Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
80. BonChap 2


__ADS_3

"Kenapa bisa seperti ini?" Felix menatap Darren dengan tajam, wajah kalut dan ketakutan Darren, Felix abaikan.


"Jangan menatapnya seperti itu, kau tidak melihat dia sedang khawatir dan juga ketakutan" Mika menegur suaminya itu.


Feli sedang berada di ruang bersalin, persalinannya maju 2 minggu dari yang diperkirakan.


"Aku yakin putramu itu menggerayangi tubuh putriku lagi. Bukankah seharusnya kau sudah tahu usia kehamilan 37- 42 minggu itu tidak dianjurkan berhubungan intim, karena bisa mengakibatkan persalinan dini, dan itulah yang terjadi pada putriku di dalam sana" jelas Felix seperti mendadak menjadi seorang Dokter.


"Maafkan aku, aku sungguh tidak bisa mengendalikan diriku. Dan ini juga salahmu, Dad" Darren mendelik kesal ke arahnya.


"Kenapa kau harus menyuruhku ke luar negeri mengurusi bisnismu selama berminggu-minggu dan salahkan juga putri cantikmu itu, disaat aku sudah berpuasa berminggu-minggu, begitu aku pulang dia malah menyambutku dengan lingerie tipis tembus pandang yang memperlihatkan perut buncitnya yang seksi itu. Dan itu membuatku sungguh tidak tahan untuk tidak melahapnya, Dad"


"Katakan bahawa aku boleh membunuhnya, sayang" Felix mengadu kepada istrinya.


"Ya, lakukanlah, sayang. Jika kau tidak sanggup maka biarkan aku yang membunuhnya" Mika kini menatap Darren dengan kesal. Sungguh ucapan konyol Darren membuatnya ingin tertawa dan marah dalam waktu bersamaan. Entah kapan para pria di rumahnya bisa mendewasakan diri mereka.


"Mom" erang Darren.


"Tn. Maxston" panggilan perawat membuat Darren menoleh cepat, dan segera berjalan mendekati perawat tersebut begitu juga dengan Mom dan daddy-nya.


"Apa istriku, baik-baik saja?"


"Istri Anda, ingin anda menemaninya, sir"


Darren segera masuk dan ia langsung meringis begitu melihat wajah Feli yang sedang kesakitan sudah bermandikan peluh.


"Sayang" Darren menggenggam tangan Feli yang sudah berkeringat dingin. Darren segera menyeka keringat di dahi Feli.


"Apa begitu menyakitkan?" tanyanya lagi.


Feli memaksakan diri untuk tersenyum, tapi ia gagal, karena sungguh sakit yang ia rasakan sangat luar biasa.


"Bukankah aku harus kuat, anak-anak kita juga sedang berjuang. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka"


"Ya, kau adalah wanita yang kuat, aku yakin anak-anak kita akan bangga memiliki ibu sepertimu dan tentu saja kami sangat mencintaimu" Darren mengusap kepalanya dengan lembut. Ya, Feli memang mengandung bayi kembar.


"Apa kau merasa takut?"

__ADS_1


Feli menggeleng lemah


"Kau di sampingku, tidak mungkin aku merasa takut. Dan melahirkan itu suatu anugerah, Darren, bukan suatu hal yang membuatku takut," ucap Feli bijak, membuat Darren merasa bangga, dan ketakutannya berangsur menghilang.


"Arggghhhh" tiba-tiba Feli berteriak kesakitan.


"Ada apa? kenapa? katakan dimana yang sakit sayang?"


"Ouh, kepalanya sudah terlihat, tarik napas dan hembuskan, dan mengejanlah begitu anda meraskan ada dorongan Nyonya" anjur sang Dokter.


"Ouh, aku merasakan mereka sebentar lagi akan keluar" Feli mencengkram tangan Darren dengan begitu kuat hingga tangannya terlihat memutih. Darren yang melihat kondisi dan perjuangan Feli untuk menjadi seorang ibu itu, Darren tidak kuasa menahan tangisannya, sungguh ia tidak sanggup melihat kesakitan yang ditanggung oleh Feli. Melihat perjuangan Feli, yang sedang melahirkan, ia menyadari bahwa kekuatan seorang ibu itu sangat besar dari apa pun.


"Percayalah sayang, kau pasti bisa melakukan semuanya dengan baik, kau adalah ibu yang hebat. Dan kau tahu sayang, jika kau bisa melaluinya dengan baik, kau bisa melihat senyum anak-anak kita dan memeluknya. Jadi kau harus kuat" Darren memberikan kecupan di dahinya.


Dan tangisan bayi pertama mereka pun terdengar, disusul 3 menit kemudian, bayi kedua mereka pun lahir. Dan keduanya berjenis kelamin laki-laki. Perawat pun membawanya untuk membersihkannya.


"Kau luar biasa, sayang. Kau berhasil melakukannya!"


"Aku bangga padamu, terima kasih sudah melahirkan anak-anak kita ke dunia, sayang."


"Terima kasih telah membuatku menjadi pria, suami, dan seorang Daddy," Darren membanjirinya dengan kecupan.


"Kau benar-benar mengagumkan, sayang. Aku mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu" Feli tersenyum, seraya mengusap wajah pria yang selalu memberinya kebahagiaan itu.


"Tuan, ini putra, Anda"


Perawat memberikan putranya kepada Darren dan juga Feli.


"Hi, sayang. Ini, Mom"


"Selamat datang, jagoan"


🌴🌴


Kediaman McKenzie sekarang bukan hanya teriakan Feli lagi yang terdengar. Tapi tangisan dan kicauan dari anak kembar Feli dan Darren. Gerrald dan Gerrel Lionel Maxston, nama yang mereka berikan untuk putra kembarnya.

__ADS_1


Al dan El, begitulah cara Felix dan Mika memanggil keduanya. Masa tua mereka benar-benar lebih berwarna dengan kehadiran kedua cucunya itu.


"Grandma"


"Grandpa"


Al dan El berlari, menghampiri keduanya.


Felix dan Mika kompak berjongkok untuk menyambut kedatangan cucu kesayangan mereka itu lalu memeluknya.


"Apa kalian datang, ingin menitipkan kedua cucuku ini lagi" Felix mendelik ke arah Darren dan Feli, yang kompak mengangguk dan terkikik geli.


"Ayolah Dad, aku dan Feli, perlu memproduksi adik buat Al dan El, dan bukankah kau dan mom, juga sangat menginginkan cucu perempuan. Aku dan Feli, akan berusaha membuatnya, Dad"


"Aku menginginkan cucu perempuan dari Mike, bukan kau, sialan!"


Mike yang dari tadi duduk dengan tenang di kursinya mendengus.


"Ck, biarkan Darren dan Feli, dengan tenang memproduksi bayi perempuan buat kita, Dad, bukankah mereka terlihat sangat mencintaimu, mereka sedang berusaha mengabulkan keinginanmu, dan kau Darren, rajinlah mengkonsumsi telur, salmon, kacang dan susu dan ya, sayur berdaun hijau, yang kaya akan vitamin dan mineral karena itu sangat baik untuk kelangsungn sp*rma dengan kromosom X" Mike pun memberikan wejangannya sebagai seorang Dokter.


"Tapi kami juga menginginkan cucu darimu, Mike" gumam Mika.


"Ya, Mom" Mike berdiri dan mengambil alih El, dari gendongannya. Ia lalu merangkul tubuh mommy-nya itu.


"Aku akan memberikan sebanyak yang kalian inginkan, begitu aku menemukannya."


END


Akhirnya Bukan Cinta Terlarang, selesai juga. Terima kasih semuanya, buat para readers yang selalu memberikan dukungan. Dan bagi yang penasaran dengan cerita Mike O'Neil McKenzie, silahkan mampir ke lapaknya, Unspoken Heart


ATAU Atau bisa juga mampir ke karya saya yang lainπŸ™πŸ™πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


😁 You Are Special (End)


πŸ˜† Mine (End)


πŸ˜‰Menikahi Pria Tidak Sempurna (On Going)

__ADS_1


πŸ˜… Kemelut Cinta (On Goin)


__ADS_2