
Hari demi hari berlalu. Felix dan Mika sudah mulai terbiasa atau membiasakan diri dengan tingkah menggelikan Feli dan Darren yang secara terang-terangan menunjukkan kemesraan mereka. Bahkan sekarang Darren juga memilih tinggal di mansion keluarganya. Sama seperti cinta Mika dan Felix yang semakin hari semakin tumbuh, begitu juga Darren dan Feli. Tiap hari menghabiskan waktu bersama tidak menciptakan rasa bosan sama sekali diantara mereka. Yang mereka rasakan adalah kehangatan dan kenyamanan. Karena perasaan yang mereka rasakan adalah murni dan tulus. Bukan kah cinta yang alami itu berdasarkan ketulusan bukan keterpaksaan.
Bagian akhir dari cinta adalah ketulusan yang sesungguhnya yang artinya adalah kesetian untuk menyimpan satu hati di dalam hati, dan berjanji untuk tidak mengkhianati. Jika sudah seperti itu, percayalah kamu akan mendapatkan kenyamanan. Kenyamanan adalah hal terpenting yang dibutuhkan dalam suatu hubungan. Ketika sebuah kenyamanan itu sudah ada, tidak ada alasan bagimu untuk mencari kenyamanan lain yang belum tentu ada.
Tapi ketika seseorang mendapatkan kenyaman itu. Ujian itu tidak berhenti sampai disana. Karena kau akan diliputi rasa takut dimana tiba-tiba orang yang memberi kenyamanan itu tiba-tiba berubah tanpa alasan.
"Ohh...aku bosan sekali..aku ingin bekerja" Feli mengeluhkan kebosanan nya kepada sahabatnya Rachel.
Saat ini Feli dan Rachel sedang menikmati sore di salah satu coffee shop yang berdekatan dengan perusahaan milik keluarganya.
"Kenapa kau tidak mencoba bekerja di perusahaan Daddy" usul Rachel.
"Kerja di perkantoran bukan keahlian ku Rachel. Keahliancku hanya di depan kamera" Feli menghela nafas nya dalam. Ia menyesap minuman nya tanpa minat.
"Jika begitu cobalah membujuk Darren" Rachel beranjak dari tempatnya.
"Aku ke toilet sebentar" pamitnya yang langsung diangguki oleh Feli.
Feli mengedarkan tatapan nya kesembarang arah. Hingga tanpa sengaja tatapannya berhenti di kursi pojok dekat pintu keluar. Ia menajamkan penglihatannya untuk memastikan bahwa ia tidak salah melihat. Emily. Ya Feli melihat Emily sedang berbincang dengan seorang wanita yang membelakangi Feli
Feli beranjak dari kursinya dan berjalan perlahan mendekati meja Emily.
"Emily" panggil Feli. Mendengar namanya disebut, Emily mendongak dan sedikit terkejut melihat Feli yang sedang berdiri dihadapannya.
"Oh astaga Feli" Emily berdiri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman, Feli menyambutnya.
"Syukurlah kita bertemu disini. Aku tidak sempat mengatakan terimakasih waktu itu" ucap Feli tulus
"Aku tidak tahu apa jadinya aku jika tidak ada kau saat itu. Terimakasih Em..." Feli memeluk Emily yang langsung dibalas Emily.
"Bukan kah kau putrinya Felix"
Mendengar nama Daddy nya disebut Feli segera melepaskan pelukannya. Ia menoleh kepada wanita yang menyebut nama Daddy nya itu.
"Aunty" Feli mengernyit. Ternyata wanita yang bersama Emily adalah Noura.
"Bagaimana kau bisa mengenalnya Emily?" Noura menatap Emily
__ADS_1
"Feli kekasih Darren, Aunty" jawabnya jujur.
Noura tertawa terbahak begitu mendengar jawaban Emily. Feli kebingungan melihat Noura yang tertawa seperti orang kerasukan itu.
"Wahh..Harusnya aku tidak terkejut, mengingat bagaimana licik nya Mommy dan Daddy mu itu. Tapi tetap saja aku terkejut mendengarnya" Noura masih menyisakan tawanya.
"Apa maksud mu Aunty. Tolong jangan mengatakan Mommy dan Daddy ku seperti itu" Feli menatap Noura tajam. Ia masih menahan emosi nya.
"Aku sungguh tidak menyangka Felix dan Mika merawat anak nya Ashley untuk dijadikan sebagai menantu dirumah mereka. Wah... mereka memberikanmu kepada Darren hanya untuk menutupi kesalahan mereka. Sungguh pemikiran yang cerdas. Mereka menggunakan kecantikan mu untuk menggoda putra Ashley dan Sean. Luar biasa" Suara Noura menggema.
"Apa sebenarnya maksud mu Aunty"
"Kau tidak ada hak mengatakan hal buruk tentang keluarga ku. Kau tidak tahu apa-apa, jadi berhenti menyudutkan keluarga ku" emosi Feli mulai terpancing
"Oh sepertinya Felix dan Mika memang menyembunyikan rahasia itu rapat-rapat" Noura menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah yang sangat menyebalkan.
"Kau tahu siapa Daddy dari kekasih mu itu?" Noura menyeringai
"Uncle Sean. Sean Maxston" jawab Feli. Noura mengangukkan kepalanya.
"Kau mengenalnya?" tanya nya lagi yang mendapat gelengan dari Feli
"Kau tahu alasan kematiannya nona muda?"
Feli terdiam, ia merasa bahwa apa yang dikatakan Noura selanjutnya adalah hal yang tidak ia sukai. Jadi ia memilih untuk pergi. Feli baru saja membalikkan tubuhnya, tangan Noura sudah menahannya dan menarik nya agar mendekat kearah nya.
"Aku belum selesai bicara. Kau sopan sekali. Sama seperti Mommy mu" sindir Noura dengan wajah mengerikan.
"Lepaskan aku Aunty, aku tidak ingin mendengar apa pun dari mulut mu" Feli menatap Noura tajam
"Ku tahu Felix dan Sean bersahabat?" Feli terkejut. Ia baru mendengar hal itu. Ia mengira hanya Daddy nya hanya berteman dengan Ashley. Ia sungguh tidak menyangka Daddy nya juga bersahabat dengan Daddy kandung nya Darren.
"Alasan kematiannya adalah Felix yang membunuhnya" kalimat Noura sontak membuat Feli tersentak
"Ya..Daddy mu yang membunuhnya. Membunuh sahabatnya sendiri. Menembaknya tepat dikepalanya. Door!" Noura mengacungkan jari telunjuknya dan ibu jari nya membentuk sebuah pistol dan mengarahkan nya di kepala Feli.
Seperti tersambar petir di siang hari, sulit buat Feli untuk mempercayai kata-kata Noura, tapi tetap saja tubuhnya bergetar ketakutan mendengar ucapan Noura.
__ADS_1
"Ya Felix O'Neil McKenzie yang tak lain adalah Daddy yang kau banggakan itu adalah seorang PEMBUNUH" ucap Noura penuh tekanan. Senyum iblis menghiasi wajahnya.
"Tidak!!" Feli berteriak. Wajah nya sudah banjir air mata, untung saja pengunjung cafe itu tidak terlalu ramai sehingga ia tidak menjadi bahan tontonan.
"Silahkan kau tanyakan kepada Daddy mu itu jika kau tidak percaya" tantang Noura
"Aku tahu kau terkejut dan tidak menerimanya tapi itulah kenyataannya"
"Ouh...kasihan sekali nasib mu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa hidup disamping pria yang tidak bisa mengenal wajah Daddy nya karena Daddy mu telah membunuhnya. Sungguh jika aku jadi kau, aku tidak akan sanggup. Bayangkan jika Darren mengetahuinya. Apa kah ia masih sanggup mencintaimu" Noura sangat menikmati wajah ketakutan dan kecemasan diwajah Feli.
Kemarin mungkin saja usaha nya gagal dengan menjumpai Darren. Tapi ia tidak menyangka putri McKenzie ini sangat mudah untuk dipermainkan.
"Hentikan. Aku mohon hentikan" Feli histeris. Ia menutup kedua telinganya. Ia tidak ingin mendengar lebih lanjut lagi. Mendengar Darren akan meninggalkannya sungguh membuatnya sangat ketakutan.
"Apa yang terjadi disini"
Feli menoleh kesumber suara. Wajah nya seketika pucat.
"Cla..Clarissa" gagap Feli
"Oh astag Feli..Ada apa dengan mu" Clarissa mendekat
"Jangan mendekat" teriak Feli seraya mundur beberapa langkah
"Apa yang kalian lakukan padanya?" Clarissa menatap Noura dan Emily bergantian.
"Sayang, Mommy hanya mengatakan sedikit kebenaran kepadanya. Ia mungkin terlalu shock untuk menerima kenyataan itu" Noura mendekat dan mengusap lengan Clarissa.
"Kau mengenalnya?" Suara Feli bergetar
Clasrissa mengangguk
"She is my Mom" jawaban Clarissa kembali membuat Feli terkejut.
"Kau merencanakannya Clarissa" Feli berusaha menutupi ketakutannya.
"Hei..apa maksudmu?" Clarissa mengernyit bingung.
__ADS_1
"Kau jahat Clarissa...Kau jahat" Feli menangis histeris dan segera berlari meninggalkan dua wajah yang tersenyum licik penuh kemenangan.
T.B.C.