
Darren memandangi wajah Feli yang masih terlelap dalam tidurnya. Pemandangan terindah dalam hidupnya.Melihat wajah tertidur Feli di sampingnya dan di dalam pelukannya, adalah mimpinya sejak dulu. Feli terlihat sangat kelelahan, akibat mengimbangi permainannya semalam. Sungguh Feli belajar cepat darinya.
Darren menyunggingkan senyumnya begitu mengingat kejadian saat malam pertama mereka. Masih terngiang jelas ditelinganya bagaimana seksinya suara Feli saat mendesahkan namanya saat ia menggempur habis-habisan wanitanya itu. Ia yakin istrinya itu tidak akan bisa berjalan. Satu-satunya wanita yang diperawaninya. Wanita yang dicintainya. Feli. Wanita yang sudah menjadi miliknya sepenuhnya dan ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan membiarkan ada orang lain yang mengusik kebahagiaannya dan Feli.
Darren baru merasakan seperti berada di syurga saat melakukannya dengan wanita yang dicintainya itu. Sebelumnya ia tidak pernah merasakan perasaan bahagia yang meluap-luap seperti yang ia rasakan sekarang, karena saat ia melakukannya dengan wanita lain hanya untuk kepuasaan semata. Penyaluran hasrat yang penuh nafsu tanpa ada cinta didalamnya dan ia juga selalu menghindari yang namanya gadis perawan.
Darren mengelus wajah Feli. Sungguh ia sangat ingin membangunkan wanita itu karena saat ini ia kembali ingin melakukannya lagi. Mengulang rasa yang diberikan oleh Feli. Feli sudah seperti ekstasi yang menjadi candu baginya. Feli terlau menggairahkan baginya. Bagaimana bisa gairah dan hasratnya bangkit kembali setelah dirinya mencapai puncak. Sungguh luar biasa bukan?
Feli menggeliatkan tubuhnya di dalam pelukan Darren. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan. Feli tersenyum begitu melihat wajah Darren. Wajah tampan suaminya.
Wajahnya bersemu merah begitu mengenang malam pertama meraka semalam. Malam penuh gairah dan malam terliar dalam hidupnya. Malam yang sungguh indah dan pengalaman paling berkesan dalam hidupnya.
"Morning sweetheart" bisik Darren dengan suara serak yang terdengar seksi ditelinga Feli dan ditambah dengan senyum maut Darren yang mampu menghilangkan kantuknya seketika.
Feli mengangkat tangannya, menyusuri lekuk wajah Darren yang terpahat sempurna.
"Morning, honey" balas Feli dengan senyum manisnya seraya mengusap sudut bibir Darren.
"Oh shit" umpat Darren yang membuat Feli terbelalak
"Kau mengumpat?"
"Kau benar-benar membuatku gila sayang. Kau benar-benar candu buatku"
"Ada apa?" Tanya Feli tidak mengerti.
Darren terkekeh lalu menggeser badannya hingga menyentuh bagian bawah tubuhnya. Feli terkejut. Ia bisa merasakan kehadiran benda yang sudah mengeras itu di kulit tubuhnya yang masih *****.
"I want more" pinta Darren dengn suara memelas. Wajah Feli merona. Feli menggigit bibirnya membuat Darren semakin ingin ********** habis. Darren mengangkat tubuh bagian atasnya dan merengkuh wajah Feli dan kembali beraksi. Akhirnya ia kalah akan nafsu bejatnya itu. Siapa suruh istrinya terlalu menggairahkan membuat junior nya tidak merasakan capek sama sekali.
Oh God . Today gonna be a long day. Feli membatin. Ia hanya bisa pasarah ketika Darren menggempurnya kembali untuk kesekian kalinya.
¤¤¤¤¤¤¤
"Mom...."
__ADS_1
"Dad..."
"Mike..."
"Pengantin baru sudah pulang"
"Mr anda Mrs. Maxston sudah kembali!"
"Sambutlah kami" Setelah hampir dua minggu menghabiskan bulan madunya bersama Darren kembali teriakan Feli terdengar di kediaman Mc.Kenzie.
Tidak lama kemudian yang dipanggil pun muncul bersamaan.
"Kemarilah, Daddy sangat merindukan mu sayang" Felix merentangkan kedua tangannya. Dengan patuh Feli berjalan mendekati Daddy nya dengan langkah yang sangat aneh. Pasti Mommy dan Daddy nya yang sudah berpengalaman juga tahu apa yang terjadi pada Feli.
Jika saja tatapan bisa membunuh, Darren yakin ia sudah mati menggenaskan detik itu juga. Daddy nya Felix menatapnya dengan sangat tajam. Mommy nya Mika mengangkat kedua alisnya seraya menyunggingkan senyumnya melihat Feli yang berjalan seperti habis baru disunat.
"Kenapa jalan mu seperti entok begitu?" terdengar celetukan Mike yang membuat Darren meringis. Bagaimana tidak setelah menghabiskan malam panjang dan hari yang panjang dengan Feli seolah tidak cukup bagi Darren. Ia dan Feli kembali melakukannya di dalam pesawat sepanjang perjalanan.
"Oh my God. My little girl" Lirih Felix begitu Feli berada dalam pelukannya. Ia mengecup sayang kepala putri nya itu
"Pasti Darren melakukannya dengan kasar" tuduhnya yang membuat Darren mendengus
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan Dad jika aku mengatakan merasa sedikit sakit" Jawab Feli datar masih dalam pelukan Daddy nya.
"Harusnya Daddy tidak mengizinkan mu dan Darren menikah secepat itu. Saat kau baru saja sadar dari koma mu"
"Maafkan Daddy sayang. Ini salah Daddy" ucapnya
Darren berdesis melihat tingkah Daddy nya yang berlebihan itu.
"Siapa suruh putri mu menggairahkan seperti itu. Dan kau tahu aku sudah menunggu cukup lama Dad. Tentu saja aku tidak bisa mengontrol diriku" ucap Darren tidak tahu malu
"Sama seperti dirimu yang tidak bisa mengontrol nafsu mu hingga membuat Mommy hamil yang saat itu masih berstatus tunangan sahabatmu" Darren menatap Daddy nya dengan tatapan mengejek yang membuat Mika memukul lengannya.
"Oh Mom i miss you" Darren memeluk Mommy nya dengan erat yang dibalas Mika dengan tidak kalah erat. Darren melepaskan pelukannya dan berganti memeluk adiknya Mike. Dan Daddy nya sepertinya enggan melepas istri nya dari pelukan Daddy nya.
__ADS_1
"Aku lapar sekali" rengek Feli
"Sepertinya Darren memang menghajar mu habis-habisan sampai membuat mu kelaparan begini" Felix mengusap rambut putrinya. Sementara Darren yang mendengarnya hanya terkekeh.
"Lepaskan istriku Dad" Darren menarik Feli dan memeluknya dengan posesifnya.
Felix tersenyum. Posesifnya menurun kepada Darren
"Bagaimana?" Tanya Felix menatap Darren.
"Memabukkan Dad"
"Feli sungguh membuatku mabuk kepayang" jawabnya enteng yang langsung mendapat cubitan dari Feli.
"Perawan memang sangat luar biasa Dad. Rasanya sangat mantap. Mantap betul." Darren menarik kursi buat Feli tempati.
Felix menganggukkan kepalanya
"Ya..ya..kau dan Daddy dua pria yang beruntung mendapat kan wanita yang masih tersegel" ucap Felix yang juga sudah duduk ditempatnya.
"Tapi sialnya putriku tidak seberuntung dirimu. Ia yang masih suci dan tersegel harus mendapatkan pria second seperti mu" Felix berdecak kesal.
"No Dad!" timpal Feli
"Darren bukan pria second. Punya nya juga masih original" jawab Feli
Mika, Felix dan Mike mengernyit bingung mendengar penuturan Feli. Sementara Darren hanya duduk tenang dan tersenyum manis seraya mengusap rambut istrinya itu penuh kasih sayang. Ia tahu apa yang dimaksud oleh istrinya itu karena saat malam pertama mereka ia sengaja menyarungkan ****** ke miliknya yang kemudian langsung dilepasnya kembali. Dan Feli melihat itu. Dan tentu saja Feli tidak akan mengetahui benda apa itu.
"Bagaimana caranya kau bisa mengetahui senjata suami mu itu masih original alias perjaka" Mike menyuarakan kebingungan Mommy dan Daddy nya. Sejak kapan keperjakaan bisa dibuktikan?
"Ada tulisannya di tombak miliknya. ORIGINAL!"
Felix, Mika dan Mike kompak tersedak mendengar jawaban Feli meskipun mereka sedang tidak memakan sesuatu atau pun minum. Mereka menatap horor kearah Darren
"Aku hanya mengelabuinya sedikit dengan sengaja memakai ****** yang ada tulisan Originalnya" Kekeh Darren yang langsung mendapatkan toyoran dikepalanya. Tentu saja itu dari Daddy nya Felix. Dan detik berikutnya mereka semua kompak tertawa. Tertawa bahagia. Darren menatap satu persatu keluarganya itu. Keluarga yang sudah membesarkan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang selama 24 tahun ini. Ia sangat bersyukur akan karunia Tuhan yang menghadirkan Felix dan Mika dihidupnya serta memberikan Feli putri kesayangan mereka untuk dijadikan nya istri.
__ADS_1
Ia menoleh menatap istrinya Feli yang ternyata juga sedang menatap kearahnya. Darren tersenyum lembut. Ia menggenggam tangan Feli lalu mengecupnya.
"Aku mencintaimu. Sekarang dan selamanya. Akan selalu mencintaimu" ucapnya dalam dan kembali mengecup tangan istrinya Feli.