Bukan Mantan Pacar

Bukan Mantan Pacar
Bab 77 Obrolan Sore


__ADS_3

Sementara itu di restoran yang ada di dalam lapangan golf, tiga pria paruh baya dan seorang pria baya sedang duduk menikmati suasana sore selesai bermain.


Para pemilik perusahaan multinasional itu tampak berbincang santai ditemani teh, kopi dan penganan.


“Bagaimana kabar anakmu Har ? Udah beres sama calon menantumu ?” Papa Himawan membuka percakpan.


“Sepertinya hari ini papa sudah berhasil memacu adrenalinnya untuk keluar dari sarangnya.”


Papa Harry meletakkan cangkir kopi sambil menoleh ke arah Opa Ruby.


“Hasil kerjasama dengan anakmu, Wan.” Jawab opa Ruby santai.


“Loh gimana ceritanya ?” Papa Himawan menautkan alisnya.


“Arya khawatir gadis itu ditikung sama anaknya Ardi,” tutur Opa Ruby.


“Loh kok sekarang anakku dibawa-bawa juga, Om Ruby ?” Papa Ardi ikut mengerutkan dahi karena tidak pernah mendengar masalah Desta dan Bianca.


“Kisah cinta segiempat bukan segitiga lagi,” papa Harry tertawa.


“Akunggak ikutin sama sekali, bagi-bagi info dong.” Papa Ardi yang penasaran merubah posisi duduknya.


“Kamu itu terlau sibuk sama kantor pengacaramu. Istrimu juga sama saja. Sampai-sampai urusan cinta anak, kalian nggak ada yang tahu, malah sampai anak gadismu kebobolan gawang,” ledek Opa Ruby.


Papa Harry dan Papa Himawan tertawa sementara Papa Ardi hanya tersenyum masam.


“Lagi dirubah konsepnya, Om.” Jawab Papa Ardi.


“Terus gimana ceritanya Arya bisa sampai terlibat dalam sinetron Om Ruby ?” Tanya Papa Himawan.


“Bianca sudah aku dekati jadi sekretaris Devano tapi malah diabaikan sama itu anak. Dia tetap kekeh pada janjinya sama papa supaya melepaskan gadis itu untuk Arya, karena ternyata semasa SMA, Arya pernah menyukainya juga.”


“Wah istimewa banget gadis itu sampai ketiga jagoan kita suka dengan wanita yang sama.” Ujar papa Ardi.


“Nggak ngerti juga apa istimewanya,” cibir opa Ruby. “Padahal kalau soal cantik, jauh masih cantikan Arini dan Diana. Selera Devano memang mirip


sama mamanya, dikasih yang ganteng plus plus malah pilih modelan begini.”


Opa Ruby menunjuk papa Harry dengan dagunya. Wajah opa terlihat kesal membuat papa Ardi dan papa Himawan tertawa.


“Tapi terbukti pilihan Angela nggak salah kan, pa ? Malah makin hari bisa bikin Angela nempel kayak perangko.” Papa Harry menggoda mertuanya sambil senyum-senyum meledek membuat Opa Ruby mencebik lalu mendecih.


“Arya kesal karena Devano masih bertahan dengan permintaanku, padahal sudah berkali-kali Arya minta Devano supaya mendekati perempuan itu. Anaknya Harry yang satu itu memang terlalu kaku dan kurang fleksibel. Nggak tau bagaimana bisa nggak jadi pimpinan yang baik. Diancam sedikit main nurut aja, nggak mempertimbangkan baik buruknya.” Opa Ruby menjelaskan panjang lebar.


“Pa, anakku itu ya cucu papa juga loh,” papa Harry tertawa. “Lagian Devano nurut karena yang minta dan ancam dia kan opanya sendiri. Itu namanya anak yang patuh sama orangtua, Pa.”

__ADS_1


“Ya nggak bisa begitu juga !” Opa Ruby masih dengan nada kesal. “Kalau memang dia yakin perempuan itu…”


“Bianca nama gadis itu, pa.” Jelas papa Harry memotong ucapan Opa Ruby.


“Ya siapalah dia. Kalau memang Devano yakin dengan cintanya sama Bianca dan Bianca juga sudah cinta sama Devano, kenapa sebagai laki-laki dia tidak berusaha mempertahankannya !” Nada suara opa Ruby naik satu oktaf.


“Jadi Om dan Arya sengaja atur cara supaya Devano berani menyatakan cintanya ?” Tanya papa Himawan.


“Ya biar bagaimana kasihan juga kalau lihat cucuku patah hati karena pujaan hatinya ditikung sama anaknya Ardi.”


Ketiga ayah itu tertawa mendengar perkataan opa Ruby.


“Memang anakku ada niatan nikung. Om ?” Tanya papa Ardi.


“Menurut Arya, anakmu itu sudah menyatakan cintanya juga sama Bianca. Gadis itu sudah melepaskan Devano, jadi bukan nggak mungkin kalau dia terpincut sama anakmu dan menerima cintanya, Di. Makanya Arya datang padaku minta tolong supaya membantu Devano.”


“Memangnya Arya tahu soal pernintaan papa pada Devano untuk melepaskan Bianca buat Arya ?” Tanya papa Harry.


“Mulamya tidak tahu. Arya hanya cerita soal Devano yang memaksa dia mendekati Bianca. Devano belum tahu kalau Arya sudah punya pacar. Akhirnya papa ceritakan soal permintaan Devano dan Arya menjelaskan masalah Devano dan Bianca sejak SMA.”


Opa Ruby menjeda sejenak dan mengambil cangkir tehnya.


“Arya juga bilang, kalau Devano begini terus bukan nggak mungkin gadis itu menerima cinta anaknya Ardi.”


Papa Ardi tertawa.


“Tapi kenyataannya anakmu itu kalah telak sama pesona anakku,” cibir papa Harry. “Aku yakin kalau hari ini Devano sudah berhasil menyatakan cintanya pada Bianca.”


“Berterima kasihlah pada anakku sampai akhirnya anakmu berani bicara sebagai laki-laki sejati.” Gantian papa Ardi meledek papa Harry.


“Kalau nggak ada Arya juga yang atur sandiwara sama Om Ruby, nggak ada gunanya anak kalian berdua.” Papa Himawan menimpali sambil tertawa.


“Jadi sebentar lagi kamu duluan yang unduh mantu Har ?” Tanya papa Ardi.


“Berdualah dengan Arya,” Opa Ruby yang menyahut. “Anak Himawan yang satu itu memang sudah kebelet kawin. Daripada nanti keburu belendung kayak anaknya Ardi.” Ledek Opa Ruby.


“Eh iya gimana ceritanya anakmu bisa sampai hamil, Di ? Bukannya masih duduk di bangku SMA ?” Tanya papa Himawan.


“Aku sudah mencari tahu sedikit, tapi masih belum pasti. Anakku tidak mau berterus terang siapa yang menghamilinya. Jadi aku lagi mencari tahu terus.”


“Bukannya sekarang sudah bisa tes DNA untuk bayi yang masih dalam kandungan ?” Tanya papa Harry.


“Iya setahuku juga ada, Di.” Timpal papa Himawan. “Coba kamu tanyakan pada dr Hendri masalah itu. Dia kan pemilik rumah sakit.”


“Aku pastikan dulu hasil pencarian orangku. Kalau 90% sudah yakin, pasti akan aku minta untuk tes DNA.”

__ADS_1


“Lalu bagaimana nasib sekolah anakmu ? Bukannya sebentar lagi mau lulus ?” Tanya pap Harry.


“Aku sudah atur home schooling dan tetap bisa mengikuti ujian akhir. Istriku sempat mengancam memutuskan sekolahnya kalau dia tidak mau menggugurkan bayinya. Tapi anakku itu tetap kukuh membiarkan bayinya hidup dan tetap ingin menyelesaikan sekolahnya. Kasihan juga melihat tekadnyaAkhirnya aku coba usahakan yang terbaik.”


“Sepertinya anakmu mencintai laki-laki yang sudah menghamilinya, makanya dia tetap memilih mempertahankan kehamilannya.” Tutur papa Himawan.


“Laiu kenapa kamu bawa-bawa calon menantuku pergi lama dengan anak-anakmu ?” Tanya papa Harry.


“Anakku sempat mencoba bunuh diri dan mengalami stress berat. Dokter menyarankan supaya dibawa ke psikiater, tapi Desta, kakaknya minta kesempatan mencoba membawa Bianca untuk menjadi teman bicaranya. Apalagi kan calon menantumu itu memang seorang psikolog.”


“Awas saja kalau anak lelakimu mengambil kesempatan dalam kesempitan.” Ancam papa Harry.


Papa Himawan dan papa Ardi jadi tertawa sementara Opa Ruby hanya geleng-geleng kepala.


“Jadi kalian berdua batal dong besanan.” Goda papa Ardi sambil menatap kedua temannya bergantian.


“Devano sudah cinta mati sama Bianca,” sahut papa Harry.


“Sudah dipelet dia sama gadis itu,” ejek Opa Ruby.


“Sama persis dong kayak anak om dipelet sama Harry sampai melepaskan warisan perusahaan om,” ledek papa Himawan.


“Cocok mantuku ini jadi gurunya perempuan itu,” omel Opa Ruby.


“Bianca namanya, Pa. Jangan terlalu kesal sama Bianca. Kalau bukan sama Devano, Himawan sudah berniat menjadikannya calon menantu sejak kematian Indra.”


“Loh memangnya Bianca anaknya Indra, orang kepercayaanmu itu, Wan ?” Opa Ruby dengan wajah terkejutnya memandang papa Himawan.


“Iya benar, Om. Makanya saya sempat meminta Bianca jadi calon istrinya Arya.”


“Kenapa nggak dipaksa saja Bianca-nya,” omel Opa Ruby.


“Papa ! Papa tega buat cucu opa patah hati dan jomblo kelamaan.” Protes papa Harry dengan wajah kesal.


“Biar aku paksa itu anak menikah dengan Arini,” jawab opa Ruby santai yang membuat papa Harry semakin kesal.


Papa Himawan dan papa Ardi kembali tertawa melihat interaksi menantu dan mertua yang sering adu pendapat sejak dulu.


“Kalau begitu dipastikan saja supaya Devano meyakinkan Bianca, Har. Daripada nanti anakku meneruskan niatnya,” ujar papa Ardi.


“Gimana caranya ?” Kening papa Harry berkerut.


“Besok Arya akan ke sana survey lokasi pembangunan resort dekat Kopeng, biar Devano diajak saja sekalian. Kamu kasih alasan saja sekalian mengecek perkebunan kopimu di Ambarawa. Jangan bilang mau ke tempat Bianca.” Papa Himawan yang menjawab.


“Ya sudah kalau memang begitu rencananya.” Jawab papa Harry.

__ADS_1


Dan obrolan sore pun berlanjut seputaran kerjasama bisnis mereka termasuk rencana merger perusahaan Opa Ruby dengan papa Himawan sebagai developer dan jasa konstruksi.


Terima kasih untuk para pembaca yang setia memberikan like dan komen😊😊🙏🙏


__ADS_2