
Darren dan Feli menuruni tangga, sambil bergandeng tangan, senyum bahagia menghiasi wajah keduanya. Raut keduanya tampak bahagia, tidak ada lagi sisa-sisa kesedihan yang terlihat di sana.
"Maaf, harus membuat semuanya menunggu lama" ucapan maaf yang tidak bersungguh-sungguh itu keluar dari mulut Darren, dengan posesifnya ia masih merangkul pundak Feli. Menuntun Feli untuk duduk.
"Pasangan muda memang selalu bergairah" celetukan, Daddy-nya, Felix membuat Darren tergelak dan menoleh cepat ke arahnya.
"Aku hanya berusaha menyelamatkan hubunganku, Dad"
"Dengan membuat kami menunggu lama dan menahan lapar"
"Kau terlalu berlebihan, Dad"
"3 jam Darren, aku penasaran kau mempunyai stok gaya berapa, hingga menghabiskan waktu selama itu?" Mike ikut menimpali yang membuat semuanya tergelak, termasuk Darren yang tidak tahu malu.
"Wwuuahh,, sepertinya keluarga McKenzie sedang berkumpul" suara Bernard, membuat mereka kompak menoleh ke arahnya. Bernard tersenyum manis. Tentu saja itu hanya senyum penuh kepura-puraan.
"Maaf, aku baru bisa menyapa sekarang" tukasnya penuh basa basi.
"Tidak masalah, Linconl, karena tuan rumah ini sudah menyambut kami, kami juga tidak butuh sambutan dari orang yang hanya sekedar menumpang di sini" Felix menatap sinis ke arah Bernard. Wajah Bernard pias seketika mendengar kata penuh ejekan itu.
"Ouh, maafkan aku, mulutku memang sulit untuk berbohong" lanjunya lagi membuat Bernard semakin geram.
"Feli, aku turut berduka atas kehilangan bayimu, aku mendengar kau akan kesulitan dalam memberikan keturunan lagi, lalu bagaimana dengan penerus Maxston selanjutnya" Clarissa yang berada di samping Bernard menatap Feli, dengan tatapan iba yang dibuat-buat. Feli bisa melihat, senyum iblis Clarissa tercetak di wajah cantiknya.
Akhirnya kau merasakan apa yang kurasakan, keguguran, ucap Clarissa dalam hati. Clarissa merasa dendamnya sudah terbalas.
Darren menatapnya dengan tajam, jika saja tatapan bisa membunuh, mungkin detik itu juga Clarissa sudah mati berkeping-keping. Darren mengeratkan genggaman tangannya di tangan Feli, berharap istrinya tidak terpengaruh dengan ucapan jahat Clarissa. Feli menoleh, menatap wajah suaminya dan memberikan senyum terbaiknya. Darren bernapas lega, senyum Feli, memang selalu mampu menenangkannya.
"Terima kasih sudah peduli padaku, Clarissa. Tapi perlu aku tegaskan, Dokter mengatakan, aku hanya mengalami kesulitan untuk mempunyai keturunan, tapi bukan berarti aku tidak bisa mempunyai keturunan lagi, aku dan Darren hanya perlu lebih berusaha, dan bekerja keras setiap malam dan setiap waktu, dan kau tahu proses pembuatannya itu, baik aku, atau pun Darren sangat menyukaianya, bukan begitu, sayang?" Feli tersenyum dengan wajah bersemu merah di wajahnya membuat Darren ingin segera membawanya ke kamar lagi.
"Ck, sepertinya Darren sudah mengotori otak sucimu" dengusan kesal terdengar dari mulut Felix.
"Apa bedanya dengan Daddy, yang sudah mencemari otak mommy, dengan kemesuman Daddy yang kadarnya tidak tertandingi" Mike menimpali.
"Dan sepertinya, kau juga akan mencemari otak kekasihmu yang polos itu sebentar lagi" Feli menunjuk ke arah Mini yang langsung menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ckck..kita terlihat seperti orang bodoh di sini" Clarissa melangkahkan kakinya pergi yang diikuti oleh Bernard di belakangnya.
"Lalu katakan Dad, kapan kalian akan kembali?" tanya Darren.
"Lusa"
"Kenapa cepat sekali?" Feli menunjukkan ketidak sukaannya, ia tidak menyangka keluarganya akan pulang secepat itu. Kerinduannya terhadapa kelurganya belum terobati sepenuhnya.
"Mom" rengek Feli, berusah membujuk mommy-nya, jika mommy-nya yang berbicara maka tidak akan ada yang berani membantahnya. Setiap kata yang keluar dari mulut mommy-nya merupakan perintah bagi pria dalam keluarg McKenzie.
"Mike, dan Mini, harus ujian, sayang" Mika menatapnya penuh sesal. Feli menghela napas panjang, artinya kepulangan keluarganya tidak bisa di undur lagi.
"Mini, apa kau tahu bahwa kekasihmu itu punya cita-cita yang sangat mulia?" tanya Feli.
"Aku hanya tau ia sangat suka balapan" jawab Mini jujur.
"Ya, dan dia selalu kalah" Darren menimpali. Mini menggelengkan kepalanya, Darren dan Felix mengernyit.
"Dia pernah memenangkannya."
"Kau yakin?" tanya Feli tidak percaya. Karena kekalahan Mike dalam balapan sudah tidak asing lagi di telinga keluarganya. Mobil yang tiba-tiba hilang dari garasi tidak perlu dipertanyakan lagi ulah siapa.
"Dia juga memenangkan pertandingan balapan, beberapa bulan lalu untuk seorang gadis virgin" wajah Mini bersemu merah mengingat kejadian yang menghantarkannya menjadi dekat dengan Mike, bahkan menjadi kekasihnya sekarang.
"What?!" pekik keempatnya kaget. Mike dengan santainya menggidikkan bahunya.
"Dimana gadis virgin itu?"
"Apa artinya kau sudah tidak perjaka lagi?"
"Apa kau melakukannya dengan lembut?"
"Aku akan mencoretmu dari daftar keluarga, jika benih kecebong pertamamu berhasil berkembang biak dalam rahim gadis itu Mike, jadi katakan bahwa kau mengenakan pengaman, Mike O'Neil McKenzie" sudah dipastikan kalimat panjang itu berasal dari Nyonya McKenzie.
Mike memutar bola matanya jengah, atas pertanyaan menuduh dan beruntun dari keluarganya.
__ADS_1
"Aku masih perjaka, dan gadis virgin itu ada di dekatku, Mini" tangannya terangkat mengusap lembut rambut, Mini. Kembali semburat merah memancar dari wajah gadis itu. Mommy, Daddy, kakak dan kakak iparnya terdiam, kehilangan kata-kata. Empat pasang mata itu tertuju pada mereka, menatap mereka dengan tatapan tidak percaya.
"Jadi apa cita-citamu?" Mini mendongak menatap Mike, mengabaikan empat pasang mata yang masih menatap mereka.
"Dokter"
Mini, membelalakkan matanya tidak percaya.
"Aku tidak menyangka selain balapan, kau juga tertarik dengan pisau bedah dan selang infus lainnya."
"Apa kau akan mengikuti Mike, atau kau juga punya cita-cita yang lain, Mini?"
Mini tersenyum getir, mendengar pertanyaan Feli. Ia memang mepunyai cita-cita, tapi apalah daya, ia tidak punya materi untuk mencapai cita-citanya itu.
"Aku akan menunggunya" gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh semuanya.
"Kau yakin?" tanya Darren memastikan.
Mini, mengangguk tanpa ragu.
"Aku percaya, Miki mampu menjaga hatinya"
"Ya, selain sifat mesum dan kekurangan yang berlimpah yang dimiliki keluarga McKenzie, setia terhadap satu wanita adalah satu-satunya kelebihan mereka" jawab Feli.
"Aku akan membawanya bersamaku" timpal dengan menatap lekat wajah, Mini.
"Dan tentu saja, juga sangat posesif" tambah Feli, kemudian.
👣👣
"Sepertinya keguguran Feli, tidak membawa pengaruh terhadap hubungan mereka" ucap suara wanita dengan nada kesal.
"Ya, sepertinya kita harus membuat rencana baru untuk menghancurkan keluarga ini. Sepertinya menghadirkan orang ketiga dalam hubungan mereka adalah hal yang patut untuk dicoba."
Mendengar ucapan Bernard, wanita itu tampak berfikir sesaat, lalu detik berikutnya ia pun tergelak.
__ADS_1
"Ya, aku juga penasaran apa wajah sombong Feli masih terlihat jika mengetahui suami tercintanya itu tergoda akan pesona wanita lain."
Bernard dan wanita itu tertawa puas membayangkan niat jahat yang segera akan mereka lancarkan.