
"Selamat pagi semua..." kembali teriakan putri rumah ini menggema dipagi hari ini.
"Selamat pagi Daddy..." Feli memeluk Daddy nya yang sedang duduk menikmati kopi nya dari belakang lalu mencium pipinya.
"Selamat pagi juga untuk mu sayang" Felix mengusap kepala putrinya.
"Pagi Mom..." kembali Feli mengecup pipi Mommy nya yang baru saja datang dari arah dapur dengan nampan yang berisi cup cake ditangannya.
"Morning Honey..." Mika mengecup kening putrinya itu.
"Selamat pagi adik kecil" Feli mengacak rambut Mike lalu mengecup pipinya.
"Hmmm" hanya gumaman itu yang keluar dari mulutnya.
Feli berdecak, ia lalu mendaratkan bokongnya dikursi disamping Mike. Tepatnya diantara Mike dan Darren
"Tidak ada ciuman selamat pagi buatku?" Tanya Darren.
"Mom...berikan aku sarapan yang banyak dan segelas susu coklat" pinta Feli mengabaikan pertanyaan Darren. Ia memang sengaja mengabaikan Darren yang mengatakan dada nya kecil.
"Mulai sekarang aku tidak perlu menjaga pola makan ku karena mulai hari ini aku resmi menjadi pengangguran." Feli menatap sinis Darren yang sedang menahan senyumnya. Ia tahu gadisnya masih marah padanya.
"Selamat pagi Feli" Darren mendekatkan tubuhnya dan mencium pipi Feli.
"Mungkin kau lupa menyapaku, biarkan aku yang menyapamu" senyum Darren tak berdosa. Feli tidak memberikan reaksi apa pun.
"Kau masih marah pada kakakmu?" Mika menatap Darren dan Feli bergantian. Dalam hati Darren dan Feli meringis mendengar kata kakak yang dilontarkan oleh Mommy mereka.
"Hmm" gumam Feli.
"Keputusan yang bagus sayang" timpal Felix tanpa mengalihkan tatapannya dari surat kabar yang dibacanya. Darren mendelik kesal.
Ting
Ponsel Feli berbunyi tanda pesan masuk. Feli melirik ponselnya lalu berdecak kesal seraya melirik Darren
Mine❤
setidaknya berikan aku senyuman sebelum kekasihmu ini pergi
Feli meletakkan ponselnya mengabaikan pesan Darren.
Ting
__ADS_1
Ponsel Feli kembali berbunyi. Tanpa melihat ponselnya ia sudah bisa menebak jika Darren yang kembali mengiriminya pesan. Feli mengabaikannya tidak berniat sama sekali membaca pesan masuknya.
Mine❤
Maafkan aku. Punya mu mungkin lebih kecil dari mereka, tapi percayalah punya mu terasa pas digenggamanku dan aku menyukainya😘
"Sepertinya ada pesan masuk di ponselmu?" Darren mengambil ponsel Feli dan memberikan nya pada Feli.
Feli berdecak kesal. Ia mengambil ponselnya dan meletakkannya diantara dirinya dan Mike
"Jangan katakan kau yang mengirimi dia pesan" Tuduh Felix tepat sasaran. Dari tadi ia memang memperhatikan tingkah kedua anaknya itu. Ia memang terlihat serius membaca surat kabarnya tapi sesekali ia juga mengintip dari balik koran yang dibacanya.
"Wah...kenapa aku harus melakukannya" elak Darren dengan wajah bodoh layaknya anak kecil yang ketahuan berbohong.
"Ya...kenapa ia harus mengirim pesan pada Feli disaat mereka berdekatan. Kau jangan terlalu berburuk sangka pada putra mu itu" bela Mika.
"Lalu, siapa yang mengirimi mu pesan Feli disaat kau sudah pengangguran begini" ucap Mike penasaran.
Feli mengidikkan bahunya acuh.
"Pria tua mesum!" jawabnya datar
"Daddy?" tanya Mike yang sontak membuat Mommy nya Mika tertawa begitu juga dengan Darren. Kata mesum sudah melekat pada Daddy nya sehingga setiap mendengar kata mesum yang terlintas hanya lah Daddy mereka.
Felix yang dituduh berdecak kesal.
"Sorry" ucapnya terkikik geli seraya mengambil ponsel Feli dan membuka pesan masuknya
"Maafkan aku. Punya mu mungkin lebih kecil dari mereka, tapi percayalah punya mu terasa pas digenggamanku dan aku menyukainya emoticon kiss" Mike membaca pesan Darren dengan lantang yang membuat Feli menyemburkan susu yang baru diminumnya, begitu juga dengan Darren yang tersedak air ludah nya sendiri tapi tetap menepuk-nepuk punggung Feli seraya membersihkan wajah Feli dari percikan air susu yang disemburkannya. Jangan tanyakan wajah Mommy dan Daddy nya. Sungguh menggelikan.
"Katakan siapa yang mengirim pesan bodoh itu Mike. Daddy akan menghajarnya." berang Felix berdiri dari kursinya.
"Sayang, tenang lah" Mika ikut berdiri dan mengusap lengan suaminya menenangkan.
"Pesannya terlalu ambigu kau tidak bisa langsung mengikuti fikiran mesum mu itu"
"Apanya yang ambigu sayang..coba kau dengarkan baik-baik bunyi pesan itu. Mike baca kembali isi pesan masuk itu" Perintah Felix seraya menatap Mike. Mike dengan patuhnya kembali membaca isi pesan itu dengan lantang untuk kedua kalinya. Dan kembali Feli tersedak dan terbatuk-batuk. Darren kembali menenangkannya dan didalam hati ia merutuki kebodohannya karna mengirim pesan yang berkonten dewasa itu.
"Kau dengar itu" ucap Felix begitu Mike selesai membaca pesan itu.
"Memangnya apa yang terlihat pas digenggaman jika bukan..." Felix menggantung ucapannya. Ternyata ia masih waras tidak mengatakn hal vulgar dihadapan ketiga anaknya.
Felix mengangkat kedua tangannya dan mengarahkannya ke dada istrinya
__ADS_1
"Jika bukan ini" Sekali mesum tetap saja mesum. Mika memukul tangan Felix yang hampir menyentuh dadanya. Ia menyilangkan kedua tangannya untuk melindungi dirinya.
"Ckk..." Felix berdecak kesal
"Katakan siapa pengirimnya. Aku akan membuat perhitungan dengannya" kembali Felix menatap Mike. Mike melihat nama yang tertera diponsel kakaknya Feli. Ia tersentak. Lalu ia menatap Darren dan Feli yang juga sedang menatapnya dengan ekspresi yang berbeda.
"Katakan saja Mike aku juga penasaran siapa pria kurang ajar yang mengirimiku pesan yang menyaingi kemesuman Daddy itu" Feli tersenyum setan. Sungguh ia sudah ingin tertawa melihat raut wajah Darren yang mendadak pucat. Jika selama ini ia selalu melihat Darren tersenyum penuh kemenangan melawan dirinya dan Daddy nya, tapi tidak untuk pagi hari ini sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak padanya.
"Mike aku mendengar dari Feli kau kalah taruhan lagi. Dan mobil mu rusak parah dan harus menginap di bengkel. Aku akan menemani mu mengambilnya nanti" Darren berharap Mike menangkap maksud sogokan yang ditawarkannya. Mike tersenyum. Tawaran yang menggiurkan. Ia memang meminta uang kepada Feli tapi Feli tidak memberikannya. Melihat wajah pucat Darren ia juga kasihan. Sepertinya bukan hal yang benar membeberkan hubungan mereka dengan cara seperti ini.
"Sepertinya kau sedang berusaha menyogok adikmu Darren" Kembali tuduhan Felix tepat sasaran.
"Ya..Mommy juga merasa seperti itu. Kau menyembunyikan sesuatu Darren" Mika menelisik wajah putra sulungnya. Darren gelagapan. Ia memang tidak pernah berbohong pada Mommy nya, dan ia juga tidak berani membantah Mommy nya karena rasa hormatnya yang sangat tinggi terhadap wanita yang sudah membesarkannya itu.
Dan percayalah disaat semuanya sedang sibuk dalam fikirannya masing-masing, Feli malah bertopang dagu menikmati kepanikan yang ada dihadapannya.
"Tidak diragukan lagi pasti kau yang mengirimi Feli pesan kurang ajar itu" Felix berjalan mendekati Mike.
"Kenapa kau selalu menuduhku" Darren masih mengelak dan menatap Mike dengan tatapan memelas. Bukan nya ia takut akan ketahuan prihal hubungannya dengan Feli. Tapi percayalah itu akan sangat memalukan baginya, jika orang tua mu yang merangkap jadi calon mertuamu mengetahui kemesumanmu jangan kan mendapat restu untuk jadi menantu dirumahnya, Mommy Daddy nya mungkin akan menyesal telah membesarkannya selama ini.
"Dan tidak ada alasan bagi ku untuk berlaku kurang ajar pada adikku" Darren mengelus sayang rambut Feli. Sungguh lidahnya sekarang merasa kelu mengucap kata adik.
Feli menyunggingkan bibirnya keatas. Senyum mencemooh. Darren mengabaikannya.
Felix hampir saja meraih ponsel Feli ketika Mike sengaja menjatuhkannya kedalam gelas yang berisi susu nya yang masih utuh
"Astaga..maafkan aku Dad,, tangan ku tergelincir" Mike meringis.
"Mike sialan...kau pasti sengaja...oh..ponselku yang malang" Feli mengambil ponselnya yang sudah mati total
"Kau sengaja?" tatap Felix menyelidik.
"No Dad, sungguh tanganku memang tergelincir" bohongnya.
"Kau fikir Daddy mempercayainya?" Felix melotot tajam kearah Mike dan Darren bergantian. Darren dan Mike kompak mengidikkan bahu acuh lalu bertos ria dihadapan Feli yang sedang menangisi ponselnya. Mika hanya tersenyum melihat kekonyolan keluarganya ini. Lalu matanya beralih menatap Darren. Ia tersenyum hangat.
"Aku akan menggantinya dengan yang baru" ucapnya pada Feli. Feli hanya mendengus kesal.
"Sayang, katakan pada Daddy siapa yang mengirimmu pesan berkonten dewasa itu?" bujuk Felix mendekati putrinya. Ia sungguh masih penasaran.
"MANTAN KEKASIHKU"
Darren merasakan rahangnya seperti jatuh kelantai mendengar dua kata yang diucapkan Feli dengan penuh penekanan itu. Baru semalam ia meminta Feli agar jangan pernah meninggalkannya tapi pagi ini statusnya sudah berubah dari kekasih menjadi mantan kekasih. Mereka baru memulai hubungan mereka dari status saudara menjadi sepasang kekasih yang belum genap satu bulan itu, tapi sudah harus berakhir dengan cara yang tidak elegant sama sekali.
__ADS_1
Feli menghentakkan kaki nyal lalu pergi meninggalkan ruang makan dengan sejuta kekesalan pada Darren.
T.B.C.