Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
50. Finally


__ADS_3

Feli merasa gugup dan penasaran begitu Darren hendak membuka celananya. Matanya fokus melihat satu titik bahkan untuk bernafas saja ia sampai lupa.


Begitu Darren menurunkan celananya, mata Feli terbelalak melihat benda tumpul yang mengacung tinggi itu. Ia tidak tahu alat kelamin pria ternyata berbentuk menakutkan seperti itu.


Feli meneguk ludahnya dengan susah payah. "Jadi ini benda yang selalu menonjol dibalik celanamu?"


Mendengar pertanyaan Feli, Darren tergelak. Sungguh reaksi Feli membuatnya semakin ingin menggempur Feli habis-habisan.


"Dan Ini yang akan mengambil andil besar dalam pembentukan Maxston-Maxston kecil sayang" Tunjuk Darren pada senjatanya. Ia memasangkan sesuatu didalam sana dan itu tidak luput dari perhatian Feli tetapi sesaat kemudian ia kembali melepas benda yang seperti balon yang membungkus punya nya itu.


"Apa kalau disirim air dingin seperti kebiasaanmu mandi air dingin benda itu akan mengecil" ucap Feli tanpa mengalihkan pandangannya dari junior Darren


Darren mengangguk yang sesaat kemudian sangat disesalkannya karna Feli langsung beranjak dari tempatnya. Darren mengernyit.


"Mau kemana?" tanya Darren


"Ke kamar mandi"


"Jangan katakan kau penasaran dan ingin mengambil air untuk membuktikannya Feli"


Feli mengangguk. Tujuannya memang itu.


Darren segera menghentikan Feli dan membawanya lagi keranjang.


"Tidak.tidak. Aku mohon jangan melucu sekarang sayang. Tidakkah kau kasihan padaku. Sungguh aku tidak bisa berhenti sekarang, Feli" erangnya.


"Apakah itumu akan muat di ituku Darren" jelas sekali suara Feli bergetar. Tubuhnya masih menegang karena merasa takut. Ia tidak yakin lubang kecilnya mampu menampung pusaka milik Darren.


"Sayang, kau percaya padaku?" Tanyanya lembut. Darren mencium kedua mata indah Feli. Feli mengangguk karena tidak pernah sekalipun ia meragukan pria itu.


Begitu Darren melihat Feli menganggukkan kepalanya itu Darren mengecup kening Feli.


"Sayang aku mohon" pintanya dengan suara tertahan. Feli akhirnya menganggukkan kepalanya kembali. Tapi Darren masih bisa melihat bahwa tubuh istrinya itu masih merasakan ketegangan.


"Just relax sweetheart"


"Ini akan sedikit sakit. Tapi aku janji aku akan melakukannya dengan lembut"

__ADS_1


Darren memulai penyatuan mereka. Ia bisa melihat wajah Feli yang meringis dan seperti ingin menjerit. Feli merasakan kewanitaannya seakan disobek-sobek oleh sesuatu di bawah sana.


"Jika sakit kau bisa jambak rambutku sayang, cakar tubuh ku atau gigit bahu ku" ucap Darren. Sungguh ia tidak tega melihat wajah kesakitan wanita yang paling dicintainya itu tapi ia juga tidak bisa berhenti sekarang.


Darren kembali menciumnya, memberinya rangsangan dengan sentuhannya yang lembut. Perlahan Darren merasakan tubuh Feli melemas dalam pelukannya. Feli mulai bisa menerima kehadiran Darren. Feli memeluknya dengan sangat erat.


Darren menatap teduh mata indah Feli. Yang terlihat hanya kepasrahan di sana. Darren kembali mencium bibir Feli. Isaknya berubah menjadi tangisan tatkala penyatuan mereka sudah sempurna. Feli yang merasakan sakit akhirnya juga menyerah. Kuku panjangnya sukses mencakar kulit punggung Darren. Air mata bahagia terus mengalir di wajahnya. Ini adalah saat paling membahagiakan dalam hidupnya. Darren telah memilikinya sepenuhnya. Apa yang dikatakan Mommy nya ternyata memang benar. Perasaan bahagia saat kau menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada orang yang kau cintai. Suamimu.


"You're mine"


"Forever mine" Darren tersenyum lembut.


Rasa sakit yang dirasakan Feli perlahan berubah menjadi rasa asing yang begitu memabukkan. Akhirnya mereka melakukannya.


Darren menggeram dan meracau tidak jelas di atas tubuh Feli. Keringatnya berjatuhan diatas tubuh Feli yang juga sudah basah oleh keringat. Feli mengangkat tangannya mengusap lembut rambut suaminya itu.


Darren tersenyum. Perasaannya diliputi rasa bahagia yang meluap-luap. Akhirnya ia melepaskan hasratnya dalam tubuh wanita tercintanya itu.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah membuatku bahagia malam ini" bisik Darren di telinga Feli. Nafasnya masih terengah begitu juga dengan Feli


"I love you too,"


Darren mengangguk, tersenyum mendengar jawaban Feli. Ia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia saat ini. Betapa beruntung memiliki Feli sepenuhnya. Darrren menatap hangat wajah Feli, membelai rambutnya dengan lembut.


"Apa masih sakit?"


"Sedikit. Hanya nyeri pas di awal-awal"


"Selanjutnya tidak akan sakit, kau akan terbiasa jika kita melakukanya sesering mungkin, sayang" bujuknya.


"Darren!" Feli mencubit dada telanjang Darren


"Kita ulangi lagi ya, sayang" pinta Darren dengan suara menggoda.


"Masih sedikit nyeri, Darren" jawab Feli manja. Dan sialnya suaranya semakin membuat punya Darren yang masih berada diliang Feli menegang kembali.


"Darren...Keluarkan!" ucap Feli panik

__ADS_1


"Dimasukkannya nanti saja Darren" rengeknya kembali.


"Jadi kita akan mengulanginya lagi?" Darren memastikan.


"Darren..." Feli memukul tubuh Darren tapi tidak terasa sama sekali. Bahkan Darren merasa pukulan Feli seperti usapan di tubuhnya.


Darren tertawa. Ia mengecup bibir Feli singkat lalu melepaskan penyatuan mereka dengan perlahan.


Feli segera duduk untuk bisa melihat sesuatu di atas sprei ranjangnya. Ia mengernyit dan panik ketika tidak menemukan apa yang ia cari.


"Darren kenapa tidak ada darah?" tanyanya panik dan sedikit ketakutan


"Aku masih perawan?"


"Aku..aku belum pernah melakukannya dengan siapa pun jadi tidak mungkin perawanku raib begitu saja" wajahnya memelas ketakutan.


Tawa Darren meledak melihat reaksi dan raut wajah Feli. Ia bahkan sampai memegangi perutnya.


"Oh sayang kenapa kau polos sekali" Darren mengacak rambut Feli gemas.


"Ini masalah serius Darren dan bisa gawat. Apa kau yakin sudah memasukkan itu mu?"


"Jadi kau fikir tadi kita melakukan apa sampai keringatan dan terengah begitu. Kau mendesah dan aku mengerang" Masih saja Darren tertawa tapi tidak dengan Feli.


"Baiklah, ayo kita ulangi lagi biar kau yakin"


Daren berhenti tertawa ketika melihat Feli yang menatapnya masih dengan tatapan bingung dan memelas.


"Sayang dengarkan aku. Punyaku ini sudah masuk ke dalam punyamu. Bahkan aku sudah menembakkan peluru cair ke dalamnya yang akan membuahi sel telurmu sayang. Tidak berdarah bukan berarti tidak perawan. Bisa saja foreplay ataupun pemanasan yang kita lakukan membuatmu terlubrikasi dengan baik yang bisa meminimalisir gesekan dan luka yang menyakitkan, sayang. Dan bisa juga selaput daramu itu mungkin memang tebal atau sangat elastis, Feli. Atau mungkin bisa jadi selaput daramu memang sudah sobek disebabkan hal lain seperti sering terjatuh saat bersepeda atau berkuda" Jelas Darren panjang lebar yang membuat Feli bernafas lega.


"Kepintaranmu memang tidak diragukan lagi suamiku" Feli memberikan dua jempol kepada Darren, sungguh ia sangat kagum pada suaminya itu.


"Mari kita lanjutkan lagi" Darren kembali memerangkap tubuh Feli. Sebelum Feli menjawab Darren sudah menggerakkan kejantanannya di dalam sana.


Dan akhirnya mereka melakukannya berkali-kali dan bercinta sepanjang malam hingga menjelang pagi. Dan sepertinya ancaman Darren benar adanya yang mengatakan tidak akan bisa membuat Feli berjalan selama berminggu-minggu, karena Feli sekarang bisa merasakan ia tidak bisa menggerakkan kakinya dan tubuhnya sangat kelelahan.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2