Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
47. Honeymoon


__ADS_3

Kanada adalah tempat yang Darren dan Feli pilih untuk bulan madu mereka. Begitu acara malam pertama mereka gagal karena tamu bulanan Feli, esoknya mereka langsung terbang ke Kanada.


Perjalanan panjang yang cukup melelahkan terbayarkan sudah dengan pemandangan yang menakjubkan sepanjang perjalanan mereka dari Calgary menuju danau Louise yang terletak di kota wisata bernama Banff. Banff adalah kota yang benar-benar indah. Darren dan Feli menghabiskan waktu yang menyenangkan. Hampir semua tempat wisata yang disajikan mereka coba. Berkuda, ski, hiking, bersepeda hingga tur helikopter mereka lakukan untuk melihat dan menikmati pemandangan indah pegunungan dari atas.


Dan yang paling indah dari semua itu adalah pesona danau Louise yang sungguh sangat memukau. Danau Louise dikelilingi rimbunnya hutan pinus dan pegunungan Rocky membuat suasana romantis makin terasa ditambah lagi dengan tempat hotel mereka menginap yang menghadap langsung ke danau menambah lengkap romansa yang tercipta. Tapi sayang keindahan itu akan segera berakhir karena besok mereka harus kembali ke Newyork.


"Kau menyukainya?" Darren memeluk Feli dari belakang.


Feli menghirup dalam udara segar yang menerpa wajahnya.


"Bukankah di sini sangat indah" Feli mengusap lengan Darren yang merangkulnya.


"Aku jadi ingin tinggal di sini" lanjutnya.


"Akan lebih indah jika kita bisa melewati malam panjang yg erotis" gumam Darren yang masih bisa didengar oleh Feli.


Feli terkekeh mendengar penuturan Darren, ia tahu bagian malam pertama adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh Darren dan mungkin semua pria juga seperti itu.


Feli memutar tubuhnya agar bisa menatap wajah Darren. Feli berjinjit mengecup bibir Darren.


"Bersabarlah, ini hanya beberapa hari"


Darren tersenyum lalu menarik Feli ke dalam pelukannya.


"Tentu saja aku sangat sabar sayang. Bukankah aku sudah pernah menunggu lebih lama dari ini. Kau tentu tahu sebesar apa kesabaranku. Menunggu beberapa hari lagi tidak akan menjadi masalah bagiku."


"Sudahlah..ini malam terakhir kita di sini. Mari kita nikmati dengan makan malam romantis" Darren menggandeng tangan Feli menuju restoran hotel.


Darren dan Feli makan malam di restoran hotel disebuah ruangan khusus yang menampilkan pemandangan danau dari bingkai jendela berkaca tinggi. Terdengar alaunan piano dan saxofon yang dimainkan oleh beberapa pemusik menambah suasana romantis malam ini.


"Kau tidak ingin bernyanyi untukku Maxston?" Feli menatap wajah tampan Darren.


Darren tersenyum


"Apa kau sangat menyukai suaraku yang tak seberapa itu"


Feli mengangguk mantap


"Tidak ada yang lebih indah dari suaramu" gombal Feli


"Tapi suara eranganku lebih indah sayang, aku yakin telingamu akan hamil begitu mendengarnya" Darren mengerling nakal


"Apa kau sungguh sudah memastikan darah Daddy tidak mengalir di tubuhmu?"


Darren terkekeh lalu beranjak dari tempatnya menuju panggung. Ia duduk dihadapan sebuah piano yang cukup besar


Oh, her eyes, her eyes make the stars look like they're not shinin'


Oh, matanya, matanya membuat gemintang tampak tak bersinar

__ADS_1


Her hair, her hair falls perfectly without her tryin'


Rambutnya, rambutnya tergerai sempurna tanpa dia sengaja


She's so beautiful


Dia begitu cantik


And I tell her everyday


Dan kukatakan itu padanya setiap hari


Yeah, I know, I know when I compliment her, she won't believe me


Yeah, aku tahu, aku tahu saat aku memujinya, dia tak percaya


And it's so, it's so sad to think that she don't see what I see


Dan sungguh, sungguh menyedihkan tahu dia tak melihat yang kulihat


But every time she asks me do I look okay?


Namun tiap kali dia bertanya padaku apa aku tampak cantik?


I say


Kukatakan


Saat kulihat wajahmu


There's not a thing that I would change


Tak ada sesuatupun yang akan berubah


'Cause you're amazing


Karna kau mempesona


Just the way you are


Apa adanya dirimu


And when you smile


Dan saat kau tersenyum


The whole world stops and stares for awhile


Dunia berhenti berputar dan memandangimu sebentar

__ADS_1


'Cause girl, you're amazing


Karna sayang, kau mempesona


Just the way you are


Apa adanya dirimu


Feli tersenyum haru mendengar lagu Bruno Mars yang dinyayikan pria yang menikahinya beberapa hari yang lalu. Sungguh ia merasa teramat dicintai oleh Darren.


"Sayang, aku ingin mengatakan sesuatu. Kau tahu sayang, aku masih tidak percaya bahwa aku sudah mendapatkanmu. Jika ada yang mengatakan kau tidak pantas untukku, maka yang mereka katakan adalah salah. Akulah yang tidak pantas untukmu. Kau melebihi segalanya di dunia ini. Kau teramat penting dalam hidupku. Kau segalanya bagiku. Kaulah hidupku. Aku tidak akan ada artinya tanpa hadirmu. Melihat senyummu membuatku jatuh cinta berulang kali. Apapun yang terjadi aku mohon jangan pernah meninggalkanku"


Feli terharu mendengar ketulusan dan tatapan lembut yang ditujukan Darren kepadanya.


"Aku tidak bisa membayangkan dirimu bersama orang lain yang bukan aku, Oh membanyangkannya saja sudah membuatku menggila"


"I love you Feli"


"Terima kasih sudah datang di hidupku dan bersedia mendampingiku" Darren mengecup lembut pipi Feli.


Feli tersenyum, air mata masih mengalir di wajahnya. Bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan. Wanita mana yang tidak akan bahagia mendapatkan begitu banyak cinta dari pria yang kau cintai juga.


Feli langsung memeluk Darren.


"I love you more" bisiknya sebagai balasan.


Darren membalas pelukan Feli tidak kalah erat. Ia sangat sungguh mencintai wanita dalam dekapannya itu.


"I love you the most" Darren tidak mau kalah.


"Aku punya sesuatu untukmu" bisik Feli tanpa melepaskan pelukannya. Ia lalu mendongak menatap kedua mata Darren lalu kemudian membenamkan wajahnya kembali di dalam dada Darren.


"Mensturasiku sudah selesai"


Mata Darren seketika melebar. Ia melepaskan pelukannya.


"Benarkah? Oh Feli..."


"Ini akan menjadi bulan madu terindah"


Darren langsung menarik tengkuk Feli. Mencium bibir Feli. Menyesap manisnya bibir Feli yang selalu berganti rasa itu dan tentu saja Darren sangat menyukainya.


Feli tiba-tiba melepaskan ciumannya.


"Darren..orang-orang memperhatikan kita" Feli melihat sekeliling


"Maaf" jawab Darren dengan tersenyum. Hasratnya sudah menggebu. Matanya masih terpejam menikmati sensasi ciuman yang tidak pernah membuatnya merasa puas itu.


Darren segera menggendong Feli.

__ADS_1


"Mari kita memulai apa yang tertunda beberapa hari yang lalu sayang. Ouh ini akan menjadi bulan madu terbaik" Darren menyeringai. Sungguh ia sangat bersemangat untuk menciptakan Maxston-Mxston kecil yang akan mewarnai hidup mereka.


T.B.C


__ADS_2