Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 78. Terlambat menolong


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Maldives, disebuah gudang tua. Tania sedang berada dalam kesulitan, dia akan diperkosa oleh tiga orang pria berkulit gelap. Bisa dipastikan dari wajah mereka, mereka adalah orang asli disana. Malam itu Tania pergi keluar dari kamarnya dan hendak bertemu dengan orang yang akan mencelakai Ara, tapi naas. Ia malah bertemu dengan orang-orang mabuk ditengah perjalanannya itu.


"BRENGSEK! Kamu menelpon seseorang?!" hardik salah salah seorang pria menggunakan bahasa yang tidak dipahami oleh Tania. Tapi Tania tau dari gerak-gerik mereka, mereka marah karena Tania berhasil menghubungi Bram untuk menolongnya.


"Sudah, kita jelajahi saja tubuhnya sekarang!" ujar salah seorang pria itu dengan tatapan lapar penuh nafsu dan gairah kepada Tania yang cantik, kulit putih dan hidung Bangir itu. Belum lagi tubuh Tania yang begitu menggoda.


Ketiga pria itu menggerayangi tubuh Kania, mengukungnya dan memberikan sebuah pil padanya dengan paksa. Hingga Kania lemah tak berdaya, akhirnya ia kehilangan mahkota berharganya sebagai seorang wanita dalam keadaan sakit dan jijik pada tubuhnya sendiri. Kegiatan panas itu berlangsung selama 15 menit.


Sungguh malam yang sial untuk Tania, dia berniat jahat pada Ara tapi malah dirinya yang terkena kejahatan orang lain. Apa ini karena niat jahatnya? Dan lebih sialnya lagi, Bram terlambat menolongnya.


"Wanita ini sangat memuaskan," kata seorang pria setelah menuntaskan hasratnya pada Tania.


"Yuhu...sangat cantik,"


Ketiga pria itu memakai pakaian mereka kembali, tanpa peduli keadaan Tania yang sudah tidak berdaya dan menangis mengeluh perih. Bahkan ada darah di pangkal pahanya, darah yang menandakan ia telah kehilangan kesuciannya. Mereka malah tertawa setelah menikmati tubuh Tania beramai-ramai.


"BRENGSEK! AKU AKAN MEMBUAT KALIAN MENDERITA, AKU BERSUMPAH. AKU INGAT WAJAH KALIAN SATU PERSATU!" jerit Tania dengan penuh amarah, ia merasa lemah, jijik pada tubuhnya yang sudah dijamah tiga laki-laki itu.


"Apa yang dia katakan? Hahaha..."


Meeka bertiga kembali tertawa terbahak-bahak mengejek wanita dengan pakaian yang robek-robek itu. Wanita yang menangis di atas ranjang kayu itu. Sungguh menyedihkan nasib Tania. Setelah ini dia pasti tidak akan percaya diri untuk mendapatkan Regan. Dirinya sudah kotor? Siapa yang mau dengan dia?


Sumpah, dia bukan hanya ingin ketiga pria itu mati. Tapi juga hidup menderita, dia bersumpah akan membalas semuanya. Mereka semua, wajah-wajah itu telah diingat olehnya.


Saat ketiga pria itu akan keluar dari gudang tersebut, tiba-tiba saja mereka di hajar oleh seseorang yang baru datang dan mendobrak pintu itu.


Tak hanya dia seorang yang datang, tapi ada polisi juga. Bram, dia datang terlambat untuk menolong Tania. Setelah menghajar ketiga pria itu habis-habisan sampai punggung tangannya berdarah, Bram menghampiri Tania yang masih terbaring disana dengan kondisi mengenaskan.


"Maaf...aku datang terlambat." kata Bram seraya melepas jaket miliknya dan menutupi bagian bawah Tania yang berdarah-darah. Gadis itu terdiam dengan tatapan kosong namun penuh air mata. Ia tak tahu dan tak bisa mengatakan apa-apa karena bibirnya saat ini beku secara mendadak.


Perih ditubuhnya, tidak sebesar rasa perih dan sakit di hatinya. Tania menangis, tubuhnya di angkat oleh Bram.


Segera setelah itu Bram membawa Tania ke rumah sakit terdekat disana. Sementara ketiga pria itu di bawa ke kantor polisi untuk diadili.

__ADS_1


*****


Ketika Tania sedang mengalami duka dan kemalangan. Pasangan Ara dan Regan tengah asyik bercinta malam itu, mereka sangat menggebu-gebu sampai melakukannya di kolam renang yang ada di dalam kamar.


"Mas...udah..." ucap Ara sambil mendorong dada suaminya dengan nafas yang terengah.


"Maaf sayang, aku terlalu terburu-buru dan aku buat kamu capek. Baiklah, kita sudahi ya sayang?" Regan merasa bersalah, melihat wajah lelah sang istri yang terus saja digempur nya. Kali ini ia benar-benar sudah keterlaluan.


"Tidak mas, aku yang seharusnya minta maaf. Bukannya aku menolak, tapi--"


Cup!


Satu kecupan lembut mendarat di kening sang istri.


"Tidak, kamu tidak salah sayang. Aku yang salah! Yuk kita masuk, aku akan bantu kamu mandi pakai air hangat." kata Regan sambil menggendong istrinya yang sudah terlihat lelah itu. Ia pun membawa istrinya mandi air bathtub yang hangat dan tidak berbuat lebih dari itu.


Regan sayang istrinya dan merasa bersalah juga karena sudah membuatnya lelah. Setelah mandi dan berpakaian, keduanya rebahan diatas ranjang. Namun tiba-tiba saja Regan beranjak dari tempat tidurnya.


"Mas, katanya mau tidur?" tanya Ara dengan suara paraunya saat ia melihat suaminya bersiap untuk pergi.


"Sayang, mas mau keluar dulu ya. Mas mau cari makanan buat kamu," ucap Regan seraya mengusap lembut kepala Ara.


"Kamu belum makan lagi sayang. Bentaran aja kok, aku gak lama."


"Ya udah aku ikut," Ara ikut beranjak dari tempat tidurnya.


"No! Kamu disini aja, istirahat aja...bobo cantik dulu. Nanti aku balik lagi, gak lama kok." kata Regan seraya tersenyum.


"Tapi mas, mas gak perlu pergi. Kita kan bisa pesan makanan aja mas." rengek Ara pada suaminya, ia tak mau ditinggalkan oleh Regan seorang diri.


"Bentaran doang ya sayang," Regan membujuk istrinya dengan memberikan kecupan kecupan manis di wajah istrinya itu.


"Ya sudah, tapi mas jangan lama-lama ya." pesan Ara dengan bibir yang mencebik.


"Oke, aku akan segera kembali."

__ADS_1


Setelah berhasil membujuk istrinya, Megan pun keluar dari kamar itu dan pergi membeli makanan juga cemilan untuk istrinya di salah satu restoran disana. Usai membeli makanan, ia segera kembali ke dalam kamar dan makan berdua bersama dengan isterinya.


Keduanya pun tertidur pulas setelah menghabiskan malam yang melelahkan dan juga menghabiskan makanan itu.


*****


Sementara itu di rumah sakit, Tania baru saja mendapatkan pemeriksaan dari dokter. Luka robek dibagian inti tubuhnya cukup parah, hingga dokter di sana terpaksa menjahit luka tersebut. Tapi sekarang masalahnya bukan hanya luka robek, namun luka batin dan mental Tania.


Kejadian yang baru saja dialaminya ternyata menimbulkan trauma cukup dalam. Bram yang selalu melihat sosok Tania yang biasanya cerewet dan selalu marah-marah, kini melihat sosok Tania yang berbeda. Gadis itu diam, hening, Bram tau dia terluka. Bram juga merasa bersalah karena terlambat untuk menolongnya. Dan ada hal lain yang terlintas di pikiran Bram saat ini, kondisi Tania sama seperti kondisi Ara dulu saat dia hampir di lecehkan oleh orang suruhan Yoshua.


"Pergi! Aku sudah kotor, aku sudah kotor!" jerit Tania histeris. Buliran air mata terus jatuh membasahi pipinya, ia sudah kehilangan sesuatu yang sangat berharga.


"Tidak, kamu tidak kotor!" Bram memeluk Tania dengan erat, seraya menenangkannya. Gadis itu menangis sejadinya dan berusaha mendorong Bram. Tapi pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Hiks...aku sudah ternoda...hiks..." Tania menangis didalam pelukan Bram. Entah kenapa ia merasa nyaman dengan pelukan pria itu.


Setelah kejadian itu, Bram dan Tania besoknya langsung pergi meninggalkan Maldives. Rencana mereka yang awalnya ingin memisahkan Ara dan Regan seakan terlupakan. Dan siang itu mereka berada di bandara Jakarta.


"Lepas! Saya bisa jalan sendiri." kata Tania ketus seraya menepis tangan Bram yang memegang tangannya dengan kasar. Tania jadi bicara formal lagi pada Bram.


"Saya tau kamu masih sakit."


"Jangan bersikap seolah kamu tau tentang saya," ujar Tania ketus. Padahal hatinya sakit, sakit sekali. Kehilangan sesuatu yang berharga sebagai wanita ditangan orang-orang biadab, tentunya membuat Tania sangat terluka. Apalagi Bram, pria itu. Dia tauk kejadiannya dan dia sangat malu.


"Saya tau kamu sedang berpura-pura kuat, jadi tolong berhentilah!" seru Bram seraya menggendong Tania yang berjalan mengangkang seperti orang habis melahirkan. Ya, benar itu karena lukanya sakit.


"Lepasin!"


"Saya antar kamu pulang," jawab Bram tegas. Lalu dia pergi membawa Tania dengan menggendongnya. Tanpa peduli Tania setuju atau tidak dengannya.


...*****...


Mohon maaf upnya hari ini satu 😍😍 tapi sebagai gantinya, author persembahkan spoiler bab berikutnya...jangan lupa juga besok hari Senin, siapkan sajen vote, gift nya ya 😘


Spoiler...

__ADS_1


"Mas...tiba-tiba aku mau es kelapa muda,"


"Hah? Tengah malam gini?!"


__ADS_2