Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
16. Bunga Lily


__ADS_3

"Darreenn.....Kau datang?" Feli berlari kedalam pelukan Darren.


"Ya..aku datang mengunjungi kekasihku" Darren berbisik ditelinga Feli dan kalimatnya sukses membuat Feli tersipu. Mendengar kata kekasih masih terasa asing ditelinga Feli mengingat mereka baru tadi pagi meresmikan hubungan mereka berdua dan malam ini Darren kekasihnya sudah datang mengunjunginya.


"Dan aku membawakan sesuatu untuk mu" Darren menyodorkan bucket bunga Lily of The Valley pada Feli.



Dengan wajah sumringah Feli menerimanya. Ia berjinjit lalu mencium sebelah pipi Darren


"Terimakasih" ucapnya dengan senyum mengembang dibibirnya.


"Bukannya ini bunga Lily Of The Valley? Bunga yang menjadi bucket bunga pernikahan Song Jong Ki dan Song Hye Kyo?" Feli bertanya dengan antusias. Ia menatap kagum pada bucket bunga yang dipegangnya.


Darren mengernyit bingung. Ia mengira tadi Feli akan mengatakan bucket bunga Pangeran William dan Kate Middleton. Feli nya memang sedikit unik.


"Siapa itu?" tanya Darren menyuarakan kebingungannya.


"Artis Korea" jawabnya singkat. Dan kau tahu Darren aktor itu sungguh sangat tampan sekali. Aku sangat menyukainya"


"Benarkah. Kau lebih menyukainya atau menyukaiku"


"Darrren...Tentu saja aku lebih menyukaimu. Kau tidak ada bandingannya" Jawabnya antusias yang membuat senyum mengembang di wajah Darren.


"Feli, aku memberikan bunga Lily Of The Valley, bunga yang menjadi bucket bunga pernikahan pangeran William dan Kate Middleton ini kau tahu artinya apa?"


Feli menunduk melihat bucket bunga yang ada ditangannya. Darren tersenyum ia yakin Feli tidak tahu.


"Legenda mengatakan Lily of The Valley adalah bentuk air mata Hawa ketika dibawa Adam ke taman Eden. Bunga ini menjadi simbol kebahagiaan dan kesucian. Selain itu bunga ini juga dipercaya membawa keberuntungan dalam cinta. Dan aku mempercayainya. Aku berharap dengan memberikan bunga ini hubungan kita akan berakhir dengan bahagia" Darren menatap lekat manik coklat Feli. Mata Feli sudah mulai berkaca-kaca.


"Darren aku terharu mendengarnya" Feli memeluk erat tubuh kekasihnya itu. Ia sungguh tidak menyangka Darren mencintainya sampai sedalam itu.


"Ehhmmm"


Darrren melepaskan pelukan Feli begitu melihat Daddy nya Felix sudah berdiri dihadapannya.


"Kenapa kau memberikannya bunga lily?" Felix melihat bucket yang dipegang oleh Feli


"Aku datang untuk menjenguk Feli yang sedang sakit. Tidak mungkin aku datang dengan tangan kosong Dad" Darren beralasan.


"Kau bisa membawa buah atau buah tangan lainnya" Felix menatap Darren dan Feli bergantian


"Rumah ini tidak kekurangan buah atau hal lainnya Dad, kau bukan orang melarat" Jawab Darren asal yang membuat Feli terkekeh.


"Dad..tidak ada yang salah. Aku menyukainya" Feli mencium aroma bunga yang ditangannya.


"Menyukai siapa?" Hardik Felix yang membuat Feli terlonjak.


"Dad..kau mengagetkan ku. Tentu saja aku menyukai bunga ini. Memangnya aku harus menyukai siapa" hardik Feli lalu menghentakkan kakinya berlalu meninggalkan Daddy nya dan Darren. Darren terkekeh.


"Sepertinya akhir-akhir ini kau banyak fikiran Dad. Pergilah berlibur bersama Mommy. Dengan begitu fikiranmu akan lebih jernih Dad" Darren menepuk bahu Daddy nya yang membuat Felix berdecak kesal.


Feli menarik kursi dengan sedikit kasar lalu mendaratkan bokongnya diatasnya. Mommy nya Mika menoleh menatapnya.


"Kenapa wajah mu cemberut begitu?"


"Daddy sangat menjengkelkan"

__ADS_1


"Memangnya apa yang dilakukan Daddy mu itu sehingga membuatmu jengkel begitu" Senyum hangat terlihat diwajahnya.


"Tanya kan saja pada suami mu itu Mom" Feli mendelik kesal begitu melihat Daddy nya dan Darren bergabung di meja makan.


"Oh astaga putra ku datang" Mika sedikit terkejut melihat kedatangan Darren.


"Ya Mom, aku merindukanmu" Darren mendekati Mommy nya dan memeluknya.


"Ciihhh" Felix berdecak kesal


"Jangan memeluk istriku lebih dari 3 detik"


"Kau lihat Mom, bukan kah suami mu itu terlihat menjengkelkan" Feli masih menatap kesal kearah Daddy nya.


"Maklumi saja. Mungkin itu faktor usia. Semakin tua semakin menjengkelkan. Itu sudah hukum alam Felicia" Mika terkekeh melihat raut wajah suaminya begitu mendengar kata tua.


"Honey...kata-kata mu menyakitiku"


"Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya mengatakan faktanya"


"Apa aku sungguh terlihat tua?"


"Kau terlihat lebih menawan sayang"


"Aku mencintaimu" Felix menarik Mika agar menjauh dari Darren.


"Dan kau tahu aku lebih mencintaimu"


"Dan kalian berdua sangat menyebalkan" desis Feli


"Dan aku sangat menyukai keromantisan kalian" Darren berjalan mendekati Feli dan duduk disampingnya.


"Sebelum kita makan, aku sangat mengharapkan hidangan pembuka Dad" Mike mengerling. Felix dan Darren terkekeh.


"Baiklah jika itu keinginanmu Son" Felix menarik leher Mika dan melumat habis bibir yang menjadi candunya itu. Mika mengangkat tangannya dan mengalungkan tangannya di belakang leher Felix. Felix memperdalam ciumannya. Tontonan seperti ini sudah biasa Darren, Feli dan Mike saksikan.


"Hentikan kemesuman kalian itu. Mom..Dad..kalian membuat mata suci ku terkontaminasi" Dan setiap melihat aksi gila Mommy dan Daddy nya selalu sukses membuat Feli naik darah.


"Mom..Dad..jika kalian tidak berhenti, aku bersumpah akan melakukan hal yang sama dihadapan kalian bersama kekasihku"


Berhasil. Mika dan Felix spontan melepaskan aksi senonoh mereka. Sekarang semua mata tertuju kepada Feli.


"Apa baru saja kau mengatakan kau memiliki kekasih?" Mika duduk begitu suaminya Felix menarik satu bangku untuknya.


"Ya" jawabnya singkat


"Ouuhh...putri kecilku sudah mulai nakal" Senyum sumringah menghiasi wajah Mika.


"Katakan siapa pria tidak beruntung itu sayang?" Dan pertanyaan Mika sontak membuat semuanya tertawa. Tentu saja selain Feli. Wajahnya sudah ditekuk.


"Ya..katakan Feli aku juga sungguh penasaran siapa kekesih mu itu" Darren menaikkan alisnya. Ia mengulum senyumnya lalu mendekatkan tubuhnya kearah Feli


"Sayang...aku sudah bilang untuk sementara bertingkah lah seperti biasa dihadapan Mommy dan Daddy. Jangan membuat mereka curiga" bisiknya pelan agar tidak didengar yang lainnya. Wajah Feli kembali merona mendengar kata sayang dari Darren. Ouuhh kenapa ia murahan sekali.


"Kau membisikkan apa pada Feli?" Mike mengerutkan dahinya.


"Tidak ada. Aku hanya menyingkirkan semut yang ada dirambut Feli" jawabnya asal.

__ADS_1


"Sejak kapan rumah ini ada semut. Kau meragukan kebersihan rumah ini" ucap Felix ketus


"No Dad..tidak kah kau pernah mendengar kata pepatah, dimana ada gula disitu ada semut. Dan kau lihat saja Feli sangat manis seperti gula jadi tidak heran jika semut sangat menyukainya" Jawabnya makin asal tapi mampu membuat wajah Feli merona semerah tomat segar yang baru panen.


"Kenapa wajahmu merona?" Felix menatap Feli penuh selidik


"Mom..tidak kah sebaiknya ku mengajukan surat cerai terhadap Daddy. Daddy sungguh menyebalkan Mommy!!" kesal Feli


"Haruskah aku menceraikanmu sayang?" Mika menatap suaminya.


"Jika kau ingin melihatku tidak bernyawa lagi"


"Dan kau dengar Feli, Daddy mu sungguh tidak bisa hidup tanpa Mommy. Kau sungguh ingin melihat Daddy mu mati?"


"Ciihh.." Feli berdecak kesal


"Dan apa itu ditanganmu?" Mika baru melihat bucket yang dipegang oleh Feli.


"Lily of The Valley?"


Feli mengangguk


"Apa pria tidak beruntung yang menjadi kekasihmu yang memberikannya?" goda Mike yang langsung mendapat tatapan tajam dari Feli.


"Wow..sepertinya ia sungguh mencintaimu. Legenda mengatakan lily adalah lambang cinta suci, kepercayaan, dan kemurnian" jelas Mike.


Senyum Feli melebar diwajahnya.


"Jadi kau sungguh memiliki kekasih?" Tanya Mika tak kalah antusias.


"Darren yang memberikannya"


Mika mengerutkan dahinya begitu mendengar ucapan Feli. Ia menatap Darren dan Feli bergantian.


"Kau yakin Darren yang memberikannya?" gumam Mika ragu. Feli mengangguk.


"Aku hanya tidak tahu ingin membawakan Feli apa disaat ia sakit?" Masih saja Darren berakting Feli sedang sakit karena aksi mabuknya semalam.


"Daddy dan kau tahu bahwa Feli sudah baik-baik saja Darren. Kau tidak perlu repot-repot mengunjunginya dengan membawa bunga segala"


"Mom..sepertinya Daddy tidak menyukai kedatanganku" adu Darren. Mika menatap tajam kearah suaminya.


"Apa benar begitu?"


"Tentu saja tidak. Aku menyukai saat anak-anak ku berkumpul begini" Felix menatap tajam Darren. Darren mengidikkan bahunya acuh


"Apa kau sadar selama ini kau tidak pernah memberikan aku bunga?" Mika menatap iri bunga yang ada ditangan Feli.


"Cihh...jangankan satu bucket bunga. Aku bisa membelikan beserta kebunnya untuk mu" sombong Felix yang membuat semuanya berdecak.


"Mom jika kau menyukainya, kau bisa mengambilnya" Feli menyodorkan bunganya kehadapan Mika. Mika mengambilnya lalu mencium aromanya.


"Mulai besok aku akan membelikan mu bunga. Aku tidak menyukai kau menerima pemberian orang lain" Felix merampas bunga itu dari tangan Mika lalu memberikannya pada Feli kembali.


"Darren putra ku"


"Tapi dia pria. Aku tidak menyukainya"

__ADS_1


"Ya..Jelas kau tidak menyukainya Dad. Kau kalah ganteng dari Darren" celetuk Mike yang membuat Feli tertawa puas.


T.B.C


__ADS_2