Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
44. Menikahi Putrimu


__ADS_3

"Kami pulang..." Teriak Feli begitu sampai di kediaman keluarganya.


"Apa yang sedang kau fikirkan Darren? Membawa kabur seorang pasien. Apa kau sudah tidak waras!" Hardik Felix begitu melihat Feli dan Darren. Betapa terkejutnya ia dan istrinya ketika kemarin siang mereka pergi mengunjungi Feli dan tidak menemukan nya disana. Darren baru memberitahu begitu mereka sampai di Venice.


"Oh Dad..aku sangat merindukanmu. Happy Birthday Dad" Darren merangkul Daddy nya mengabaikan kekesalan Felix


"Ciihhh...ku fikir kau dan Feli melupakannya" Felix membalas rangkulan Darren.


"Wajahmu terlihat berbinar-binar. Apa kau sebegitu senangnya dengan pertambahan usia Daddy mu ini"


Darren terkekeh lalu melepaskan rangkulannya


"Ya..tentu saja aku bahagia Dad. Diusiamu yang sudah mulai menua kau masih saja terlihat gagah dan perkasa. Kau seperti Vampir yang tidak bisa menua Dad"


"Rayuanmu terdengar sangat aneh dan konyol son, Apa kau berbuat kesalahan? Atau kau menjual lagi beberapa saham perusahaan?" Felix menyelidik


"Berhubung ini hari special mu, aku tidak akan berdebat" Darren menoleh menatap Mommy nya.


"Mom..bersiap-siap lah kita akan makan malam keluarga" ucapnya seraya merangkul bahu Mommy nya dan mengusap-usap lengannya


"Apa kau ingin memberikan kejutan untuk Daddy mu" Mika bertanya yang langsung diangguki oleh Darren


"Tapi aku tidak tahu apa Daddy akan menyukai nya" Darren berdecis


"Apa pun itu setidaknya Daddy harus menghargai niat baik mu bukan. Baiklah ayo kita bersiap-siap dan jangan lupa hubungi Mike agar segera menyusul" perintah Felix pada Darren yang langsung diangguki Darren.


"Kau sungguh menyiapkan sesuatu untuk Daddy?"Feli mendekat kearah Darren begitu Mommy dan Daddy nya pergi


"Ya..setidaknya aku harus menyenangkannya terlebih dahulu sebelum mengambil sesuatu miliknya" Darren menggigit telinga Feli.


"Ayo kita juga bersiap-siap" Darren menggandeng tangan Feli.


Jam 7.30 akhirnya mereka sampai disebuah restaurant hotel berbintang. Sama hal nya seperti di Venice restauran ini juga sepi pengunjung. Hanya ada mereka berlima disana selain pelayan dan pemain musik yang menghidupkan suasana romantis diruangan itu


"Wah..Daddy sungguh tidak menyangka kau akan memberikan kejutan seperti ini Son, sungguh Daddy sangat terharu. Dan terimakasih Son" Felix menunjukkan wajah terharu yang dibuat-buat


"Tapi sepertinya Dad perlu memastikan sesuatu" Felix berfikir sejenak lalu menatap Darren dengan tatapan mengintimidasi


"Mengingat ini adalah restaurant hotel keluarga kita, apa kau melakukan pembayaran atas pembookingan yang kau lakukan?"


Darren tergelak


"Seperti yang kau katakan Dad, restaurant ini adalah milik keluarga kita, kenapa juga aku harus repot-repot membayarnya"


"Huh..sudah ku duga!" Felix tertawa mengejek


"Kau memang tidak pernah tulus pada Daddy mu yang sudah mulai menua ini"


"Ayolah Dad, setidaknya hargai usaha Darren yang telah mengosongkan tempat ini" Timpal Feli yang bergelayut manja dilengan Darren. Darren terkekeh mendengar pembelaan kekasihnya itu.


"Cih...konyol sekali. Menghargai orang yang sudah membuat kita bangkrut?" Felix menggeleng tidak percaya


"Oh Dad..kenapa kau perhitungan sekali" Sekarang Mike yang menimpali


"Oh God..sepertinya anak-anak ku berkomplotan untuk menyerangku di hari ulang tahunku" ucap Felix dengan raut wajah pura-pura sedih seraya meletakkan kepalanya di bahu istrinya.


Mika mengangkat tangannya lalu mengusap kepala suaminya


"Kita hanya menggunakan restaurant mu satu malam dan itu tidak akan membuat mu bangkrut sayang. Atau aku perlu membayarnya?"


"Tidak. Mari kita makan dan menikmati malam ini sayang" Felix mengangkat kepalanya dengan cepat lalu menarikkan kursi untuk istrinya. Jika ratu yang sudah berbicara memang siapa yang berani membantah?


20 menit mereka habiskan untuk menikmati makanan mereka masing-masing yang diselingi dengan canda tawa dan tentu saja pertikaian kecil antara Darren dan Felix.


"Makan malam sudah selesai" Ucap Felix


"Sepertinya aku terlalu berharap dari mu son, jika hanya makan malam biasa harusnya kita bisa melakukan dirumah bukan" Felix menunjukkan raut wajah kecewa


"Tentu saja aku tidak akan membuatmu kecewa Dad. Aku belum memberikan hadiah ku" Darren beranjak dari tempatnya


"Kau mau kemana?" Felix bertanya begitu melihat Darren berjalan meninggalkan tempatnya


"Memberikan hadiah mu Dad" Darren menyeringai


"Kenapa aku jadi berdebar" ucap Felix


"Berdoa saja, semoga debaran di hati mu bukan pertanda sesuatu yang buruk Dad" Mike terkekeh


"Aki tidak yakin ia benar-benar memberi mu hadiah Dad, Lihat saja wajah nya yang menyeringai itu" Lanjut Mike menunjuk wajah Darren


"Dia naik keatas panggung, apa ia akan berpidato" gumam Felix. Mike tersenyum mendengarnya begitu juga dengan Mommy nya


"Sepertinya ia akan bernyanyi lagi" ucap Feli


"Lagi?" Tanya Mommy nya. Feli mengidikkan bahu


"Satu..Dua..Tiga..test..test" Darren mengetest suaranya. Felix berdecak kesal


"Lagu ini aku persembahkan kepada Tuan McKenzie yang terhormat. Dan sebelumnya aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu Dad. Aku bersyukur Tuhan mempertemukan kita. Terimakasih untuk kasih dan sayang yang kau curahkan selama ini kepadaku. Mungkin kau tidak akan mempercayai ini Dad, tapi kau adalah idolaku, panutan dan inspirasi ku dalam hidup. Hapoy birthday Dad, selalu lah berbahagia"


Felix terkekeh


"Ada apa dengannya" ucapnya haru


"Ternyata Darren memang berpidato" celutuk Mike geli


"Dan ini hadiah mu Dad, aku harap jantungmu masih kuat menerima hadiah ku ini" Darren menekan tuts piano nya. Feli tersenyum dugaanya benar. Kekasihnya itu ingin bernyanyi lagi. Tapi pertanyaan nya lagu apa yang akan di nyanyikan Darren? Tidak mungkin ia akan menyanyikan lagu Happy Birthday kan?"


Sir, I'm a bit nervous


(Tuan, aku sedikit gugup)


'Bout being here today


(Berada di sini hari ini)


Still not real sure what I'm going to say


(Masih tetap tak yakin apa yang akan kukatakan)

__ADS_1


So bear with me please


(Jadi bersabarlah)


If I take up too much of your time,


(Jika akau mengambil terlalu banyak waktumu)


See in this box is a ring for your oldest


(Lihat di dalam kotak ini ada sebuah cincin untuk anakmu yang tertua)


She's my everything and all that I know is


(Dia adalah segalanya dan hanya itu yang aku tahu)


It would be such a relief if I knew that we were on the same side


(Ini akan sangat melegakan jika tahu bahwa kami berada di sisi yang sama)


'Cause very soon I'm hoping that I...


(Karena segera aku harap bahwa aku)


Can marry your daughter


(Bisa menikahi putrimu)


And make her my wife


(Dan menjadikannya istriku)


I want her to be the only girl that I'll love for the rest of my life


(Aku ingin menjadikannya wanita satu-satunya yang akan aku cintai sepanjang sisa hidupku)


And give her the best of me 'til the day that I die, yeah


(Dan memberikannya sisi terbaikku sampai akhir hayatku, yeah)


I'm gonna marry your princess


(Aku akan menikahi putri kesayanganmu)


And make her my queen


(Dan menjadikannya permaisuriku)


She'll be the most beautiful bride that I've ever seen


(Dia akan menjadi pengantin yang paling cantik yang pernah kulihat)


I can't wait to smile


(Aku tak sabar untuk tersenyum)


When she walks down the aisle


On the arm of her father


(Di lengan ayahnya)


On the day that I marry your daughter


(Pada hari di mana aku menikahi putrimu)


She's been here every steps


(Setiap langkah dia telah di sini )


Since the day that we met (I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)


(Sejak hari di mana kami bertemu) (Aku takut sekali memikirkan apa yang akan terjadi jika dia meninggalkanku selama-lamanya)


So don't you ever worry about me ever treating her bad


(Jadi jangan pernah mengkhawatirkanku akan memperlakukannya dengan buruk)


I've got most of my vows done so far (so bring on the better or worse)


(Aku telah menepati janji-janjiku sejauh ini (Melalui suka atau duka)


And 'til death do us part


(Dan sampai maut memisahkan kita)


There's no doubt in my mind


(Tak ada keraguan dalam pikiranku)


It's time


(Ini waktunya)


I'm ready to start


(Aku siap memulai)


I swear to you with all of my heart...


(Aku bersumpah padamu dengan sepenuh hati)


I'm gonna marry your princess


(Aku akan menikahi putri kesayanganmu)


And make her my queen


(Dan menjadikannya permaisuriku)

__ADS_1


She'll be the most beautiful bride that I've ever seen


(Dia akan menjadi penganti yang paling cantik yang pernah aku lihat)


I can't wait to smile


(Aku tak sabar untuk tersenyum)


When she walks down the aisle


(Saat dia berjalan menyusuri deretan kursi tamu)


On the arm of her father


(Di lengan ayahnya)


On the day that I marry your daughter


(Pada hari di mana aku menikahi putrimu)


The first time I saw her


(Pada saat pertama kali aku melihatnya)


I swear I knew that I'd say "I do"


(Aku bersumpah aku tahu aku akan mengatakan "Ya")


I'm gonna marry your daughter


(Aku akan menikahi putrimu)


And make her my queen


(Dan menjadikannya permaisuriku)


She'll be the most beautiful bride that I've ever seen


(Dia akan menjadi penganti yang paling cantik yang pernah kulihat)


I can't wait to smile


(Aku tak sabar untuk tersenyum)


When she walks down the aisle


(Saat dia berjalan menyusuri deretan kursi tamu)


On the arm of her father


(Di lengan ayahnya)


On the day that I marry your daughter


(Pada hari di mana aku menikahi putrimu)


Felix, Mika, Feli dan Mike dibuat terpukau mendengar lagu yang dinyanyikan Darren. Lagu yang dinyanyikan Darren kali ini lebih memukau dibanding lagu yang ia nyanyikan di Venice. Feli juga sungguh tidak menyangka Darren akan melanjutkan lamaran nya dihadapan keluarganya. Ia mengira mereka akan membahasnya dikediaman keluarganya. Darren memang selalu diluar dugaan.


Felix tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.


"Apanya yang hadiah?"


"Bukan nya memberi tapi ia malah meminta sesuatu yang berharga milikku. " ucapnya penuh haru. Felix terkekeh seraya mengusap air mata yang hampir jatuh dari pelupuk matanya. Nyanyian itu dinyanyikan oleh Darren dengan sepenuh hati dan penuh penghayatan. Bait demi bait membuat hati Felix menghangat.


"Putra ku terlihat sangat menawan" Air mata haru juga membasahi wajah Mika.


"Ya dia mengalahkan ku" aku Felix bangga


"Darren memang manusia paket komplit" ujar Mike


"Tampan, mapan, menawan, romantis"


"He is my mine" ucap Feli bangga


"Dan miris karena memiliki mu" Lanjut Mike yang mendapat pelototan tajam dari Feli.


"Dad..aku harap jantungnya masih kuat setelah menerima hadiah mu. Percayalah Dad, tangan ku masih basah karena menahan gugup"


"Mr dan Mrs McKenzie yang sangat ku sayangi dengan sepenuh hati ku, disini aku ingin meminta restu kalian untuk menikahi putri kesayangan kalian yang sangat berharga Felicia Breyonna McKenzie. Percayalah restu Mr dan Mrs McKenzie akan menjadi hadiah terindah dalam hidupku" Darren beranjak dari tempatnya. Berjalan perlahan mendekati keluarganya


"Mom, Dad..aku tidak menerima penolakan" ucpanya begitu ia berdiri dihadapan Mommy anda Daddy nya. Mike bersiul penuh kekaguman


"Oh Darren kau sangat menggemaskan" Feli berdiri dan mencengkeram wajah Darren dengan gemas


"Bagaimana suara ku" Darren menahan tangan Feli


"Sangat memukau" Feli memberikan jempolnya


"Aku bahkan sampai mengeluarkan air liur ku" Feli melebih-lebihkan


"Dimana? Biarkan aku membersihkannya?" Darren memeriksa wajah Feli.


"Apakah jawaban kami masih perlu?" Felix menginterupsi


Darren dan Feli menoleh


"No Dad" jawab mereka kompak


"Feli sudah menerima lamaran ku" Darren mengangkat tangan Feli seraya menunjukkan jari manis Feli yang memakai cincin pemberian Darren


"Lalu kenapa kau menyanyikan lagu itu untukku" kesal Felix


"Hanya untuk sekedar menyenangkan mu saja Dad" jawab Darren enteng


"Bolehkah aku melemparkan gelas ini kewajah mu son?" Felix mengambil gelas yang ada dihadapannya


"Jika kau ingin berhadapan dengan putrimu, Daddy mertua" Darren mendorong Feli kehadapannya.


"Percayalah aku tidak akan mengizinkan kau menikahi putri ku sialan" maki Felix dengan kesal

__ADS_1


"Terimakasih Dad, aku tahu kau tidak akan menolakku" Darren mengedipkan matanya lalu memeluk Feli dari belakang


T.B.C


__ADS_2