
"Papa! Aku gak mau tinggal sama JALANGG ini!" Giselle menunjukkan jarinya pada Ara. "Dan aku gak mau pergi dari RUMAH!"
"Jangan pernah mengatakan anakku seorang JALANGG! Dia darah dagingku, sedangkan KAU BUKAN!" sentak Bryce pada Giselle yang membuat wanita itu terkejut bukan main.
Semua orang kaget mendengar ucapan Bryce. Sungguh semua fakta ini sepertinya akan sangat menyakitkan Giselle. Ara, Ratih dan Mia sampai menganga mendengar ucapan Bryce.
"Papa...papa ngomong apa sih? A-aku bukan anak papa?" Giselle mulai berkaca-kaca, ia tidak percaya begitu saja dengan apa yang didengarnya saat ini.
Akhirnya dalam keadaan emosi, kebenaran itu terungkap dari mulut Bryce. Baiklah mungkin ini memang sudah waktunya Giselle tau tentang identitasnya.
Disisi lain Mia tersenyum mengejek pada Giselle saat mengetahui tentang identitas asli wanita itu.
Mbak Giselle bukan anak kandung? Ara ternganga mendengarnya.
"Iya nak, kamu bukan anak kandung kami. Kamu adalah anak yang kami ambil dari panti asuhan." ucap Bryce dengan berat hati sambil membantu istrinya untuk berdiri.
Giselle terlihat syok, ia tidak menerima fakta ini. Mana mungkin ia anak angkat dan Ara si wanita yang selalu disebutnya sebagai wanita kampungan ini adalah anak kandung kedua orang tuanya?
"Nggak! Ini nggak mungkin... Papa mengatakan semua ini karena Papa ingin membuangku kan?! Aku...aku anak kandung kalian!!" Giselle histeris. Ia menatap Ara dengan sinis. "INI SEMUA PASTI GARA-GARA KAMU WANITA KAMPUNGAN!"
Giselle yang emosi langsung menghampiri Ara dan menjambak rambut Ara. Sayangnya kali ini Ara tidak diam saja, ia balas menjambak Giselle. "Kamu pikir saya akan diam saja mbak? Tidak! Saya bukan Haura yang dulu!"
"Ack...sakit sialan!" pekik Giselle ketakutan.
"Sudah dari dulu aku ingin menjambak rambutmu seperti ini!" seru Ara emosi, ia menjambak rambut Giselle semakin erat. Ara teringat masa lalu, awal mula yang membuat dirinya kehilangan bayinya.
"Bagus Ra! Terus terus! Jangan lupa cakar wajahnya juga! Terus Ra!" Mia malah tersenyum dan menyemangati arah untuk menyerang wanita itu.
"Astagfirullah! Mia, kamu kok malah dukung perkelahian sih? Ayo pisahin mereka!" sergah Ratih yang masih memiliki rasa kemanusiaan. Ia menegur Mia yang mendukung Ara menyerang Giselle.
__ADS_1
Anna, Bryce, Sean, Ratih dan Mia berusaha melerai dua wanita yang saling jambak jambakan rambut itu. Anna yang hendak menolong Ara, akhirnya tumbang karena di dorong oleh Giselle hingga ia jatuh dan kepalanya terbentur pinggiran meja.
Brugh!
"Mama!" seru Sean dan Bryce cemas melihat Anna jatuh tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari keningnya.
"Ibu!" Ara menghampiri Anna yang saat ini tidak sadarkan diri. Ara luluh melihat Anna rela terluka demi dirinya.
Melihat Anna seperti itu, Giselle malah pergi melarikan diri sambil menangis. Ia marah dan kecewa karena mengetahui fakta bahwa dirinya hanyalah seorang anak angkat dan Ara anak kandung keluarga itu.
"Aku harus hubungi Yos! Aku...tidak bisa sendirian disaat seperti ini...hiks...hiks..." Giselle mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Yoshua, pria yang menghamilinya itu untuk meminta bantuan. Semua orang sudah direbut oleh Ara, ya begitulah anggapannya sekarang. Ia membenci Ara dan bersumpah akan membalasnya.
*****
Di rumah sakit.
Anna dirawat di ruang perawatan, wanita paruh baya itu terlihat lemah. Terlebih lagi ia tengah sakit keras karena merindukan Ara dan ingin Ara tinggal bersamanya.
"Nak, maafkan papa nak...papa tau kalau selama ini papa mempunyai banyak dosa kepada kamu. Tapi tolong--demi Mama kamu, berikanlah kami kesempatan kedua. Kami ingin tinggal bersama denganmu nak. Mamamu sampai sakit karena terus memikirkanmu," lirih Bryce dengan mata berkaca-kaca seraya menggenggam tangan Ara. Terlihat penyesalan ya begitu dalam tersirat di matanya.
Namun luka yang diakibatkan oleh pria itu tetap saja tidak bisa hilang di dalam ingatannya, terlepas dari ikatan darah di antara mereka. Maaf memang sudah arak berikan kepada Papanya, tapi kejadian tentang kehilangan bayinya saat itu tidak mudah untuk dilupakan.
"Demi mama Ra, demi mama tolong berikan kami kesempatan kedua!" kini Sean ikut berbicara dan memohon kepada adik kandungnya itu.
Entahlah, Ara terlihat bingung saat ini dia masih merasa asing dengan ketiga orang yang ternyata adalah keluarga kandungnya. Namun ia menyakiti hati orang tua.
Dengan berat hati. Dengan helaan nafas yang berat, Ara mengangguk setuju dan memberikan kesempatan kedua untuk keluarganya menebus kesalahan. Tapi dengan syarat yang sama, ia tidak mau tinggal bersama dengan Giselle.
Tentu, Bryce, Sean dan juga Anna setuju dengan syarat itu karena setelah Apa yang dilakukan oleh Giselle kepada Anna. Mereka marah padanya. Dan ada nilai untungnya juga Ara tinggal di keluarga Gallan yang terkenal kaya raya, statusnya akan berubah.
__ADS_1
"Makasih Haura... terima kasih karena kamu sudah memberikan kami kesempatan." Sean sangat bersyukur karena Ara menyetujui permintaan mereka untuk kesempatan kedua.
****
Setelah itu Ara langsung tinggal di mansion mewah Gallan. Ara tidak menyangka bahwa keluarga Gallan benar-benar keluarga kaya raya. Tidak heran jika Bram, kakak dan keponakannya selalu mendukung hubungan Bram dan Giselle. Jika dibandingkan dirinya berasal dari keluarga miskin, istilahnya.
"Masya Allah, jadi non adalah non Lyodra?" tanya seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan seraya menghampiri Ara.
"Panggil saja saya Ara, saya lebih suka nama itu Bu." jawab Ara sopan.
"Non...bibi tidak menyangka bahwa non masih hidup. Ya Allah....bibi kangen banget sama non, tengah udah segede ini non." wanita paruh baya itu memeluk Ara dengan bercucuran air mata.
Wanita itu adalah bik Narsih, pengasuh Ara waktu kecil dan dia sangat senang karena Ara kembali.
"Ayo kakak tunjukkan kamar kamu, Ra." ucap Sean ramah pada adiknya itu. Dalam hati tak henti ia mengucap syukur karena Ara mau kembali ke rumah. Sean akan memperhatikan adiknya itu, menjaga dan melindunginya. Apalagi Ara pernah terluka dengan pernikahan dan kehilangan bayinya.
Masalah jodoh Ara, Sean akan mencarikan yang terbaik dan lebih selektif. Masalah karir? Sean punya koneksi dimana-mana dan Ara bisa mudah mendapatkan segalanya. Sean akan menjamin kebahagiaan Ara.
****
Kantor Wiratama Grup, siang itu.
Usai meeting, Bram bertemu dengan seorang pria yang entah siapa. Ia menawarkan sejumlah uang besar sebanyak 1 milyar pada pria itu.
"Saya akan beri kamu 1 milyar, tapi aya punya tugas buat kamu."
"Tugas apa pak Bram?"tanya laki-laki berwajah tampan dan berambut gondrong itu pada Bram.
"Saya ingin kamu mendekati mantan istri saya lalu menikahinya dalam waktu 2 Minggu, kemudian ceraikan dia!" jelas Bram tegas.
__ADS_1
"Hah?!" laki-laki itu tersentak kaget dengan permainan konyol Bram.
...****...