Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
7. Akhir Pekan


__ADS_3

"Jadi katakan kau mau kita jalan-jalan kemana?" Darren duduk diatas ranjang adiknya sambil memperhatikan Feli yang sedang bersiap-siap.


"Aku ingin kita ke taman kota kak Central Park. Lagi musim panas begini pasti banyak acara dan hiburan disana" ucap Feli antusias lalu mambawa baju yang akan dikenakannya ke ruang gantinya. Feli keluar dari ruang ganti. Darren menatap Feli lama. Lalu kemudian menghembuskan nafasnya.



"Apa kau berniat menjual pusarmu. Ganti!" ucap Darren tegas.


"Tidak ada yang salah dengan pakaianku kak. Model begini memang lagi trend kak" protes Feli. Darren tidak tahu Feli harus rela diet selama satu minggu waktu pertama kali menginginkan baju itu. Giliran sekarang baju itu pas di tubuhnya, Darren malah protes dan tidak menyukainya.


"Ganti atau kita tidak pergi sama sekali" ancam Darrren yang membuat Feli menghentakkan kaki nya kesal berjalan kearah lemari pakaiannya. Tangannya sibuk memilih beberapa baju untuk ia kenakan. Feli kembali ke kamar ganti. Tidak berapa lama ia pun keluar.



Darren mengernyit lalu berdecak kesal.


"Celanamu terlalu pendek. Kau ingin para lelaki diluar sana menikmati paha mulusmu itu. Ganti!" Darren melambaikan satu tangannya mengusir Feli dari hadapannya. Feli memutar bola matanya malas tapi tidak berani protes. Protes sedikit saja bisa-bisa Darren membatalkan rencana jalan-jalan mereka. Feli kembali masuk keruang gantinya. Tak butuh waktu lama ia pun keluar.



"Astaga Feli kau ingin membuatku gila, leher baju mu itu terlalu rendah sehingga memperlihatkan belahan dadamu. Dan apa itu, tali bra mu juga kelihatan Feli" Darren menggeram kesal


"Demi Tuhan Kakak, ini musim panas. Kau tidak berniat menyuruhku memakai jaket kan?" Feli sudah tidak bisa menahan mulutnya. Ia mulai geram atas sikap dan protes kakaknya itu.


"Aku tahu ini musim panas. Tapi kau tidak berniat juga kan membuat otak dikepala ku ini juga ikut kepanasan karena melihat para lelaki diluar sana yang memandangmu dengan tatapan lapar"


"Kakak kita sudah lama tinggal di New York tercinta ini. Saat ini lagi musim panas. Coba kakak lihat dan perhatikan orang-orang diluar sana. Banyak dari mereka yang hanya mengenakan pakaian dalam karena tidak tahan dengan suhu udara yang terlalu panas" jelas Feli.


"Aku tidak peduli dengan orang-orang diluar sana. Kau bisa mengenakan kaos biasa" putus Darren meminta Feli segera mengganti baju nya lagi.


Feli menghembuskan nafas berat karena frustasi. Ia memang tidak bisa menang melawan kakaknya itu. Akhirnya untuk keempat kalinya ia masuk keruang ganti. Feli pun keluar dengan pose semanis mungkin berharap Darren tidak protes lagi.



Darren menatap Feli dari atas sampai bawah. Ia beranjak dari tempatnya.


"Hmm..baiklah. Ayo kita berangkat" Darren berjalan mendahului Feli. Feli bernafas lega.


Setelah melakukan perjalanan selama kurang dari 20 menit akhirnya mereka sampai di taman kota New York, Central Park. Dijantung hijau kota ini pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas, mulai dari sekedar jalan-jalan dan duduk-duduk menikmati keindahan taman. Central Park juga memiliki area hutan alami, cagar alam aneka fauna dan kebun binatang dan beberapa danau dan kolam serta sejumlah lapangan dan area taman berumput untuk olahraga dan kegiatan lain seperti jogging atau bahkan menunggang kuda. Selain itu Central Park juga memiliki 2 lapangan Ice Skating, theater, komedi putar dan kastil.

__ADS_1


Darren memarkirkan mobilnya diarea parkir lalu turun. Darren mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Feli.


"Kita sudah sampai, kau ingin kita melakukan apa?"


"Aku ingin berfhoto terlebih dahulu, kemudian berkeliling naik sepeda, aku ingin menunggang kuda tapi aku yakin kau tidak akan mengizinkannya" Feli turun dari mobil lalu melingkarkan tangannya dilengan kakak nya itu.


"Baiklah, ayo kita lakukan semua yang kau inginkan tentunya selain menunggang kuda" ucap Darren. Darren memang tidak mengizinkan Feli menunggang kuda setelah kejadian dimana Feli memaksanya untuk mengajarinya menunggang kuda untuk pertama kalinya saat usia Feli 10tahun. Saat itu Darren memang sudah bisa menunggang kuda tapi ia bukan seorang instruktur berkuda yang berpengalaman. Feli yang terus mendesak dan memaksanya akhirnya menuruti keinginan adik tersayangnya itu. Tapi yang terjadi Feli terjatuh karena tidak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya. Ia terlalu senang berada diatas kuda sehingga kehilangan fokusnya yang mengakibatkan kaki nya cedera.


Setelah bermain cukup lama, Darren pun mengajak Feli kelapangan berumput untuk istirahat dan makan. Darren merebahkan tubuhnya dengan posisi kepala berada dipangkuan Feli. Feli meyuapi makanan kemulutnya dan kemulut Darren.


Feli menyipitkan matanya ketika tanpa sengaja melihat sepasang kekasih yang sedang berciuman duduk tak jauh dari tempat mereka. Feli membelalakan matanya. Bukan karena melihat orang yang sedang berciuman itu tapi menyadari siapa wanita yang sedang berciuaman itu. Wanita yang tidak lain adalah kekasih kakaknya saat ini. Clarissa Swift.


"Kau sedang melihat apa?" Darren menyadari raut wajah Feli yang sedang berubah. Ia segera duduk dan menoleh mengikuti arah tatapan Feli. Feli segera menarik wajah Daren dengan kedua tangannya agar tidak melihat dua insan yang sedang berciuaman itu. Ia tidak ingin kakak nya merasakan sakit hati karena kekasihnya berselingkuh.


Tidak salah aku tidak menyukainya. Berani sekali dia mengkhianati kakak ku. Aku akan memberinya pelajaran. Kakak tidak boleh sakit hati.


Darren menaikkan alisnya begitu wajah mereka berhadapan.


"Maafkan aku, sepertinya aku ingin ke toilet. Bisakah kau menemaniku kakak" Feli berusaha menyebunyikan kegugupannya. Feli menggigit bibir bawahnya dan sesekali melirik kebelakang punggung Darren


Sial, kenapa mereka masih disitu. Dan astaga apa mereka tidak kehabisan nafas berciuman lama begitu, batin Feli.


"Hmm..tidak ada. Ayo kakak temani aku" Feli berdiri dan menarik tangan Darren agar mengikutinya. Feli berjalan terburu-buru menyeret tangan Darren. Darren hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


"Kakak sebaiknya kita pulang saja" ajak Feli begitu mereka sudah jauh dari tempat terakhir mereka tadi.


"Kau tidak jadi ketoilet?" tanya Darren


Feli menggeleng.


"Dirumah saja" jawabnya singkat.


"Baiklah, kau tunggu disini kakak akan mengambilkan mobil" Darren menduduk Mika dikursi taman.


"Kenapa kita tidak pergi bersama saja kakak" Feli mengernyit bingung.


"Kau pasti capek. Kau tunggu saja disini" Feli ingin protes tapi ia memilih mengangguk.


Ternyata Darren tidak langsung pergi ke parkiran. Ia kembali ketempat mereka tadi. Darren terkekeh ketika orang yang dilihat Feli itu masih berada disana.

__ADS_1


"Sepertinya kau sangat menikmati akhir pekanmu Clarissa" Darren berdiri dengan tenangnya dihadapan kekasihnya itu yang mungkin sebentar lagi akan berubah menjadi mantan kekasih.


Berbanding terbalik dengan wajah Darren yang terlihat santai dan biasa saja mendapati kekasihnya yang sedang berselingkuh, Clarissa terlihat begitu terkejut melihat Darren yang sudah berdiri dihadapannya. Wajahnya memucat.


"Darr..Darren" lirihnya gugup


"Siapa kau?" tanya pria yang menjadi selingkuhan kekasihnya itu


Darren terkekeh


"Sebelum kau menanyakan aku siapa, bukan kah sebaiknya kau memperkenalkan dirimu siapa?"


"Aku kekasih Clarissa, Josh Gryson" Melihat tatapan Darren yang penuh intimidasi dengan patuhnya pria itu memperkenalkan dirinya. Darren memang memiliki sorot mata yang sangat tajam membuat setiap lawannya baik dalam bisnis atau apa pun itu selalu merasa terintimidasi.


"Ouh..jadi kau kekasihnya?" Darren tersenyum iblis, matanya menatap Clarissa yang terlihat semakin gugup dan ketakutan


"Darren aku bisa menjelaskannya" Clarrisa menyentuh tangan Darren yang langsung dihempaskan Darren dengan sangat kasar.


"Jangan berani mencoba menyentuhku wanita murahan" hardik Darren.


"Ini juga salahmu. Kau kekasihku tapi kau tidak pernah membagi waktu mu denganku. Setiap aku mengajakmu berkencan kau selalu mengatakan sibuk dan jika itu akhir pekan kau beralasan ingin memghabiskan waktu mu dengan keluargamu. Tidak kah kau sadar kau tidak pernah menganggap ku, kau menghubungiku jika kau butuh aku untuk menghangatkan ranjangmu" Clarissa geram tidak terima dikatakan wanita murahan.


"Bukankah dari awal saat kau memintaku untuk menjadi kekasihmu, aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, tapi juga tidak akan pernah mengkhianatimu selama kau juga setia" ucap Darren datar dan tenang.


Clarissa tersentak, yang dikatakan Darren memang benar adanya.


"Darren maafkan aku"


"Jangan pernah memperlihatkan wajahmu lagi dihadapanku. Kita akhiri disini" Darren berbalik dan meninggalkan Clarissa dan selingkuhannya yang masih bingung mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak Darren, kau tidak boleh seperti ini. Aku mencintaimu" teriak Clarissa berusaha mengejar Darren tapi ditahan oleh pria yang disampingnya.


"Apa maksudmu dengan kata kau mencintainya?"


"Diam kau brengsek!" Clarissa menghentakkan tangan pria itu lalu berlari mengejar Darren. Clarissa menghentikan langkahnya begitu melihat Darren bersama Feli.


"Huh..ternyata kau bersama adikmu yang sister complex itu. Lihat saja aku akan membalasmu Darren" Clarissa tersenyum licik lalu berbalik.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2