
Rina selesai memasak, dia menyiapkan masakan di atas meja dan menyisihkan untuk ibunya. Masakan yang dia adalah cap jai, martabak telur dan sambal bawang, baunya harum sekali masakan Rina. Rian tanpa diminta langsung saja duduk dimeja makan, Rina yang melihat Rian duduk tiba-tiba terkejut, dan berteriak.
"Hush apa kamu ingin membangunkan ibumu" omel Rian yang kaget akan teriakkan Rina.
"Tuan mengagetkan saya" jawab Rina sedikit kesal. "Udah jangan banyak bicara, siapkan aku makanannya aku sudah lapar" gerutu Rian. Rina pun mengiyakan saja, karena takut Rian makin marah, dia mengambil piring dan menyiapkan nasi sama sayur, sambal dan telur di atas piring Rian. Rina memberikan piring yang sudah penuh makanan kepada Rian, langsung saja Rian makan dengan lahapnya. Rina pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri, dia juga merasa lapar setelah memasak tadi. Mereka makan berdua layaknya suami istri, Rian selalu saja minta dilayani Rina. Rina hanya mengikuti kemauan Rian, di sela makan Rian memberitahukan bahwa hutang ayahnya sudah dia lunasi, jadi ibu nya Rina tidak usah bekerja lagi. Rina yang mendengar ucapan Rian kaget dan tiba-tiba tersedak.
"Minumlah, hati-hati kalau makan" ucap Rian sambil menyodorkan segelas air minum.
"Apa mau tuan sebenarnya, kenapa mau membantu saya" tanya Rina setelah merasa lega dari tersedak nya tadi.
"Mau ku hanya satu, kamu mau memasak buat aku setiap hari" ucap Rian yang cuek sambil melanjutkan makannya. Rina kebingungan mendengar permintaan Rian,
"Apa anda serius, anda tidak bercanda kan?" tanya Rina. "Memang wajah ku kelihatan bercanda" jelas Rian.
Rina hanya diam saja dan melanjutkan makannya. Rian selesai makan, pergi menuju ke ruang tamu, Rina juga sudah selesai makan, dian membereskan meja makan dan mencuci piring-piring kotor.
__ADS_1
Rian tiba-tiba menerima telepon, "Halo Ibu, ada apa" tanya Rian kepada Tania ibunya.
"Kamu dimana nak, kenapa tidak pulang makan siang" tanya Tania balik.
"Ibu jangan khawatir Rian sudah makan kok" jawab Rian. "Oya ada apa ibu menelepon Rian, apa ada yang bisa Rian bantu Bu" tambah Rian.
"Kalau tidak repot antar ibu ke bandara, ibu mau pergi keluar kota ada arisan bersama teman-teman ibu" ucap Tania meminta tolong.
"Baik Bu, Rian segera pulang" jawab Rian. Setelah menutup telepon, Rian menemui Rina untuk berpamitan.
Sampai di rumah, Tania sudah menunggunya. "Ayo langsung berangkat saja, ibu takut terlambat" ucap Tania melihat Rian masuk ke dalam rumah. Tania sudah bersiap-siap sebelum Rian datang. Rian dan ibunya berangkat menuju ke bandara.
"Ibu Rian mau menikah" tanya Rian tiba-tiba kepada Tania ibunya.
"Apa ibu tidak salah dengar nak, dengan siapa? kamu kok belum mengenalkan sama ibu" Tania meminta penjelasan.
__ADS_1
"Tunggu Ibu pulang saja, nanti Rian kenalkan, semoga ibu suka dengan pilihan Rian" Rian menjelaskan.
"Baiklah, siapa pun itu yang penting kamu sudah yakin dan niatmu baik sama gadis itu" nasehat Tania kepada anaknya.
Rian mengiyakan, dan fokus kembali menyetir. Sampai di Bandara Rian mengantar ibunya sampai masuk ruang tunggu. Setelah ibunya masuk untuk pengecekan tiket dan sebagainya Rian pulang untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih semoga suka dengan novel ku.. mohon dukungannya. jangan lupa like, komen dan vote... 🤗🤗🤗🤗🤗