
Bunga keluar dari ruangan kerja Aditya, dia mencari Arya untuk menanyakan letak kantin dimana, namun Bunga tidak melihat Arya ditempatnya. Kenapa tadi aku lupa menanyakannya sih. ucap Bunga kesal.
Bunga memutuskan untuk mencarinya sendiri, dia turun kebawah dan melihat ke kanan ke kiri. Tiba-tiba ada seorang wanita cantik mendatanginya. "Maaf Nona, anda mencari siapa?" tanya wanita itu.
"Maaf Nona kantin sebelah mana ya?" tanya Bunga.
"Maaf kantin disini bukan untuk umum nona, nona bisa membeli makanan diseberang sana" ucap wanita itu sambil menunjuk arah ke depan kantor perusahaan.
"Baik nona, terima kasih" pamit Bunga dan pergi meninggalkan wanita itu.
Setelah Bunga pergi, pegawai lain menghampiri wanita itu. "Maaf nona Dea, kenapa anda berbohong kepada wanita itu. Anda tidak tahu siapa wanita itu?" tanya pegawai.
"Aku tidak perlu tahu siapa dia, yang jelas dia tidak boleh berkeliaran di kantor ini. Ini bukan mall siapa saja bisa masuk seenaknya" ucap Dea itu dengan tegas.
"Tapi nona" jawab pegawai namun sudah dipotong oleh Dea "Sudah pergi bekerja sana, jangan mengobrol" tambah Dea pergi meninggalkan pegawai itu.
Pegawai itu hanya diam saja dan mengikuti Dea kembali bekerja. Sementara itu Bunga pergi keluar untuk membeli makan, dia berjalan menuju restauran yang ditunjuk wanita tadi. Bunga kepanasan dia mengeluarkan keringat karena cuaca hari ini benar-benar panas. "Tahu begini lebih baik aku menunggunya bekerja dan menahan lapar sebentar" umpat Bunga kesal.
Akhirnya Bunga sampai di restauran, dia memesan makanan 2menu masing-masing 2porsi dan 2botol jus. Sambil menunggu makanannya dia memainkan hpnya supaya tidak bosan. Selesai pelayan menyiapkan makanan, Bunga membayarnya dan segera kembali ke kantor Aditya.
__ADS_1
Bunga masuk ke dalam perusahaan Aditya, dia langsung menaiki lift. Karyawan yang melihatnya menyapanya dengan tersenyum, Bunga pun membalasnya. Bunga masuk ke dalam lift, dia menekan tombol nomor lantai letak ruangan Aditya. Sampai di lantai yang dia tuju lagi-lagi dia dihentikan dengan Dea.
"Nona kenapa anda kemari, lantai ini tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang. Apa kepentingan anda disini. Segera pergi dari sini ya, jangan mengganggu kami yang sedang bekerja" ucap Dea dengan tegas.
"Maaf Nona, tapi aku.. " sebelum Bunga melanjutkan. Dea sudah menelepon satpam untuk mengusirnya.
"Sebaiknya nona pergi sebelum satpam mengusir anda dengan paksa" ucap Dea dengan nada mengancam.
Arya yang baru datang dari makan siang pun terkejut melihat keramaian di kantor. Dia lun mendekat " Maaf nona Bunga ada apa ini?" tanya Arya sopan.
Dea pun terkejut bahwa atasannya mengenal wanita didepannya.
Arya kemudian menatap Dea dengan tajam. "Nona silahkan tinggalkan kami, mungkin tuan Aditya sudah menunggu anda" ucap Arya sopan.
Apa wanita ini kenal sama tuan Aditya, bahkan tuan Arya sopan kepadanya. Siapa dia sebenarnya. gumam Dea dengan wajah takut.
Bunga pun mengiyakan dan pergi meninggalkan mereka, segera dia menuju ruangan Aditya. Setelah kepergian Bunga, Dea segera memohon "Maaf tuan, saya tidak tahu kalau wanita itu tamunya tuan Aditya" ucapnya.
"Wanita wanita, panggil dia Nona Bunga" ucap Arya penuh penekanan. "Ingat perbuatan mu tadi kalau sampai tuan Aditya tahu, kamu tidak akan bisa memohon lagi" tambahnya.
__ADS_1
"Baik tuan Arya, terima kasih" pinta Dea.
"Sudah pergi pekerja sana, jangan buat keributan" ucap Arya dan pergi meninggalkan Dea menuju ruangan Aditya untuk memastikan apa nona nya baik-baik saja.
Dea masih bingung, dia pergi ke meja kerjanya. Sebenarnya siapa sih Nona Bunga itu, wajahnya aja kalah sama aku, masih cantikan aku. gumam Dea sambil tersenyum percaya diri.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1