Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 52. Ara di culik, Regan panik


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Di luar aula pesta, Arkan tengah menghisap rokoknya disana. Pria itu terlihat gusar sebab ia tak bisa mendekati Ara seperti yang sudah ia rencanakan. Banyak sekali halangannya, selalu saja ada yang mendekati Ara.


"Ah... sepertinya ini akan sulit. Memang ya uang 500 juta itu susah didapat." gerutu Arkan sambil menghisap rokoknya lagi.


Di belakang kampus yang sepi itu, Arkan tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara teriakan wanita dan langkah kaki tengah berlari terburu-buru.


"Lepas! Lepaskan aku! Tolong!!" teriak Ara sambil berusaha memukul-mukul tubuh pria bertubuh besar yang membopongnya itu.


"Bos, dia tidak mau diam." kata seorang pria yang membopong Ara itu.


"Lepaskan aku! Kalian siapa? Kenapa kalian--"


BUGH!


Pria yang disebut bos itu memukul kepala Ara dengan cukup keras hingg gadis itu tak sadarkan diri.


Arkan melihat semua itu, ia pun berusaha mengejar mobil yang membawa Ara dengan sepeda motornya. Namun sialnya motor Arkan ditabrak oleh mobil lain yang ada dibelakangnya sampai Arkan jatuh dari motornya dan kehilangan jejak Ara.


"Sial! Mobil itu pasti sengaja menabrakku dan bagian dari komplotan mereka juga." gerutu Arkan sambil berusaha berdiri, walau kakinya terluka karena jatuh dari motornya.


Arkan berjalan tertatih sambil membawa motornya sampai ke pinggir jalan agar tidak menghalangi pengendara lain.


"Aku harus kabarin pak Bram sekarang! Dia pasti bisa bantu Haura." Arkan segera mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celana. Namun sialnya lagi, layar ponsel telah retak dan ponselnya itu sudah mati. "SIAL! Ponselku hancur, pasti karena terjatuh barusan!"


*****


Sementara itu di aula pesta, Regan, Mia dan Arga masih mencari Ara setelah gadis itu menghilang hampir setengah jam.

__ADS_1


"Gan, Lo tenang aja...mungkin dia lagi kemana gitu." ucap Arga berusaha menenangkan Regan yang ketar-ketir itu.


"Tenang gimana maksud Lo? Dia bilangnya tadi mau ke kamar mandi, tapi gue cek dia gak ada disana. Udah setengah jam, Ara menghilang tanpa kabar! Telepon juga gak diangkat angkat! Gimana gue gak cemas!" hardik Regan frustasi karena tidak menemukan keberadaan Ara dimanapun.


Ya Allah kamu dimana Ra?


"Aku juga merasakan firasat tidak baik, pak Regan...ayo kita cari Ara! Kita hubungi satpam atau siapapun buat bantu kita cari Ara." pinta Mia yang juga mencemaskan sahabatnya.


"Ya udah, gimana kalau kita cek kamera CCTV aja. Siapa tau kita menemukan petunjuk." saran Arga yang disetujui oleh Mia dan Regan.


Mereka pun pergi ke bagian ruang pengawas untuk mengecek Cctv. Regan meminta izin kepada pengawas ruang CCTV itu untuk mengeceknya. Tidak sulit untuk mendapatkan izin dari pengawas itu sebab Regan adalah salah satu dosen di kampus tersebut.


Kini semua orang yang berada di ruangan pengawas tengah melihat rekaman CCTV yang berada di depan toilet wanita.


Terlihat seorang pria bertopeng badut berada didepan toilet wanita, saat Ara keluar dari toilet. Pria bertopeng itu menyeret Ara dengan kasar dan membopong tubuhnya secara paksa. Lalu Ara pun dibawa pergi dari sana.


"Siapa orang itu? Siapa yang udah culik ARA?!" sentak Mia kesal setelah melihat rekaman CCTV itu.


Sial! Jangan bilang kalau si Regan bakal nunjukin dirinya yang dulu.


Arga melihat perubahan Regan sebagai sesuatu yang menakutkan, entah apa yang dimaksud dengan Arga.


Pria yang berprofesi sebagai dosen statistika tersebut, melenggang pergi begitu saja dari sana, entah mau ke mana.


"Gan! Lo jangan gegabah! Regan!" teriak Arga memanggil sahabatnya itu seraya berlari menyusulnya. Sementara itu Mia segera mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan menghubungi Anna bahwa Ara diculik seseorang.


Lapor polisi pun saat ini belum bisa dilakukan sebab belum 2x24 jam Ara menghilang.


****

__ADS_1


Gadis bergaun maroon itu terbangun dengan kondisi terbaring di atas ranjang keras. Kedua kaki dan tangannya terikat erat. Mulutnya di tutup oleh selotip hitam.


Aku ada dimana? Siapa yang membawaku kemari?


Ara melihat ke sekelilingnya, langit-langit itu berwarna coklat dengan cahaya yang minim.


"Kamu sudah bangun manis?"


Mata Ara melebar manakala ia melihat 3 orang pria ternyata berada disana. Tengah menatapnya dengan tatapan lapar.


"Hmph--hmph--" Ara kesulitan untuk bicara ataupun bergerak karena tali dan selotip yang membelenggu kebebasannya.


Siapa mereka? Ya Allah...kenapa mereka membawaku kesini?


"Cup...cup...cup...tenang manis, kita kesini hanya untuk memberikanmu kesenangan di atas ranjang." celetuk seorang pria sambil membuka topengnya, ia pun merobek gaun Ara yang panjang hingga memperlihatkan paha mulusnya.


Srek!


"Hmph--hmph--" Ara meronta-ronta, ia sangat ketakutan dengan ketiga pria itu.


Mereka mulai mendekati Ara yang berada di atas ranjang. Sementara itu tanpa mereka sadari, ada seorang yang jauh dari sana tersenyum saat melihat Ara disana bersama para pria itu.


"Bagaimana honey? Kau suka?" Yoshua memeluk Giselle dari belakang.


"Ini hiburan yang bagus Yos, suruh anak buahmu memperkosanya berkali-kali lalu aku mau wajahnya hancur." kata Giselle dengan kejam, terlihat senyum menyeringai di bibirnya.


Giselle tampak menikmati tontonan itu.


...****...

__ADS_1


Author mau up 2 bab lagi β˜ΊοΈπŸ˜‚ tapi jangan lupa komen guys


__ADS_2