Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang
17. Keinginan Mike


__ADS_3

"Daddy mendengar kerja sama mu dengan perusahaan Willson Group atas pembangunan hotel di Itali berjalan lancar" Felix menyesap kopi hitamnya.


"Ya Dad. Satu bulan lagi pembangunannya akan dimulai" Darren mengelus rambut Feli yang merebahkan kepalanya dipangkuan Darren.


"Apa itu artinya kau akan sering ke Itali?" Ada kecemasan dalam nada suara Mika.


Darren menganggukkan kepalanya menatap Mommy nya dan tersenyum hangat.


"Hanya sesekali untuk memantau saja Mom. Kau tidak perlu khawatir" Darren menenangkan Mommy nya. Ia tahu apa yang ada difikiran Mika setelah 24 tahun ia memang tidak pernah menginjakkan kakinya di tanah kelahiran nya itu. Ya waktu Ashley Mommy kandungnya melarikan diri dari Daddy Felix, Itali adalah tempat yang dipilih oleh Mommy nya.


"Benar yang dikatakan putramu, kau tidak perlu khawatir. Kami kaum pria tidak seperti wanita yang akan langsung menangis begitu mengingat suatu kenangan manis maupun pahit" Felix menarik istrinya kedalam pelukannya seraya menenangkan.


"Kau ingin aku mengingatkanmu Dad bagaimana kau meraung saat uncle Raymond dan Uncle Roland mengatakan bahwa Feli adalah hasil dari kecebong yang kau tanam dirahim Mommy" Derren tertawa mengejek tapi tangannya tidak berhenti mengelus rambut Feli yang sedari tadi sibuk memainkan ponselnya dan spontan berhenti begitu mendengar celetukan Darren. Begitu juga dengan Mike yang sedari tadi memainkan game diponselnya.


"Seriously?" Mike menatap tidak percaya pada Daddy nya. Selama ini ia menganggap Daddy nya adalah orang yang selalu stay cool. Ia tahu Daddy nya memang sangat mencintai Mommy nya tapi ia sungguh tidak menyangka ada moment memalukan seperti itu dimana Daddy nya meraung histeris.


"Kau sengaja ingin mempermalukan Daddy mu ini Son?" Felix mendelik kesal kearah putra tertuanya itu.


"Kenapa harus malu. Itu bukti betapa kau sangat mencintai Mommy dan diriku Dad. Aku juga suatu hari ingin melihat ada pria yang menangis karena aku, seperti dimana Daddy menangis saat kalian dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Ouh aku sungguh sangat bangga padamu waktu itu dimana biasanya kebanyakan pengantin wanita yang menangis tapi dipernikahan kalian aku melihat sebaliknya, kau menangis haru Dad" ucap Feli berbinar.


"Terkadang kau sangat menyebalkan sayang, tapi disaat bersamaan kau selalu mampu menyenangkan hati Daddy" Felix mengerling kearah putrinya yang masih dengan santainya merebahkan kepalanya diatas paha Darren.


Darren menghentikan tangannya yang mengelus rambut Feli. Apa artinya Feli sedang memberikan kode padanya. Ia ingin Darren menangis agar Feli yakin bahwa ia sungguh mencintai Feli.


Feli menatap Darren seraya mengerutkan dahinya. Darren tersenyum seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa kau menghentikan tanganmu?" protes Feli. Darren terkekeh lalu menggerakkan tangannya kembali mengelus kepala gadis nya itu.


"Bagaimana perusahaan mu yang di Florida? Apa semuanya baik-baik saja?" Kembali Felix membahas bisnis keluarganya.


"Perusahaan kita Dad" Darren meluruskan dan Felix terkekeh


"Semua nya baik-baik saja..tidak ada yang perlu dikhawatirkan" ucap Darren yakin.


"Grandma mu memang tidak salah memberikan perusahaan itu padamu. Kau mengembangkannya dengan sangat pesat. Aku bangga padamu" ucap Felix tulus. Mendiang Mommy nya Kelly memang telah mewariskan perusahaannya Hilton Company kepada Darren sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Hilton Company juga merupakan tempat pertemuan Mika dan Felix setelah berpisah 4 tahun lamanya. Dengan alasan itu juga Darren sangat bekerja keras untuk membangkitkan perusahaan itu kembali. Tempat yang menjadi saksi Mommy dan dan Daddy nya bersatu kembali.

__ADS_1


"Apa itu artinya Daddy juga sudah bisa menyerahkan sepenuhnya kepadamu McKenzie Group?"


"Aku harap Daddy tidak serius?" Darren menimpali


"Kau tahu Daddy tidak pernah main-main dengan ucapan Daddy"


"C'mon Dad kau masih terlalu muda untuk pensiun" Darren mencari alasan.


"Sekarang saja kalian baru mengatakan aku muda" Desis Felix


"Daddy ingin pensiun dini. Bukan kah kau tadi menyaran Daddy agar sering-sering pergi berlibur dengan Mommy" Felix mengembalikan ucapan Darren tadi.


"Bukan berarti kau harus pensiun Dad"


"Mommy mu selalu mengoceh dan mengatakan saham dan dokumen lebih menarik daripada dirinya yang sudah mulai menua" Felix menatap istrinya yang juga sedang menatapnya


"Memang kenyataannya seperti itu. Kau jarang membagi waktu mu dengan ku dan kau juga jarang memperhatikanku" sungut Mika membela diri.


"Kalian lihat, bagaimana manis nya Momny kalian ini jika sedang merajuk." Felix menggesekkan hidungnya ke hidung istrinya


Mesum Felix kumat dan itu membuat Feli memutar bola matanya jengah. Mike terkikik geli. Entah kenapa ia sangat menyukai kemesuman Daddy nya itu saat menggoda Mommy nya. Mika hanya bisa geleng-geleng kepala atas kemesuman suaminya yang tidak tahu tempat itu.


"Mom..Dad..maafkan aku, tapi sepertinya aku tidak bisa menerima tanggungjawab itu lagi" Darren mengabaikan kemesuman Daddy nya yang sudah akut itu. Dengan menyesal ia menatap kedua orang tua nya.


"Aku yakin kalian tidak ingin melihatku bekerja terlalu keras bukan. Seperti yang Daddy lihat perusahaan yang di Florida sedang membuka dua anak cabangnya, dan itu cukup menguras tenaga dan fikiranku Dad. Tidak kah sebaiknya perusahaan yang disini diberikan pada Mike. Mike lebih pantas Daddy" Dengan sangat hati-hati ia mengutarakan keinginannya. Darren cukup tahu diri tidak mungkin baginya untuk memimpin perusahaan McKenzie. Ia sadar ia bukan anak kandung Felix. Mike lah yang lebih berhak. Darah McKenzie tidak mengalir didalam darahnya. Ia tidak ingin terlihat serakah. Ia sudah dibesarkan keluarga ini dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tidak perlu diragukan lagi. Tapi tetap saja ia harus tahu posisinya. Ia tidak ingin lupa diri. Dulu Hilton Company juga ia terima dengan berat hati karena itu permintaan terakhir Grandma Kelly.


Felix, Mika dan Mike menatap Darren dengan tatapan berbagai ekspresi. Lain dengan Feli yang tidak mengerti apa-apa soal perusahaan jadi hanya bisa diam dan mendengarkan.


"Apa maksud dari ucapan mu Darren? Kau dan Mike sama-sama pantas. Kelak kalian berdua yang akan memimpinnya" Mika terlihat kecewa.


"Mom maafkan aku" Lirih Darren. Ia sadar kalimatnya memang terdengar sangat ambigu.


"Tapi maafkan aku Darren, aku sungguh tidak tertarik dengan bisnis keluarga ini" Mike menimpali. Sekarang semua mata tertuju kepadanya.


"Apa lagi maksud dari ucapanmu anak sialan?" desis Felix

__ADS_1


"Dad..aku masih terlalu kecil untuk mengurusi perusahaanmu" jawab Mike enteng


"Kau fikir Daddy bodoh dengan memberikan perusahaan kepada mu sekarang. Bukan kah sebentar lagi kau akan menyelesaikan High school mu. Jadi persiapkan dirimu"


"Dad..aku sungguh tidak berminat dengan perusahaanmu itu" Mike menyela ucapan Felix


"Sayang jangan memaksa Mike. Mari kita dengarkan apa keinginannya?" Mika mengelus lengan Felix menenangkan


"Katakan apa keinginanmu?" Felix terlihat serius. Mike menegakkan tubuhnya. Meletakkan ponsel yang sedari tadi dipegangnya.


"Aku ingin jadi Dokter" singkat padat dan jelas.


Semua terdiam tak terkecuali Feli yang sedari tadi acuh tak acuh mendengar perdebatan kecil keluarganya. Ia mengalihkan tatapannya dari ponselnya. Jawaban Mike memang cukup mengejutkan mereka. Ia tidak menyangka adik nya yang suka menjahilinya itu memilih profesi serius itu. Profesi berjas putih.


"Dokter spesialis kanker"


Dan tiga kalimat itu sukses membuat semua nya terhenyak. Feli sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking terkejutnya.


"Aku ingin Feli sembuh sepenuhnya" Dan itu sukses membuat kristal bening jatuh dari mata coklat Feli dan Mika Mommy nya.


Feli beranjak dari tempatnya dan mendekati Mike. Ia segera memeluk adiknya itu. Ia sungguh tidak percaya adik yang suka usil itu ternyata sangat peduli padanya.


"Mike...adikku...Kakak mu ini sudah sembuh. Sudah sembuh total. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi" Feli melepaskan pelukannya lalu menatap lekat pada adiknya itu.


Mike tersenyum, lalu mengusap air mata yang mengalir di wajah cantik Feli.


"Aku masih sering mendengar mu meringis kesakitan saat tengah malam" Mike menggenggam erat tangan Feli.


Feli menggelengkan kepalanya. Ia segera berdiri. Lalu menghentak-hentakkan kakinya. Bahkan ia sampai loncat-loncat.


"Kau lihat..aku baik-baik saja" ujarnya.


Darren membatu begitu mendengar keinginan Mike, Matanya fokus menatap kaki kanan Feli. Perasaan bersalah memenuhi relung hatinya. Hatinya terasa sakit bila mengingat kejadian. Kejadian yang seperti mimpi buruk bagi keluarganya.


T.B.C.

__ADS_1


__ADS_2