Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 62. Ingin Ara bahagia


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Anna, Bryce dan Sean datang menghampiri Ara, Regan dan juga Riana. Mereka tidak datang tiba-tiba sebab sebelumnya Sean mendengar Riana berteriak-teriak pada Ara dan Sean memiliki feeling tidak baik. Ia pun laporkan apa yang dia lihat dan dia dengar kepada mamanya.


"Berani sekali ibu bicara seperti ini pada anak saya?! Ibi menghina putri saya?!" hardik Anna tak terima Ara di hina sebagai wanita kampung, tidak hanya itu saja. Riana, si wanita itu juga melemparkan uang pada Ara.


Bryce yang ada di sana juga tak terima putrinya di hina. Pria paruh baya itu memang belum mengeluarkan sepatah kata pun dari bibirnya, akan tetapi matanya menatap tajam kepada Riana.


Namun saat Riana melirik ke arah Bryce dan Anna, wajahnya langsung memucat. Riana sepertinya mengenal pasangan suami istri itu. "Bu Anna? Pak Bryce? Pak Sean?" panggil Riana pada ketiga anggota keluarga Gallan itu.


"Oh... ternyata anda yang sudah menghina putri saya, Bu Riana." kata Anna sarkas.


Riana dan Bryce pernah menjalin kerjasama, hingga mereka bisa saling mengenal. Riana tau keluarga Gallan, di negeri ini tidak ada yang tau tentang keluarga terpandang itu. Bryce seorang CEO, Anna pemilik butik ternama, Sean seorang pengacara kondang, mereka semua memiliki profesi yang famous di kalangan masyarakat. Harta kekayaannya juga tidak dapat di ragukan lagi.


Mendadak Riana jadi menunduk malu saat bicara dengan nyonya Gallan yang terhormat, yaitu Anna. Statusnya sebagai keluarga Dirgantara bukan apa-apa dibawah keluarga Gallan.


"Pu-putri anda? Jadi gadis kampungan ini--"


"Jangan pernah menghina Ara, Ma!" serka Regan memotong ucapan ibunya. Ia terlihat marah pada Riana, apalagi saat ini disana ada keluarga calon istrinya. Sungguh Regan sangat malu, kedatangan mamanya ternyata hanya membuat rusuh saja.


Bagaimana jika penilaian keluarga calon istrinya berubah karena sikap Riana?


"Regan, jadi bu Riana ini mama kamu?" tanya Anna seraya melirik pada Regan dengan tajamnya. Anna marah, sangat marah pada orang sudah berani menghina putrinya.


"Ma-maafkan saya Bu Anna, pak Bryce...saya pikir putri anda hanya Giselle. Ternyata kalian memiliki putri lain." percayalah, nyali Riana menciut kala dia berhadapan dengan keluarga Gallan. Riana sadar bahwa dirinya tak boleh menyinggung keluarga Gallan atau bisnisnya bisa goyah.


Sial! Sejak kapan keluarga Gallan memiliki anak lain dan kampungan seperti ini? Apa dia anak haram? Riana mengatakannya dalam hatinya.


"Oh...mudah sekali anda minta maaf kepada saya setelah anda menghina putri saya! Dan Giselle, dia bukan putri saya...dia putri angkat kami. Anak kandung saya adalah Haura, asal ibu tau." jelas Anna dengan dada bergemuruh karena amarah. Riana terkejut mendengar itu, sontak ia menundukkan kepalanya karena malu sudah menghina keturunan Gallan.


"Ma, aku gak apa-apa ma." sahut Ara seraya menghampiri mamanya dan mengusap tangan Anna, berharap dengan sentuhan tangannya, emosi Anna bisa mereda.


"Minta maaf pada anak saya!" seru Anna yang emosinya belum mereda juga. "Enak saja anda menghina putri saya yang berharga, saya tidak terima!"

__ADS_1


Sean dan Bryce hanya diam karena suara mereka telah di wakilkan oleh Anna. mereka juga marah Ara di hina seperti itu.


"Tante, maafkan mama saya..." kata Regan merasa tak enak hati.


"Maafkan saya Bu Anna, pak Bryce, saya tidak bermaksud begitu. Saya pikir--" Riana gelagapan.


"Cukup! Ara, ayo pulang!" Anna memegang tangan putrinya dan mengajak Ara untuk pulang.


"Ma..." lirih Ara seraya melirik Regan.


"Tante tunggu dulu, mama saya mau bicara. Tolong Tante dengarkan dulu ya?" bujuk Regan seraya menghadang jalan Anna.


"Iya bu, saya ingin bicara dengan ibu dan bapak." sahut Riana yang menyadari kesalahannya.


"Maaf Regan, saya jadi ragu untuk menyerahkan putri saya sama kamu." ucap Anna tegas.


Deg!


Bagaikan tersambar petir hati Regan kala itu, saat mendengar kata-kata Anna. Regan tidak menyangka bahwa mamanya telah membuat penilaian Regan menjadi minus di mata calon ibu mertuanya.


"Ma...tenang ma, jangan ngomong kayak gitu." Sean ikut bicara karena kali ini ia merasa mamanya sudah berlebihan.


"Terserah! Mama mau pulang aja!" ketus Anna, lalu di berjalan meninggalkan semua orang disana. Bryce dan Sean menyusulnya lebih dulu.


Saat Ara akan ikut menyusul mamanya, Regan menahan tangan gadis itu. Ia menatap Ara dengan sendu. "Ra, gimana ini?"


"Aku akan bicara sama mama kak, mama pasti hanya emosi sesaat. Mama tenang aja ya." balas Ara berusaha setenang mungkin walau hatinya kini memang sedang gelisah.


"Saya pergi dulu ya ibu, kak Regan. Assalamualaikum." Ara tetap bersikap sopan pada Riana yang sudah menghinanya barusan.


Regan menatap kepergian Ara dengan enggan, tak lama setelah kepergian kekasihnya itu. Regan langsung menatap mamanya dengan tajam dan membuat Riana terdiam.


"Mama benar-benar keterlaluan, kalau mama kesini cuma buat mengacaukan semuanya...mending mama balik aja ke Ausie!" usir Regan emosi.

__ADS_1


"Tega kamu sama mama, Regan! Mama ini mama kamu dan kamu memperlakukan mama begini?" Riana tak terima di usir oleh anaknya seperti ini. Dia memang tidak pernah menjadi ibu yang baik untuk Regan dan sibuk dengan dunianya sendiri.


"Lalu mama sendiri? Bagaimana mama memperlakukanku? Apa mama sudah jadi ibu yang baik? Kenapa aku harus baik pada Mama yang meninggalkanku demi keluarga barunya?" ucapan Regan begitu sinis meski nada bicaranya rendah tapi bisa membuat lawan bicaranya tertusuk oleh kata-kata pria itu.


"Mama...mama memang bukan ibu yang baik untuk kamu. Mama tidak akan menyangkal hal itu Regan, tapi satu hal yang harus tau kamu tau! Mama kesini karena mama sayang sama kamu nak. Mama tidak mau kamu menikah dengan wanita yang berstatus sebagai janda, dia juga pernah melahirkan dan keguguran. Regan....kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia. Wanita yang masih perawan dari keluarga terhormat. Ya, walaupun mama tau dia adalah putri keluarga Gallan, tapi mama tidak mau anak mama menikah dengan wanita seperti itu. Anak mama berhak bahagia--"


Regan tertawa sinis. "Tau apa mama soal kebahagiaanku? Jangan bicara omong kosong Ma! Aku tidak akan meminta persetujuan mama tentang wanita pilihanku, terserah mama mau setuju atau tidak. Asalkan mama jangan mengacau! Itu saja!" sergah Regan emosi. Seketika mood-nya pun rusak dan dia pergi meninggalkan Riana sendiri disana dengan kesal.


****


Malam itu di rumah keluarga Gallan, Anna merebahkan tubuhnya diatas sofa dengan wajah yang masih marah. Anna menggerutu tentang Riana, dia tidak suka pada Riana.


Akhirnya suami dan kedua anaknya berusaha menenangkan Anna dari kata-katanya yang tidak akan menyetujui hubungan Ara dan Regan karena Riana.


"Ma, udah dong ma. Kok jadi bawa-bawa Regan sih? Regan kan baik Ma," cetus Bryce sambil menepuk-nepuk bahu sang istri.


"Regan emang baik, tapi mamanya enggak! Mama gak mau putri kita sampai punya mertua kayak ikan terbang gitu!"


"Memangnya aku mau menikah sama mamanya kak Regan? Aku kan mau menikah sama kak Regan, Ma."


"Nggak! Mama nggak mau kamu menderita karena punya mertua kayak gitu yang memandang status!" cetus Anna sambil menyilangkan dadanya dengan setia.


"Kakak, papa,bantuin aku," bisik Ara pada Bryce dan Sean.


Papa dan kakaknya itu langsung tersenyum, mereka kembali membujuk Anna untuk tidak marah lagi. Mereka juga tau bahwa Anna marah seperti ini karena Anna sayang para Ara.


"Ma, mama mau kan Ara bahagia? Kebahagiaan Ara ada pada Regan, jadi mama harus berbesar hati ya. Jangan pandang Regan karena mamanya, yang penting Regan baik dan dia mencintai anak kita." jelas Bryce pada istrinya dan berhasil membuat Anna tertegun. Tak lama kemudian ia memandang ke arah Ara dengan sendu.


"Sayang, apa kamu bahagia sama Regan? Kamu mencintai Regan?"


"Iya ma, aku sayang sama kak Regan dan hanya kak Regan kebahagiaanku."


"Baiklah, mama hanya ingin kamu bahagia sayang. Maafkan mama karena sudah marah, mama begini karena--"

__ADS_1


"Iya ma aku tau, karena mama sayang sama aku. Makasih ya ma," Ara memeluk Anna dengan erat, dia bersyukur memiliki keluarga lagi yang sayang padanya. Selain Danang dan Dewi, orang tua angkatnya, Ratih dan Mia. Ara mendapatkan kasih sayang berlimpah dari keluarga kandungnya juga.


...*****...


__ADS_2