Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 50. Dua wanita cantik


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Usai belanja di butik memilih baju yang tepat untuk pergi ke pesta kelulusan di kampus. Kini dua wanita itu terlihat bercahaya dan glowing. Mereka seperti seseorang yang berbeda.


Ya, mereka adalah Ara dan Mia. Mia dengan gaun yang berwarna biru langit dan rambut di gedung. Sedangkan Ara, mengenakan gaun berwarna maroon yang sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna putih. Rambutnya digerai dengan sedikit Curly di bawahnya.


Ara dan Mia bagaikan princess di negeri dongeng, mereka sangat cantik.


"Woah...kalian cantik sekali! Ah...tidak sia-sia dong mama ajak kalian kemari," kata Anna memuji kecantikan kedua sahabat itu.


"Hihi..." Mia dan Ara terkekeh, merasa pangling dengan penampilan mereka sendiri. Tapi Ara lebih terlihat malu, apalagi Regan akan menjemputnya nanti.


Apa ya tanggapan pak Regan nanti saat melihat melihat penampilan ku ini?


Apa ya tanggapan pak Arga saat melihatku berpenampilan begini? batin Mia kepikiran dengan reaksi Arga nanti saat melihatnya.


"Tapi ma, aku gak biasa pakai sepatu kayak gini..." Ara melihat pada sepatu heelsnya yang berwarna maroon sama seperti gaunnya.


"Apa kamu nggak nya--"

__ADS_1


"Ra, katanya pak Regan sama pak Arga udah nunggu didepan mall!" kata-kata Anna terpotong manakala Mia memberitahukan bahwa Regan dan Arya ada di depan mall.


"Oh...ya udah ayo! Acaranya udah mau mulai, udah jam 7 juga." kata Ara sambil melihat jam tangan berlian yang dibelikan oleh mamanya barusan. Harganya tidak main-main.


Anna tersenyum senang melihat Ara bahagia dengan apa yang dia berikan padanya. Walau baginya ini masih kurang dibandingkan dengan hidup 20 tahun tanpa Ara.


Anna, Ara, Wiryo dan Mia kini berada didepan mall itu. Ara terlihat kesusahan berjalan dengan menggunakan heels itu, padahal tidak terlalu tinggi.


Dua orang pria yang mengenakan setelah tuxedo hitam itu terpana melihat penampilan pasangan mereka malam ini. Ara dan Mia terlihat sangat berbeda, cantik mereka sangat cantik berkali lipat cantiknya. Meski tanpa make up pun mereka sudah cantik.


Gila bidadari turun dari langit! Batin Arga saat melihat Mia.


Masya Allah istri masa depanku. Batin Regan.


"Bacot Lo! Siapa juga yang ileran? Lo kali, jaga mata Lo...nanti keluar baru nyaho!" balas Regan tak mau kalah.


"Hah? Apa? Seorang Regan yang kayak kulkas balas omongan gue? Estogeehhh..." Arga menggelengkan kepalanya, ia tak percaya bahwa Regan akan membalas perkataannya dengan ledekan juga. Bagi Arga ini sungguh langka, sebab biasanya Regan pendiam sangat pendiam.


Sejak kehadiran Ara dia jadi bergerak aktif, ya wanita itu telah mencairkan hatinya yang beku.

__ADS_1


"Tante titip Ara dan Mia ya, pak dokter, pak Regan." ucap Anna pada kedua pria itu.


"Iya Tante, insya Allah..." jawab Regan lebih dulu.


"Kami pamit dulu ya Tante."


"Jangan pulang malam-malam, jam 9 harus sudah ada di rumah ya Ara." Anna mengingatkan putrinya.


"Iya Tante, saya akan mengantarkan Ara tepat waktu." malah Regan yang menjawab, ia bertindak seperti menantu yang sedang bicara dengan mertuanya.


Setelah keempat orang itu masuk ke dalam mobil dan menuju ke kampus untuk menghadiri pesta itu.


"Ayo mang kita pulang," ajak Anna pada supirnya itu.


"Hehe iya Bu.Tapi Bu, kayaknya ibu akan segara punya mantu." celetuk Wiryo sambil terkekeh.


"Maksud kamu--pak Regan?"


"Iya Bu, tatapannya sama non Ara itu loh kayak ada bunga-bunganya...hehe."

__ADS_1


"Ah nggak pak! Saya tidak akan mengizinkan Ara untuk menikah dan tidak semudah itu pak Regan akan mendapatkan restu dari saya!" kata Anna tegas.


...****...


__ADS_2