Bukan Mantan Pacar

Bukan Mantan Pacar
Bab 50 Semua Dapat Kejutan


__ADS_3

Bianca yang memang mudah mempelajari hal-hal baru dengan cepat, sejauh tidak berkaitan dengan pelajaran sekolah berbau Fisika dan Kimia. Setiap pengajaran dari Eva dan Dimas diterimanya dengan baik. Dan mulai hari Jumat ini, Bianca dan Dimas tidak lagi menemparti ruangan bersama Eva. Mereka mulai pundah ke ruangan sendiri persis di depan ruangan Devano.


Hingga tanpa terasa waktu yang sudah ditunggu pun tiba. Keluarga Wijaya plus Revan, Dimas dan Arini sudah menunggu di bandara menanti kepulangan Devano.


Arini yang semula tidak diharapkan kehadirannya, sudah muncul sebelum pukul 7 di rumah keluarga Wijaya. Padahal jadwal kepulangan Devano masih jam 3 sore. Adik Arya itu masih saja bersikeras bahwa dialah calon istri Devano yang sudah ditetapkan oleh Opa Ruby.


Satu persatu penumpang mulai terlihat keluar. Dan tidak lama terlihatlah sosok yang dinantikan mendekati pintu keluar.


Suasana yang tadi penuh canda berubah menjadi hening dan tegang. Papa Harry, mama Angela, Diana dan Revan terlihat sangat terkejut saat mendapati Devano mulai melangkah mendekati posisi mereka. Arini tampak mengomel tidak jelas dan beberapa hali menghentakkan kakinya ke lantai. Dimas sempat terkejut melihat sosok Devano yang sangat berbeda dengan yang ditemuinya hampir 4.5 tahun yang lalu.


Sosok Devano yang biasanya terlihat kaku dan dingin malah terlihat beberapa kali tersenyum. Namun bukan itu saja, rambutnya yang hitam legam berubah warna menjadi blonde. Dan yang benar-benar membuat anggota keluarganya terdiam dan shock karena mendapati seorang gadis dengan warna rambut yang juga blonde bergelayut manja di lengannya.


“Mama, papa.” Sapa Devano dan langsung memeluk mama Angela yang masih terdiam dan terkejut.


“Pa,” Devano gantian memeluk papa Harry yang membalas memeluknya dan menepuk-nepuk punggung Devano.


“Apa kabar boy ?” Tanya papa Harry saat pelukan mereka terlepas.


“Baik Pa.” Devano melebarkan senyumannya.


“Kenalkan nama saya Emilia , om.” Gadis blonde yang tadi bergelayut pada Devano langsung maju dan mengulurkan tangannya pada papa Harry.


Setelah jabatan tangannya mendapat balasan dari papa Harry, tanpa sungkan gadis yang bernama Emilia itu hendak merangkul papa Harry dan melalukan cipika cipiki namun langsung ditolak oleh papa Harry.


Emilia terlihat tersipu dan langsung memundurkan badannya.


“Saya pacarnya Devano, tante.” Emilia beralih mendekati mama Angela dan langsung memeluknya.


Reflek mama Angela langsung melepas pelukan Emilia dan pandangannya beralih pada Devano dengan mata tajam dan kemarahan.


Devano tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Nanti aku jelaskan di rumah. Udah lapar, kangen sama masakan mama.” Devano berbisik dan merangkul bahu mama Angela lalu mulai melangkah.


Revan dan Diana saling melempar pandangan. Revan mengangkat kedua bahunya seolah menjawab ekspresi Diana yang menatapnya penuh tanda tanya.


Dimas dan Arini pun akhirnya mengikuti Devano yang sudah duluan berjalan sambil merangkul mama Angela. Arini masih memasang wajah masam dan sesekali menggerutu tidak jelas.


Kedua mobil pun perlahan meninggalkan bandara menuju rumah keluarga Wijaya. Satu mobil dikendarai Revan membawa Diana, Devano dan Emilia. Sementara mobil yang lain disopiri Dimas membawa Arini, papa Harry dan mama Angela.


Mama Angela yang memasang wajah ngambek menolak satu mobil dengan Devano dan Emilia.


1 jam lebih 20 menit kedua mobil memasuki halaman rumah keluarga Wijaya. Mama Angela sudah bergegas jalan masuk ke dalam rumah dimana para pelayan sudah siap menanti di sana. Papa Harry segera menyusul dan merangkul bahu mama Angela sambil mengusap-usapnya untuk memberi ketenangan.


Bianca yang diminta datang ke rumah keluarga Wijaya berdiri di balik tembok pintu masuk. Wajahnya keheranan melihat sikap mama Angela yang terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Bianca menggeser posisinya mendekati pintu masuk dan betapa terkejutnya saat melihat sosok yang berjalan di belakang mama Angela dan papa Harry. Tanpa sadar Bianca mengerjapkan matanya beberapa kali untuk meyakinkan pengelihatannya.


“Bianca.” Devano menghentikan langkahnya dengan tatapan tak kalah terkejutnya saat mendapati sosok gadis itu di pintu masuk utama.


“Apa kabar Devano ?” Bianca berusaha menetralkan dirinya dan tersenyum pada Devano.


Emilia yang ikut berhenti menatap Devano sambil mengernyitkan matanya. Apalagi saat mendekat ke Bianca, tangan Devano melepaskan tangan Emilia yang bergelayut manja di hadapannya.


“Eheemm… Eh kamu !” Panggil Emilia keras membuat Devano menoleh menatapnya.


“Tidak boleh menatap anak majikan elo seperti itu. Tolong bawakan tas gue !” Emilia langsung memberikan tas tangan yang dibawanya sejak tadi.


Bianca terkejut dan menatap sosok cewek blonde di depannya sambil menautkan alis.


“Majikan ?” Gumam Bianca.


“Nggak boleh elo ngeliatin calon suami gue kayak gitu !” Emilia langsung merangkul lengan Devano dengan posesif yang membuat Devano langsung membuang muka ke arah lain.


Bianca semakin mengerutkan dahinya dan menatap Devano yang tidak mau membalas tatapannya.


“Minggir !” Emilia sedikit mendorong Bianca untuk menepi membuat gadis itu kehilangan keseimbangan.


Reflek Devano menarik lengan Bianca dan merangkul pinggangnya supaya Bianca tidak terjatuh. Keduanya sempat terdiam dalam posisi itu dan saling menatap.


“Lepas !” Emilia langsung menarik Devano dan kembali mendorong Bianca.


“Jangan kurang ajar ya !” Suara Diana yang menggelegar terdengar mendekat dan Emilia langsung tersontak ke belakang karena ditarik oleh Diana.


Posisi Diana sekarang berada di tengah-tengah antara Bianca dan Devano Emilia.


“Bianca bukan pembantu atau pegawai di rumah ini.


Dia sahabat baik gue dan bagian dari keluarga ini. Sementara elo …” Diana mendorong keras sebelah bahu Emilia dengan tangannya.


“Elo hanya orang baru yang statusnya cuma pacar Kak Devano.”


Tatapan tajam Diana membuat Emilia sedikit memundurkan badannya. Ingin melawan namun memikirkan posisinya yang menjadi jelek di mata Devano membuatnya hanya diam.


“Jangan terlalu emosi, Di.” Revan mendekati Diana dan menggenggam tangan kekasihnya dengan erat.


Diana masih menatap Emilia dengan perasaan marah. Pandangannya sempat beralih ke Devano yang terlihat datar.


“Ayo Bi !” Diana menarik jemari Bianca untuk masuk ke dalam.


Devano mengikuti langkah Diana, Revan dan Bianca. Dia menepis halus tangan Emilia yang merangkul kembali lengannya. Emilia menghentikan langkahnya namun Devano tetap terus berjalan dan mengacuhkan Emilia. Gadis itu menautkan alisnya dan bertanya-tanya dalam hatinya.

__ADS_1


Dimas dan Arini yang berada paling belakang hanya terdiam melihat drama di pintu tadi.


Arini sempat terkejut melihat Diana yang begitu marah dan menunjukkan rasa tidak sukanya pada Emilia. Sudah puluhan tahun bersahabat baik dengan Diana dan belum pernah sekalipun Arini melihat kemarahan Diana seperti tadi. Mengingat kejadian barusan membuat Arini menarik nafas panjang. Ternyata bahkan Diana begitu memperhatikan Bianca. Dimas menoleh saat mendengar tarikan nafas panjang dan berat dari Arini namun dia sendiri belum mengerti cerita yang sebenarnya.


Diana mengajak Bianca ke ruang makan karena silihatnya mama Angela sedang memberikan instruksi kepada para pelayan untuk menyiapkan makan malam.


Devano sempat melongok ke ruang makan dan hendak mendekat untuk menetralkan mama Angela dan Diana yang sangat emosi padanya namun niat itu dia urungkan saat melihat sosok Bianca ada di sana.


Devano menarik nafas panjang saat di balik tembok. Perasaannya tidak karuan saat melihat sosok Bianca ada di rumah dan sangat akrab dengan mama dan adiknya. Ada sedikit penyesalan membawa Emilia bertemu dengan keluarganya. Tujuan awalnya justru membawa masalah baru buat dirinya.


“Bro, biarkan para cewek-cewek itu menenangkan diri dulu.” Revan menepuk bahu sahabatnya.


Devano menoleh dan mendapati sosok Revan dan Dimas di belakangnya.


“Lebih baik kita nunggu sambil ngobrol sama papa Harry saja.”


“Saaayyaanngg.” Suara manja dan kecentilan itu menganggu pembicaraan ketiga cowok yang masih berdiri di dekat ruang makan.


Suara Emilia yang nyaring dan terdengar berlebihan membuat mama Angela, Diana dan Bianca ikut menoleh ke arah sumber suara. Diana langsung mencebik kesal dan membuang muka. Mama Angela pun langsung kembali menyibukkan diri dengan bantuan Bianca yang berusaha menetralkan hatinya.


“Aku kok dicuekin,” Emilia langsung bergelayut manja di lengan Devano membuat Revan dan Dimas langsung membuang muka ke arah lain.


“Aku pengen mandi udah lengket. Boleh pinjam kamar kamu buat aku mandi dan istirahat sebentar ?”


Devano berusaha melepaskan tangan Emilia.


“Tidak ada pakai kamar Devano !” Mama Angela mendekat dengan suara sedikit membentak.


Emilia melepaskan tangannya dari Devano dan mundur beberapa langkah. Wajahnya terlihat kaget dan cemas karena mama Angela mendekat sambil membawa pisau. Devano pun tidak kalah kagetnya saat mendengar suara mamanya yang keras. Bisa dihitung dengan jari mama Angela berada dalam mode marah seperti saat ini.


“Imah !” Mama Angela memanggil salah satu pelayan yang ada di dapur.


“Antarkan anak ini ke kamar tamu di bawah.” Tanpa menoleh malah menatap Emilia dan Devano dengan tatapan tajam dan menusuk, mama Angela memerintahkan pelayan yang bernama Imah itu.


Emilia yang ingin melawan dan menolak mengurungkan niatnya dan akhirnya mengikuti pelayan yang disuruh oleh mama Angela. Perasaannya sangat kesal dan merasa direndahkan oleh keluarga Devano. Bukan hanya adiknya Devano tetapi mamanya juga memasang muka perang dengannya.


“Van, elo dipanggil bokap.” Dimas mendekati Devano setelah mendapat pesan wa di handphonenya.


“Kita diminta ke ruang kerja Om Harry.”


“Gue juga ?” Revan menunjuk dirinya sendiri. Dimas hanya mengangguk mengiyakan.


“Aku ketemu papa dulu, ma.” Devano bicara pelan pada mama Angela yang masih menatap tajam padanya.


Tanpa mendapat tanggapan apapun dari mama Angela Devano berbalik dan melangkah menuju ruang kerja papanya di lantai satu diikuti Dimas dan Revan.

__ADS_1


Kenapa jadi begini keadaannya ? Bukan bermaksud kasih kejutan tapi malah membuat semua terkejut. Dan Bianca kenapa bisa ada di sini ? Batin Devano.


__ADS_2