
Sonia tiba di rumah sakit D, dia segera berlari menuju IGD untuk menemui putrinya. " Bagaimana keadaan Bunga" tanya Sonia ke Alex. "Segera masuk saja, Dokter akan menjelaskan nanti" jawab Alex. Sonia langsung masuk menemui dokter yang merawat Bunga. "Bagaimana keadaan anak saya Dok" tanya Sonia panik, saya ibunya, imbuhnya. "Anak ibu mengalami patah tulang dan harus segera operasi" ucap Dokter.
"Soal biaya biar aku saja yang membayar kau tidak perlu khawatir, kau tinggal menyetujui nya saja" Alex tiba-tiba ikut bicara.
"Baiklah dokter, segera saja operasi anak saya" pinta Sonia.
Dokter kemudian menyuruh perawat untuk menyiapkan ruang operasi. Bunga segera dibawa ke ruang operasi setelah ruang operasi siap. Operasi di mulai, Sonia, Alex dan anak buah Alex menunggu Bunga diruang tunggu. Sonia bertanya kepada Alex sebenarnya ada apa dengan anaknya. Alex menjelaskan dengan begitu seksama. Tiba-tiba tangis Sonia pecah, karena takut anaknya tidak bisa menari lagi. Bunga sangat mencintai tarian dari kecil, jadi Sonia tahu kali sampai Bunga tidak bisa menari lagi, pasti anaknya akan terpuruk. Alex menenangkan Sonia untuk tegar dan sabar, dia tidak boleh berpikiran macam-macam dulu sebelum dokter selesai operasi dan menjelaskan kembali keadaan Bunga.
2 Jam berlalu, dokter akhirnya keluar dari ruang operasi dan menemui Sonia. Dokter mengatakan bahwa Bunga untuk beberapa bulan ke depan harus memakai tongkat untuk membantu nya berjalan. Sonia sok mendengar apa kata dokter. "Dok apakah Bunga tidak bisa sembuh, maksud saya berjalan normal bahkan untuk menari" tanya Alex tiba-tiba. "Bisa, tapi membutuhkan waktu yang lama, dia harus bersabar dan melatih pelan-pelan kakinya untuk berjalan normal" jawab dokter. "Syukurlah" jawab Alex.
Dokter meninggalkan Sonia dan Alex, kemudian Alex menenangkan Sonia untuk bersabar dan mendukung Bunga. "Kamu harus kuat demi Bunga, jangan lemah di depannya karena Bunga hanya memilikimu untuk membantunya bangkit lagi" nasehat Alex kepada Sonia.
Bunga sudah di pindahkan ke ruang rawat, dia belum sadar akibat obat bius. Alex pamit kepada Sonia, karena harus mengurus usahanya yang ditinggalkan untuk mengantar Bunga ke rumah sakit tadi.
__ADS_1
"Kalo ada apa-apa segera hubungi aku, kau bisa mengandalkan ku" ucap Alex sambil memeluk Sonia.
"Baiklah Lex, terima kasih untuk semua nya" ucap Sonia, sambil melepas pelukan Alex.
Alex pun pergi dari rumah sakit, dan sekarang hanya Sonia saja yang menjaga Bunga. Selang beberapa menit Bunga tersadar, dia merasa kakinya sakit dan bertanya kepada ibunya.
"Ibu ada apa dengan kaki Bunga, kenapa sakit sekali untuk di gerakan dan kenapa harus pakai gibs" tanya Bunga sambil meneteskan air matanya.
Sonia tidak tega melihat kondisi anak nya sekarang, dia menahan tangisnya yang sebenarnya sudah tidak bisa dia bendung lagi.
"Tidak ibu, ibu harus menjelaskan nya sekarang. Bunga kuat ibu, tolong ibu jelaskan" pinta Bunga, sambil menghapus air matanya.
"Baiklah nak, ibu akan menjelaskan pelan-pelan kepadamu. Dokter bilang, dalam waktu beberapa bulan kamu tidak boleh menari lagi, jalan pun kamu harus dibantu dengan tongkat" ucap Sonia, sambil terisak-isak karena sudah tidak bisa menahan tangisnya.
__ADS_1
Tangis Bunga akhirnya pecah, setelah mendengar penjelasan ibunya. Bunga sangat terpukul dengan keadaannya sekarang. "Kenapa harus begini" teriak Bunga kecewa terhadap diri nya sendiri. Bunga terus saja menangis tanpa henti di pelukan ibunya.
Dan akhirnya Bunga menerima keadaannya sekarang dengan begitu berat, yang ada di dalam pikirannya, hanya tidak ingin melihat ibunya sedih. "Aku harus kuat, cuma disuruh istirahat saja kan, bukan berarti aku di suruh berhenti total" gumam Bunga dalam hati.
"Ibu, sebaiknya ibu istirahat karena sudah malam ini" pinta Bunga.
"Tidak Nak, ibu mau menjagamu. Kamu yang seharusnya beristirahat" pinta Sonia kepada anaknya.
"Kita sama-sama istirahat, Bunga tidak mau kalo ibu nanti sakit, gara-gara menjaga Bunga" ucap Bunga sambil memeluk ibunya.
Bunga dan Sonia beristirahat bersama. Bunga masih merasa sedih, sesekali dia masih meneteskan air mata diam-diam, supaya ibunya tidak khawatir.
Vote, like dan komen ya... semoga suka dengan ceritanya. Terima kasih... 🤗🤗🤗
__ADS_1