Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
40. Will You Marry Me


__ADS_3

PERHATIAN..PERHATIAN..diberitahukan kepada readers bahwa part ini masih sama seperti part sebelumnya, menyebabkan mewek, banjir air mata dan sebagainya dan itu bukan tanggung jawab author✌✌😁😁


¤¤¤¤¤¤¤


"DARREN, SADARLAH" bentak Mike. Sungguh ia juga sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa keluarganya ini. Malapetaka yang terjadi ini seperti mimpi baginya.


Disamping mengkondisikan hatinya yang kehilangan kakak perempuannya. Ia perlu menyadarkan dan mengembalikan akal sehat saudaranya yang sepertinya akan benar-benar gila sebentar lagi. Darren benar-benar kehilangan kewarasan melihat kondisi Feli. Di sana Mike bisa melihat betapa rapuhnya pria itu tanpa Feli. Tapi apa yang bisa ia lakukan, ketika semua yang terjadi sudah merupakan bagian dari takdir.


"Mike...kau juga percaya apa yang dikatakan oleh Dokter sialan itu" Darren menangis. Hatinya hancur sehancur-hancurnya tak bersisa. Suaranya melemah.


Dengan langkah gontai Darren kembali mendekati Feli.


"Darren.." panggil Mike


"Ikhlaskanlah" lirihnya. Percayalah hatinya juga tersayat saat mengatakan itu, karna pada kenyataannya ia juga belum bisa ikhlas menerima kepergian kakak perempuannya itu.


"Feli masih hidup, Mike" ucap Darren dingin


"Dia hanya sedang mengerjai kita, kau tahukan kakak perempuanmu ini sangat usil" Darren tersenyum getir.


"Benarkan sayang, kau hanya ingin menggoda kami"


"Sayang tidak cukupkah kau membuatku seperti orang gila yang tak tentu arah. Aku benar-benar akan tersesat sayang. Kenapa kau kejam sekali Felicia. Buka matamu!!! Kau mengatakan sangat mengagumi mataku. Tapi kenapa kau tega membuatnya menangis" Darren menggoncang tubuh Feli.


"Apa selama ini kau berbohong? huh?"


"Tuhan, jika kau memang mengambilnya, kenapa kau tidak mencabut nyawaku juga,Tuhan. Apa artinya aku hidup tanpa dia" gumamnya dengan suara yang sangat menyedihkan.


"Bukankah kau sangat mempercayai legenda ciuman cinta abadi dibawah jembatan Desah, Venice sayang. Ayo kita melakukannya lagi sayang. Aku janji kita akan melakukan ciuman bertepatan dengan bunyi lonceng yang kau percayai itu sayang. Ayolah Feli..tidak kah kau kasihan padaku, pada Mommy dan Daddy begitu juga Mike" Darren menutup matanya sesaat lalu membukanya. Pandangannya buram oleh air mata. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.


"Baiklah Feli, aku mengaku kalah! Kau menang!! Sepertinya kau memang tidak ingin membuka matamu, padahal kau tahu sebesar apa apa aku membutuhkanmu dalam hidupku, tapi sepertinya kau tidak peduli sama sekali" Darren menarik nafas panjang lalu mengacak rambutnya frustasi, dn kemabali mengusap wajahnya dengan kasar lalu menatap Feli dengan tatapan teduh.

__ADS_1


"Kenapa kau tega sekali, memilih pergi disaat aku bahkan belum sempat melamarmu. Feli, setidaknya berbaik hatilah sedikit kepadaku, biarkan aku melamarmu dan berikan aku jawaban atau kode"


"Felicia Breyonna McKenzie, bersediakah kau menikah denganku"


Dan seketika itu juga terdengar isakan histeris dari Mommy_nya Mika. Begitu juga dengan beberapa orang yang ada di ruangan itu. Pertahanan Mike dan Felix pun runtuh, mereka ikut terisak. Air mata dan air hidung menyatu menjadi satu. Darren benar-benar sudah kehilangan kewarasannya. Ia terlihat rapuh dan menyedihkan..


Darren merasakan hatinya tersayat-sayat, pedih tak berdarah, itulah yang dirasakannya. Dadanya sesak, harapan dan impiannya hancur.


"Biarkan aku mendengar jawabanmu sayang. Katakan kau bersedia menjadi istriku"


"Tidak.tidak.tidak..bahkan kau juga boleh menolakku"


"Ya, bangun dan tolak aku, sayang"


"Aku memang tidak pantas untukmu"


"Ayo bangun dan buka matamu, aku tidak akan marah jika kau menolakku, aku hanya perlu berusaha lebih keras lagi agar menjadi seperti yang kau inginkan" suara Darren melemah.


"Kenapa kau diam Felicia Breyonna Mc.Kenzie?" lirihnya seraya menundukkan kepalanya.


"KENAPA KAU TIDAK MEMBIARKAN MOBIL SIALAN ITU MENABRAK KU"


"KENAPA FELI...KENAPA?"


"APA KAU FIKIR AKU AKAN BERTERIMAKASIH KEPADAMU?"


"Percayalah ini lebih mengerikan daripada kematian"


Darren kembali menggila dan mengamuk. Karena seberapa keras ia mencoba membangunkan dan membujuk Feli, kenyataannya Feli tetap enggan untuk membuka matanya. Darren memohon, meminta dan mengiba kepada sang Maha Kuasa, tapi tetap saja Feli tidak menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya.


"Aku mencintaimu Felicia Breyonna McKenzie. Sungguh sangat mencintaimu, mencintaimu melebihi diriku sendiri atau apa pun di dunia ini" Darren mengusap rambut indah Feli. Mencium keningnya dalam. Lalu mencium kedua mata Feli yang terpejam rapat. Darren membanjiri semua permukaan wajah Feli dengan ciumannya, Darren terhenti sesaat, menatap wajah pucat Feli dengan lekat lalu kembali menunduk untuk mencium bibir pucat dan dingin milik Feli.

__ADS_1


Darren kemudian tersenyum, senyum penuh arti,


"Apa kesalahanku tadi sungguh sangat menyakitimu hingga kau lebih memilih pergi, bukankah ini terlalu kejam Feli, kau tidak hanya menghukumku tapi juga menghukum Mommy, Daddy dan Mike. Itu tidak adil, sayang. Bangunlah, dan hukum aku. Aku akan menerima hukuman apa pun itu" Darren masih dengan usahanya untuk membujuk Feli berharap Feli bangun. Darren menghela nafas untuk kesekian kalinya.


" Atau kau ingin aku menyusulmu Feli, baiklah aku tidak akan keberatanmu menyusulmu" Darren segera beranjak. Baru saja ia berbalik, sebuah tinju sudah melayang diwajahnya. Tidak cukup kuat tapi mampu membuatnya terhenyak. Tinju itu milik Mike.


"Kau fikir apa yang sedang kau lakukan, Hah.."


"Menyusul? Kau katakan kau ingin menyusul Feli"


"Kau egois Darren...kau fikir Feli akan bahagia dengan keputusan bodohmu itu?"


"Lihat, Mommy Darren...Ia rapuh dan kau membuatnya semakin rapuh"


"SADARLAH!! haruskah aku membenturkan kepalamu itu ke dinding agar aku kembali waras!" Sungguh Mike juga hampir dibuat gila melihat kegilaan Darren.


"Sudah bicaranya?" Darren menatap manik mata coklat milik Mike.


"Katakan padaku Mike, bagaimana aku bisa hidup di dunia ini sedangkan Feli adalah alasan aku untuk hidup. Aku tidak akan mampu tanpa dia di sisiku. Aku tidak ada artinya tanpa dia. Ini lebih mengerikan dari pada kematian. Kau hidup tapi tidak ada alasan untuk hidup. Kau hidup tapi tidak mempunyai tujuan. Bukankah kematian lebih baik daripada ini. Dan mati bersama adalah satu-satunya pilihan."


Darren melangkah pergi, ia dikuasai oleh iblis dan benar-benar sudah gila. Dengan wajah gelap dan aura dingin ia melangkah meninggalkan ruangan itu, sungguh ia sangat menyayangkan kenapa Noura si wanita perusak itu harus mati dalam kecelakaan tragis itu. Harusnya malaikat pencabut nyawa memberikan tugasnya kepada Darren dan tidak mengambil nyawa wanita seperti Noura semudah itu. Darren tidak akan keberatan sama sekali untuk menggantikan tugas sang malaikat. Ia akan menghabisi nyawa Noura dengan tangannya sendiri.


"Darren.." Lirih Mommynya Mika.


Darren menghentikan langkahnya.


"Jangan melakukan hal bodoh, sayang. Apa kau ingin membuat Mommy mati dalam keadaan terpuruk?" suara lemah dan serak itu membuat Darren berbalik kembali. Menatap wanita yang sudah membesarkannya itu dengan sepenuh hati. Begitu matanya beradu dengan mata Mommy-nya ia kembali menangis, menumpahkan rasa sedihnya. Mika berjalan ke arahnya dan langsung memeluknya. Menenangkannya dalam pelukan Mika. Dulu pelukan itu sangat ampuh untuk membuatnya tenang kembali tapi tidak untuk kali ini. Sepertinya memang tidak akan ada yang bisa membuatnya tenang kembali kecuali Feli. Darren merasakan sesak yang sangat luar biasa untuk kesekian kali di dadanya. Lantai yang menjadi pijakannya seakan runtuh begitu melihat tubuh kekasihnya itu ditutupi dengan kain putih.


Tuhan...tidak.tidak.aku mohon jangan lakukan ini kepadaku Tuhan, kembalikan Feliku kepadaku. Pinta Darren mengiba dan memohon kepada Tuhan sang pemilik kehidupan karena hanya Tuhanlah yang mampu membolak balikkan takdir hidup manusia.


Darren berharap keajaiban itu ada seperti di cerita dongeng pengantar tidur yang biasa Mommy nya bacakan setiap malam sebelum ia dan Feli tidur. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Darren berharap untuk hidup di negeri dongeng. Putri tidur yang terbangun setelah mendapat ciuman dari sang pangeran. Kenyataan kembali menyentilnya karena Feli tidak terbangun bahkan setelah Darren menciumnya berulang kali.

__ADS_1


Darren menyadari harapannya untuk sebuah keajaiban seperti yang ada di negeri dongeng adalah hal yang tabu, hal yang tidak mungkin terjadi, tapi ia tetap berharap, karena hanya harapan itulah satu-satunya pilihan yang ia miliki.


T.B.C


__ADS_2