Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
61. Mandi Keringat


__ADS_3

"Ahhhh...suamiku sudah pulang" Feli segera turun dari ranjangnya, berlari dan menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Darren. Darren dengan sigap menangkapnya.


"Hati-hati sayang, jangan berlari seperti itu. Kau bisa terjatuh" Darren menyentil hidung Feli pelan.


Feli mengangguk.


"Maafkan Mommy sayang, Mommy terlalu merindukan Daddy mu" Feli mengusap perutnya.


"Kau merindukanku" Daren mengangkat tubuh Feli kedalam gendongannya.


"Hmmm" Feli menganggukkan kepalanya seperti anak kecil.


"Dan aku lebih merindukanmu sayang. Sangat merindukanmu" Cup.cup. Darren mengecup bibir Feli.


"Jangan mengikutiku!" Feli memanyunkan bibirnya membuat Darren terkekeh.


"Mengikuti apa sayang?"


"Aku merindu kau juga merindu. Itu mengikuti Darren."


Darren tergelak.


"Aku memang sangat merindukanmu sayang. Dan aku hampir saja membakar semua dokumen yang ada di hadapanku tadi. Dokumen itu benar-benar membosankan"


"Yah..seperti yang dikatakan Mommy dokumen tidak bisa membuat para pria mengerang nikmat" Feli mengendus leher Darren.


"Ooouu...kau sangat nakal sayang. Apa kau sedang menggodaku sayang" Darren mengangkat sebelah alisnya.


"Aku tidak menggodamu. Dan tanpa kugoda kau juga sudah tergoda bukan?" Feli mengerling nakal lalu kembali mengendus leher suaminya.


"Itu karena kau sangat nikmat sayang"


"Membuatku ingin lagi dan lagi" Darren membuka pintu kamar mandi dengan sebelah kakinya karena kedua tangannya menopang tubuh Feli dalam gendongannya.


"Lalu kenapa kau membawaku ke kamar mandi. Bukankah seharusnya kau membawaku ke atas ranjang dan mencicipiku disana" Feli mengernyit begitu menyadari mereka sudah ada di dalam kamar mandi.


"Kau mengendus leherku seperti chihuahua sayang, aku bau keringat dan baru pulang kerja. Banyak kuman disana. Tidak bagus buatmu dan bayi kita"


"Tapi aku menyukai baunya sayang.." rengek Feli manja.


"Aku akan membuatmu berkeringat, kau akan menyukainya sayang" Darren mengerling nakal.


"Kau dan aku akan mandi keringat. Kau suka"

__ADS_1


"Kau akan memakanku?"


"Hmmm"


"Kau makanan tenikmat"


"Biasanya aku dijadikan makanan penutup, perkututmu sepertinya sudah lapar sekali"


"Perkututku selalu menginginkanmu sayang. Perkututku tidak akan pernah puas dan kenyang menikmatimu. Dia selalu ingin lagi dan lagi" Darren segera nenyerang bibir Feli. Bibir yang selalu membuatnya candu. Bagi Darren bibir Feli sangat lembut dan manis. Bibir yang selalu membuatnya hilang kendali bahkan Feli sering hampir kehabisan nafas akan ulahnya. Tanpa melepaskan ciumannya, tangan Darren beraksi melepaskan satu persatu baju yang melekat pada tubuh istrinya itu hingga tubuh Feli polos tak tertutupi sehelai benangpun. Darren melepaskan ciumannya menatap Feli dengan teduh lalu mengecup sayang kening istrinya itu.


"Kau terlihat semakin cantik" pujinya dengan tatapan jatuh cinta.


"Sepertinya permainan ini akan panjang, kau dan perkututmu terlihat sangat kelaparan" ejek Feli seraya menatap benda yang menonjol di bawah pinggul Darren.


Darren tergelak.


"Sudah kukatakan aku selalu lapar dan haus akan dirimu" Darren lalu jongkok dihadapan perut istrinya yang sudah tidak rata lagi. Tangannya terangkat mengusap lembut perut Feli. Ia mendekatkan wajahnya lalu menciumnya.


"Sayang, Daddy akan mengunjungimu"


"Maafkan Daddy yang terlalu sering mengunjungimu. Daddy tahu kau kuat dan senangkan sayang. Salahkan Mommy mu yang selalu menggoda Daddy mu ini" Darren mendongak dan terkekeh melihat wajah cemberut Feli. Ia lalu kembali berdiri mencium seluruh permukaan wajah Feli.


"Kau tahu sayang, setiap melihatmu aku selalu jatuh cinta. Bagaimana bisa seperti itu?!"


"Sayang jangan banyak cerita, aku sudah tidak tahan" Feli segera mendorong tubuh Darren ke dinding dan menyerangnya. Darren tersenyum ditengah ciuman Feli yang nakal dan liar. Sudah dikatakan Darren menyukai Feli yang agresif dan sedikit nakal. Dan acara mandi keringatpun dimulai. Desahan dan erangan saling menyahut. Setelah dua ronde permainan akhirnya Darren memilih berhenti. Ia tidak tega melihat Feli yang terlihat sangat lelah mengimbangi permainannya. Salahkan nafsu setannya yang selalu menggila setiap berdekatan dengan Feli dan perkututnya selalu berdiri tegak tiap bersentuhan dengan Feli.


Darren menggosok punggung Feli dengan penuh kelembutan. Dan sesekali memberikan pijitan pada istri tercintanya itu (dalam hati author menjerit adakah pria seperti Daren😭😭).


"Ceritakan bagaimana harimu sayang?"


"Aku tahu pasti membosankan tanpa aku jadi ceritakan apa saja yang kau lakukan"


"Aku tadi diajari merangkai bunga oleh Emily. Rangkaian bunganya sangat cantik sayang dan aku memintanya menceritakan bagaimana Darren kecil. Ternyata dari kecil kau sudah manis sekali" Feli mendongak dan sengaja menggigit dagu Darren karena gemas.


"Tapi tiba-tiba saja Clarissa datang. Membuat moodku rusak" ucap Feli kesal mengingat bagaimana Clarissa hampir saja menamparnya. Tangan Darren menggosok punggung Feli terhenti.


"Dia melakukan apa?"


"Dia hampir saja menamparku.."


"Apa!!?" Darren segera memutar tubuh Feli. Menangkup wajahnya seraya memeriksa wajah Feli.


"Katakan dimana ia menamparmu. Beraninya dia menyentuhmu dengan tangan kotornya itu"

__ADS_1


"Tamparannya tidak mengenai wajahku. Tenanglah"


"Bagaimana bisa aku tenang. Aku akan membuat perhitungan dengannya."


"Sayang, tamparannya tidak mengenai wajahku tapi wajah Emily"


"Emily?" Darren bernafas lega.


"Hmm..kasihan dia. Tamparannya cukup kuat dan aku belum sempat berterima kasih."


"Dia terlihat seperti menghindariku"


"Kenapa?"


"Tadi Clarissa mengatakan agar aku berhati-hati pada Emily karena bisa saja ia menikamku dari belakang"


"Tidak ada salahnya berhati-hati sayang"


"Kau setuju dengan ucapan Clarissa" Feli mendelik kesal.


"Bukan dengan Clarissa sayang, aku setuju dengan nasihatnya. Sudah kukatakan jangan percaya pada siapapun di sini. Dan ayo kita bersihkan dirimu. Aku takut kau akan masuk angin" Darren berdiri dan mengangkat tubuh Feli membawanya kebawah guyuran shower. Selesai memandikan Feli ia pun mengeringkan tubuh istrinya itu. Bukankah Darren terlihat sangat manis.


"Kau bersihkanlah dirimu, aku yang akan mengambilkan pakaianku dan mengenakannya sendiri" ucap Feli sebelum suaminya itu bertindak melakukan hal yang baru saja Feli katakan. Mengambilkan baju Feli dan memakaikannya seperti anak kecil. Darren memang terlalu memanjakan istrinya itu. Ya mau bagaimana lagi Feli adalah hidupnya. Apapun akan ia lakukan untuk membahagiakan hidupnya. Hidupnya adalah Feli dan Feli adalah kebahagiaannya.


"Baiklah, segera kenakan pakaianmu. Padahal aku senang melakukannya. Melakukan saat aku mengenakan pakaiannmu"


"Dan kupastikan kita akan berakhir di atas ranjang lagi Darren karena jari jemarimu itu akan sangat lihai bermain di atas kulitku dan perkutut sialanmu itu akan mengepakkan sayapnya"


"Perkututku beda sayang. Dia tidak mempunyai sayap tapi telur" Darren terkikik geli mendengar kemesumannya.


"Darren kau mesum sekali" Feli melotot.


"Aku merindukan Daddy" ucap Darren.


"Ya..kenapa setiap mendengar kata mesum kita selalu mengingat Daddy"


"Karena Daddy memang sangat mesum sayang"


"Dan kau tidak kalah mesum Darren"


"Dan aku tahu kau menyukainya. Menyukai saat aku mesum" cup. Satu kecupan mendarat di bibir Feli.


"Sudah sana, bersihkan dirimu. Aku sudah sangat lapar" rengek Feli karena meladeni kemesuman Darren tidak akan ada habisnya.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2