Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
55. Keluarga Maxston


__ADS_3

"Selamat pagi semua" teriakan Feli menggelegar di seluruh ruangan. Ia dan Darren baru saja turun dari kamar mereka.


"Oh betapa aku sangat merindukan teriakan ini" Felix menatap putrinya penuh kerinduan.


"Aku juga tidak menyangka aku bahkan merasa hidup setelah mendengar teriakan Feli" Mike membenarkan apa yang dikatakan Daddy nya.


"Kapan kau dan kakak ipar datang?" Mike menarik kursi agar Feli duduk disampingnya. Feli segera mencium pipi adik lelakinya itu.


"Semalam" jawab nya lalu duduk di kursi yang ditarik Mike untuknya.


"Bagaimana khabar mu dan keponakan ku" Mike mengusap perut Feli yang masih saja terlihat rata


Baik"


"Apa kau tahu Mike semalam Daddy dan Mommy berniat memberikan mu seorang adik lagi" Feli menatap Mommy dan Daddy nya bergantian dan yang ditatap hanya diam dan mendadak tuli. Felix dengan surat kabarnya dan Mika yang sedang menyeduh kopi buat suaminya.


"Biarkan saja. Dengan senang hati akan ku kebiri perkututnya" Mike menatap Daddy nya yang masih diam dan duduk manis. Stay cool adalah cara Felix dan Mika untuk menyembunyikan rasa malu mereka jika mengingat kejadian semalam. Anak dan menantu mu mengganggu aktivitas menyenangkan mu bersama istrimu. Adakah yang lebih memalukan dari itu?


"Minumlah" Darren memberikan susu hamil buat Feli.


"Dan kau anak muda, mau sampai kapan tangan mu melekat seperti cicak di perut istri ku?" Darren melepaskan tangan Mike dari perut Feli. Mike berdecak kesal dan Feli terkikik geli begitu juga dengan Felix dan Mike. Pria dirumah ini memang terlalu over terhadap para istri mereka


"Apa kau sangat merindukan ku?" Feli mengerling


"Hmmm..." Mike bergumam


"Dan aku pasti akan sangat lebih merindukan mu"


"Apa kau akan pergi?" Feli meminum susu hamil yang diberukan Darren


"Ya..aku akan melanjutkan study ku ke luar negeri" paparnya


"Kedokteran?"


"Hmm"


"Bagaimana dengan bisnis keluarga jika kau mengambil jurusan itu Mike" Darren menimpali


"Tidak usah khawatir aku juga akan mempelajarinya" jawab Mike seraya tersenyun kepada Darren


"Baguslah kalau begitu. Aku sudah tidak tahan dibawah naungan Daddy. Dia selalu mengancam akan memecatku"


"Dan kau tahu dia tidak akan benar-benar memecatmu. Bahkan jika kau mau Daddy lebih mempercayakan perusahaan kepadamu dibandingkan kepadaku. Kau membuat ku dalam situasi rumit Dude"


"Aku yakin kau akan menjadi pebisnis yang hebat. Darah McKenzie mengalir di tubuh mu. Dan tentu saja dengan profesi Dokter akan membuat mu menjadi lebih menawan. Aku yakin akan banyak wanita yang memohon padamu"


"Dan kau tahu aku tidak tertarik dengan itu"


"Jangan tersinggung Mike tapi sepertinya aku perlu memastikannya apa kau mempunyai orientasi yang menyimpang?"


"Kau meragukan ku Darren"


"Tentu saja pisang bongkok ku ini masih menginginkan kimcil dari seorang wanita"


"Wahh Mike satu tahun ku tinggalkan kau sudah berubah menjadi pria seperti Daddy. Mesum! Bukan kah sudah ku katakan jangan terlalu sering bergaul dengan Daddy. Lihatlah hasilnya jika sering bergaul dengan Daddy. Darren" Feli menunjuk suaminya.


"Adikku yang malang" lanjutnya seraya memeluk Mike


"Apa kau masih perjaka?" Feli mengurai pelukannya.


"Ya..aku sangat menyayangi aset ku ini. Hanya wanita istimewa yang bisa merasakannya" Mike mengerling

__ADS_1


"Syukurlah. Setidaknya kau tidak murahan seperti Daddy dan Darren" Feli menatap tajam kearah Daddy nya dan Suaminya.


"Kau melukai ku sayang" Darren mengerang


"Ku harap kau tidak lupa kau membodohi ku dengan sarung original yang seperti balon itu." hardik Feli


"Kenyataannya punya mu memang barang second seperti yang dikatakan Daddy"


"Aku selalu menggunakannya sarung nya pada wanita lain jadi sayang percayalah tidak ada yang merasakan kelembutannya secara langsung selain milikmu" Darren mengerling


"Kau ingin tidur diluar!"


"Sayang makan lah sayur dan buah ini agar kau dan bayi kita sehat. Aku juga membaca wanita hamil tidak boleh terlalu emosi karna itu bisa berbahaya buat bayi kita dan dirimu sayang. Dan tentu saja kau akan cepat tua jika marah-marah terus"


"Kau mendoakan ku cepat tua?" Felix, Mika dan Mike menonton perdebatan itu penuh antusias. Pertengkaran seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Selama ini Darren selalu mampu menenangkan Feli, Feli selalu luluh dihadapan Darren.


"Wanita hamil memang luar biasa" Mike bergumam


"Sepertinya Darren akan kalah" Felix tersenyum licik


"Tidak. Aku yakin putra ku yang akan menang" Mika tetap memihak Darren


"Sayang..semua orang pasti akan menua tapi kau tahu sayang sekalipun kau menua kau tetap yang terindah dimataku. Tanpamu hidup akan terasa membosankan jadi sayang dengarkan aku makan buah dan sayur nya agar kau dan anak kita sehat karena aku tidak ingin melihat mu sakit"


"Darren....kenapa kau manis sekali"


"Bawa aku ke atas ranjang" Feli merentangkan kedua tangannya meminta di gendong.


Felix dan Mike mengedipkan mata berkali-kali dengan wajah bodoh. Dan tentu saja Mika tersenyum penuh kemenangan. Feli terlalu mudah di tebak. Jika bagi Darren Feli adalah alasannya hidup, pusat semestanya maka bagi Feli Darren adalah oksigennya.


"Apa kau tidak menyadari dia sedang membual Feli" Felix berdecak kesal


"Jangan mengotori otak istriku Dad" Darren tersenyum iblis.


"Apa kau merasa aku mengotori otak mu sayang?" Darren membelai wajah Feli dengan tatapan lembut minta ingin dikarungkan


"Tidak! Kau hanya mengotori tubuhku dengan meninggalkan kissmark dimana-mana" jawaban Feli kembali membuat Felix naik darah


"Maxston, Daddy rasa kau sudah boleh membawa istri mu ini pulang"


"Sebelum nya mampir lah kerumah sakit. Sepertinya otak kalian bermasalah. Feli perlu cangkok otak agar lebih pintar sedikit dan kau perlu mencuci otak mesum mu itu agar lebih suci sedikit" Felix menatap Darren dan Feli bergantian dengan tatapan teramat kesal.


Ting Tong


Bunyi bel itu menghentikan Darren ingin membalas ucapan Daddy nya. Masih terlalu pagi untuk bertamu


"Apa ku mengundang seseorang Dad?" Tanya nya.


"Tidak. Mungkin itu Roland atau Raymond"


Tidak berapa lama maid yang membukakan pintu pun datang menghadap


"Tuan, di depan ada keluarga Maxston memaksa ingin bertemu dengan Tuan"


Felix, Mika dan Darren saling tatap. Tubuh Darren menegang begitu juga dengan Felix. Mika mengusap punggung suami nya itu. Ia tahu apa yang ada difikiran Felix


"Apa yang diluar sana adalah Maxston yang sama dengan Darren?" Pertanyaan Mike membuat mata tertuju kepada Felix


"Maafkan Daddy" lirihnya. Ia segera beranjak dari tempat.


"Sambutlah keluarga mu Darren" datar dan dingin begitu lah aura yang dikeluarkan Felix. Feli, Darren, dan Mike sampai dibuatnya tercengang. Tapi tetap saja mereka semua mengekor dibelakang Felix.

__ADS_1


"Maafkan kelancangan kami yang sudah mengganggu suasana pagi kalian Tuan Mc.Kenzie" ucap wanita tua berumur sekitar 75 tahun itu. Di usianya yang sudah tidak muda ia masih terlihat segar. Disamping kirinya berdiri seorang pria seumuran Fellix dan di kanannya seorang wanita yang juga sepertinya seumuran Felix. Dan dibelakang mereka ada beberapa pengawal berpakaian serba hitam


Apa mereka keluarga mafia? Darren, Feli, dan Mike membatin


"Tidak perlu sungkan seperti itu Ny. Maxston" Felix duduk dan diikuti semuanya.


"Apa dia cucuku?" Wanita tua itu menatap Darren penuh rindu. Melihat tatapan wanita itu darah Darren berdesir. Manik mata yang sama dengannya. Apa mungkin mereka keluarga Daddy nya Sean?


"Apa kau masih perlu bertanya Ny. Maxston. Bukankah kau harusnya sudah bisa menebak hanya dengan melihat wajahnya" jawab Felix tenang tapi percayalah didalam hati nya emosi nya sedang bergejolak.


"Siapa nama mu anak muda?" kristal bening itu jatuh dari mata indah wanita tua itu


"Darren" jawabnya singkat


"Kau mirip sekali dengannya" suara wanita tua itu bergetar


"Bolehkan aku memelukmu"


Darren menatap Daddy dan Mommy nya seperti anak kecil yang meminta persetujuan mereka. Felix dan Mika kompak mengangguk. Darren segera berjalan mendekati wanita itu lalu duduk disamping wanita itu begitu pria yang dismpingnya memberi tempatnya pada Darren


Wanita tua itu mengulurkan tangannya dan Darren segera menyambutnya. Jantung nya berpacu cepat dan tanpa ia sadari air matanya juga ikut jatuh. Ia menangis tanpa tahu apa yang ditangisinya.


"Kau mirip sekali dengannya"


"Sangat mirip" Wanita tua itu melepaskan pelukannya untuk bisa menatap wajah Darren lebih dekat


"Ny. Maxston adalah Mommy dari Daddy mu artinya ia adalah Grandma mu Darren" Darren menoleh menatap Daddy nya mendengar ucapan Daddy nya itu. Ia beralih menatap Mika dan Mika menganggukkan kepalanya.


"Grandma" suara Darren bergetar. Ia menatap lekat wanita tua itu. Wanita tua itu mengangguk dan detik berikutnya Darren memeluk wanita itu kembali. Bahagia? tentu saja Darren bahagia. Selama ini ia tidak menyangka masih memiliki keluarga dengan darah yang sama. Darren kehabisan kata-kata tidak tahu harus mengatakan apa. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk erat wanita tua itu dalam pelukannya.


"Pulang lah bersama Grandma sayang. Grandma membutuhkanmu" dan mendadak suasana terasa sangat mencekam. Darren melepaskan pelukannya mengusap air mata diwajah keriput wanita itu


"Aku sudah menikah Grandma"


"Biarkan aku memperkenalkan istriku"


"Dan kau tahu Grandma istriku sedang mengandung cicit mu" Darren tersenyum bangga dan wanita itu terkekeh mendengarnya dan terlihat raut wajah berbinar diwajahnya.


"Sayang kemarilah" Darren meminta Feli agar mendekat kepadanya. Tanpa diminta dua kali Feli beranjak dari tempatnya. Ia tersenyum begitu ia berdiri dihadapan Darren dan Grandma nya


"Hai Grandma aku Felicia Breyonna Mc.Kenzie istri dari cucumu yang tampan ini" Feli mengusap wajah Darren. Wanita tua itu mengangguk dan tersenyum


"Kemari dan peluk Grandma sayang" pinta wanita tua itu. Feli segera memeluknya.


"Lalu siapa Aunty dan Uncle ini Grandma?" tanya Feli begitu ia melepaskan pelukannya


"Wanita cantik itu adalah putri ku. Adik kembar dari Sean Daddy nya suami mu" jelasnya


"Dan pria ini adalah suaminya" menunjuk pria yang seumuran Daddy nya itu.


"Bagaimana apa kau akan pulang bersama Grandma?" Kembali wanita tua itu bertanya yang membuat Darren kembali menatap Mommy dan Daddy nya. Ia mengerutkan dahinya begitu melihat ekspresi datar yang ditunjukkan Daddy nya. Ekspresi yang selalu Daddy nya tunjukkan saat menghadapi rival bisnisnya.


"Maafkan aku Grandma aku tidak bisa memutuskannya sekarang. Aku perlu berbicara dengan keluarga ku terlebih dahulu" ucapnya penuh hati-hati takut wanita itu tersinggung.


"Baiklah sayang Grandma akan menunggu keputusanmu. Tapi percaya lah wanita tua ini sangat membutuhkanmu" tersirat kekecewaan dan kesedihan dalam suaranya.


"Baiklah, seperti nya kami harus permisi sekali lagi maafkan kelancangan kami yang tidak tepat waktu untuk bertamu ini" wanita tua itu menatap Felix dan Mika bergantian. Felix hanya mengangguk, tidak berkata apa pun.


Felix menatap Darren begitu keluarga Maxston pergi. Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dengan tatapan mata yang beradu.


Kenapa selama ini Daddy tidak pernah mengatakannya?

__ADS_1


Apa kau bisa melihat kekhawatiran dan ketakutan Daddy son?


T.B.C


__ADS_2