Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
62. Konsultasi


__ADS_3

"Jadi bagaimana keadaan kandungan istri saya?" Darren menatap Dokter perempuan yang masih terlihat sangat muda itu. Dokter itu tersenyum dan Darren bernafas lega. Darren tahu dengan melihat senyum itu, bayi dan istrinya baik-baik saja.


"Kandungannya baik-baik saja" jelas sang Dokter.


"Tapi tetap saja Mrs. Maxston harus menghindari yang namanya benturan dan pekerjaan berat lainnya" nasehatnya.


"Kau dengar itu, sayang?" Darren menoleh menatap istrinya, Feli mengangguk.


"Bagaimana dengan kegiatan olah raga malam yang rutin kami lakukan, Dok?" pertanyaan Feli itu sontak membuat Darren dan sang Dokter tersedak.


"Bahkan kami melakukannya berulang kali di malam hari" lanjutnya mengabaikan Darren dan sang Dokter yang sudah malu sendiri mendengar pertanyaan ftontal Feli.


"Sayang..." erang Darren dengan wajah memelas.


"Kau juga seorang wanita, apa waktu hamil kau pernah merasakan hormon s*ksualmu meningkat? Entah kenapa setiap berdekatan dengan suamiku aku ingin dia menyentuhku" Feli membeberkan dan mengabaikan erangan suaminya, membuat wajah Darren semakin merah, begitu juga dengan sang Dokter yang terlihat sedang menahan senyumnya.


"Jika kau ingin tertawa, silahkan saja. Istriku ini memang sedikit ajaib" ucap Darren yang membuat sang Dokter akhirnya meluaskan tawanya.


"Sayang, sebaiknya urusan ranjang kita tidak perlu dibeberkan seperti itu" ucapnya lembut.


"Aku bukannya membeberkan Darren, aku hanya berkonsultasi. Aku tidak ingin hanya karena kemesumanmu dan juga keliaranku, sesuatu yang buruk terjadi pada bayi kita"


Oh my God, mesum dan liar, erang Darren dalam hati.


"Tidak akan terjadi apa-apa pada bayi kita, selama kita melakukannya dengan perlahan dan hati-hati" jawab Darren.


"Tapi terkadang kau juga lepas kendali, kau jadi rakus dan brutal"


"Maafkan aku, tapi kau terlalu nikmat dan menggoda"


"Ehmm" Dokter itu sengaja berdehem seolah mengatakan hello aku masih di sini. Bisakah kalian berhenti memembahas masalah ranjang kalian yang membuatku seketika merindukan suamiku.


"Maaf," ucapnya dengan wajah bersemu merah. Pasangan muda dan romantis yang ada di hadapannya itu membuat ia ingin cepat-cepat pulang dan menyeret suaminya ke atas ranjang.


"Ya Dokter, menurutmu bagaimana?" tanya Feli mengabaikan wajah merona sang Dokter.


"Begini Mr dan Mrs. Maxton, melakukan hubungan intim memang saat hamil memang perlu dilakukan untuk menjaga keharmonisan pasangan tetap terjalin dengan baik. Hanya saja wanita hamil biasanya enggan melakukan hubungan intim, karena gairah s*skualnya menurun..."

__ADS_1


"Oh, aku malah sangat bergairah" Feli menyela ucapan sang Dokter. Darren hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala.


"Dan pemanasan atau pun foreplay sangat dibutuhkan saat melakukan hubungan intim agar organ intim cukup terlumasi oleh cairan v*gina guna menghindari pendarahan melalui v*gina akibat kondisi leher rahim yang sensitif..."


"Suami saya sangat jago dan ahli dalam melakukan foreplay, Dokter" kembali Feli menyela ucapan sang Dokter dan kali ini kembali lagi Darren tersedak dibuatnya.


Oh Tuhan, ada apa dengan istri ajaibku ini, apa dia berniat untuk mempermalukan kami berdua?


Darren berucap dalam hati. Sungguh Feli, istri cantik dan tercintanya itu membuatnya gemas dan kesal dalam waktu bersamaan. Apa Darren sedang malu? Oh ayolah, manusia mana yang tidak malu disaat aktivitas ranjangnya diperbincangkan secara terbuka dihadapanmu langsung. Dan apa tadi kata Feli? Darren jago dalam melakukan foreplay. Oh Feli apa kau tidak takut wanita lain yang mendengarnya ingin merasakan foreplay dari suami tampanmu itu.


"Feliiii...." erangnya dengan menatap kesal ke arah Feli. Feli melotot seraya memanyunkan bibirnya begitu melihat raut wajah kesal Darren.


"Kau kesal?!" hardik Feli.


"Huh?" Darren mengernyit.


Tentu saja aku kesal! jerit Darren dalam hati.


"Wajahmu terlihat kesal?!" rengeknya.


Darren menatap Feli dan hanya terdiam tidak berniat untuk menjawab ancaman Feli sama sekali. Salah jawab, bisa-bisa Feli sungguh memintanya tidur diluar. Tidak. Itu mimpi buruk bagi Darren.


"Kenapa diam? Jawab aku!!"


Oh Tuhan, kuatkan aku menghadapi hormon ibu hamil ini. Darren membatin.


"Sayang, Dokternya masih menunggumu, silahkan lanjutkan konsultasinya" Darren tersenyum manis.Ia lebih memilih posisi aman daripada harus tidur di luar.


"Dokter, silahkan dilanjutkan" pinta Darren.


"Jadi intinya, selama ibu hamil dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat keguguran, berhubungan intim saat hamil muda aman untuk dilakukan.Tapi posisi badab saat berhubungan intim dalam keadaan hamil perlu diperhatikan karena adanya bayi dalam perut, sehingga posisi tidak boleh sembarangan"


"Jadi posisi yang baik seperti apa, Dokter?" tanya Darren penasaran mulai tertarik dengan pembahasan yang ada.


"Sebaiknya lakukan posisi yang nyaman bagi ibu hamil, misalnya posisi berbaring menyamping dan woman on top" jelas sang Dokter.


"Aku selalu dibuat dalam posisi telentang, Dokter" gumaman Feli lagi dan lagi membuat Darren dan Dokter menatapnya tidak percaya.

__ADS_1


"Kau dengar itu Darren, mulain nanti malam biarkan aku yang di atas. Selama ini kau membuatku berada di bawahmu dengan posisi telentang dan kau bebas menggerayangiku"


Haruskah aku menyumpal mulut manis istriku ini, kembali Darren membatin.


Darren menarik nafas sesaat lalu menatap sang Dokter.


"Dokter, terima kasih atas waktu Anda, sebaiknya sisi konsultasi kita tutup sampai di sini, karena sepertinya Anda juga terlihat sangat merindukan suami Anda" Dokter itu tergelak mendengar penuturan Darren, lalu mengangguk.


"Kau dan istrimu benar-benar membuat pasangan lain iri," ucapnya lalu berdiri.


"Baiklah, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya dan tolong sampaikan salamku pada Ny. Sharon"


"Terima kasih, Dokter" Feli tersenyum ramah.


"Ehmm..tapi ada baiknya kalian berdua mengurangi kegiatan olahraga malam kalian. Sebaiknya jangan melakukannya setiap hari" ringisnya.


"Baiklah Dokter, akan kami pertimbangkan, tapi aku tidak yakin dengan diriku sendiri. Suamiku terlalu menggoda.Tapi aku akan lebih berhati-hati" jawab Feli enteng lalu merangkul tangan Darren dengan manja.


"Aku ingin minum smoothie pisang dan juga kurma"


"Kau ingin aku membuatnya atau kita membelinya?"


"Beli saja, aku ingin jalan-jalan berdua denganmu" jawab Feli manja.


"Baiklah, ayo kita lihat dimana penjual smoothie yang enak dan segar"


Feli dan Darren memilih berjalan kaki sambil bergandeng tangan, dan hal seperti inilah yng selalu Darren sukai dari Feli. Feli selalu pintar memanfaatkan waktu dan menciptakan moment bagi mereka berdua ditengah kesibukan Darren.


"Darren, kau ingin anak yang sepertiku atau sepertimu?"


"Aku tidak peduli dia sepertiku atau sepertimu, yang penting bagiku, anakku terlahir dari rahimmu, dan tentu saja kesehatanmu dan juga bayi kita tidak kalah penting" jawab Darren bijak. Tapi memang itulah yang dirasakannya.


"Darren, kenapa kau manis sekali" Feli merentangkan kedua tangannya meminta ingin dipeluk.


"Dan kenapa kau manja sekali, sayang" jawab Daren gemas seraya mengecup kilat bibir Feli yang sepertinya banyak mengoceh hari ini.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2