
"Katakan, ada apa kau menghubungiku?" Datar dan dingin itu lah respon yang diberikan oleh Darren menyambut Clarissa diruangannya.
"Tidak bisakah kau mepersilahkan aku duduk terlebih dahulu" ucap Clarissa.
Darren mempersilahkan Clarissa duduk memberikan isyarat dengan sebelah tangannya.
"Darren..Untuk kejadian lima tahun lalu aku sungguh minta maaf"
"Ayolah Clarissa..aku tidak ingin membahas masa lalu. Katakan apa tujuan mu menghubungiku" Desak Darren tidak sabar.
Clarissa menghela nafas berat
"Mungkin kau tidak akan mempercayai apa yang akan aku katakan ini"
"Tidak bisakah kau mengatakan poin nya saja Clarissa. Percaya atau tidak biar itu urusan nanti" Darren semakin tidak sabar. Pasalnya ia juga akan menjumpai wanita ular itu dan memberikannya pelajaran.
"Mommy Noura dan Emily sedang merencanakan sesuatu yang jahat untuk mu dan juga Feli" ucapnya cepat begitu melihat ketidak sabaran Darren.
Darren menaikkan alisnya begitu mendengar ucapan Clarissa
"Apakah hanya ini yang ingin kau katakan" Darren menunjukkan wajah kecewanya.
"Kau sudah mengetahuinya?"
Darren menghela nafas jengah
"Kau membuat ku kecewa Clarissa. Aku fikir kau akan menawarkan sesuatu yang menarik. Baiklah kau boleh pergi. Aku masih harus menemui Mommy tiri mu itu untuk memberikan nya pelajaran" Darren beranjak dari kursinya dan segera berjalan membukakan pintu untuk Clarissa agar ia segera pergi.
Clarissa mengerti bahwa Darren sedang mengusirnya. Ia pun berjalan mendekati pintu. Clarissa berhenti didepan Darren lalu ia mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Ia memberikan kepada Darren. Darren mengernyit tapi tetap menerimanya.
"Aku harap ini bisa membantu mu untuk membongkar semua kejahatan Mommy" ucap nya.
Darren segera membaca kertas yang diberikan oleh Clarissa. Darren sedikit terkejut tapi tidak menunjukkannya dihadapan Clarissa.
"Kenapa kau memberikan ini pada ku. Bukan kah seharusnya kau memberikan nya kepada polisi agar polisi segera menangkapnya. Kau mempunyai cukup bukti untuk memasukkan wanita itu kedalam penjara. Dia sudah membunuh Tuan David yang tidak lain adalah Daddy mu"
"Aku tidak mempunyai keberanian. Aku takut ia membunuhku juga. Jadi aku berpura-pura tidak tahu. Ia adalah wanita yang mengerikan." jelas Clarissa
"Jadi kau sedang memanfaatkan ku" tuduh Darren.
Clarissa terkekeh mendengar pernyataan Darren yang terang-terangan
"Bisa dikatakan ya dan tidak" jawab Clarissa
"Aku tidak bisa melaporkannya karena ia mempunyai catatan medisku yang menyatakan aku gila. Polisi tidak akan mempercayai laporanku"Clarissa tersenyum getir
"Aku yakin kau juga membutuhkan nya untuk memudahkan mu melawanya, dan aku melakukannya sebagai permintaan maaf ku atas kejadian lima tahu lalu" Ada nada sesal dalam suara Clarissa
"Dan Darren ada satu hal yang harus kau ketahui. Noura dan Emily memiliki rekaman vidio kejadian lima tahun lalu"
Pernyataan Clarissa itu sukses membuat Darren sport jantung.
"Maafkan aku" lirihnya.
__ADS_1
"Kenapa rekaman nya ada pada mereka" rahang Darren mengeras menahan emosi
"Noura mengambilnya saat aku sedang tidak sadarkan diri. Aku terbangun setelah tidak sadarkan diri 2 hari dirumah sakit dan aku langsung histeris. Bukan maksud untuk menyalahkan mu tapi setelah kejadian itu aku menderita gangguan mental. Bahkan aku harus rutin mendatangi psikiater selama 4 tahun. Aku bahkan sempat hamil dan keguguran Darren. Bagaimana aku tidak bisa gila" Calrissa menarik nafas menjeda ucapannya. Kenangan itu sungguh sangat mengerikan buatnya.
Clarissa menatap wajah datar Darren. Setelah mendengarkan kepahitannya Darren tidak menunjukkan reaksi apa pun. Clarissa merasakan nyeri dihatinya. Ia lalu tersenyum getir memang nya apa yang ia harapkan dari Darren setelah memdengar ceritanya.
"Aku tidak ingin Feli merasakan hal yang sama dengan apa yang ku alami Darren. Jadi sebelum mereka mengirimnya ke media kau harus menghentikannya"
"Aku cukup prihatin mendengar cerita mu Clarissa. Tapi tidak ada sedikit rasa bersalah dihatiku. Karna apa yang kau tanam itu lah yang kau tuai. Baik aku atau pun Feli tidak ada salah dalam hal itu. Tapi tetap saja aku harus berterimakasih padamu karna telah memberikan informasi ini" Darren menepuk bahu Clarissa lalu pergi. Ia harus secepatnya menemui Noura.
Clarissa menatap kepergian Darren. Ia merasakan sesak di hatinya. Tanpa bisa ia tahan air matanya jatuh membasahi wajah nya.
¤¤¤¤¤¤¤¤
Darren memarkir kan mobilnya di depan cafe tempat Noura berjanji dengan Feli. Darren mengedarkan pandangannya mencari keberadaan wanita ular itu. Ia berharap semoga otak Feli dilurus kan dan memutuskan untuk tidak mendatangi Noura.
Sepertinya harapannya dikabulkan. Ia melihat Noura masih terduduk sendiri. Darren berjalan mendekati wanita itu.
"Bukan kah aku sudah mengatakan jangan mencari masalah dengan keluarga ku. Seperti nya kau tidak mengindahkan ucapanku Noura" Darren menghilangkan kesopanannya menyebut nama Noura tanpa embel-embel apa pun.
Noura tersentak melihat Darren yang sudah duduk anteng dihadapannya.
"Apa yang kau lakukan disini?" hardik Noura
"Tentu saja untuk menemuimu" senyum mengembang diwajah Darren.
"Katakan kau ingin aku mengirim mu kemana?" Suara Darren sarat akan ancaman tapi wajahnya ramah penuh senyuman. Bukan kah itu lebih menakutkan.
"Rumah sakit? Kantor polisi atau kau juga boleh memilih ke liang lahat Noura. Aku tidak akan keberatan sama sekali" Senyum hangat menghilang dari wajahnya berganti dengan senyum iblis.
"Kau memang manusia paling bodoh" ejek Noura dengan wajah minta ingin ditonjok
"Tidak kah kau memikirkan bagaimana perasaan Daddy mu dibawah tanah sana" Noura mulai memprovokasi
"Jangan berpura-pura baik dihadapan ku, kau bukan malaikat. Bagaimana mungkin kau bisa memaafkan orang yang sudah membunuh Daddy mu. Apa kau sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan keluarga McKenzie itu. Mari kita bekerja sama" tawar Noura dengan wajah iblis
Darren terbahak mendengar perkataan Noura seolah itu lelucon terlucu yang pernah ia dengar
"Aku memang bukan malaikat tapi aku dirawat dan dibesarkan oleh malaikat yang berwujud manusia. Mommy Mikayla. Bukan manusia iblis sepertimu" Darren menyeringai yang membuat wajah Noura merah padam atas penghinaan Darren
"Percuma kau menghasut ku Noura. Aku tidak akan melupakan sejuta kebaikan hanya karena satu kesalahan"
Kini Noura yang tertawa terbahak
"Membunuh kau katakan hanya kesalahan. Membunuh itu kejahatan anak muda. Felix membunuh Daddy mu dengan sangat sadis"
"Ya..Daddy Felix memang tidak sengaja menikam Daddy Sean" Darren mengangguk membenarkan
"Menikam? Apa Felix mengatakannya begitu? Wah ternyata kau sangat mudah dibohongi. Tampang mu terlihat cerdas tapi ternyata kau sangat dungu" ejek Noura. Percayalah tangan Darren sudah gatal ingin melayangkan tinju nya diwajah Noura.
"Felix bukan menikam Sean, tapi menembaknya" Noura tersenyum puas
"Bagaimana bisa kau tahu? Kau fikir aku akan mempercayai ucapanmu" Ucap Darren datar berusaha tenang
__ADS_1
"Aku ada disana" jawabnya
"Tetap saja aku tidak mempercayaimu"
"Daddy tidak mungkin melakukan hal yang ilegal. Dari mana ia bisa mendapatkan pistol itu. Kau fikir aku bodoh"
"Kau dan keluarga McKenzie itu memang bodoh. Karna aku sendiri yang menukar pistol yang biasa ia lakukan untuk latihan menembak dengn pistol yang berisi peluru mematikan. Dan sekarang mereka menggunakan putri mereka untuk menggodamu" Seketika Noura menyadari kebodohannya. Mengungkap kejahatannya dengan mulut nya sendiri.
Darren ternyata sedang mempermainkannya. Senyum kemenangan terukir diwajah Darren. Darren menghela nafas lega.
"Terimakasih atas pengakuanmu yang sangat mengagumkan itu" Darren menatapnya tajam seraya mengangkat ponselnya
"Percakapan kita terekam dengan manis disini"
"Mungkin Daddy bisa memaafkan mu karna kau adalah mantan sahabatnya. Tapi aku tidak semulia Daddy, Noura. Dan sepertinya kau sudah menguji batas kesabaranku. Feli adalah batas kesabaran ku dan kau sudah mengusikknya" Darren berdiri dan dan mencondongkan sedikit tubuhnya dan tangan nya sukses mencekik leher Noura
"Katakan dimana rekaman itu?" suaranya dingin penuh tekanan. Wajah nya juga terlihat sangat menakutkan.
Noura kesusahan bernafas. Ia menahan tangan Darren dengan kedua tangannya
"Akkk..aku..tttidak mengerti maksud mu" Susah payah Noura mengeluarkan suaranya.
"Ouh..sayang sekali aku tidak mengharapkan. jawaban itu" Darren memperkuat cekikannya sehingga bola mata Noura hampir saja keluar dari tempatnya.
"Katakan!!!" Bentak Darren dengan suara menggema. Ia tidak peduli dengan orang-orang yang mulai mengerumuni mereka.
"E..Emily" jawab Noura dengan suara tertahan.
Darren tersenyum puas tapi bukan berarti ia melepaskan mangsanya. Ia tidak melepaskan tangannya dari leher Noura.
"Keluarkan ponsel mu" perintahnya. Noura meraba-raba didalam tas nya dengan susah payah lalu ia memberikan ponselnya kepada Darren. Darren mencari kontak Emily dan mengetikkan sesuatu disana.
"Katakan selamat tinggal pada dunia ini Noura"
"Parasit seperti mu tidak pantas hidup berlama-lama didunia ini" Darren tersenyum mengejek. Air mata sudah keluar dari sudut mata Noura. Darren melihatnya tapi ia tidak merasa iba sama sekali.
"Le...Lepashhhhh" Noura memukul tangan Darren yang tidak berpengaruh sama sekali.
"Darren lepaskan..." Clarissa sudah ada disampingnya
"Kau bisa membunuhnya" Clarissa menarik tangan Darren.
"Tujuan ku memang ingin membunuhnya" ucapnya enteng tanpa beban. Seolah kata membunuh adalah sebuah lelucon.
"Polisi sedang menuju kesini Darren" Clarissa berharap Darren melepaskan pelukannya begitu mendengar kata polisi. Ternyata perkiraan nya salah. Darren tidak mengindahkan nya sama sekali. Ia semakin memperkuat tangannya. Wajah Noura sudah pucat dan tidak berdarah lagi. Lidah nya bahkan sudah hampir keluar.
"Feli tidak akan menyukai mu jika kau sampai membunuh Darren" Kalimat itu sukses membuat tangan Darren lepas dari leher Noura. Feli adalah batas kesabarannya. Mengusik Feli sama artinya membangunkan sisi mengerikan dalam dirinya. Tapi Feli juga adalah kelemahannya. Ia tidak akan berkutik dihadapan wanita itu. Feli adalah obatnya. Obat dari amarahnya.
Noura terjatuh dilantai dan terbatuk-batuk. Ia menghirup nafas dalam memasukkan oksigen sebanyak-banyaknya ketubuhnya.
"Berlarilah sejauh yang kau bisa..Karna polisi akan menemukanmu" ucap Darren lalu berbalik pergi meninggalkan Noura yang baru saja selamat dari ambang kematian.
T.B.C
__ADS_1
Siap-siap nangis bombay di part selanjutnya. ✌😉