan Arga. Ada yang kasihan, ada yang mengira bahwa Arga playboy.


"Mia...kasih aku waktu 1 Minggu, buat buktiin keseriusanku. Kamu harus melihatnya sebelum menjawab, jangan langsung menolakku!" tegas Arga yang tak terima penolakan.


Dari pembicaraannya barusan dengan Mia, dia menyadari bahwa sikapnya salah berteman dengan banyak wanita. Hingga Mia menjadi salah paham padanya.


"Oke," sahut Mia setuju.


Dan selama 1 Minggu itu, Arga akan berjuang untuk membuktikan keseriusannya kepada Mia.


*****


Siang menjelang sore, Ara masih berkutat dengan komputer dan pekerjaannya. Sebentar lagi adalah ulang tahun perusahaan dan persiapan untuk acara tersebut pastilah membuat sibuk. Ara diberi tanggungjawab oleh ketua timnya untuk mengurus hal yang berkaitan dengan dekorasi di aula gedung kantor yang akan menjadi tempat berlangsungnya pesta.


"Bu, ibu belum makan loh! Makan dulu yuk, Bu?" ajak Nila dan Tian selaku teman dan bawahan Ara di kantor.


"Bentar lagi nanggung.Kalian duluan aja ya." kata Ara sambil tersenyum pada kedua rekannya itu.

__ADS_1


"Ini sudah jam makan siang, kenapa masih ada pegawai yang bekerja?"


Suara tegas dari seorang pria itu membuat Nila, Ara dan Tian sontak menoleh ke asal suara tersebut. Ternyata Bryce, Presdir mereka dan sekretarisnya tengah berdiri di ambang pintu, berjalan menghampiri ketiga karyawan divisi pemasaran yang masih ada disana. Karena yang lain sudah pergi untuk makan, mereka saja yang belum.


"Selamat siang pak!" sapa Nila, Ara dan Tian kompak.


"Cepatlah pergi makan! Nanti jam istirahat keburu habis. Termasuk kamu juga Haura, cepatlah makan." Bryce melirik pada putrinya juga. Ia tak mau putrinya sakit.


"Baik pak Presdir," sahut Nila dan Tian, lalu mereka pun pergi ke keluarga dari ruangan itu. Sedangkan Ara kembali dipanggil.


"Oh ya Haura, tunggu sebentar." kata Bryce pada putrinya itu.


"Ya papa?"


"Apa kamu baik-baik saja nak? Wajah kamu pucat sayang." Bryce mengelus pipi Ara dengan lembut.


"Aku gak apa-apa pa, mungkin karena belum makan jadi kelihatan pucat deh." kata Ara sambil tersenyum.


"Ya udah kamu makan dulu ya sayang, apa perlu papa pesenin makanan? Kamu jangan sampai kecapean ya, jangan maksain diri. Papa gak mau kamu kerja terlalu ngotot." ucap Bryce mengingatkan dengan perhatian.


"Iya pa, papa gak usah khawatir."


****


Sepulang dari kantor sore itu, Regan menjemput istrinya karena ia juga baru saja pulang dari kantor. Di dalam perjalanan, Ara merengek ingin rujak. Maka dari itu perjalanan mereka agak lama sebab mencari tukang rujak.


"Mas, aku siapkan dulu makan malam ya." kata Ara begitu sampai di rumah.


"Istirahat dulu aja sayang, kamu kelihatan capek gitu. Mending makan rujaknya dulu." ucap Regan sambil mendudukkan tubuhnya di atas sofa empuk.


"Hem...iya deh mas, aku mau ambil piring dulu ya sambil ambil air minum buat kita!" seru Ara lalu ia pun buru-buru pergi ke dapur untuk mengambil piring dan air minum.


Saat Ara memegang piring, tiba-tiba saja kepalanya pusing dan pandangannya jadi kabur.


Prangg!!


Brugh!


Ara jatuh tak sadarkan diri di dapur rumahnya. Dengan keadaan pecahan piring berserakan. Suara itu membuat Regan terkejut dan sontak saja ia berlari menuju dapur. Takut terjadi sesuatu pada istrinya.


"Astagfirullah! Sayang!" seru Regan panik, mendapati sang istri terbaring tak sadarkan diri atas lantai. "Sayang, kamu kenapa?!" Regan mengangkat kepala Ara ke pangkuannya.


...****...

__ADS_1


Bentar lagi tamat guys🤧 jangan lupa komennya dongss!


__ADS_2