Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
45. Janji Suci


__ADS_3

"Daddy tidak pernah menyangka akan mengantar putri Daddy sendiri menuju ke bahagiaannya dan menyerahkan tangan mu ketangan anak brengsek itu" Felix terkekeh


"Dad..." tegur Feli


"Ya, honey Daddy tahu kau mencintainya dan Darren memang yang terbaik buat mu" Lanjut Felix


"Daddy berani berani bertaruh sekarang Darren sedang menahan mulas diperutnya akibat nervous. Daddy juga seperti itu dulu. Bahkan Daddy harus menahan kentut agar tidak merusak jalannya acara" Felix tertawa begitu juga dengan Feli. Ia baru mendengar itu hari ini tapi setelah acara ia akan menanyakannya pada Darren apa ia juga merasakan hal yang sama seperti yang Daddy mereka rasakan


"Kau juga menangis dihari pernikahan mu Dad" Feli mengingatkan


"Ya tangis bahagia" jawab Felix menatap putrinya lekat


"Sekalipun melihat mu dengan pakaian pengantin seperti ini Daddy masih tidak percaya putri kesayangan Daddy sebentar lagi akan menjadi ratu orang lain" Suara Felix terdengar sedih


"Dan kau akan tetap menjadi raja dihatiku Dad" jawab Feli jujur


"Dan kau terlihat sangat cantik sayang, sama seperti Mommy mu dihari pernikahannya" Suara Felix tercekat.


Feli menoleh dan menatap wajah tampan Daddy nya yang memerah akibat menahan gejolak emosi yang bercampur aduk di dadanya.


Feli menggenggam tangan Daddy nya dan mengunci tatapannya diwajah Daddy nya tapi Felix tidak mau melihat dan mentap Feli. Ia membuang pandangannya kesembarang arah asalkan tidak melihat mata putrinya itu


"Dad, look at me" Pinta Feli. Ia tersenyum tipis tatkala melihat mata Daddy nya memerah. Tanpa ada kata permisi air mata Feli pun jatuh.


" Dad, tidak peduli dimana pun aku berada nanti, berapa banyak moment yang tidak bisa ku bagi bersama Daddy. Tapi percayalah kau tetap yang terbaik dihatiku. Daddy tetap akan menjadi nomor satu dihatiku dan akan selalu seperti itu. I love you Dad" Feli menangis dalam pelukan Felix untuk terkahir kalinya sebagai putri dari Felix O'Neil McKenzie sebelum menjadi istri Darren.


Tangan Felix ikut melingkar erat di tubuh Feli. Meski tidak mendengar isakan Daddy nya, Feli tahu bahwa Daddy nya sedang menangis.


"Sepertinya baru kemaren kita bertemu saat kau berusia 4 tahun. Daddy masih mengingat saat itu kau ingin sekali menikahi anak Daddy karena merasa Daddy sangat tampan dan kaya. Kau masih mengingatnya sayang?"


Feli mengangguk dalam pelukan Daddy nya


"Dan seperti yang kau lihat sayang keinginan mu tercapai. Kau menikahi anak yang Daddy besarkan. Darren. Bahkan dua keinginan mu saat itu benar-benar terwujud. Waktu itu baik kau ataupun Daddy belum mengetahui ikatan antara kita. Kau juga ingin menjadi putri ku dan kenyataan nya kau memang putriku" Felix tersenyum getir mengingat pertemuan pertamanya dengan putrinya.


"Waktu berlalu dengan sangat cepat dan sekarang Daddy harus melepasmu dengan pria pilihanmu" Feli semakin terisak begitu Felix mengucapkan kalimat itu begitu lirih


"Berjanjilah kau akan bahagia karena kebahagiaanmu adalah harga yang pantas untuk pengorbanan dan kasih sayang Mommy dan Daddy selama ini"

__ADS_1


Feli menganggukkan kepalanya masih dengan tangisannya. Ia tidak menyangka Daddy bisa berbicara normal dan bijak seperti ini. Tidak ada kata-kata mesum dan menyebalkan yang biasa terlontar dari mulut Daddy nya. Semua kata yang terdengar sangat bijak dan menyentuh hati. Tanpa Daddy nya ucapkan Feli tahu Daddy nya sangat mencintai dan menyanyangi nya. Tapi tetap saja melihat Daddy nya yang ada dihadapannya sekarang membuat Feli merasa sangat berharga


"Daddy tidak tahu apa kau pernah mendengarnya. Tapi Daddy minta maaf karna baru menemukan mu setelah usia mu 4 tahun. Tapi yang perlu kau tahu sayang, Daddy sangat bersyukur akan hadirnya dirimu di dalam rahim Mommy mu dulu. Mungkin jika kau tidak hadir Mommy dan Daddy tidak akan bisa bersatu. Mommy dan Daddy sangat menyayangimu. Kami sangat...sangat mencintaimu sayang" Felix mengecup puncak kepala putrinya dengan lembut


Felix melepaskan pelukannya lalu mencium kening putrinya


" Sepertinya kita sudah terlambat dan Daddy yakin Darren sudah merutuki Daddy dalam hatinya. Kau sudah siap sayang" Felix menarik tangan Feli kelengannya lalu menarik nafas nya panjang


"Dad tangan mu berkeringat"


"Daddy gugup" aku Felix jujur


"Dad, tenang lah! Daddy hanya mengantar ku altar menuju masa depan ku, bukan kemedan pertempuran Dad" Feli mengusap-usap lengan Daddy nya menenangkan


"Kau hanya tidak tahu sayang, medan pertempuran tidak akan ada apa-apanya dibanding dengan apa yang akan kau hadapi nanti setelah acara selesai" ucap Felix miris mengingat Darren sudah menahan ebih dari 15 tahun. Feli hanya mengernyit mendengar ucapan Daddy nya.


"Kau akan menghadapi singa jantan yang haus dan kelaparan. Ia akan mengurung dan memakan mu sampai habis selama berminggu-minggu. Daddy harap kau sebagai singa betina juga merupakan petarung yang tangguh sayang" Felix memberi semangat dengan nada kesal dan prihatin.


Feli mencubit lengan Daddy nya seraya memutar bola matanya. Bagaimana bisa ia tadi memuji kebijakan Daddy nya itu karna pada kenyataannya Daddy nya tetap lah Felix yang tidak bisa jauh dari kata-kata frontal dan mesum!


Felix dan Feli berjalan menuju altar dengan tatapan kagum para tamu undangan. Feli memang terlihat sangat cantik dengan busana putih yang dikenakannya.



Mika tidak bisa membendung air matanya begitu melihat putrinya. Air mata bahagia membanjiri wajahnya. Putri kecilnya sungguh terlihat sangat cantik. Sama seperti suaminya ia juga tidak menyangka putri kecil nya itu sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Mike yang duduk disampingnya menenangkannya


"Ckk...kakak perempuanku ternyata memang benar-benar sangat cantik" puji nya tulus. Mommy nya mengangguk membenarkan.


Begitu sampai dihadapan Darren, Daddy nya Felix segera menyerahkan tangan Feli kepada Darren


"Daddy serahkan putri kesayangan Daddy kepada mu. Daddy yakin kau bisa menjaganya dengan baik dan tidak akan membiarkan air mata jatuh dari mata indahnya ini selain air mata kebahagiaan" Ucap Felix dengan suara tercekat. Bukan hanya melihat Feli yang mengenakan gaun pengantin yang membuatnya sedih tapi melihat Darren mengenakan tuxedo juga membuat hati nya bergetar. Bukan karena ia merasa cemburu akan ketampanan Darren yang terlihat memang tampan dengan balutan busana nya tapi lebih kepada ia menyadari dua anak yang dibesarakan nya akan segera meninggalkannya. Dua dari tiga anak nya akan sold out.


"Terimakasih atas kepercayaan mu Dad" Darren mengenggam tangan Daddy nya.


Feli menatap Darren dengan tatapan takjub. Pria yang sebentar lagi akan menjadi suami nya itu terlihat sangat tampan dan gagah lebih dari biasanya.


__ADS_1


Darren mengenakan tuxedo berwarna hitam, dipadukan dengan kemeja putih dan vest formal berwarna silver yang senada dengan warna dasinya. Kesan mewah terlihat pada sosok calon suaminya itu.


Janji suci pernikahan pun diucapkan Darren dengan suara lantang dan lugas. Begitu membacakan janji itu Feli dapat melihat genangan air mata di kedua mata Darren. Feli juga merasakan matanya memanas melihat betapa besar cinta pria yang sekarang menyandang status jadi suaminya itu kepadanya. Darren menatap Feli dengan senyum hangat menenangkan. Sekarang Darren bisa bernafas lega. Feli miliknya sepenuhnya.


"Sudah sah! Apa suami ku sudah boleh menciumku?" Tanya Feli yang membuat tawa meledak didalam ruangan itu. Sungguh Feli sudah menahan diri dari tadi. Begitu melihat Darren yang tampan dan megggoda, sumpah ia ingin sekali mencium bibir Darren.


Darren juga tertawa mendengar ucapan istrinya yang terang-terangan itu. Ia segera menarik tengkuk Feli.


"Dasar setan penggoda" bisik Darren ditelinga Feli yang terdengar sangat sensual dipendengaran Feli


"Aku juga mencintaimu" Jawab Feli tidak peduli. Ia mengalungkan tangannya dileher Darren. Ciuman mereka pun semakin dalam. Tepuk tangan dari para undangan dan sorakan serta siulan tidak mereka hiraukan.


"Aku tidak sabar" gumam Feli sesaat setelah ciuman mereka terlepas


"Tidak sabar?" Darren mengernyit


"For tonight" bisik Feli ditelinga Darren dan sengaja menggigit pelan telinga suaminya itu. Darren meneguk salivanya.


"Oh my Feli" ucapnya dengan suara serak.


"Kau membuatku gila"


Feli berjinjit dan mengecup bibir suaminya. Darren tergelak


"Persiapkan dirimu karena nanti malam aku tidak akan menahannya Baby.." Darren mengancam dengan tatapan lapar yang membuat Feli bergidik ngeri


"Sepertinya singa betina yang akan memenangkan petarungan malam ini" gumam Felix tanpa melepaskan tatapannya dari kedua anak nya. Darren dan Feli.


"Tidak perlu diragukan lagi. Dia memang putrimu. Mesum!" jawab Mika yang mendengar gumaman suaminya. Felix terkekeh dan mengangguk.


"Dua anak kita sudah sold out honey. Mari kita membuatnya lagi" bisik Felix seraya mengecup leher istrinya.


"Mike butuh kawan. Kasihan dia sendiri" Felix beralasan


"Jika kau berani. Aku sendiri yang akan mengkebiri perkutut mu itu Dad" Mike menatap Daddy nya dengan tatapan membunuh.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2