
"Darrreeeeennn kau sudah datang"
"Darren, kenapa kau kurus sekali"
"Darren, apa kau merindukan ku, karna aku sangat merindukanmu"
"Darren, kenapa mata hazel mu terlihat begitu indah. Aku sangat menyukainya"
"Darren, aku sangat mencintaimu seperti anak gemuk yang suka kue"
"Darren, kau milikku. Sampai semua bintang di galaksi mati kau tetap milikku. Kau mengerti!!"
Begitulah cara Feli menyalurkan rasa cintanya kepada Darren setelah memutuskan untuk memendam sendiri perasaan cintanya. Dan hal itu berlanjut sampai sekarang. Lima tahun sudah ia mencintai Darren dalam diam tapi tentu saja itu hanya menurutnya. Karena orang bodoh sekalipun tahu bahwa perhatian yang diberikannya kepada Darren adalah perhatian seorang wanita terhadap pria yang disukainya. Belum lagi tatapan kagum yang terlihat jelas dimata indahnya setiap ia menatap Darren. Feli merasa ia sudah melakukan hal yang benar tapi ia tidak sadar, tidak semua orang sebodoh ia. Bukan kah semua hal yang dilakukannya itu terhadap Darren sangat jelas memperlihatkan kalau ia sedang jatuh cinta.
Darren yang sangat pintar dan peka apa lagi itu menyangkut Feli tentu saja mengetahui dan menyadari hal itu. Bahagia? tentu saja. Tapi hal itu juga yang membuatnya gila dan tersiksa.
Darren duduk di kursi kebesarannya membelakangi mejanya. Menatap jauh kota Newy York dari atas tempat ia duduk. 24 tahun sudah ia tinggal di kota ini. Pertama kali Mommy kandung nya Ashley membawanya kekota ini saat usianya 3 tahun untuk mengunjungi 2 makam sahabat Mommy nya. Ia tidak menyangka kali kedua Mommy Ashley membawanya kesini saat usianya 4 tahun membawa perubahan dalam hidupnya. Ia bertemu dengan Felix dan Mika disana. Dua orang yang sangat dihormati dan dicintainya.
Felix hadir dihidupnya saat Darren kecil merindukan dan mendambakan sosok seorang Daddy. Felix memberikan cinta dan kasih sayang seorang Daddy yang sangat tulus kepada Darren kecil. Cinta dan kasih sayang Felix yang begitu besar kepadanya membuat Darren kecil tidak merasa kesepian setelah kepergian Mommy nya Ashley untuk selama-lamanya. Kebahagiaannya bertambah tatkala Mika yang pernah disakitinya dengan cara memintanya pergi menjauh dari hidup Daddy nya datang mengulurkan tangan, memeluk dan mendekapnya layaknya seorang ibu. Kelembutan dan ketulusan Mika membuat Darren kecil sangat menyayangi dan menghormatinya. Kasih sayang Mika terhadap Darren memang tidak perlu diragukan lagi terlihat dari cara ia mendidik dan merawat Darren sampai sekarang menjadi salah satu pria sukses yang disegani dalam dunia bisnis.
Darren kecil berjanji dalam dirinya sendiri akan selalu membuat Mommy nya bangga dan bahagia. Ia tidak akan membiarkan air mata kesedihan mengalir diwajah Mommy nya itu. Lalu bagaimana dengan sekarang? Apa janji Darren kecil itu masih bisa ditepatinya.
Darren menghela nafasnya panjang. Ia mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana tidak frustasi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah membuat Mika kecewa. Tapi kenyataannya sekarang bukan hanya membuat wanita itu kecewa ia juga sangat merasa berdosa terhadap wanita itu karena sudah berani mencintai putri dari wanita yang sudah merawatnya itu dengan baik. Ya jika Feli mencintainya dalam diam yang menurut versi Feli tentunya, maka Darren jauh lebih dulu mencintainya. Darren menyukai Feli sejak usianya 13 tahun.
Sebelum Feli menyukainya, Darren mampu menyembunyikan perasaannya itu terhadap Feli. Ia masih bisa bersikap layaknya seorang kakak kepada adiknya. Awalnya ia mengira perasaannya terhadap Feli hanya lah sebatas cinta monyet yang akan menghilang seiring berjalannya waktu. Tapi dugaannya itu salah karena semakin hari cintanya terhadap Feli semakin besar dan menggila. Darren menggila ia tidak tahu lagi harus melakukan apa terhadap perasaannya itu. Karena ia tahu takdir tidak akan mungkin berpihak padanya. Takdir tidak akan mungkin mempersatukan mereka. Karena Feli yang disukainya mungkin hanya akan menganggapnya sebagai seorang kakak. Tidak lebih. Menyakitkan tapi juga sedikit melegakan bagi Darren. Dengan begitu ia masih bisa menyembunyikan perasaannya. Belajar perlahan mengikis perasaannya terhadap Feli dengan cara berkencan dengan beberapa wanita. Berkencan dengan beberapa wanita ternyata cukup berhasil mengalihkan perasaannya terhadap Feli. Dan begitu ia menyelesaikan study nya ia memilih pindah. Mungkin saja jika berada ditempat yang bebeda bisa menghilangkan perasaannya terhadap Feli.
Tapi kembali dugaan dan perkiraannya salah total sejak kejadian mantan kekasihnya menculik Feli. Ia marah dan ketakutan yang sangat luar biasa menyerangnya. Dan ketika saat pertama ia mendengar Feli menyebut namanya tanpa embel-embel kakak. Ia serasa melayang. Suara Feli yang menyebut namanya menggelitiki hati dan fikirannya. Ia bahagia tatkala Feli menunjukkan perasaannya terhadap Darren. Perasaan suka terhadap lawan jenis. Tapi disaat bersamaan ia juga merasa frustasi. Karena sekarang selain mengontrol dirinya ia juga harus mampu mengendalikan akal sehat Feli jika tidak ingin Mommy nya shock dan kecewa. Dan percayalah mengendalikan akal sehat Feli cukup menguras tenaga dan perasaannya karena Feli semakin kesini semakin terang-terangan menunjukkan perasaannya terhadap Darren. Untungnya Feli wanita yang kurang pintar, IQ nya dibawah rata-rata Darren tidak ingin secara gamblang mengatakan bahwa wanita yang dicintainya itu bodoh sehingga tidak menyadari perasaan Darren terhadap dirinya. Jika saja Feli tahu dan menyadari perasaan Darren terhdapnya, ia yakin Feli akan melamarnya dan mengajaknya menikah. Darren pria normal, tak jarang ia merasa goyah dan menyerah. Tapi kembali wajah Mika dan Felix terbayang difikirannya. Betapa tidak tahu balas budinya ia yang berani mencintai putri kesayangan mereka. Betapa serakahnya ia yang sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Felix dan Mika tapi masih mengharapkan Feli menjadi miliknya.
"Akhhhh..." Darren mengacak rambutnya frustasi.
"Rambut yang diacak, hati yang berantakan"
Darren segera memutar kursinya begitu mendengar suara wanita yang baru saja menyindirnya. Rachel berdiri dengan senyum meremehkan diwajahnya.
Sejak kapan wanita ini masuk kesini, kenapa aku tidak menyadarinya.
"Ada apa kau kemari?" tanya Darren datar
__ADS_1
"Ciihh..aku datang karena mendengar alarm yang mengatakan kau sedang membutuhkanku"
Darrren terkekeh dan mengangguk
"Kau memang selalu bisa ku andalkan. Tapi kenapa kau dan Feli suka sekali memakai pakaian kurang bahan dan memamerkan perut kalian itu" Darren menatap perut datar Rachel. Rachel biasa saja dan tidak merasa risih sedikit pun.
"Feli benar. Kau menyebalkan. Pantas saja ia tidak pernah mengizinkan mu mengunjunginya saat bekerja. Bisa-bisa kau membakar studio dan seluruh propertinya" Rachel duduk di di sofa.
"Feli tidak ikut bersama mu?" Pertanyaan yang dari tadi ingin ditanyakan nya sejak melihat Rachel berdiri diruangannya.
"Tidak. Dia pergi makan siang bersama Allan Willson" Tanpa melihat wajah Darren, Rachel tahu Darren pasti sedang menggeram kesal. Rachel tertawa dalam hati.
"Allan Willson?" Darren memastikan
"Ya. Bukankah dia juga rekan bisnismu?" Rachel menatap geli raut wajah Darren
"Kenapa Feli bisa pergi bersamanya?" Darren tidak bisa menyembunyikan kekesalannya
"Tuan Willson mengontrak Feli untuk jadi brand ambasador salah satu produknya" jelas Rachel yang benar adanya.
"Kenapa kau menerimanya?" hardik Darren melampiasakan kekesalannya
"Bukankah sudah ku katakan padamu, sebelum menerima tawaran perusahaan yang mau mengontrak Feli harusnya kau bertanya dulu padaku?"Darren mendelik kesal.
"Aku lupa. Harga yang ditawarkan Tuan Willson sangat fantastis" aku Rachel jujur
"Apa Uncle Roland sudah bangkrut?" sarkas Darren
Rachel terkekeh
"Kau cemburu?"
Darren bungkam
"Oh astaga Darren wajahmu sangat menggelikan jika cemburu begitu. Dan kau tahu ini bukan pertama kalinya aku menerima tawaran tanpa persetujuaanmu. Tapi responmu kali ini sungguh diluar dugaanku. Apa karna ia seorang Allan Willson?" Rachel mengangkat kedua alisnya.
"Sudah lah lupakan, kenapa Feli juga mau makan berdua dengannya" gerutu Darren
"Kau cemburu karena merasa tersaingi" tebak Rachel
__ADS_1
"Tutup mulutmu Rachel Bellerine"
Rachel tertawa puas.
"Aku tidak menyangka seorang Darren McKenzie juga punya sisi rasa tidak percaya diri. Oh Darren ingin sekali aku mengabadikan wajahmu ini" Rachel segera mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan wajah cemburu Darren. Darren yang melihat Rachel berniat mengambil fhotonya malah memasang berbagai pose menggelikan.
"Aku mendengar kau memutuskan hubunganmu dengan Stevy?" Rachel meletakkan ponselnya dimeja.
"Hmm.. Feli memintanya" jawabnya enteng tanpa beban lalu berjalan kearah sofa tempat Rachel duduk.
"Mau sampai kapan kau terus begini. Kenapa kau tidak mencoba membicarakannya dengan dengan Daddy Felix dan Mommy Mika" Rachel menjeda ucapannya. Dari ia kecil ia memang sudah terbiasa memanggil Felix dengan sebutan Daddy karna Felix yang memintanya dan menyebut Mika sebagai Mommy karna Mika adalah sahabat Mommy nya Keyra.
"Mungkin saja mereka bisa mengerti dan mungkin juga kau beruntung mereka menerima mu sebagai menantu, walaupun sebenarnya kemungkinannya kecil mengingat Daddy yang sangat mencintai Feli" lanjutnya lagi.
"Apa aku tidak akan terlihat serakah Rachel?"
"Tentu saja kau terlihat serakah" jawab Rachel jujur yang membuat Darren mendelik kesal.
"Tapi apa salahnya mencoba. Kau dan Feli saling mencintai. Mau sampai kapan kalian memendam cinta kalian masing-masing"
"Aku takut Mommy kecewa dan yang lebih ku takutkan adalah Feli. Apa mungkin perasaannya akan tetap sama setelah tahu kebenarannya. Kebenaran bahwa aku bukan kakaknya dan bahwa aku terlahir kedunia ini karena kesalahan dan Daddy Felix yang sudah.. akhh membayangkan bagaimana perasaannya setelah mengetahui kenyataannya saja membuatku takut. Kau tahu Feli sangat mencintai Daddy"
"Kenapa nasibmu begitu menyedihkan" Bukannya menguatkan Darren Rachel malah menegaskan fakta bahwa Darren memang terlihat sangat menyedihkan
"Kau tahu Rachel, aku terkadang berfikiran konyol berharap cinta itu ada lalu lintasnya. Jadi aku tahu kapan harus maju, pelan-pelan dan berhenti"
Rachel terkekeh mendengar kalimat konyol sahabatnya itu.
"Aku tidak yakin kau bisa berhenti Darren. Aku sudah melihatnya 15 tahun bukan waktu yang sebentar. 15 tahun kau memendamnya. Memendam perasaanmu pada Feli. Bagaimana jika kau coba mengatakan kepada Feli saja secara perlahan. Aku yakin Feli akan sangat bahagia mengetahui bahwa kau bukan kakaknya. Ia akan berteriak histeris bahwa cintanya terhadapmu bukan cinta terlarang karena kalian tidak ada hubungan darah sama sekali" Rachel mencoba memberikan idenya. Ide yang sama yang sudah beribu-beribu kali ia katakan. Ia dan Darren tidak tahu saja jika Feli dari awal memang sudah mengetahui bahwa Darren bukan kakak sedarahnya. Lalu siapa yang membodohi siapa disini?
"Dan secara perlahan juga rahasia itu akan terbongkar dan Feli yang akan tersakiti" Dan beribu kali juga Darren mejawab hal yang sama.
Bagaimana reaksi Darren jika tahu bahwa dari awal Feli memang sudah mengetahui bahwa mereka tidak ada hubungan darah? Apa ia masih bisa mengendalikan perasaannya?
Dan bagaimana reaksi Feli jika mengetahui bahwa Darren juga sudah mencintainya jauh sebelum ia mencintai Darren bahkan mengetahui bahwa Darren sudah tahu bahwa ia bukan anak Felix.
__ADS_1
T.B.C