Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
46. Malam Pertama 1


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Hari pernikahan Feli dan Darren. Hanya Darren dan Tuhan yang tahu betapa bahagianya ia hari ini. Hari bersejarah baginya dan juga Feli, hari dimana ia dan Feli bersatu dalam ikatan suci yang dinamakan pernikahan.


Menikahi Feli seperti mimpi indah yang menjadi nyata baginya. Apa lagi yang membahagiakan dari ini semua. Menikahi orang yang kau cintai sepenuh hatimu adalah keinginan semua orang. Darren berjanji akan membahagiakan Feli seumur hidupnya, memproduksi anak sebanyak mungkin. Ouh membayangkan suara tangisan seorang bayi membuat Darren lebih bersemangat untuk bekerja keras nanti malam..


"Kenapa Daddy harus mengundang tamu sebanyak ini" protes Darren begitu Daddy nya berdiri dihadapannya.


"Daddy butuh amplop yang banyak untuk mengembalikan modal yang Daddy keluarkan untuk pernikahan kalian" Jawaban enteng Felix membuat Darren dan Feli kompak memutar bola mata mereka


"Perhitungan seperti biasa" cibir Darren


"Sayang, apa kau merasa kelelahan?" Darren menatap Feli


"Jika kau lelah kita bisa istrihat dulu"


Felix mendengus


"Bilang saja pesawat tempur mu sudah merasakan sesak dibawah sana" Felix mengejek dengan sangat frontal tanpa mempedulikan Feli


Darren terkekeh mendengar sindiran Daddy nya itu yang memang benar adanya. Ia memang sudah tidak sabar ingin memakan habis istrinya ini. Dan tamu-tamu terhormat nya seperti nya tidak peduli dengan hasrat menggebu yang dirasakannya karena masih banyak dari mereka yang enggan untuk pergi.


"Kau memang sangat mengenalku Dad. Dan kau tahu Dad, pesawat tempur ku ini memang sudah sangat membutuhkan landasannya" Darren mengerling nakal pada istrinya.


"Tapi sepertinya landasan pesawat tempurmu sepertinya belum siap" Mommy nya Mika datang menghampiri. Ia melihat wajah putrinya yang merasakan kegugupan.


Kata-kata Darren yang mengatakan akan memakannya sampai habis terngiang-ngiang ditelinganya. Feli yakin itu bukan hanya sekedar ucapan mengingat Darren sudah menunggu lama untuk malam ini. Feli menyadari dirinya tidak akan bisa kabur dari situasi ini tanpa adanya keajaiban.


Feli sadar betul tujuan laki-laki yang menggenggam tangannya itu yang sekarang sudah menjadi suaminya adalah untuk melandaskan pesawat tempurnya malam ini. Selama ini pesawat tempur milik suaminya itu selalu mendarat di landasan yang salah.


Setelah usaha suaminya menahan selama ini, Feli yakin Darren akan menyerangnya dengan ganas dan brutal.


"Hei setan penggoda, kenapa kau merasa gugup. Bukan kah tadi kau sangat percaya diri dan mengatakan tidak sabar untuk nanti malam" Bisik Darren ditelinga Feli. Tapi tidak bisa dikatakan berbisik karna pada kenyataan nya Mommy dan Daddy nya mendengarnya.


"Percayalah, tanganku sudah gatal untuk menggendongmu dan membawa mu ke kamar kita" lanjutnya yang langsung mendapat toyoran dikepalanya dari Daddy nya.


"Mommy dan Daddy mertuamu masih di sini dan kau dengan lancang nya menunjukkan keganasan mu dihadapan kami" Felix mendelik kesal


"Aku belajar darimu, Dad" jawab Darren datar

__ADS_1


"Feli sayang, kau masih bisa mengubah fikiranmu. Jika kau takut kau bisa pulang bersama Mommy dan Daddy sayang" Felix menatap putrinya itu, berusaha merasuki putrinya. Sangat kekanakan sekali bukan?


"Dad, jangan mengotori otak istri ku dengan kata-kata mu" decak Darren yang membuat Felix dan Mika terkekeh.


¤¤¤¤¤¤


"Sayang, apa kau masih lama di dalam sana?" Suara dan ketukan Darren mengejutkan Feli yang masih mengenakan gaun pengantinnya dikamar mandi mewah itu.


"Jika kau kesulitan dalam membuka gaun indahmu itu, aku tidak keberatan untuk membantumu, sayang"


"Apa kau masih merasa gugup sayang?"


"Jangan takut sayang, aku tidak akan langsung memakanmu. Aku hanya akan menggigit kecil sayang" ucapan Darren membuat Feli bergidik ngeri.


"Oh God, kata-katanya membuatku semakin takut" gumam Feli. Ia tidak tahu kemana perginya keberaniannya yang menggoda Darren tadi.


"Aku menunggumu sayang dan kau tahu aku sudah sangat sabar" Darren sengaja menggoda. Ia tahu Feli sangat gugup saat ini mengingat ini adalah yang pertama buat istrinya. Sejak ia dan Feli masuk ke kamar pengantin mereka, Feli langsung masuk ke dalam kamar mandi dan belum keluar sejak satu jam yang lalu.


Feli menghela nafasnya. Sepertinya ia memang tidak bisa lari dari situasinya malam ini. Seperti yang dikatakan Daddy nya Darren layaknya singa jantan yang kelaparan. Feli menelan salivanya dengan susah payah. Dengan lapang dada ia melepaskan gaun pengantinnya. Keajaiban yang ia harapkan tidak akan pernah ada untuk menyelamatkannya.


Sebelum menikah ia selalu menggoda Darren untuk membuat anak. Tapi setelah dihadapkan pada situasi dalam proses pembuatan Maxston- Maxston kecil ia merasakan gugup yang luar biasa.


Feli tiba-tiba tersenyum begitu melihat bercak darah tercetak dalam gaun putihnya itu.


10 menit kemudian Feli keluar dari kamar mandi mengenakan piyama tidurnya.


Darren langsung menarik Feli hingga Feli terbaring diatas ranjang. Darren menguncinya dengan tubuhnya. Feli kini berada dibawah kekuasaannya. Ia berada diatas tubuh wanita itu.


"Apa yang membuatmu begitu lama, honey? Aku kira kau akan keluar dengan keadaan polos" bisik Darren dengan suara serak karna nafsunya memang sudah berada di ujung tanduk.


Darren mendekatkan wajah mereka lalu mengecup bibir Feli singkat


"I love you Mrs. Maxston" bisik Darren lalu kemudian menyerang bibir Feli dengan lebih mendesak


"Darr..ren..."


Darren langsung membungkam mulut Feli ketika tahu istrinya itu akan protes dan menunda hal yang ingin ia lakukan sejak lama, sejak ia memandang Feli sebagai wanita.

__ADS_1


Darren mulai melancarkan aksinya. Menjamah seluruh tubuh istrinya itu. Feli bahkan kewalahan menghadapinya. Tapi ia harus menghentikan suaminya itu sebelum suaminya itu semakin menggila.


"Pipisku berdarah, kita tidak bisa melakukannya" Akhirnya kalimat itu terucap dari mulut Feli. Feli meringis melihat wajah suaminya yang terlihat bodoh.


"Kau bercanda?!"


Feli mengangguk.


"Dan aku tidak membawa pembalut, Darren" ringisnya.


Darren menghela nafas dalam. Ia mengacak rambutnya frustasi lalu menatap istri tercintanya itu.


"Aku akan membelikanmu diapers maksudku pembalut setelah aku menidurkan adik kecilku kembali" Darren menunjuk kebagian bawah tubuhnya yang terlihat sesak.


Wajah Feli merona melihat tonjolan dibalik celana itu. Hanya melihat tonjolan saja bisa membuat Feli membayangkan seberapa besar pesawat tempur milik Darren. Ia tidak yakin landasan miliknya muat menampung pesawat tempur Darren.


"Kau mau kemana?" tanya Feli ketika melihat Darren berjalan.


"Mandi dan mengurus juniorku Feli" jawab Darren terdengar kesal.


Feli tergelak melihat wajah kesal suaminya itu.


"Lalu diapersku?"


Darren menghentikan langkahnya lalu berbalik.


"Aku tidak akan keberatan keluar dalan keadaan seperti ini tapi sayang percayalah akan banyak wanita di luar sana yang akan tergoda dan penasaran bagaimana rasanya perkututku ini" tunjuk Darren kearah senjatanya yang masih sesak.


"Aku bersumpah akan membuatmu tidak bisa berjalan selama berminggu-minggu setelah datang bulanmu selesai."


"Aku menantikan ancamanmu, suamiku"


"Dan I love you" teriak Feli.


Feli terdiam dan mengernyit karena tidak mendengar jawaban Darren. Feli baru akan berteriak kembali ketika pintu kamar mandi terbuka dan Darren mengeluarkan kepalanya.


"I love you too, honey" Darren mengerlingkan matanya seraya meniupkan sebuah ciuman jauh yang langsung di tangkap Feli dengan tangannya lalu membenamkannya di dadanya.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2