Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
56.Pembicaraan Keluarga


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kau masih memiliki keluarga?" Mike menatap Darren. Darren menoleh kearahnya dan mengangguk


"Ya aku juga tidak percaya bahkan aku bisa merasakan tubuhku masih menegang dengan situasi yang mendadak ini"


"Tapi aku melihat kau bahkan sampai terharu dan menangis saat wanita yang mengatakan dirinya grandma itu memeluk mu"


"Aku juga tidak tahu kenapa aku menangis. Kau tahu Mike darahku juga berdesir saat aku memeluknya sama seperti saat aku melihat tubuh telanjang kakak mu" Darren meringis karena mendapat cubitan di pinggangnya dari istri nya Feli


"Apa kau sedang mengatakan kau sedang jatuh cinta pada wanita tua itu" Mike terkekeh mendenger ucapan nya sendiri


"Dari yang aku lihat seperti nya kau keturunan darah biru. Bahkan pengawalnya terlihat seperti mafia"


"Darah ku masih merah Mike"


"Apa kau mendadak bodoh begitu bertemu dengan keluargamu"


"Aku terkejut"


"Ternyata kau terlahir dengan sendok perak dimulutmu. Sepertinya aku tidak perlu segan lagi untuk mengambil alih semua perusahaan Daddy dari tangan mu" Mike mengerling. Darren memutar bola matanya jengah


"Jadi diam-diam kau juga menginginkannya?"


"Jadi ada apa dengan sikap sok tidak pedulimu itu selama ini?"


"Dan aku terlahir tidak dengan sendok perak dimulutku, tapi terlahir dengan mengeluarkan suara tangisan dari mulutku. Sama seperti mu"


Mike tergelak


"Aku hanya menarik ulur dan tentu saja aku menginginkannya. Ayo lah dude pria butuh modal selain wajah tampan ku ini"


Darren mendengus


"Belajar lah yang rajin agar kau bisa seperti Daddy" Darren menatap Daddy nya yang masih diam ditempat nya dari tadi.


"Kenapa Daddy tidak mengatakan selama ini kalau Darren masih mempunyai keluarga?" Mike menatap Daddy nya. Sungguh ia sangat penasaran.


"Mike, Daddy mungkin mempunyai alasan untuk itu atau mungkin Dad terlalu mencintaiku. Bukan begitu Dad?" Darren yang menjawab pertanyaan Mike. Ia juga penasaran kenapa Daddy nya menyembunyikan hal besar seperti ini dari dirinya tapi ia juga tidak ingin Daddy nya merasa terpojok akan situasi ini dan ia memang yakin bahwa Daddy nya pasti mempunyai alasan untuk itu. Tapi apa?


"Lalu apa keputusanmu Darren?" Datar dan dingin begitulah aura yang terlihat pada Felix. Ia menatap Darren. Bukan tatapan seorang Daddy kepada putranya. Tapi tatapan Daddy nya kali ini terasa sangat mengintimidasi. Seperti saat ia menghadapi rival bisnisnya.


"Aku tidak tahu karena aku juga masih bingung Dad"


"Apa kau meragukan keluargamu?" Mike menimpali. Darren hanya mengangkat kedua bahunya.


"Apa yang akan kau lakukan jika kau berada di posisi ku Mike?"

__ADS_1


"Aku akan mengikuti kemauan Grandma"


"Aku penasaran berapa banyak kekayaan yang mereka miliki"


"Kenapa kau jadi meterialistis begitu" Feli melemparnya dengan bantal kursi yang langsung mengenai wajah menyebalkannya.


"Darren bukan pria miskin seperti mu" kesal Feli


"Apa kau tidak penasaran Darren?" Mike melempar kembali bantal yang dilempar Feli yang langsung ditangkap oleh Darren


"Aku lebih penasaran kenapa mereka baru datang sekarang" Darren menarik Feli kedalam dekapannya. Hal yang selalu dilakukannya jika ia merasa kebingungan. Memeluk dan mencium aroma Feli selalu mampu menenangkannya


"Mungkin kau bisa bertanya kepada Daddy" Mike kembali menatap Daddy nya, begitu juga dengan Darren dan Feli.


"Sharon Maxston adalah ibu dari Daddy mu Sean Lionel Maxston. Ia adalah wanita yang memeluk mu tadi. Your grandama. Laura Lionel Masxton nama adik perempuan Daddy mu yang juga merupakan kembarannya dan pria yang bersama nya tadi adalah Bernard Linconl. Suami keduanya" Felix menjeda ia menatap Derren melihat reaksi putra nya itu. Tapi ternyata Darren tidak menunjukkan ekspresi apa pun selain tenang dan diam menunggu kelanjutan penjelasan Daddy nya.


"Dimana suami pertamanya?" Feli bertanya yang diangguki oleh Mike


"Meninggal akibat serangan jantung"


"Apa mereka tidak mempunyai anak?" Sekarang Mike yang bertanya


"Laura mempunyai seorang putra bersama suami pertama nya. Tapi malang putra satu-satu nya juga harus meninggal akibat kecelakaan tunggal di usia nya yang masih muda. 25 tahun"


"Lalu apa keputusanmu?" Felix kembali bertanya kepada Darren


"Apa kau keberatan jika aku ikut bersama mereka Dad?"


"Jika Daddy melarang apa kau akan menurut?" Felix menjawabnya dengan pertanyaan


"Jika aku memaksa apa Daddy akan mengizinkan?"


"Jika Daddy menahan Feli disini apa kau akan tetap pergi?" Darren terdiam tidak langsung menjawab. Manik matanya beradu dengan manik mata Daddy nya. Berusaha menyelami fikiran masing-masing


"Kau curang Dad" Darren bergumam dan Felix mengangguk menyetujui tuduhan Darren


"Felix jangan membuatnya dalam situasi sulit" Mika menegur Felix seraya mengusap punggung suaminya. Ia tahu apa yang sedang difikirkan suaminya itu.


"Aku hanya ingin mereka bahagia"


"Tapi Darren juga ingin mengenal keluarganya lebih dekat"


"Kita adalah keluarganya"


"Ya kau benar Felix. Kita adalah keluarganya tapi jangan lupa Darren juga mempunyai keluarga yang sesungguhnya yang baru saja ia ketahui hari ini. Keluarga yang memiliki aliran darah yang sama dengan nya" Felix bungkam mendengar apa yang dikatakan Mika. Ia juga sadar yang dikatakan Mika memang benar adanya. Tapi Bernard Linconl adalah orang yang sangat sulit dihadapi. Ia tidak yakin untuk melepaskan Darren dan Feli dalam keluarga itu. Keluarga itu terlalu banyak misteri. Oh salahkan Sean yang tidak pernah menceritakan keluarganya semasa ia hidup. Dan sekarang Felix kesusahan mencari tahu tentang keluarga itu. Selama ini ia memang sudah mengetahui keberadaan dari keluarga Maxston tersebut tapi seperti yang dikatakannya tidak banyak informasi yang ia dapat tentang keluarga itu sehingga dulu ia ragu untuk memberi tahu keberadaan Darren. Dan sekarang dia juga bingung kenapa keluarga itu mengetahui keberadaan Darren. Dan tentu saja ia yakin keluarga itu masih saja menyalahkan nya atas kematian pewaris tunggal keluarga mereka. Sean Lionel Maxston.

__ADS_1


"Kau tahu Darren dendam yang menumpuk bisa membutakan hati, mata dan telinga seseorang dan semakin lama dendam itu akan meracuni fisik dan psikis seseorang. Dan Sean Lionel Maxton, Daddy mu adalah pewaris tunggal keluarga Maxston" papar Felix


"Apa Daddy mengkhawatirkan Feli?" tebaknya tepat sasaran. Felix mengangguk


"Apa Dad meragukanku?"


"Meragukan aku mampu melindungi istri ku sendiri?" Felix bungkam mendengar pertanyaan Darren. Ia hanya menatap Darren lalu kemudian menghela nafas seraya memijit pangkal hidungnya.


"Dad..kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku percaya Darren mampu menjagaku. Bukan begitu sayang?" Feli mendongak menatap wajah suaminya. Darren tersenyum dan mengangguk


"Aku yakin Darren sangat bahagia begitu mengetahui ia masih mempunyai keluarga dan tentu saja semua orang ingin mengenal lebih dekat dengan keluarganya sendiri. Tidak terkecuali Darren Dad. Jadi jangan membuatnya bingung dengan menjadikan ku sebagai alat. Bukan kah seharusnya kita turut berbahagia buat Darren Dad"


"Kau lihat Felix putrimu saja sudah dewasa. Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Kita hanya perlu percaya pada mereka" Mika mengusap lengan Felix. Felix mencium tangan istrinya lalu beranjak dari tempatnya.


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian. Daddy berharap kekhawatiran dan ketakutan Daddy ini hanya sia-sia. Pergilah, tapi ingat pinta rumah ini selalu terbuka untuk menyambut kau dan Feli" Felix berjalan dan menepuk Darren begitu ia sampai dihadapan kedua anaknya


"Dan kau sayang" Felix menatap Feli


"Jika kau memang sudah memutuskan akan bersama suamimu dan itu memang sudah seharusnya maka apa pun yang terjadi tetap lah bertahan disampingnya. Berjuang lah sampai akhir bersamanya. Apa pun yang terjadi jangan pernah melepaskan tanganmu dari genggamannya" Felix tersenyum getir. Sungguh perasaannya tidak tenang untuk melepaskan putrinya jauh dari nya.


"Mom dan Daddy pasti sangat merindukan kalian" Ia menatap Darren, Feli dan Mike bergantian


"Memangnya dimana keluarga Darren tinggal Dad?"


"Italy" Semua bungkam begitu mendengar jawaban singkat Felix. Pantas saja Felix berat hati melepaskan putrinya karena mereka akan berada di negara yang berbeda.


"Aku akan tetap tinggal bersama mu jika kau merasakan kesepian Dad" Mike berusaha mencairkan suasana.


"Tidak! Kau hanya akan membuat onar di sini. Kau harus dikirim secepatnya agar kau berhenti dari hobbimu yang ugal-ugalan itu. Tampang kalem begitu bagaimana bisa menganggap nyawa hanya sebuah permainan" Mika mendelik kesal kearahnya.


"Mom..itu hanya balapan"


"Dan nyawamu sebagai taruhannya?" sinis Mommy-nya.


"No Mom, kami hanya bertaruh uang, mobil dan sesekali kami mendapatkan doorprize seorang wanita virgin" Jawabnya datar yang membuat semuanya terbelalak.


"Apa kau yakin kau masih perjaka?" Feli menatapnya. Mike menganguk tanpa ragu.


"Lalu bagaimana dengan dooprize-nya?" tanya Daddy-nya penasaran yang langsung mendapat pukulan dari Mika.


"Aku selalu kalah dalam taruhan" Mike mengidikkan bahu-nya acuh.


"Sayang sekali" gumam Felix dan Darren bersamaan yang mendapat pelototan dari istri mereka.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2