
"Rahasia apa maksudmu Darren?"
Darren dan Rachel tersentak begitu mendengar suara Feli. Mereka berdua kompak menoleh ke ambang pintu. Disana Feli sudah berdiri dengan tatapan penuh selidik. Sejak kapan Feli berdiri disana? Apa ia mendengar semuanya? Pertanyaan itu menari-nari dibenak Darren dan Rachel.
Feli mendengus begitu tidak mendapatkan respon atas pertanyaannya. Ia berjalan mendekat kearah tempat Darren dan Rachel duduk. Ia mendaratkan bokongnya dikursi tepat disamping Darren. Feli merebahkan kepalanya kebahu Darren.
"Darren peluk aku, aku sudah bekerja keras" rengek Feli.
Tanpa Feli meminta dua kali Darren menarik kepala Feli. Membawanya kedalam dadanya. Feli memgendus dada bidang itu.
"Jika kau lelah dengan pekerjaanmu, berhentilah. Kau tahu aku sanggup memenuhi kebutuhanmu" Darren mengelus sayang kepala Feli dan sesekeli mengatupkan giginya rapat-rapat ketika Feli tidak hanya memainkan hidungnya di dada Darren tapi juga jarinya yang bekerja menggambar abstrak didada bidang itu.
Feli mencubit dada Darren
"Aku tidak butuh itu. Aku ingin kau menikahiku. Dengan begitu aku akan berhenti" Feli mendongakkan kepalanya. Darren menunduk. Hidung mereka bersentuhan.
"Bagaimana? Kau mau menikahiku?" Kembali Feli bertanya seraya mengedip-ngedipkan matanya. Darren berdecak lalu mengalihkan tatapannya dari wajah Feli
"Darren...aku tidak suka saat aku berbicara kau mengalihkan tatapanmu" Feli menarik wajah Darren agar kembali menatapnya.
"Apa kita kawin lari saja Darren" ucap Feli enteng tanpa beban.
"Kita bukan satu-satunya orang didunia ini yang melakukan hal terlarang dan tercela itu Darren. Diluar sana bahkan ada yang memilih menikah dengan Daddy nya sendiri. Bahkan ada beberapa artis diantaranya..."
"Stop..hentikan pembicaraan bodoh kalian itu" Rachel menyela ucapan Feli
"Dan kau Felicia Breyonna berhenti mengendus Darren seperti anjing pelacak. Kau terlihat seperti maniak"
__ADS_1
Darren menatap Rachel. Dari tatapannya Darren seolah mengatakan terimakasih sahabatku. Kau menyelamatkan ku. Ya beberapa kali Rachel melihat Darren menahan nafasnya dan menggeram seperti menahan sesuatu. Tentu saja Feli yang bodoh tidak menyadarinya.
"Kau cemburu?" Wajah Feli sumringah. Ia melepaskan pelukannya. Ia menatap Rachel antusias.
"Sudah ku katakan menikahlah dengan Darren. Dengan begitu aku bisa terbebas dari cerita cinta yang rumit ini. Cinta terlarang yang bertepuk sebelah tangan" Feli mendramatisir
"Aku tidak bisa merelakan Darren kepada wanita lain. Tapi akan berbeda jika itu dirimu Rachel. Ouuhhh...aku tidak bisa membayangkan betapa bahagianya Aunty Keyra memiliki menantu seperti Darren. Mungkin ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi Aunty Keyra. Bukankah dari dulu Aunty Keyra sangat mengagumi ketampanan Darren" Wajah Feli berbinar penuh semangat. Rachel dan Darren hanya diam menatap Feli yang sedang berangan-angan. Yang dikatakan Feli memang benar adanya. Jika saja keluarga McKenzie datang melamarnya bisa dipastikan Mommy nya Keyra tanpa berfikir dua kali akan menyerahkan putrinya begitu saja karena ia memang sangat mengagumi ketampanan Darren. Ia bahkan menyesali kenapa ia tidak terlahir di generasi yang sama dengan Darren. Dan hal itu sering membuat Roland kesal terhadap Darren. Tentu saja ia tidak berani menyuarakan kekesalannya pada istrinya itu. Bisa-bisa ia tidak dikasih jatah.
"Aku yakin Darren juga akan setuju. Bukan begitu Darren?" Masih dengan wajah berbinar Feli menatap Darren. Darren menatap Feli sesaat lalu beranjak dari kursinya dan duduk disamping Rachel. Rachel dan Feli mengernyit.
"Ya Rachel menikahlah denganku?" Darren menggenggam kedua tangan Rachel dan membawanya kedadanya. Rachel mendengus kesal. Mendapat lamaran mendadak dari dua keturunan McKenzie ini bukan lah hal yang baru buatnya. Setiap dua manusia bodoh itu frustasi dengan kisah mereka pasti mendatangi Rachel untuk memintanya menikah dengan dengan Darren. Mereka tidak menyadari Rachel lah yang lebih frustasi harus menghadapi kebodohan yang mereka ciptakan sendiri. Apa susahnya mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya. Dengan begitu mereka berdua akan terbebas dari cerita cinta yang rumit ini.
"Dengan begitu kau akan menyelamatkan kami. Lebih tepatnya menyelamatkan Feli dari perbuatan dosa. Kau tahu aku pria normal, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan dari godaan setan berwujud Feli itu Rachel. Jadi menikahlah denganku" Darren terlihat serius dengan ucapannya. Tapi Rachel tahu Darren tidak bersungguh-sungguh dengan kata-katanya. Kembali Rachel berdecak kesal. Menatap Feli dan Darren bergantian.
"Kau yakin ingin menikahkan ku dengan kakak tercintamu ini. Mata mu menyala seolah siap ingin menerkamku" Rachel menyeringai menatap Feli dengan tatapan mengejek. Rachel mendorong tubuh Darren agar menjauh darinya. Genggamannya pun terlepas.
"Siapa yang mengizinkan mu berpindah tempat Darren. Kau bahkan menggenggam tangannya dihadapanku. Kau tidak mendengar dia tidak menerima lamaranmu. Kembali ketempatmu!!" Feli menatap kesal kearah Darren. Darren dengan patuhnya beranjak dari tempatnya dan duduk kembali disebelah Feli. Feli melingkarkan tangannya dilengan Darren dengan posesifnya. Rachel berdecak kesal.
"Jadi kau berharap Rachel menerima lamaranmu?"
"Bukankah tadi kau yang memintanya untuk menikah denganku. Aku hanya mengikuti kemauanmu" Darren membela diri. Ia bisa gila jika mengikuti jalan fikiran Feli yang tentu arah itu.
"Dan kau Rachel katakan dengan jelas apa kau menyukai Darren?" mata Feli menyipit menatap kearah Rachel.
"Ckk..aku tidak akan pernah menyukai pria bodoh itu. Dan kau tahu Feli ia sudah mempunyai wanita yang disukainya selama 15 tahun. Apa kau tidak mengetahuinya?" Rachel tersenyum licik menatap kearah Darren yang melotot kearahnya.
"Siapa wanita itu Darren?" tanya Feli dingin. Ia tidak menyangka Darren mempunyai wanita yang sangat spesial. Bahkan ia sudah mencintainya selama 15 tahun. Itu artinya wanita itu sangat berarti dalam hidup Darren melihat betap gigihnya ia mencintai wanita itu. Feli merasakan sesak didadanya. Cinta Feli selama 5 tahun ini ternyata tidak ada apa-apanya dibanding cinta Darren terhadap wanita itu. Lalu siapa wanita itu? Apa aku mengenalnya? pertanyaan itu menari-nari dibenak Feli.
__ADS_1
Rachel terkekeh melihat pertunjukan dihadapannya. Dua orang bodoh yang menyiksa diri sendiri yang tidak bisa hidup tanpa satu sama lain tapi menahan diri untuk hidup bersama.
"Jadi Rachel yang mengetahui rahasiamu itu benar?" masih dengan suara dinginnya Feli menatap Darren.
"Rachel hanya menggodamu" Darren menatap lekat mata coklat milik Feli. Jika saja Feli peka mungkin ia akan mengetahui siapa wanita itu. Wanita itu adalah dirinya. Darren menatapnya dengan cinta yang tersirat jelas dimatanya.
"Bukan begitu Rachel?" Darren mengalihkan tatapannya ke Rachel. Rachel hanya mengidikkan bahunya acuh.
"Terserah jika kau tidak percaya padaku" Rachel mentap Feli mengabaikan tatapan tajam Darren. Darren mengumpatnya dalam hati.
"Sudahlah hentikan pembicaraan konyol ini. Katakan bagaimana makan siang mu tadi dengan Allan?" Darren mengganti topik.
"Pengalihan yang bagus Darren" ucap Feli datar. Rachel terkekeh. Darren mendelik kesal kearah Rachel.
"Berjalan lancar. Selain tampan Allan orang yang menyenangkan. Aku cukup menikmatinya" jawab Feli jujur.
"Ya terlihat jelas diwajahmu kau sangat menikmatinya" ucap Darren tanpa menyembunyikan kekesalannya.
"Apa sekarang kau juga sedang cemburu?"
Darren bungkam tidak menjawab pertanyaan Feli tersebut. Ia mengalihkan tatapannya kesembarang arah.
"Kau tidak usah cemburu begitu. Bukan kah aku sudah pernah mengatakan sekalipun bintang digalaksi habis aku tetap milikmu dan kau milikku"
Darren segara menoleh menatap Feli. Feli tersenyum
"Ya walau tidak bisa dipungkiri ketampanannya sungguh sangat menggoda. Wanita mana saja pasti dengan suka rela membuka selangkangannya" Feli tersenyum manis.
__ADS_1
Tawa Rachel meledak melihat wajah masam Darren yang menggeram kesal.
T.b.c