Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
41. Tidur Panjang


__ADS_3

Tuhan...kembalikan Feli kepadaku. Pinta Darren mengiba dan memohon kepada Tuhan sang pemilik kehidupan yang mampu membolak balikkan takdir hidup manusia.


Darren berharap keajaiban itu ada seperti di cerita dongeng pengantar tidur yang biasa Mommy nya bacakan setiap malam sebelum ia dan Feli tidur. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Darren berharap untuk hidup di negeri dongeng. Putri tidur yang terbangun setelah mendapat ciuman dari sang pangeran. Kenyataan kembali menyentilnya karena Feli tidak terbangun bahkan setelah Darren menciumnya berulang kali.


Darren menyadari harapannya untuk sebuah keajaiban seperti yang ada di negeri dongeng adalah hal yang tidak mungkin terjadi, tapi bagi Tuhan apa yang tidak mungkin jika Ia sudah mengkehendaki.


Mesin yang tadinya menunjukkan garis lurus yang menandakan tidak ada lagi kehidupan, kini kembali bergerak menampilkan denyut jantung Feli. Bukankah kekuasaan Tuhan itu sangat nyata? Hal yang tidak mungkin bagi manusia tapi mungkin bagi Tuhan.


Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dengan keajaiban nyata yang terpampang jelas di hadapan mereka. Memang sulit untuk mempercayainya tapi memang itulah yang terjadi. Tuhan menunjukkan kebesarannya dan kekuasaanya. Denyut jantung Feli kembali. Dokter yang mendapat bogeman dari Darren tadi dengan sigap menyingkap kain putih yang menutupi tubuh Feli. Ia segera memeriksa denyut nadi gadis itu.


"Siapkan ruang operasi" perintahnya yang langsung di angguki oleh beberapa perawat dan segera pergi.


Mommy_nya Mika berjalan menghampiri Darren.


"Darren" panggilnya dengan suara bergetar seraya menjatuhkan dirinya dalam pelukan Darren. Darren tidak menjawab tapi ia membalas pelukan Mommy_nya. Ia menghembuskan nafasnya, merasa lega untuk sesaat.


Thanks, God. Hanya dua kata itu yang terucap dari mulutnya. Ia bahagia, Tuhan mengabulkan doanya, doa keluarganya dan doa semuanya.


Darren mengangkat tangannya mengusap wajahnya yang penuh dengan air mata kebahagiaan. Seketika itu ia merasa lega. Ia juga merasakan jantungnya kembali berdetak. Felix dan Mike yang melihat itu semua segera mendekat bergabung dengan Mika dan Darren. Mereka berpelukan. Mengucap syukur dalam diam.


"Don't cry dude" Mike terkekeh di tengah isakannya.


"Katakan itu pada dirimu, kau juga menangis, dude" jawabnya seraya mendorong tubuh Daddy_nya dan juga Mike agar menjauh darinya dan Mommy_nya. Darren memeluk erat tubuh mungil Mommy_nya, menyembunyikan wajahnya di pelukan Mika.

__ADS_1


"Kami akan segera mengoperasinya"


Para perawat segera membawa Feli menuju ruang operasi. Darren menghentikan bankar yang membawa Feli. Ia menunduk dan mencium kening Feli dalam.


"Kami di sini sayang, kami akan menunggumu. Jangan menyerah!! Aku yakin kau kuat sayang, aku yakin itu. Jangan berfikir untuk meninggalkan kami lagi karna tempatmu hanya berada di sini, bersama kami dan dipelukanku."


¤¤¤¤¤¤


Sudah dua jam berlalu tapi belum ada tanda-tanda bahwa operasinya selesai. Darren tidak bisa tenang di tempatnya. Ia mondar mandir seperti setrikaan. Darren bahkan beberapa kali mengacak rambutnya frustasi. Harus nya tadi ia ikut ke dalam ruang operasi untuk memastikan kondisi kekasihnya itu.


"Hei tenangkan dirimu" Mike beranjak mendekati Darren dan menuntunnya agar duduk di tempatnya.


"Bagaimana aku bisa tenang Mike sementara Feli sedang berjuang di dalam sana. Aku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui kondisinya baik-baik saja" kembali Darren mengacak rambutnya.


Darren akhirnya menganggukkan kepalanya. Karna apa yang dikatakan Mike adalah benar. Ia harus yakin bahwa Feli akan baik-baik saja dan kembali kepadanya.


Setelah menunggu berjam-jam lamanya akhirnya lampu yang menyatakan sedang berlangsungnya operasi itu padam. Darren dan keluarganya serempak berdiri. Pintu ruangan terbuka menunjukkan wajah letih sang Dokter tapi masih memaksakan diri untuk tersenyum. Darren dan keluarganya akhirnya bisa bernafas lega setelah melihat senyum di wajah sang Dokter. Senyum yang cukup menjelaskan bahwa Feli baik-baik saja.


Operasi yang dilakukan terhadap Feli memang berhasil. Tentu saja itu kabar yang sangat menggembirakan bagi Darren dan keluarganya. Tapi dibalik kebahagiaan itu masih terselip duka, karna Feli masih enggan membuka matanya. Sudah satu minggu semenjak operasi itu berhasil Feli masih setia terbaring di tempatnya tanpa ada niat untuk membuka matanya.


Selama satu minggu itu juga Darren setia menemani Feli. Darren menatap wajah Feli, melihat tubuh kekasihnya penuh dengan perban ditambah lagi dengan mesin dan selang yang menempel ditubuhnya untuk menunjang kehidupan gadis itu. Darren dan keluarganya tetap mengucap syukur karena Feli masih bernafas untuk mereka.


"Darren" Panggilan Mommynya membuatnya menoleh. Ia melihat Mommy dan Daddy nya berdiri di sana.

__ADS_1


"Kau harus istirahat, sayang" Mika mengusap rambut Darren.


"Kau terlihat sangat kacau sekali"


"Apa kau ingin Feli melihatmu seperti ini"


"Aku tidak akan kemana-mana Mom sampai Feli membuka matanya. aku akan tetap menemaninya di sini" Ucap Darren datar tanpa ekspresi sama sekali.


"Setidaknya kau harus makan agar punya tenaga untuk menjaga Feli" Felix bersuara. Sungguh ia tidak meragukan perasaan Darren terhadap Feli tapi ia tidak menyangka Darren akan serapuh ini. Darren terlihat seperti mayat hidup. Fokusnya hanya satu yaitu Feli.


"Bagaimana jika kau sakit dan ikut dirawat? Apa kau ingin saat Feli terbangun dan melihatmu seperti itu" Felix menepuk punggung Darren.


Darren akhirnya beranjak, yang dikatakan mommy_nya memang benar adanya. Feli tidak akan menyukai keadaannya yang seperti mayat hidup itu, ia mengambil bekal yang dibawakan oleh Mommy_nya. Secepatnya ia segera menghabiskan makanannya. Ia tidak ingin berlama-lama jauh dari sisi Feli.


Darren menarik nafas dan menghembuskannya. Tangannya terulur menyentuh wajah pucat Feli.


"Ini sudah berlalu 2 bulan sayang, mau sampai kapan kau tidur seperti ini, sayang? Apakah kau bahagia dengan tidurmu? Apa mimpimu begitu indah sehingga kau enggan untuk terbangun? Tidakkah kau kasihan padaku? Tubuhku sudah kurus kering begini karena menantikanmu. Kau tahu sayang, satu hari tanpa mendengar suaramu terasa sangat panjang. Aku sangat merindukanmu. Dan Daddy juga sangat merindukan teriakanmu"


Darren kembali menghembuskan nafasnya panjang.


"Baiklah sayang, jika kau masih ingin tidur dan tidak ingin membuka matamu, tidak masalah. Aku akan menunggumu di sini sampai kau bersedia membuka matamu kembali. Tapi jangan pernah meninggalkanku. Karena aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Sungguh mencintaimu Felicia Breyonna Maxston" Darren tersenyum hangat.


"Kau dengar sayang nama belakangku ternyata sangat cocok disematkan di namamu, bukan begitu Mrs. Maxston?"

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2