
...πππ...
Tania mendelik sinis saat melihat pria yang ada disampingnya. Pria itu tidak asing untuknya, ya mereka pernah bertemu di club' malam belum lama ini. Tania bingung dan heran, kenapa tiba-tiba Bram mengajaknya bekerjasama? Kerjasama apa?
"Bu dokter, tujuan kita sama. Anda ingin memisahkan pasangan pengantin baru itu kan?" tanya Bram lagi agar meyakinkan Tania untuk join dengannya.
Gadis itu mengerutkan keningnya. "Kamu kenal mereka? Apa urusan kamu dengan mereka?" tanya Tania dengan suara galak seperti biasa.
"Lebih dari kenal. Istri dari calon suami anda itu adalah mantan istri saya." jelas Bram yang membuat Tania membulatkan matanya dengan sempurna.
"Benarkah? Jalangg itu mantan istri anda?" suara Tania meninggi dan sontak saja membuat Bram geram.
"Jangan sebut Ara seperti itu! Dia wanita baik-baik! Jadi jaga bicara anda!" tidak ragu Bram menunjukkan jarinya pada Tania, ia tidak akan membiarkan siapapun menghina Ara. Meski dulu ia sendiri yang selalu menghina Ara, tapi sekarang dia berubah. Begitulah manusia, terkadang penyesalan membuat mereka berubah walau terlambat.
"Kalau dia wanita baik-baik, harusnya dia memilih porsi yang seharusnya dan sadar diri. Jelas Regan tidak cocok dengannya tapi dia tetap memaksakan diri. Barang bekas tuh gak pantas dapatkan yang ORI." cibir Tania dengan wajah sinisnya itu.
"Jaga mulut kamu!"
Ting tong!
πΆπΆπΆ
..."Pengumuman. Penerbangan 56K78 tujuan Maldives sekarang boarding. Para penumpang dipersilakan untuk naik melalui gerbang C3. Terima kasih."...
Pengumuman yang terdengar di bandara itu membuat Bram dan Tania harus menyudahi pembicaraan mereka dengan terpaksa karena pesawat akan segara lepas landas.
"Ayo kita pergi! Bukankah kita akan mengacaukan bulan madu mereka?" tanya Bram seraya melihat ke arah Tania.
"Sa-saya..."
"Melihat dari wajah anda, sepertinya tujuan kita memang sama." pria itu tersenyum tipis lalu menarik kopernya.
Tania terdiam sejenak, lalu ia pun mengikuti Bram dari belakang. Lebih tepatnya ia mengikuti Ara dan Regan yang akan berbulan madu ke Maldives.
*****
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam, akhirnya pesawat yang membawa Ara-Regan, Bram-Tania pun sampai di Maldives. Maldives atau Maladewa terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota. Maladewa merupakan negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil di kawasan Asia serta berpenduduk 100 persen beragama Islam.
Popularitas Maldives atau Maladewa di kalangan turis sudah tak perlu diragukan lagi. Negara kepulauan di barat daya India ini memiliki keindahan alam menakjubkan, terutama pantai berpasir putih dan laut biru seperti kaca.
Bukan saja elok di permukaan, Maldives juga punya alam bawah laut yang cantik dan bertabur spot untuk snorkeling maupun diving.Tak berlebihan jika Maladewa menjadi salah satu destinasi wisata impian bagi wisatawan seluruh dunia, terutama bagi pasangan yang ingin berbulan madu. Dan Ara Regan memilih untuk berbulan madu di sini, tentu saja bulan madunya gratis. Hadiah pernikahan dari Dimas dengan pesan saat pulang nanti akan ada kabar baik dari pasutri itu.
"Masya Allah mas... tempatnya indah sekali. Dulu aku selalu bermimpi ingin datang kemari mas," Ara terkagum-kagum saat melihat keindahan Maldives di siang hari itu, bahkan langitnya juga masih biru dan cerah.
"Sekarang kamu gak mimpi sayang, aku akan mewujudkan semua impianmu jadi nyata. Kamu mau kemana lagi setelah ini? Paris? Korea atau kamu mau lihat menara tembok China?" tanya Regan seraya merengkuh pinggang sang istri dan akhirnya membuat tubuh mereka menempel. Ara mendongakkan kepala, untuk menatap sang suami, sebab perbedaan tinggi mereka cukup jauh.
"Haha...ini udah cukup mas. Kalau waktu kita habis karena bulan madu, kapan kita kembali ke rutinitas kita mas? Lagian uangnya juga sayang mas." jelas Ara seraya mengusap-usap lembut dada suaminya. Ara sangat bahagia memiliki suami yang mencintainya, plus dapat kakek macam Dimas yang sama baiknya dengan Aryan, opanya Bram.
"Gak usah pikirin soal uang sayang, pikirkan saja soal kebahagiaan kamu dan kita." ucap Regan, lalu mengecup kening Ara dengan lembut.
Dan pemandangan romantis itu tak luput dari pandangan dua orang yang iri melihat kebahagiaan pasangan suami-istri itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Bram dan Tania.
"Kayaknya ada yang panas nih," celetuk Bram seraya mendelik pada Tania yang duduk disampingnya. Mereka berdua terlihat bersembunyi sambil duduk di kursi panjang yang jauh dari Ara dan Regan, tapi mereka tetap bisa melihat pengantin baru itu dadi kejauhan.
Bukan hanya Tania saja yang panas melihat pemandangan itu, tapi Bram juga. Bram menatap keduanya dengan tatapan marah, penuh sesal.
'Kenapa dulu aku tidak mengajak Ara bulan madu? Ah dasar Bram bodoh, dulu kamu kan belum mencintainya'
"Iya aku panas, aku cemburu. Itu sebabnya aku kesini." jawab Bram jujur tanpa basa-basi.
"Hey! Apa tawaran kamu di bandara tadi masih berlaku?" tanya Tania seraya menoleh pada Bram.
Pria itu tersenyum menyeringai, lalu mengulurkan tangannya pada Tania. "Sure,"
Tania membalas uluran tangan dari Bram, lalu ia memperkenalkan dirinya begitu juga dengan Bram dan mereka pun bekerjasama. Sungguh, kedua orang ini belum berhenti juga dengan keinginan untuk memisahkan Ara dan Regan.
****
Di sebuah kamar dengan view diatas air laut, terlihat Ara sedang duduk di teras depan sambil bermain air dengan kakinya. Tanpa ia sadari, Regan mengambil potret sang istri dengan kamera ponselnya. Ia tersenyum melihat rona bahagia sang istri.
"Syukurlah...jika aku bisa membuatmu bahagia, Ra. Dulu kamu selalu menangis dan sedih, tapi sekarang kamu hanya akan bahagia...bersamaku." lirih Regan seraya menatap layar ponselnya, dimana ada foto Ara tersenyum yang dijadikan wallpaper di ponselnya.
__ADS_1
"Mas!" panggil Ara pada suaminya dan membuyarkan lamunan pria itu.
"Ya sayang?"
"Ayo sini mas, kita main air. Adem banget airnya Mas," wanita itu tersenyum ceria. Lalu Regan mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Main airnya didalam aja yuk sayang."
"Disini aja mas, sambil nikmatin pemandangan. Main air di dalam tuh dimana coba?" cicit Ara bingung dengan ajakan suaminya.
"Sayang, masa kamu gak paham sih? Main air di kamar mandi lah, sambil..." Regan tersenyum jahil, kemudian ia menciumi leher sang istri.
"Mas! Semalam kan udah--" Ara mendelik tajam ke arah suaminya. Sudah berapa ronde mereka semalam sampai Ara sulit berjalan saat tadi pagi.
"Haha, aku bercanda sayang. Lagian aku gak mungkin buat kamu capek nikmat terus. Kita ke dalam yuk, ganti baju terus kita makan."
"Iya mas, makasih udah ngertiin aku."
'Ya Allah, terimakasih engkau telah menghadirkan sosok mas Regan padaku. Aku akan menjadi istri yang baik dan berbakti padanya'
"Kamu mau makan disini atau kita pergi ke restoran yang ada didepan tadi?" tanya Regan sambil menggandeng tangan sang istri.
"Kayaknya disini dulu aja deh mas, gak apa-apa kan? Aku masih agak pegel."
Ya, Ara masih agak pegal bekas semalam main beberapa ronde. Regan sangat bersemangat, sebagai suami dia mengajarkan beberapa gaya bercinta pada istrinya. Regan sebagai guru yang mengajar dan Ara adalah murid yang cepat menangkap pelajaran. Mereka pun menikmati malam itu dengan menggebu.
Semalam Regan juga melarang Ara untuk memakai kontrasepsi, ia ingin semuanya berjalan apa adanya. Regan tidak akan melarang Ara bekerja setelah mereka menikah, tapi Regan juga punya syarat. Jika Ara hamil, Regan ingin Ara bekerja sekedarnya saja dan tidak memaksakan diri. Ara paham itu dan mereka pun menjalin komitmen.
Pasangan suami istri pun masuk ke dalam kamar mereka, membersihkan tubuh yang lengket di bathtub. Berganti baju, lalu menunggu makanan datang ke sana untuk mereka makan berdua.
Bram dan Tania yang melihat Ara Regan masuk ke dalam kamar dengan mesra. Merasa tak terima dan sakit hati. "Sial! Seharusnya aku yang disana!" kata Tania dan Bram bersamaan dengan kesal.
...****...
cuplikanbab berikutnya...
__ADS_1
"Yos! Jangan gila kamu! Aku lagi hamil anak kamu!"
"AKU TIDAK PEDULI!" Pria itu menusuk perut Giselle dengan pisau. Dia terlihat sangat kecewa mengetahui wanita yang ia cintai berkhianat ketika ia berada di penjara karenanya.