Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
48. Malam Pertama 2


__ADS_3

"Aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Feli begitu Darren menurunkannya dari gendongannya.


"Tidak bisakah kita melewatkan acara mandi dan langsung bercinta saja" mohon Darren secara terang-terangan. Tidak munafik ia sungguh tidak sabar untuk mencicipi hidangan ternikmatnya. Feli nya yang tak lain adalah istrinya.


"Aku berkeringat. Aku ingin tampil sempurna di hadapanmu" Feli beralasan. Alasan sesungguhnya adalah ia butuh waktu untuk menghilangkan kegugupannya. Ini adalah pengalaman pertamanya. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Darren tapi pengetahuannya nol akan hal itu. Ia butuh guru Biologi untuk menjelaskan. Harus kah ia menghubungi Mommy nya?


"Baiklah. Aku akan menunggu" jawab Darren.


Feli segera berjalan menuju kamar mandi. Ia mondar mandir dengan ponsel digenggamannya. Ia masih bingung haruskah menghubungi Mommy nya atau Rachel sahabatnya.


Malam pertama bagi hampir semua perempuan di dunia ini adalah hal yang paling mendebarkan. Setiap wanita pasti ingin memberikan yang terbaik pada suaminya, begitu juga dengan Feli. Ditengah kebingungan dan kegugupannya ia menatap beberapa lingerie yang ia bawa tadi kekamar mandi.


"Aku harus terlihat sexi dan menggoda tapi tidak murahan" gumamnya.


Feli menghela nafas dalam. Di samping kegugupannya untuk mempersembahkan yang terbaik, ia juga dilanda rasa takut. Feli memang sedikit buta akan **** tetapi tetap saja ia yakin bahwa hubungan **** yang dilakukan pertama kali akan membuat wanita merasakan rasa sakit. Terlebih lagi tentang mitos yang beredar luas dimana-mana akan sangat menyakitkan saat lepas keperawanan.


"Jika Darren yang melakukannya pasti tidak akan sakit. Darren pria berpengalaman. Jam terbangnya dalam bercinta dengan beberapa wanita sudah tidak diragukan lagi" Feli mensugesti dirinya sendiri dengan keyakinan pengalaman bercinta Darren yang seharusnya tidak pantas untuk dibanggakan sama sekali.


Feli mengambil foto lingerie yang dibawanya tadi lalu mengirimnya pada Mommy-nya. Ya, akhirnya ia memutuskan menghubungi Mommy-nya. Jika ia menghubungi Rachel ia yakin wanita itu akan menggodanya.





Feli menunggu beberapa saat. Setelah ia yakin Mommy-nya sudah membuka pesan yang ia kirim ia menghubungi Mommy-nya. Tidak butuh waktu lama Mommyhnya menjawab panggilannya.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Mommyhnya langsung.


"Dimana yang harusku kenakan Mom?" tanya Feli.


"Apa kau dan Darren belum melakukannya?" tebak Mommy nya tepat sasaran.


"Aku kedatangan tamu bulan ku Mom" ringis Feli. Ia bisa mendengar Mommy nya menahan tawanya.


"Ouh Darren yang malang" ucap Mika prihatin


"Jadi selama beberapa hari ini ia menahannya dan berpuasa?"


"Yang mana yang harus kukenakan Mom" desak Feli tidak sabar. Ia yakin Darren sudah tidak sabaran menunggunya yang sudah cukup lama didalam kamar mandi.


"Darren akan senang jika kau tidak mengenakan apa pun di tubuhmu" Jawab Mommy-nya enteng.


"Baiklah aku akan mematikan panggilannya" ucap Feli kesal. Ia tidak habis fikir bagaimana bisa seluruh keluarganya terkontaminasi atas kemesuman Daddy-nya.

__ADS_1


"Jika kau mengenakan yang putih kau akan terlihat seperti angel. Mungkin Darren akan butuh waktu yang panjang untuk memanjatkan doa sebelum melaksanakan aksinya. Ia tidak ingin salah langkah untuk menyetubuhi seorang malaikat bukan?" Mika tertawa geli mendengar ucapannya sendiri yang menggoda putrinya.


"Mom..."Rengek Feli.


"Hitam akan membuat mu terlihat menggoda dan menawan" lanjut Mika


"Darren pasti tidak akan sabar melahapmu sampai habis" ucap Mika frontal. Feli memutar bola matanya mendengar ucapan Mommyhnya. Ternyata hidup lama bersama Daddy nya membuat Mommy-nya juga sedikit mesum.


"Baiklah aku akan mengenakan yang hitam" putus Feli.


"No..Pakai yang berwarna merah. Itu akan terlihat seksi ditubuh mu yang putih dan sedikit nakal. Tampilan yang berani akan membuat Darren semakin bersemangat menggempur mu habis-habisan" Mika menahan tawanya. Sedangkan Feli yang mendengarnya wajah nya bersemu merah.


"Apa Daddy sedang bersamamu Mom?" tanya Feli.


"Tidak! Apa kau sangat merindukannya?"


"Lalu kenapa kau mesum sekali Mom?" Feli mengabaikan pertanyaan Mommy-nya.


"Baiklah, selamat menikmati malam yang erotis dan penuh gairah sayang" Mommy nya kembali menggoda


"Harusnya aku tidak menghubungi mu Mom" gumam Feli.


"Kau mengatakan sesuatu sayang?"


"Apakah akan sakit Mom?"


"Awalnya akan sakit sayang tapi itu hanya sebentar karena akan berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa" jawabnya jujur tanpa bermaksud vulgar.


"Kau dan Darren saling mencintai. Kau akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara ketika Darren sudah memiliki mu sepenuhnya. Mommy yakin Darren akan bersikap lembut dan hati-hati. Kau jangan terlalu tegang, karena jika Darren melihat ketegangan di wajahmu, ia juga tidak akan tega sayang. Darren sudah berpuasa beberapa hari, layani dia dengan baik"


"Baiklah Mom.Terimakasih. I love you and i miss you Mom" Feli menutup panggilannya. Ia segera membersihkan dirinya dan mengenakan lingerie merah seperti saran Mommy nya.


¤¤¤¤¤


Di waktu yang sama Darren juga terlihat sangat gelisah dan gugup. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Ia tidak bisa duduk dengan tenang bahkan berdiri pun tidak bisa diam. Beberapa kali ia melihat ke arah pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka.


Sepanjang menunggu Feli ia berjalan ke sana kemari seperti setrikaan. Bahkan ia harus push up beberapa kali untuk pemanasan. Tapi yang ada jantungnya semakin berdebar tidak karuan.


Ia seperti cacing kepanasan, seperti penderita ambien dan sesak nafas. Percayalah saat ini ia merasakan kegugupan yang lebih besar dibanding saat pernikahan mereka.


"Ayolah Darren jangan gugup seperti ABG labil. Ini bukan pertama kalinya buatmu" ucapnya pada diri sendiri.


"Tapi ini pertama kali buat Feli dan juga pertama kali buatku memperawani gadis malam ini. Yang sebelum-sebelumnya sudah tidak tersegel" gumamnya lagi.


"Dan dia adalah wanita yang ku cintai. Feli. Feli yang masih suci" lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Bagaima jika Feli tidak merasa puas denganku? Dan bagaimana jika aku menyakitinya karena nafsu setan ku" Darren meghentak-hentakkan kaki nya. Ia kembali menoleh menatap pintu kamar mandi itu, dimana wanita yang sangat dicintainya itu yang ia yakini juga sedang bersemedi menghilangkan kegugupannya.


Darren kembali push up untuk memenangkan fikirannya. Baru melakukannya dua kali ia kembali berdiri. Ia berdecak.


"Tidak membantu sama sekali" ucapnya.


"Kenapa Feli lama sekali" Darren berjalan mendekati pintu kamar mandi.


Ia mengangkat tangannya yang berkeringat berniat untuk mengetuk pintu di hadapannya. Kegugupan kembali melanda. Oksigen di sekitarnya seakan menipis saat pemikiran mengenai malam erotis penuh gairah menyapa kepalanya.


"Ayolah Darren kau pasti bisa" Darren menyemangati dirinya.


"Kenapa aku harus gugup seperti ini" Darren mengejek dirinya sendiri.


Darren merasa tidak pernah segugup ini dan seperti yang dikatakan Feli jam terbangnya dalam bercinta sudah tidak diragukan lagi, tapi kenapa ia harus nervous. Bahkan untuk menghadapi pemegang saham sekalipun ia tidak pernah gugup atau pun gentar sama sekali. Jelas saja karena pemegang saham terbesar adalah Daddy-nya Felix.


"Ayo Darren, yang kau hadapi kali ini istri tercintamu. Bukan Thanos, si penjahat super" Kembali Darren bergumam menyemangati dirinya.


"Oh, bahkan istriku itu lebih mengerikan daripada Thanos jika sedang mengamuk."


"Baiklah, sepertinya aku perlu berdoa meminta ketenangan batin" putus Darren.


Daren segera bersimpuh di tempat ia berdiri. Ia pun memulai doanya sambil menutup mata dan mengatupkan kedua tangannya. Mulutnya komat kamit memanjatkan doa.


"Darren, kenapa kau berlutut di sana?" tanya Feli bingung yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Itu suara Feli bukan? Suara istriku kan? Bukan suara makhluk astral. Batin Darren menggila saking gugupnya.


Feli menghampiri dan ikut berlutut di hadapan Darren. Ia menatap wajah Darren cemas


"Kau baik-baik saja"


Darren akhirnya melihat Feli di hadapannya. Feli dengan balutan lingerie merah menyala dengan potongan dada yang rendah sehingga memperlihatkan belahan dadanya. Rambut coklatnya terurai dan basah. Sungguh Feli terlihat sangat cantik dan seksi. Dan ini pertama kali ia melihat Feli mengenakan lingerie. Darren meneguk ludahnya susah payah. Fokusnya sekarang bukan ke wajah cantik dan seksi Feli melainkan belahan dada Feli yang terpampang nyata di hadapannya.


Iblis menguasai tubuh Darren. Ingin rasanya ia melepaskan lingerie itu dari tubuh Feli dan melancarkan aksinya mengikuti nafsunya.


Darren mengerjapkan matanya, menghilangkan pemikirannya itu. Ia segera berdiri. Feli yang masih berlutut di tempatnya mendongak menatap Darren.


"Jika kau tidak enak badan kita bisa menundanya"


"Tidak!" sargah Darren cepat.


Aku sudah menunggu cukup lama Feli dan sekarang melihat mu dengan balutan lingerie sialan itu tidak bisa membuatku menunggu lebih lama lagi. Batin Darren menjerit


"Kau..sayang..kau sangat cantik" ucap Darren kehilangan kata-kata. Ia meringis dan berdiri tidak nyaman karena sesuatu dibawah sana sudah mulai mengeras dan merasa sesak.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2