Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 76. Karma is real


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Sementara Ara dan Regan tengah menikmati bulan madu mereka, juga ditemani dua orang penguntit yang ingin menghancurkan rumah tangga mereka. Di Jakarta, lebih tepatnya di apartemen yang ditinggali Giselle dan seorang pembantu rumah tangga yang dikirim Bryce untuk menjaga wanita itu.


Kini telah dipasangi garis polisi dan banyak wartawan yang datang ke sana untuk meliput suatu kejadian. Kejadian naas yang menimpa Giselle 3 jam yang lalu.


"Selamat siang pemirsa, saat ini saya berada di depan apartemen Gisela Amelia Gallan. Seorang aktris dan model internasional yang karirnya meredup karena sebuah skandal berjudul pelakor. Hari ini telah terjadi kejadian yang menegangkan dan juga kejam, di kediaman Gisella. Dimana seorang tahanan yang bernama Yoshua dan diketahui sebagai kekasih dari Gisella dan ayah dari bayi yang dikandungnya, melarikan diri dari lapas. Telah menyerang wanita malang ini secara brutal, perut Gisella diserang dengan cara ditusuk oleh pisau sebanyak dua kali dalam keadaan hamil. Saat ini tidak tahu bagaimana kondisi korban, sebab keluarganya membawa nona Gisela ke rumah sakit. Sedangkan pelaku, saat ini masih dalam pencarian polisi. Saya Irene Rastina melaporkan dari tempat kejadian." begitulah warta dari seorang reporter yang meliput disana.


Apartemen mewah yang diberikan oleh Bryce sebagai tempat tinggal untuk Giselle, kini menjadi ramai dikunjungi wartawan dan polisi. Sementara Giselle saat ini dibawa ke rumah sakit oleh Bryce dan Anna.


🍀Di rumah sakit Mitra keluarga 🍀


Di depan ruang operasi, terlihat Bryce dan Anna tengah duduk di kursi yang ada didepan sana. Mereka terlihat cemas menunggu dokter keluar dari ruangan operasi.


Tak lupa Bryce mengerahkan orang untuk melarang wartawan masuk ke dalam rumah sakit. Karena mereka pasti datang untuk meliput dan mengekspos keadaan Giselle.


"Pa, gimana ini? Giselle... tidak akan terjadi sesuatu padanya kan, pah?" Anna terisak, ia berdoa agar tidak terjadi sesuatu kepada Giselle. Meski Giselle hanyalah anak angkat dan tidak punya hubungan darah dengannya maupun Bryce, tapi Anna dan Bryce sangat menyayangi Gisel seperti anak kandung mereka sendiri. Hidup selama hampir 20 tahun bersama dengan Giselle, tentu saja dapat menumbuhkan rasa kasih sayang kepada wanita itu, walaupun tidak ada hubungan darah.


"Giselle pasti baik-baik saja Ma, kita doakan sama-sama untuk kesembuhannya ya Ma." Bryce memeluk istrinya seraya menenangkan wanita itu, bahwa Giselle dan bayinya akan baik-baik saja.


"Pa... walaupun Giselle bukan anak kandung kita, tapi aku sangat menyayangi pah. Dia telah hidup bersama kita selama 20 tahun, dia juga adalah anak kita sama seperti Ara." jelas Anna sedih.


Ternyata rasa sayang Anna terlampau besar pada Giselle. Dia sakit melihat Giselle sakit dan dia tidak tega melihat keadaannya yang seperti ini. Bagaimana pun juga Giselle telah bersama dengan kedua orang tua angkatnya sedari kecil.


"Iya Ma, papa juga tau ma...apa yang Mama rasakan sama dengan yang Papa rasakan. Papa juga sayang sama Giselle, ma. Sama seperti rasa sayang papah kepada Sean dan Ara."


'Bajingan itu, lihat saja kalau dia sudah ditemukan! Aku tidak akan membiarkan dia lolos'


CEKLET


Pintu ruangan operasi itu pun terbuka dan menampilkan seorang pria berpakaian medis dengan masker yang menutupi mulut dan hidungnya berada disana. Sorot matanya tampak sendu dan bisa diartikan kurang bersahabat. Apakah ada berita buruk tentang Giselle?


Sontak kedua wanita dan pria paruh baya itu, menatap sang dokter dengan lekat. Mereka menantikan kabar dari dokter itu.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Bryce cemas.


"Putri bapak saat ini baik-baik saja setelah melewati operasi dan masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun dengan berat hati saya sampaikan bahwa bayi yang ada di dalam kandungannya tidak selamat karena luka tusuk yang begitu dalam." tutur sang dokter dengan berat hati menyampaikan kabar buruk ini.


"Astagfirullahaladzim." Anna dan Bryce terperangah saat mendengar kabar buruk itu.


"Innalilahi." ucap Bryce sambil mengusap-usap lengan anak seraya menenangkannya. Hati Bryce sakit mendengar tentang bayi Giselle.

__ADS_1


"Dan ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan pada bapak dan ibu."


Kali ini raut wajah dokter terlihat sangat serius dan membuat pasangan suami istri itu menjadi tegang. Apalagi yang akan disampaikan oleh dokter tentang Giselle? Kabar buruk lagi? Bukankah kabar buruknya adalah Giselle kehilangan bayinya? Lalu apa lagi?


"Apa itu dok?"


"Akibat luka tusuk yang dalam itu, saya terpaksa mengangkat rahim ibu Giselle dan kedepannya--"


"A-APA? Jadi anak saya tidak akan bisa mengandung lagi?" Anna terkejut dan langsung memangkas ucapan sang dokter yang belum usai itu.


Dokter itu hanya terdiam dengan raut wajah teduh dan menganggukkan kepalanya. Sementara Anna dan Bryce terlihat terpukul dengan berita ini. Mereka memutuskan untuk menemani Gisele di rumah sakit dan tidak memberitahukan kabar ini dulu kepada Ara.


*****


1 jam kemudian, Giselle mulai membuka matanya. Keadaan wanita itu begitu lemah dan tidak berdaya. Bibirnya pucat pasi, kantong matanya tebal, tatapannya sayu.


"Ma...pa..." lirih Giselle dengan buliran air mata yang perlahan jatuh dari kedua bola matanya itu.


'Ternyata mama dan papa ada disini, mama dan papa masih sayang padaku? Atau mereka hanya kasihan padaku' batin Giselle antara senang dan sedih melihat kedua orang tua angkatnya disana.


"Kamu sudah sadar nak? Pah! Ayo panggil dokter pah!" ujar Anna pada Bryce. Pria paruh baya itu pun segera pergi keluar dan memanggil dokter.


Dokter pun datang memeriksa kondisi Giselle, dokter mengatakan bahwa Giselle harus banyak istirahat dan jangan banyak bergerak, sebab luka di perutnya masih belum kering. Tanpa sengaja suster disana mengatakan tentang bayi Giselle yang tiada dan rahimnya yang diangkat.


Seorang Giselle menangis? Bahkan ia sendiri tidak percaya bahwa saat ini dirinya menangis.


"Giselle tenangkan diri kamu nak," Bryce dan Anna berusaha menghibur Giselle. Anna bahkan memeluk anak angkatnya itu


"Ini...ini gak mungkin! Karma itu gak ada, gak ada." Giselle menangis histeris. Ia memegang kepalanya, teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu dimana tragedi ini bermula.


#Flashback


Pagi itu, Giselle terbangun dengan kondisi tubuh tanpa sehelai benang. Ia bersama dengan seorang pria paruh baya yang telanjang juga, disampingnya.


Pria paruh baya itu kemudian beranjak dari ranjang tersebut dan bergegas memakai pakaiannya. Lalu ia menyerahkan secarik kertas cek berjumlah 500 juta kepada Giselle.


"Makasih om." kata Giselle sambil tersenyum menyeringai melihat cek itu. Ia senang karena mendapatkan uang untuk berbelanja banyak. Meksi Bryce dan Anna selalu mengirimkan uang kepadanya, tapi Giselle selalu merasa tidak cukup.


Harga diri baginya sudah tidak ada artinya sejak Bram pergi meninggalkannya, dia merasa dibuang.


"Iya sayang, tidak disangka walaupun kamu lagi hamil, tapi kamu sangat hot." kata pria paruh baya itu.

__ADS_1


Setelah transaksi ranjang panas mereka berakhir, pria paruh baya itu pun pergi meninggalkan apartemen Giselle dan akhirnya menyisakan Giselle seorang diri di sana.


Giselle masuk ke kamar mandi setelah bercinta dengan pria itu, setelahnya ia akan berbelanja. Ketika sedang memoles wajahnya dengan bedak, tiba-tiba saja Giselle melihat seseorang di cermin.


"Yo-Yoshua!"


Alangkah kagetnya Giselle saat melihat Yoshua berada disana dengan masih memakai seragam tahanan. Tiba-tiba saja Yoshua melingkarkan tali dan menjerat leher Giselle.


"Yos! Jangan gila kamu! Aku lagi hamil anak kamu!" Pekik Giselle yang merasakan hawa membunuh dari Yoshua.


"Beraninya kamu mengkhianati aku, GISELLE! Aku dipenjara karena kamu dan kamu malah berselingkuh? HAH? Ku bunuh kamu!!" teriak Yoshua dengan penuh rasa sakit hati.


"Yos...anak kita...nanti anak kita...kkeeuhh.." Giselle kesakitan, nafasnya mulai terbatas karena Yoshua mencekiknya.


"AKU TIDAK PEDULI!" Pria itu menusuk perut Giselle dengan pisau. Dia terlihat sangat kecewa mengetahui wanita yang ia cintai berkhianat ketika ia berada di penjara karenanya.


Tubuh Giselle ambruk seketika dengan perut berlumuran darah. Giselle kesakitan dan menatap Yoshua yang masih melihatnya dengan penuh kebencian juga kecewa.


"Yos...aku..." lirih Giselle sambil memegang perutnya yang berlumuran darah. Wanita itu tampak kesakitan. Dan disaat seperti ini Giselle merasa sesal.


"Aku mencintaimu Sel, aku tulus. Ku korbankan semuanya untukmu. Tapi kau tega sekali menyakiti HATIKU!" Yoshua menangis, dalam kecewa dan sakit hatinya.


"Ma...ma..."


Giselle akan berucap maaf, tapi ia sangat lemah. Tak lama kemudian pembantu rumah tangga biasa bersih-bersih di apartemen itu datang kesana. Ia terkejut melihat majikannya bersama dengan seseorang yang membawa pisau berdarah-darah.


Tapi wanita itu lebih terkejut saat melihat Giselle dalam keadaan tidak berdaya.


"Tolong!! Tolong!!" teriak asisten rumah tangga itu dengan panik. Lalu Yoshua pun melarikan diri dari sana.


Giselle yang sedang kesakitan itu hanya teringat dengan kedua orang tua angkatnya saat ini. Dia menelpon Anna dalam keadaan terluka parah. "Ma.. tolong aku..."


#End flashback


Giselle menangis sejadinya, meratapi nasibnya. Dia menyesal karena sudah menyia-nyiakan pria yang mencintainya setulus hati yaitu Yoshua dan akhirnya ia kehilangan anaknya. Meski Giselle tidak menginginkan anak itu, tapi ia sedih karena kehilangan anaknya.


'Ara ternyata begini rasanya kehilangan anak dan sekarang aku tidak bisa mempunyai anak lagi. Aku sangat jahat padamu Ara dan ini karmaku'


...****...


Spoiler!

__ADS_1


"TOLONG! Tolong aku..."


Pria-pria itu menggerayangi tubuh wanita cantik yang berprofesi sebagai psikolog itu dengan paksa.


__ADS_2