Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
79. BonChap 1


__ADS_3

"Mom" kembali teriakan Feli terdengar di kediaman McKnzie.


"Mom, Dad, Mike, Nonna, kami datang. Sambutlah kami."


"Ouh, betapa aku sangat merindukan teriakan ini" Felix merentangkan kedua tangannya, agar Feli segera memeluknya. Feli segera berlari kecil, menghampiri daddy-nya.


"Perhatikan langkahmu, sayang" Darren memperingati, ia tidak ingin istrinya itu cedera, ditambah lagi Feli sedang mengandung.


"Dad, aku merindukanmu?" Feli memeluk Felix dengan sangat erat.


"Hmmm...aku menyukai aromamu, Dad" Feli semakin membemankan wajahnya di dada Felix.


"Kami juga merindukanmu, sweetheart" Felix mengecup lembut putri kesayangnya itu.


"Aku mendengar, suamimu itu menghamilimu lagi"


Darren mendengus mendengar ucapan sang daddy yang terdengar sangat janggal di telinganya.


"Setidaknya berikan ucapan selamat dulu, Dad"


"Apa kau menginginkan sesuatu, sayang?" Felix mengabaikan ucapan Darren, membuat Darren menatapnya dengan kesal


"Jika istriku menginginkan sesuatu, maka aku yang akan memenuhinya, Dad" Darren segera menarik Feli dari pelukan Felix, lalu merangkulnya dengan sangat agresif.


Felix berdecak


"Ya kau memang memenuhinya dengan menyusahkan istriku" sindirnya. Darren hanya menggidikkan bahunya.


"Tidak ada pelukan untukku, Dad" Darren melepaskan rangkulannya di bahu Feli, dan merentangkan kedua tangannya.


Felix tergelak, lalu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Darren, merentangkan kedua tangannya dan mereka berdua pun saling berpelukan.


"Selamat buatmu, dude" Felix menepuk-nepuk punggung Darren.

__ADS_1


"Selamat juga buatmu, Dad. Aku harap kehamilan Feli, menyadarkanmu, bahwa kau sudah tidak muda lagi, jadi berhentilah memproduksi adik buat Mike"


"Bukankah ucapanmu itu sangat kurang ajar sekali, Dude" Felix melepaskan pelukannya.


"Aku hanya mewakilkan mommy, menyuarakan isi hatinya, Dad. Percayalah, sesungguhnya mommy sudah tidak sanggup melayanimu setiap malam."


"Feli, bisakah kau membawamu suamimu pulang kembali ke Itlaly, sayang" Felix menatap kesal ke arah Darren.


"Kapan para pria matang ini dewasa" terdengar celetukan  dari belakang punggung Felix. Mereka kompak menoleh, dan melihat Mika dan nonna berjalan ke arah mereka.


"Mom, Nonna" pekik Feli, seraya berjalan ke arah keduanya.


"Bagaimana keadaanmu, sayang?" Nonna mengusap lembut wajah Feli.


"Luar biasa, nonna. Aku kembali mengandung cicitmu" Feli menarik tangan nonna dan meletakkannya di perutnya yang masih rata.


"Selamat, sayang. Aku harap kau mempunyai bayi kembar"  tukasnya, lalu memberikan kecupan hangat di kening Feli.


"Bayi kembar? Wow, itu pasti akan sangat menyenangkan nonna,"


"Kau tidak ingin ada yang mirip denganmu?" Mika menimpali.


"Mom, aku merindukanmu" Feli segera memeluk Mika


"Lemon yang selalu menenangkan" Feli menghirup dalam aroma tubuh sang mommy.


"Aku tidak melihat Mike, dimana dia?" Feli melepaskan pelukannya. Feli mengernyit begitu melihat perubahan rau wajah sang mommy, yang kini terlihat sangat sedih. Baru saja ia ingin bertanya, suara Mike sudah terdengar.


"Aku di sini" Mike dengan wajah datar mendekat ke arahnya.


"Bagaimana khabarmu?" tidak ada senyuman hangat atau pun tingkah jahil yang biasa Mike tunjukkan. Mike terlihat sangat berbeda dari terakhir kali Feli bertemu dengan Mike beberap bulan lalu, saat mereka berkunjung.


"Aku baik" gumam Feli, melihat wajah Mike yang terkesan dingin itu membuat Feli merasa sakit.

__ADS_1


Seakan mengerti apa yang dirasakan oleh Feli, Mike segera menyunggingkan senyumnya. Dan Feli tahu itu senyum terpaksa.


"Aku senang kau kembali" Mike segara menarik Feli ke dalam pelukannya, ia pun mengecup kepala sang kakak.


"Kau baik-baik saja?" Feli mendongak menatap Mike.


"Ya" jawabnya singkat.


"Aku ingin bertemu dengan Mini-mu, bisakah kau membawanya kemari, aku sangat_" Feli menghentikan ucapannya karena merasakan tubuh Mike menegang seketika. Ia tesentak begitu melihat rahang Mike yang mengeras menahan emosi.


Mike segera melepaskan pelukannya, lalu menatap Feli dengan dingin.


"Jangan pernah menyebut nama p*lacur itu lagi" Mike pun berlalu setelah mengucapkan hal yang cukup mengejutkan bagi Feli. Feli menoleh menatap mom dan daddy-nya. Keduanya hanya menghela napas panjang.


Darren segera mendekati istrinya


"Kau tidak apa-apa, sayang?"


"Ada apa dengannya?" tanya Feli penasaran. Sungguh perubahan sikap adiknya itu mengejutkannya.


"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi antara dirinya dan juga Mini. Satu minggu yang lalu, ia pulang dalam keadaan mabuk dan sangat kacau"


Feli terpekik mendengar penuturan sang mommy yang terlihat sangat sedih. Mike bukanlah tipikal orang yang suka mabuk-mabukan.


"Sejak satu minggu itu juga Mini, tidak pernah memperlihatkan batang hidungnya lagi. Ia tidak pernah datang lagi kemari. Nomernya juga tidak dapat dihubungi, bahkan daddy-mu juga sudah meminta seseorang untuk mencarinya, tapi seakan ia hilang di telan bumi, ia tidak meninggalkan jejak apa pun."


Kembali Feli dibuat terkejut.


"Mike yang malang" ucapnya. Ia yakin adiknya itu sedang patah hati. Mini adalah cinta pertama Mike, dan Feli bisa melihat betapa Mike sangat mencintai Mini, tapi tidak dipungkiri, Feli juga melihat cinta yang begitu dalam di mata gadis polos itu, lalu apa yang menjadi alasan Mini menghilang? tanya Feli dalam hati. Feli yakin ada sesutu yang terjadi, sesuatu yang tidak beres, yang mungkin hanya Mike dan Mini yang tahu.


Sementar di dalam kamarnya, Mike sedang berkemas. Ia sudah memutuskan akan meninggalkan semua kekecewaan dan kesedihannya di sini, ia tidak ingin terlihat rapuh dan menyedihkan di hadapan keluarganya, hanya karena seorang gadis yang kini ia sebut sebagai p*lacur.


Dan kelainan aneh yang mendadak dialaminya semakin membuatnya ingin cepat-cepat melanjutkan study-ny di bidang kedokteran. Sungguh ia tidak ingin mengalami impoten di usianya yang masih muda. Dan jangan sampai ada yang menyadari kelainannya tersebut. Termasuk keluarganya.

__ADS_1


"Ya, mungkin menjauh lebih baik" Mike membakar semua foto, dan kenangannya bersama wanita yang ia beri nama Mini.


__ADS_2