Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 45. Masa lalu (2)


__ADS_3

🍁🍁🍁


Masih Flashback dikit ya....


Gadis kecil itu mengulurkan tangannya pada Regan sambil memayunginya. "Kakak! Ayo!"


Ternyata benar kata kakek, malaikat itu ada. Malaikat itu ada didepanku sekarang.


Regan terpana menolak sosok wanita kecil yang pemberani itu. Bahkan Ara rela berbohong untuk menyelamatkannya. Sungguh Ara sangat imut dan berani, bak malaikat penyelamat untuk Regan.


"Ayo kak! Nanti keburu mereka kembali lagi, mereka orang jahat kak...pasti mereka bukan main petak umpet biasa!" seru Ara sambil menggandeng tangan Regan yang terasa dingin.


Regan pun mengambil payung yang dipegang oleh Ara. Mereka pun berjalan ditengah hujan dan Ara membawa Regan ke rumahnya yang jaraknya lumayan dari sana.


Dalam hati Regan bertanya-tanya, kenapa seorang anak kecil dengan beraninya keluar sore sore dalam keadaan hujan begini. Namun atensi tegang tercuri pada kantong yang dibawa oleh Ara, isinya obat-obatan, vitamin, bahkan susu kotak.


"Ara! Nak, kamu dari mana saja? Ya Allah...kamu ini..." Dewi menyambut Ara yang baru saja sampai didekat gerbang rumah sederhana itu. Dewi nampak cemas karena Ara pergi diam-diam dari rumahnya.


"Maaf Bu, Ara habis beli ini Bu!" Ara menyerahkan kantong berisi obat-obatan itu kepada ibunya.


"Ya Allah.. mulianya hati kamu nak." Dewi terharu melihat anaknya, ia begitu perhatian pada dirinya yang sedang sakit. "Tapi lain kali kamu gak boleh melakukan ini lagi ya? Kamu gak boleh pergi tanpa bicara dulu sama ibu," tegur Dewi sambil memegang tangan Ara.


Kemudian atensi Dewi tercuri pada sosok anak laki-laki yang berdiri disamping putrinya. "Bu, bicaranya nanti ya Bu! Kasihan kakak ini Bu, dia di kejar olang jahat." ucap Ara yang tak belum fasih mengucapkan R dan L.


"Ya sudah, ayo masuk nak!"


Dewi, Ara dan Regan pun masuk ke dalam rumah itu. Dewi segera membantu Regan untuk mengobati luka-luka yang ada di tubuhnya, tentu saja dibantu oleh Ara juga sebab Dewi juga sedang sakit.


"Bu! Bial aku aja yang obatin kakak...aku doktelnya Bu. Ibu sama kakak pasiennya." ucap Ara sambil mengambil kotak p3k dan membantu mengobati kaki Regan dengan obat merah di olesi tipis tipis oleh kapas.


"Kakak sakit gak? Kalau sakit bilang ya kak!" kata Ara sambil tersenyum.


Regan dan Dewi gemas melihat Ara yang lucu. Regan yang tadi ketakutan pun dibuat tertawa oleh tingkahnya. Regan mengusap kepala Ara, kemudian dia pun berterima kasih kepada gadis kecil itu karena sudah menolongnya dari bahaya.


Sejak saat itu Regan bersembunyi di rumah Ara untuk sementara waktu dari orang-orang yang berusaha mencelakai dirinya karena sebuah mobil mainan yang ternyata di dalamnya ada sebuah chip rahasia sebuah negara.

__ADS_1


Sementara bersembunyi, Regan menikmati harinya bersama dengan Dewi dan juga Ara. Lalu kemana pak Danang ayahnya Ara? Ya, saat itu Danang sedang bekerja di kota Jakarta.


"Kakak! Kakak lihat ini kak!" kata Ara sambil berlari menghampiri Regan yang sedang berada di halaman belakang rumah tersebut.


Ara memakai pakaian seragam sekolah TKnya saat itu. Regan pun jadi berandai-andai, andai saja dia membawa ponsel atau kamera untuk mengabadikan potret Ara saat ini.


"Lihat apa malaikat kecilku?" tanya Regan lembut.


"Aku beli ini kakak tampan! Buat kakak tampan 1 buat aku satu!" Ara menunjukkan dua cincin plastik berbentuk hello Kitty.


"Hah? Aku pakai yang kayak gini?" Regan tersenyum lebar.


"Iya kak, kata temenku cincin ini sepasang dan harus diberikan pada orang tampan! Kakak kan tampan," celetuk Ara yang membuat Regan mencubit pipinya karena gemas.


"Hehe makasih sebelumnya ya malaikat kecilku.....tapi kakak bisa gak terima ini."


Ara mengerutkan keningnya. "Kenapa gak bisa kak?" tanya Ara polos.


"Kata papaku, yang memberikan cincin itu adalah laki-laki dan cincin sepasang itu hanya untuk pasangan yang akan menikah atau yang sudah menikah!" jelas Regan.


"Malaikat kecilku? Apa kamu paham?"


"Ya udah kakak tampan, kita nikah aja ya biar cincinnya bisa kita pakai balengan." celetuk Ara seraya tersenyum polos.


"Hah?"


"Iya kak, kita pakai cincinnya ya kak! Terus udah gede aku mau nikah sama kakak tampan."


"Kamu ini haha..." Regan tertawa mendengar celetukan polos dari Ara yang dengan mudahnya mengatakan bahwa ia akan menikah dengan Regan. Bisa dikatakan bahwa Ara melamar Regan walau tak serius.


"Ih! Kok kakak malah ketawa sih?"


"Emang kamu mau nikah sama aku?"


"Mau dong, kakak kan tampan!" Ara tersenyum kembali.

__ADS_1


"Oke, kakak juga mau nikah sama malaikat kecil kakak. Cincinnya kakak pakaikan ya!" Regan mengambil cincin plastik itu lalu memakainya di jari manis Ara.


"Horey! Aku nikah cama kakak tampan." Ara kegirangan dengan cincin yang kini ada di jari manisnya. "Aku jadi istri kakak!"


Sekarang giliran Ara yang memakaikan cincin di jari Regan. Cincinnya muat di jari tengah. Kedua anak yang berbeda usia 5 tahun itu tertawa bersama setelah memakai cincin itu.


Hari-hari itu pun terlewati begitu indah, sampai akhirnya Regan di jemput oleh kakeknya. Sudah waktunya Regan berpamitan.


"Kalau kakak udah besar dan punya perusahaan besar, kakak janji kakak bakal kembali lagi dan lamar kamu. Kamu udah nikah sama kakak, jadi kamu gak boleh sama cowok lain." kata Regan berjanji pada Ara.


"Iya kak! Aku akan menunggu kakak tampan hehe."


Sejak saat itu mereka tidak tahu kabar satu sama lain, sebab sibuk dengan hidup masing-masing. Regan tinggal di luar negeri setelah insiden penculikan itu. Sementara Ara berada di negeri yang sama namun tempat yang berbeda.


#End Flashback


Regan tersenyum getir mengingat semua kenangan masa kecilnya dan Ara dulu. Miris karena Ara tidak mengenalinya, padahal ia mengenali Ara sejak pertama kali bertemu Ada di kampus.


Bahkan Regan melamar menjadi dosen untuk melihat Ara di kampus. Namun sebuah fakta menyakitkan hati Regan saat pria itu akan mengakui bahwa dirinya adalah kakak tampan. Fakta bahwa Ara sudah menikah dan gadis itu mengingkari janji mereka saat masa kecil. Percayalah, awalnya Regan sudah berniat untuk mundur dari Ara.


Tapi satu hal yang membuat Regan kembali berjalan maju, sebuah fakta bahwa Ara tidak bahagia dalam pernikahannya bersama Bram.


"Ya Allah, semoga ini benar-benar kesempatanku." ucap Regan sambil memegang cincin plastik itu. Regan berharap bahwa ini memang kesempatannya untuk bersama dengan Ara.


*****


Pagi itu, di kediaman Gallan.


Terlihat Anna yang tampan lemah di tempat tidurnya sebab ia sakit karena merindukan Ara. Semua orang memedulikan Anna tapi Giselle tidak. Anna selalu bertanya apakah Sean atau Bryce berhasil untuk membujuk Ara. Tapi tak ada hasilnya.


"Pa... Sean, tolong bawa Ara kesini...tolong...uhuk...uhuk..." Anna memohon pada anak dan suaminya dengan lirik dan tak berdaya.


"Baik ma, papa sama Sean akan membujuk Ara ya? Mama istirahat." Bryce menggenggam tangan Anna.


Sean dan Bryce tidak tega melihat Anna seperti ini. Lalu mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah Ratih dan menjemput Ara, mengatakan pada Ara bahwa Anna sakit keras.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2