Buang Saja Penyesalanmu

Buang Saja Penyesalanmu
Bab 91. Bahagia (Ending)


__ADS_3

"HAHAHA... AKHIRNYA KITA CUMA BERDUA DISINI!" Windy tertawa, tawa iblis dan wajah cantiknya tampak menyeramkan seperti orang yang sakit.


Ara jadi yakin bahwa Windy tidak gila, tapi dia sudah lebih dari itu. Tahapnya sudah berbeda dan Ara jadi kasihan pada wanita yang dulu dibunuh oleh Windy.


"Cukup mbak! Hentikan semua ini. Apapun yang mbak lakukan, tidak akan membuat Mas Regan memilihmu, mas Regan tidak akan pernah menjadi milik mbak!" tegas Ara sambil mempertahankan posisinya yang semakin tersudutkan oleh Windy.


"Tidak! Aku tidak akan berhenti sebelum wanita sepertimu menghilang dari dunia ini. Beraninya kamu menikah dengan Reganku! Padahal dulu wanita-wanita itu hanya berani mendekat saja dan kamu malah berani menikah dengannya! Siapa kamu? Padahal kamu sama sekali tidak cantik, kamu kampungan, kamu juga polos!"


"Apa mbak yang sudah mencelakai semua wanita itu? Apa yang sudah kamu lakukan pada mereka?" tanya Ara memancing Windy untuk bicara. Tak sulit sebab Windy langsung buka mulut.


"Tidak ada. Aku hanya membunuh mereka karena mereka sudah berani mendekati pria pujaan hatiku. Hahahaha....kamu akan jadi wanita ke 7 yang aku lenyapkan." Tutur Windy dengan suara keras.


Pengakuan Windy sudah cukup bisa dijadikan bukti dan menyeret gadis gila itu ke kantor polisi. Hukumannya akan sangat berat untuk Windy, mungkin hukuman mati.


"Bu Haura sudah cukup, ibu mundur saja." ucap Hugo memberikan aba-aba pada Ara lewat alat komunikasi kecil seperti earphone.


"Baik." jawab Ara dengan suara kecil.


Kemudian wanita itu pun mencari titik aman, ia berjalan menuju ke arah pintu. Namun Windy tidak membiarkannya dan menarik rambut Ara.


"LEPASKAN AKU!" Ara berusaha berontak tapi tenaga Windy lebih kuat. Mungkin gerakan wanita itu di selingi dengan setan.


"Tidak sebelum kau MATI!" sentak Windy dan ia menekankan pisau ke arah perut Ara.


"Lepaskan aku!"


Akhirnya Hugo, Sena dan para anggota kepolisian menunjukkan batang hidung mereka. "Angkat tangan dan serahkan wanita itu, nyonya Windy!!" ujar seorang petugas kepolisian sambil menodongkan senjata pada Windy.


"Ka-kalian..." Windy panik melihat banyak polisi yang mengelilinginya. Ia terkepung dan saat itu juga Regan, Mia dan Arga datang dari balik pintu dengan nafas yang terengah-engah.


"Lepaskan istriku!" seru Regan seraya mendekat ke arah Ara yang lehernya di kungkung oleh tangan Windy juga pisau itu.


"Jadi kau menjebakku? Wanita sialan! Akan ku bunuh kau!" Windy marah dan semakin menggores pisau itu pada leher Ara.


"Ara!" sentak Mia, Arga dan Regan panik. Hugo dan Sena juga jadi tegang dengan keadaan ini.

__ADS_1


"Lepaskan dia nyonya WINDY!" ujar seorang petugas kepolisian.


"Nggak... nggak boleh berakhir seperti ini. Kalau aku mati sekarang, aku tidak boleh sendiri." Windy meracau dengan buliran air mata mengalir deras membasahi wajahnya.


"Kamu bicara apa?" tanya Regan masih dengan mata yang menatap tajam pada Windy, ia cemas dengan istrinya. Walaupun dalam hati Regan marah dengan tindakan Ara.


"Jangan mendekat atau dia dan anakmu mati." ancam Windy dengan mata memerah. Kali ini pisau itu mengarah pada perut Ara.


Tubuh Ara gemetar, ia berdoa dalam hatinya semoga Regan dan yang lain bisa menyelamatkannya. Tindakan Ara gegabah.


Windy membawa Ara, mereka semakin mendekat ke ujung gedung. "Ayo kita mati bersama, hahahaha!!"


Gadis gila itu hendak membawa Ara untuk melompat bersamanya. Namun Regan dengan cepat menarik tangan Ara dan Windy terjatuh sendiri. Saat Regan akan menarik tangan Windy juga, semua sudah terlambat. Windy memilih mati


"AKU MENCINTAIMU REGAN!" itulah kalimat terakhir Windy.


Brukk!!


Semua orang disana menyaksikan kematian Windy, jatuh dari atas gedung berlantai 15 itu. Inilah akhir untuk Windy, wanita itu telah menutup mata untuk selamanya.


"Mas...maafkan aku..."


"Mas...maafkan aku, jangan marah.."


"Jangan pernah lakukan hal ini lagi! Jangan pernah membuatku takut, aku akan mati bila kamu kenapa kenapa!" serka Regan tegas. Tidak akan pernah ia biarkan Ara bertindak bodoh lagi.


****


3,5 tahun kemudian....


Di rumah keluarga Gallan. Ruang tengah rumah tersebut di dekorasi dengan mewah. Banyak balon-balon, kue ulang tahun yang tinggi dengan karakter Avengers dan juga banyak anak kecil berusia sekitar 3tahunan bersama orang tua mereka disana.


Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Kenan yang ke tiga. Kenan adalah putra Ara dan Regan. Pesta itu tampan meriah, bahkan Bram Tania juga datang bersama putra mereka. Bahkan Tania menggendong bayi perempuan, anak kedua mereka. Jangan lupakan Mia dan Arga, mereka juga sudah mempunyai seorang anak laki-laki berusia satu tahun.


Rachel, Sean juga sudah mempunyai momongan yaitu seorang anak perempuan yang diberi nama Queen, usianya 2 tahun. Acara ulang tahun itu berlangsung meriah, banyak ucapan selamat untuk Kenan.

__ADS_1


Setelah acara ulang tahun itu, Kenan si batita tertidur di pangkuan ibunya. Anak itu selalu memonopoli ibunya seorang diri, hingga Regan tak ada kesempatan berduaan dengan istrinya.


"Gak terasa ya mas, anak kita sudah berusia 3 tahun. Aku harap anak kita menjadi pria yang baik dan sayang pada istrinya nanti, seperti kamu." lirih Ara seraya menatap Gara yang tengah tertidur pulas ditengah-tengah antara dirinya dan sang suami.


"Insya Allah sayang, itu pasti." Regan tersenyum, lalu ia memegang tangan istrinya dan mengecupnya. Mata Regan mengisyaratkan sesuatu.


"Mas...kamu..."


"Kita ke kamar sebelah yuk sayang!" ajak Regan sembari memegang tangan istrinya. Tidak, bukan memegang tapi menggendong istrinya ala princess.


"Mas..."


"Bukankah udah saatnya kita kasih adik buat Ken?" goda Regan seraya mengecup bibir sang istri sekilas. Kemudian ia tersenyum.


"Ken masih kecil Mas." sanggah Ara.


"Sayang, kamu lihat Bram dan dokter Tania? mereka juga udah punya 2, terus kakak ipar kita juga lagi hamil lagi." kata Regan.


"Jadi?"


"Kita buat adik lagi buat Kenan." Regan membawa istrinya ke kamar sebelah, mereka pun tersenyum lebar penuh kebahagiaan.


Di dalam sana mereka berbagi peluh, katanya mau membuat adik untuk Gara. Permainan itu tidak berlangsung lama dan diakhiri dengan kata cinta.


"Aku mencintaimu mas..."


"Aku mencintaimu istriku sayang, selamanya." Regan memeluk tubuh sang istri, penuh cinta dan kasih.


Hari-hari Ara yang dulu kelam dalam berumah tangga, kini dipenuhi kebahagiaan bersama dengan pria kedua yang menikah dengannya. Sejatinya cinta pertama tidak selalu berhasil, bisa jadi hanya jadi kenangan dan duka. Contohnya seperti apa yang terjadi pada pernikahan Ara dan Bram dulu. Ara sangat meyakini bahwa cinta pertamanya yaitu Bram akan membuatnya bahagia, namun ternyata cinta sejatinya adalah si kakak tampan yang pernah ia lamar di waktu kecil.


Jodoh tidak ada yang tau siapa dan tidak tahu sampai kapan. Namun kita sebagai seseorang yang sudah berumah tangga, entah menyandang status suami ataupun istri. Kita harus bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga kita dan sebisa mungkin jauhi kata cerai. Sebab perceraian sangat di sukai oleh syaitan.


Dan tentang penyesalan? Memang selalu datang terlambat, terkadang kita kehilangan setelah benar-benar menyesal dan mencintai. Dan apa yang kita lakukan di dunia pasti ada balasannya, sekecil apapun itu. Entah itu perbuatan jahat ataupun baik. Intinya, tetap jaga keutuhan rumah tangga dengan kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, itulah kuncinya.


...---The end---...

__ADS_1


...****...


Thanks Readers udah mampir ke novel author terutama yang baca dari awal sampai akhir 😘❤️❤️ mohon maaf bila dalam cerita ini banyak kekurangannya😁 apalagi ending yang kurang memuaskan atau tak sempurna. Sejatinya kesempurnaan hanya milik yang kuasa saja bukan? 😘hehe...jangan lupa mampir ke novel author yang lain ya ❤️❤️❤️


__ADS_2