BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
76


__ADS_3

Hampir dua jam lebih Bunga dibuat bosen karena kesendiriannya makan. "Kalau cuma seperti ini kenapa aku ikut coba" celoteh Bunga kesal. "Gara-gara pria genit itu aku jadi makan sendiri, hiiiiii... tatapannya bikin geli jijik" tambah celotehnya.


Bunga yang tidak selera makan, dia membaringkan tubhnya disofa sambil menunggu Aditya datang. Rasa kantuk tiba-tiba datang, dia menguap beberapa kali. Niatnya mau menahan sampai Aditya datang, namun karena kalah dengan rasa bosannya, akhirnya dia tertidur.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, ada sosok lelaki tersenyum penuh arti mendekati Bunga yang sedang tertidur. Tangannya mulai mengelus pipi Bunga dengan penuh gairah. Kamu harus jadi milikku malam ini , batin lelaki itu. 


Bibir lelaki itu mau mencium Bunga, namun BUGH... satu pukulan mendarat ke wajah lelaki itu.


"BERANI SEKALI KAU MENYENTUH WANITAKU" ucap lelaki yang baru datang dengan geram. Ya yang baru saja datang adalah Aditya, dan lelaki yang mau mencium Bunga adalah Andre.


Andre terjatuh ke lantai setelah mendapatkan pukulan telak dari Aditya, dia bangkit dan berniat membalas Aditya, namun dia tidak bisa berdiri tegak karena pengaruh akohol. Alhasil Aditya memukulnya lagi dengan bertubi-tubi, karena Aditya tidak rela wanita yang dia sukai dilecehkan orang lain, walaupun orang itu memliki kuasa atau tidak.


Bunga yang mendengar keributan terus bangun dari tidurnya, dia terkejut mendapati Aditya sudah emosi yang meluap - luap dan memukul Andre. "Sayang ada apa ini?" tanya Bunga takut.


"Laki-laki ******** ini mau melecehkanmu" jawab Aditya dengan marah yang luar biasa.


"Aku mohon hentikan, kamu bisa membunuhnya jika terus memukulnya, aku tidak mau memiliki suami pembunuh" pinta Bunga setelah melihat Andre tersungkur tidak berdaya.


Arya segera mencari arah suara keributan, dia menemukan bosnya sudah memukuli Andre dengan penuh amarah. "Maaf tuan ada apa ini" tanya Arya. Kenapa aku bisa kecolongan sih, ada apa sebenarnya ini. batinnya.


"Dia sudah berani melecehkan Bunga, jadi kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan" perintah Aditya.


"Jangan turuti dia Arya, bawa dia segera kerumah sakit" ucap Bunga yang takut kalau Aditya berbuat nekat.


"Kenapa kamu menolongnya, dia mau melecehkanmu sayang" tanya Aditya emosi.

__ADS_1


"Aku tidak menolongnya sayang, aku cuma tidak mau kamu punya masalah kedepannya. Aku baik-bak saja sayang, kamu sudah memukulnya itu sudah cukup untuk memberikan dia pelajaran" bujuk Bunga.


Aditya masih tidak terima, namun karena Bunga yang memohon akhirnya Aditya mengalah, dan menyuruh Arya untuk mengurusnya.


Setelah mendapat perintah Arya kemudian dibantu salah satu bawahannya membawa Andre pergi dari restauran menuju rumah sakit. Namun sebelum pergi Arya untuk menutup mulut semua pelayan yang bekerja di restoran itu, kalau tidak mau berurusan dengannya. Semua pelayan mengerti apa yang dimaksud Arya.


Bunga meminta salah satu pelayan untuk mengambilkan minum, tak butuh waktu lama seorang pelayan sudah membawakan segelas air putih, Pelayan tersebut menyerahkan gelas berisi air putih kepada Bunga. Kemudian Bunga memberikan kepada Aditya.


"Minumlah dulu sayang, tenangkan dirimu. Aku tidak apa-apa" pinta Bunga menenangkan Aditya.


Aditya menenangkan dirinya, kemudian dia membawa Bunga pergi dari restoran itu. "Ayo kita jalan-jalan" ajak Aditya.


"Baiklah, bagaimana kalau kita pergi ke pasar malam" pinta Bunga.


"Pasar malam jam segini, apa masih ada?" tanya Aditya. Karena waktu sudah menunjukkan puluh sepuluh malam.


"Kenapa, apa makanan tadi tidak enak, kalau iya biar aku menelepon papa untuk memecat kokinya"  tanya Aditya.


"Bukan... bukannya tidak enak, cuma kalau tidak ada kamu makanku yang tidak selera" ucap Bunga malu.


"Maaf ya, bukannya bikin kamu senang malah bikin kamu celaka" ucap Aditya.


"Tidak, jangan bilang maaf. Kamu tidak bersalah kok. Sudah ayo jalan" ajak Bunga.


Aditya menggandeng tangan Bunga meninggalkan restoran tersebut menuju pasar malam yang ingin dikunjungi Bunga.

__ADS_1


 


 


 


 


Terima kasih... selamat membaca


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2