
...πππ...
Di rumah Presdir kantor Wiratama Grup.
Terlihat sosok Arkan dan Bram disana, mereka tengah membicarakan masalah Ara. Usaha yang Arkan lakukan selama ini untuk mengambil hati Ara sepertinya sia-sia. Itu karena Regan dan Sean tidak memberikan celah sedikitpun untuk Arkan mendekati Ara. Seolah Arkan tak ada harapan, ya dia memang tak ada harapan sebab lambat laun hati Ara telah ditempati seseorang yang pantas.
Orang itu jelas bukan Bram ataupun Arkan, melainkan Regan. Pria yang selalu membuatnya tersenyum dikala sedih, pria yang selalu ada untuknya disaat ia butuh. Arkan jauh dari Ara bahkan dari kata teman sekalipun. Ketampanan pria itu sama sekali tidak dapat memikat hati Ara.
Bukan hanya Arkan saja yang berusaha mengambil hati Ara, tapi Bram juga. Ia selalu mencari celah dan kesempatan agar Ara dekat dengannya lagi, salah satu contohnya adalah dengan alasan opa Aryan. Meski usahanya berhasil membuat Ara pergi ke rumah keluarga Wiratama demi sang kakek, tapi usaha lain selalu gagal karena Sean dan Regan selalu menghalangi.
"Pak, saran saya lebih baik bapak menyerah saja. Biarkan mantan istri bapak bahagia bersama dengan pria itu." jelas Arkan pada Bram. "Terima sajalah pak, bahwa bapak dan mantan istri bapak memang tidak berjodoh." timpalnya lagi menasehati Bram untuk ikhlas.
CEO Wiratama grup itu tidak suka perkataan Arkan, lirikannya saja tampak tajam pada Arkan.
"Berhenti bicara! Atau saya akan patahkan lehermu!" serka Bram kesal.
"Ma-maaf pak saya hanya memberikan saran saja. Mungkin tuhan tidak mengizinkan bapak untuk kembali bersama dengan--"
BRAKK!
Bram menggebrak meja didepannya itu, seketika rahangnya mengeras. Atensinya tajam pada Arkan. "Banyak BACOT kamu ya! Kamu saya bayar bukan untuk menceramahi saya! Tapi untuk melaksanakan tugas yang saya berikan. Dan kamu tidak becus melaksanakannya, mulai sekarang perjanjian kita batal dan uang 500 juta itu tidak akan saya berikan karena kamu telah GAGAL!" teriak Bram emosi.
"Tapi pak--"
"KELUAR DARI RUANGAN SAYA DAN JANGAN PERNAH DATANG KESINI LAGI! SAYA RUGI 500 JUTA KARENAMU!" bentak Bram marah karena semua rencana yang disusunnya ternyata gagal.
Arkan tidak bisa berbuat apa-apa, ia juga terima dengan kegagalan ini. Arkan pun pergi dari kantor Bram dengan hati yang kecewa.
Tak lama setelah Arkan pergi, Bram mengamuk dan mengacak-acak meja kerjanya. Ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar. "ARGGGGH!! Tidak! Ara itu jodohku, dia jodohku! Bukan si Regan sialan itu!"
Teriakan Bram sampai membuat sekretarisnya yang berada di depan ruangan itu terkejut. Ia langsung masuk dan melihat kondisi bosnya yang berantakan.
Bram tidak peduli, ia hanya menumpahkan kekesalannya. Baiklah, mungkin rencana ini gagal. Tapi Bram masih punya rencana selanjutnya untuk mendapatkan kembali sang mantan istri. Bram akan membiarkan Regan dan Ara menikah, lalu dia akan menghancurkan pernikahan mereka.
*****
__ADS_1
Siang itu, Regan dan Ara tengah berada di cafe Chocolate Lovers G. Mereka makan siang berdua disana sambil mengobrol. Setelah sembuh dari depresinya, Ara terlihat jauh lebih baik. Kini penampilannya pun berubah menjadi lebih elegan.
"Kak, katanya ada yang mau kakak bicarakan sama aku? Kakak mau bicara apa?" tanya Ara memulai percakapan mereka di tengah-tengah acara makan tersebut.
Regan menghentikan suapan makannya, kemudian dia menatap wanita yang duduk berhadapan dengannya. Sesekali Dia terlihat menghembuskan nafas seperti sedang bersiap-siap untuk mengatakan sesuatu yang penting.
Ayo Regan, kamu harus mengatakannya bahwa kamu adalah si kakak tampan itu.
"Ra, sebenarnya aku--"
"Hey Ra, kamu disini juga?"
Kata-kata Regan terputus mana kala ada Mia disana menyapanya. Mia menyadari perubahan raut wajah Regan yang terlihat tidak senang ketika ada eksistensinya disana.
Ah...apa aku menganggu ya?
"Eh Mia...kamu kesini sama siapa? Sama kak Arga juga? Yuk sini gabung!" ajak Ara pada Mia dan Arga yang kebetulan berada disana.
Regan membeku dan tidak bicara, namun sorot matanya begitu tajam kepada Arga. Arga juga langsung peka dengan arti tatapan tajam sahabatnya itu.
"Gak usah, kita pakai meja lain aja! Ayo Mia!" Arga menggamit tangan Mia dan membawa Gadis itu kemeja yang agak jauhan dengan meja tempat Ara dan Regan duduk.
"Eh...eh...mau kemana?!" Ara melihat kedua orang itu berjalan dengan terburu-buru dan semakin menjauh.
"Udahlah, mungkin mereka mau berduaan." kata Regan seraya tersenyum.
"Oh iya ya! Mereka kan lagi pdkt!" Ara baru teringat ketika Mia curhat padanya bahwa ia memiliki rasa pada Arga dan mereka sedang pendekatan.
Ara hendak meminum jus mangga yang ada didalam gelas.
"Iya kayak kita lagi pdkt juga."
"Prruuuutttt!!"
Gadis itu tak sengaja menyemburkan jus mangga yang tengah dia minum, tepat ke wajah Regan.
__ADS_1
"Aduh! Kak...maaf...aku gak sengaja. Ya Allah! Astagfirullah, sampai ke baju-baju basahnya." Ara panik sekaligus merasa bersalah melihat Regan seperti ini.
"Nggak apa-apa, aku pergi bersihkan wajahku dulu ya." Regan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berniat untuk membersihkan wajahnya yang lengket karena jus mangga itu.
"Tapi kak...aku bantu ya."
"Nggak apa-apa Ara, kamu tunggu saja di sini dan habiskan makanannya. Aku gak akan lama kok." ucap pria itu sama sekali tidak marah kepada Ara. Tapi tetap saja Ara merasa bersalah.
Regan pergi meninggalkan tempat duduknya dan melangkah ke toilet pria. Tepat setelah Regan pergi, Ara melihat sesuatu yang jatuh dibawah meja dari jas Regan.
"Kak...kak Regan, ini punya kakak!"
Ara memanggil Regan, namun pria itu sudah menghilang. Lalu Ara memutuskan untuk memungut barang yang ada di bawah meja itu. Ia melihat ada kotak cincin disana. "Apa kak Regan mau melamar seseorang?" gumam Ara yang semakin penasaran dengan isi di dalam kotak cincin tersebut. "Ya Allah, buka jangan ya...buka jangan..."
Rasa penasaran terus ada di dalam pikiran dan hatinya, sungguh dia ingin tahu apakah yang berada di kotak cincin tersebut adalah benar-benar cincin sungguhan ataukah benda lain.
"Maafin aku kak, aku penasaran." gumam Ara lagi seraya memohon maaf pada Regan.
Perlahan Ara membuka kotak cincin itu, terlihatlah ada dua cincin disana. Cincin berlian dan satunya lagi cincin plastik mainan berbentuk hello Kitty.
"Cincin...ini kan..." Ara menutup mulutnya yang menganga saat melihat cincin yang tidak asing itu. Cincin plastik mainan yang mengingatkannya pada seorang anak laki-laki saat ia berada di desa.
Perlahan air matanya mulai jatuh.
"Ternyata kak Regan...aku tidak percaya ini."
"Kamu kenapa nangis Ra?" tanya Regan saat ia melihat Ara menangis. Atensi Regan lalu tertuju pada cincin plastik hello Kitty yang dipegang oleh Ara.
"Ja--jadi...kakak adalah kakak tampan?"
Regan tidak bicara sepatah apapun, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu ia menyeka air mata yang membasahi pipi Ara.
"Ini aku malaikat kecilku...jadi kamu sudah ingat semuanya?" lirih Regan seraya menatap Ara penuh cinta.
...****...
__ADS_1
Hayo jadian gak ya Ara sama Regan udah ini π€£π€£Besok Senin ya guys jangan lupa vote sama gift nya, author double up lagi π